Bimantika.net -Jum,at 19 Maret pukul 21.15 wita momentum penuh makna—bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud syiar Islam yang menggema di tengah masyarakat.
Suara takbir yang berkumandang di jalanan menjadi simbol kemenangan, persatuan, dan semangat kebersamaan umat.
Pawai ini di ikuti oleh Remaja masjid di semua desa yang ada di kecamatan sape, Para Mahasiswa,alim Ulama ,Siswa tingkat SMA, SMP SD serta Organisasi Muda kemasyarakatan
Bupati Bima Ady Mahyudi di depan tribun kehormatan kantor camat sape memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.
Ia menilai bahwa lomba takbir keliling bukan hanya ajang kreativitas, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan nilai-nilai religius di tengah masyarakat Bima.
Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para peserta—mulai dari pemuda, Mahasiswa, komunitas, Alim ulama hingga anak-anak—mencerminkan kecintaan terhadap budaya Islam yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Lanjutnya Pemerintah daerah pun diharapkan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini sebagai benteng moral dan sosial di tengah arus perubahan zaman.
Lebih dari itu, takbir keliling adalah pesan kuat, bahwa Bima tetap hidup dengan nilai-nilai religius, tetap kokoh dengan persatuan, dan tidak kehilangan jati diri di tengah modernisasi.
“Ini bukan sekadar pawai, ini adalah pernyataan identitas” tutupnya
(RRS//Ruma Rengge Sape//007)

