Bimantika.net -Nama Uswatun Hasanah Mahasiswi S2 disalah satu Perguruan Tinggi di Mataram NTB dengan akun Facebooknya “Badai NTB” menjadi viral di seantero ruang publik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Viral nya Badai NTB karena sangat berani membongkar dan membeberkan sejumlah orang di Akun FB nya yang diduga kuat sebagai pelaku kejahatan Narkoba.
Bahkan dalam Akun Facebook (FB) nya membeberkan dan menampilkan sejumlah foto-foto dan nama-nama oknum yang terlibat urusan Narkoba mulai dari Anggota DPRD, Aparat Kepolisian dan lainnya.
“Badai tidak melawan manusia, badai melawan kebohongan. Dan jika kau merasa tersapu, itu karena kau telah memilih untuk berdiri di tanah yang rapuh” kata Badai disalah satu Akun FBnya.
Badai dalam akun FBnya menyebut Jangan biarkan tanah ini menjadi monumen kekalahan nurani.
Jadikanlah ia panggung bagi keberanian, tempat di mana kebenaran lebih kuat daripada dosa, dan di mana rakyat lebih berkuasa daripada raja dalam kegelapan.
“Bangkitlah, wahai manusia! Karena jika kau tidak melawan, maka kau telah menyerah. Dan jika kau menyerah, maka kau telah mati sebelum ajal menjemputmu.
Inilah waktunya Badai menghancurkan sarang laba-laba jahanam ini” ujarnya.
“Non regitur ab aliquo, Terpujilah kemiskinan yang sedang-sedang saja” ujar Badai
Dalam postingan lainnya Badai membeberkan bahwa
Badai Ntb Bukan seperti bisikan lembut di antara bunga, tapi seperti gelegar petir yang membelah langit malam.
Kepada kalian, para pengawal kegelapan, yang mengais rezeki dari lumpur nista, dengarlah:
Bukankah sungguh menyedihkan, wahai penjaga hukum yang memeluk dosa? Di bawah naungan seragam suci, kalian menjadikan keadilan sebagai permainan, n*arkoboi sebagai emas, dan manusia sebagai tumbal.
Kalian yang melindungi bandar dengan senyum serigala, dengan tangan licin penuh setoran, berdirilah di hadapan cerminmu.
Apa yang kalian lihat? Seekor hamba yang menjual jiwa? Ataukah raja kecil yang duduk di singgasana kebusukan?
Berbahagialah kalian, sebab kalian masih dapat menatap bayangan sendiri sebelum neraka menelannya. Kalian mencibirku “Ia perempuan dengan rokok di jari, yang berdiri di panggung dangdut, yang berteriak melawan narkoba” lalu kalian merendahkan ku, seolah dosa-dosaku lebih buruk daripada dosa-dosa mu yang tertimbun emas haram.
Iya Aku Badai NTB perempuan yang merokok dan bernyanyi lantang sambil menari bersama rakyatnya.
Tapi kalian laki-laki berseragam Aktivis dan hukum yang melindungi racun dan meracuni anak-anak negerinya?
Aku tidak malu dengan hidupku, tetapi apakah kalian bisa hidup tanpa malu? Aku adalah perempuan, badai yang datang untuk menghancurkan gubuk-gubuk tipu daya kalian, gubuk yang telah lama berdiri di atas tangis ibu dan ratapan ayah yang kehilangan anaknya karena narkoba.
Dalam Postingan lainnya Badai tegaskan pada Para pelaku dan para Bandar Narkoba bahwa Badai tidak akan berhenti berhembus hanya karena kalian berteriak mengancam, mengirim preman-preman yang bahkan suaranya tak lebih keras dari gemetar angin malam.
Kalian memfitnah, mencaci, mendikte ku tetapi kalian lupa Badai tak mengenal rasa takut.
Kalian berkata kalian kuat, kalian ramai, kalian punya kuasa tetapi ketahuilah, satu kebenaran lebih besar daripada seribu dusta, satu suara dari rakyat lebih nyaring daripada raungan mesin u*ang kalian.
Kepada kalian yang berkumpul di balik tembok dosa-dosa kolektif, Bertaubatlah! Sebab jika keadilan manusia tidak menghukum mu, maka langit akan membalas mu.
D*osa kalian membusuk, melahirkan generasi hampa, anak-anak yang memakan racun dari tangan kalian.
Kalian telah menggali kubur untuk bangsamu sendiri, dan kini kalian mulai menggali kubur untuk dirimu sendiri.
Aku adalah perempuan, Badai yang kalian anggap lemah. Tapi tahukah kalian? Badai datang tanpa izin, menghancurkan segalanya tanpa ampun.
Aku datang bukan untuk menyelamatkan kalian, tetapi untuk menyelamatkan negeri ini dari tangan-tangan k*otor kalian.
Dan ketika waktunya tiba, kalian akan berlutut, sebab dosa-dosa kalian akan menghancurkan kalian dari dalam.
Cermin telah Badai dipasang. Lihatlah wajah kalian dan putuskan lah akan jadi apa kalian di masa depan? Penjaga hukum atau penjaga dosa?
Aku Badai NTB dan Badai ini akan terus berhembus sampai langit kembali bersih dan bumi kembali merdeka dari kegelapan kalian.
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada dan mengenali pergerakan bandar narkob*oi yang fotonya terlampir di dalam pamflet ini.
Apabila Anda melihat atau mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika oleh individu-individu tersebut, kami mengimbau agar segera melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) yang berwenang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.
Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam program prioritas 100 hari kerja untuk memberantas Narkoba.
Terlepas dari Kontroversial Badai NTB, Apapun yang digaungkannya Untuk Berantas Narkoba di NTB mendapat dukungan luas dari Warga Masyarakat NTB. (*)

