Bimantika.net -Command Center Kota Bima “lahir” di Era Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Bima Periode 2018-2023 H. Muhammad Lutfi, SE dan Feri Sofiyan, SH (Aji Lutfi-Feri).
Masalah kebersihan kota dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aksi buang sampah sembarangan menjadi tantangan tersendiri di Kota Bina.
Kondisi ini menjadikan atensi serius dari Pemerintah Kota Bima dibawah kepemimpinan Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE dan Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH (Man-Feri) Kamis, 10 April 2025.
Setelah Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Asri) diluncurkan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bima Ke-23, Wali Kota Bima akan memanfaatkan dan memperluas pusat komando (Command Center) untuk memantau aktivitas masyarakat yang masih minim kesadarannya membuang sampah sembarangan.
Tentu dengan memperbanyak CCTV di tiap titik yang menjadi lokasi rawan terhadap aksi membuang sampah sembarangan.
Seperti yang kita ketahui dan kita rasakan, sampah yang dibuang begitu saja tentunya akan mencemari lingkungan hidup, menimbulkan efek tidak nyaman, bahkan efek serius yang mungkin ditimbulkan seperti datangnya penyakit.
Untuk itu, sangat dibutuhkan adanya penerapan dan pemanfaatan teknologi.
Penerapan gerakan Kota Bima BISA dengan memperluas jangkauan CCTV melalui Command Center, termasuk memantau ketertiban umum dan tindakan kriminal.
Wali Kota Bima, H. A. Rahman mengungkapkan bahwa pimpinan daerah bisa memantau dan mengontrol alur layanan publik melalui CCTV yang terpasang di beberapa titik di Kota Bima, termasuk nantinya memantau masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan.
“Saya sudah minta dinas Kominfo berkoordinasi dengan pemilik tempat usaha, pertokoan, instansi pemerintah maupun swasta di jalan-jalan umum untuk memasang CCTV yang akan dipantau secara utuh melalui Command Center,” ujar Wali Kota.
Inovasi atau gerakan BISA yang diintegrasikan ke dalam Command Center ini penting, sehingga pimpinan daerah bisa memantau pelanggaran terkait sampah lewat pantauan CCTV yang dipasang pada tiap titik layanan publik dan terkontrol lewat Command Center.
“Kota Bima memiliki infrastruktur Command Center, kita akan perluas jangkauannya untuk memantau titik rawan pembuangan sampah oleh masyarakat secara sembarangan dengan memberikan punishment secara moral,” tegasnya. (***//Kominfo//)

