BIMAntika.net Respon dan reaksi cepat Satpolairud Polres Bima Polda NTB mengevakuasi penemuan Sosok Mayat yang berlokasi di perairan teluk Bima tepatnya di perairan Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.
Proses evakuasi sosok mayat itu dilakukan oleh Satpolairud Polres Bima setelah mendapatkan informasi masyarakat yang menyebut adanya sosok mayat yang terapung di perairan Desa Sai pada Jum,at 21 November 2025.
“Informasinya kami terima sekira pukul 07.30. Wita pagi tadi”.Kata Kasat Polairud Iptu Haripurnomo SH.
Lanjutnya, setelah itu pihaknya melakukan pendalaman informasi terkait ciri-ciri fisik jenazah yang dilaporkan. Dari hasil pencocokan data orang hilang, terdapat kesesuaian ciri-ciri jenazah tersebut dengan korban yang dilaporkan hanyut di Kelurahan Kumbe Kota Bima pada 2 (dua) hari yang lalu.
Setelah itu Kanit Patroli Sat Polairud Polres Bima segera melaksanakan koordinasi cepat dengan Danpos Basarnas Bima dan Sat Polairud Polres Bima Kota. Disepakati untuk mengerahkan 2 unit Kapal C3 dan 1 Rubber Boat guna mempercepat proses evakuasi.
Pukul 08.00. Wita Pasukan
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Bima Kabupaten/ Kota Bima dan Basarnas Bima bertolak dari pangkalan menuju titik koordinat penemuan (TKP) di Perairan Sai
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh sekira Pukul 09.15 Wita tim gabungan SAR tiba di TKP dan memastikan keamanan di sekitar TKP jenazah langsung diamankan ke dalam kantong jenazah.
Pukul 10.15 Wita mobilisasi ke darat dan sandar di Perairan/Pantai Lawata, Kota Bima. Lokasi ini dipilih untuk mempermudah akses ambulans.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., dalam keterangan tertulisnya melalui Kasat Polairud Iptu Haripurnomo SH.
Lebih lanjut Kasat menjelaskan,
jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan utuh oleh Tim SAR Gabungan, Berdasarkan identifikasi visual awal di lapangan, jenazah memiliki kemiripan identik dengan korban laka air (hanyut) di Kelurahan Kumbe Kota Bima 2 hari sebelumnya.
Saat ini jenazah diserahkan ke RSUD Bima untuk proses identifikasi medis (Visum et Repertum) guna memastikan identitas korban secara ilmiah.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman. (****)

