Bimantika.net,_keberadaan Bencana COVID_19 harusnya menjadikan pemangku jabatan lebih memikirkan urusan Rakyat, Namun tidak begitu yang terjadindi Kelurahan NaE, diduga kuat mengelola dana COVID-19 tidak terbuka pada jajaran RT/RW dan LPM maupuk lembaga kelurahan lainnya.
Menurut Salah seorang Warga yang Juga Sebagai Karang Taruna Kelurahan NaE bahwa Lurah sebagai kuasa pengguna anggaran benar-benar memanfaatkan label yang tertera pada dirinya dengan tidak melibatkan seluruh RT/RW dan hampir semua tim gugus yang telah dibentuk untuk mensosialisasikan kembali hasil keputusan bersama dan dikemanakan aliran dana bantuan yang telah dikantongi.
“Tiba-tiba ada pembuatan portal yang di bagian timur perbatasan Santi dan salama dengan menggunakan bambu” ujar Warga.
Pantuan langssung Bimantika.net semalam tepat dilokasi pemasangan portal terlihat adanya RT/RW lingkup salama, karang taruna dan LPM dan mereka merasa dikagetkan dengan adanya pemasangan portal tersebut
Merasa tidak puas dengan cerita yang didengar dari babinkamtibmas tersebut, RT/RW bersama dengan LPM langsung mengambil sikap bahwa beberapa hari nanti setelah lebaran akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Lurah NaE dan mengundang seluruh RT/RW yang ada, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda dan tim gugus dengan menghadirkan camat rasanae barat agar bisa mengambil langkah yang tegas atas sikap yang dilakukan oleh Lurah NaE dan memberikannya sanksi.
Kalau tidak maka semuanya pun bersepakat untuk melaporkannya ke Walikota Bima selaku kepala pemerintahan dan ketua gugus tingkat kota dan memintanya untuk mencopot jabatan Hairunnas sebagai lurah di kelurahan NaE dari jabatannya sebagaimana pernyataannya walikota Bima untuk mencopot siapa saja lurah yang nakal dalam Penyelenggaraan dana penanggulan bencana covid 19. (BNN_01)

