Jangan Salahkan Petani Jagung, Perbaiki DAS Solusi Atasi Banjir

jpn

Bimantika.net -Hujan merata dengan intensitas tinggi di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu berdampak pada bencana banjir di tiga wilayah tersebut.

Akibat banjir, tidak sedikit yang menyalahkan para petani jagung akibat gunung ditanami jagung dan pohon-pohon besar penyangga air hujan di babat habis.

Pemerintah Propinsi NTB selama bertahun-tahun sama sekali tidak melakukan upaya maksimal pencegahan dan antisipasi sebagai pemegang mandat untuk menata dan memelihara keberlangsungan hutan dan gunung.

“Pemerintah sedang menutup mata pada persoalan hutan dan gunung, Warisan Zul-Rohmi selaku Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018-2023 harus dibenahi oleh Pemerintah saat ini” ujar Sumber Media Online Bimantika Sabtu 20 Desember 2024.

Ia menegaskan jangan jadikan para petani jagung sebagai faktor utama penyebab banjir.

“Pemerintah yang memiliki otoritas dalam hal regulasi dan penataan lingkungan harus bertanggung jawab, jangan sebaliknya rakyat petani jagung disalahkan” tegasnya.

Menurutnya perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah hal utama yang wajib dilakukan oleh para pengambil kebijakan di NTB.

“Solusi terbaik adalah perbaikan DAS secara utuh dan menyeluruh agar para petani tidak disalahkan saat bencana banjir” demikian tegasnya.

Bencana banjir di Kota Bima berdampak pada sejumlah kelurahan antara lain Kelurahan Dodu dan Kodo Rasanae Timur, Kelurahan Paruga, Na’e dan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima yang diakibatkan oleh Terjadi curah hujan tinggi di wilayah bagian timur Kota Bima Kecamatan Rasanae Timur dan Kecamatan Wawo sekitar pukul 14.06 WITA Jumat, 20/12/24.

Kepala BPBD Kota Bima Gufran menyampaikan ada sekitar 35 KK, 120 Jiwa di Kecamatan Rasanae Timur terdampak akibat kejadian tersebut.

Lanjutnya bahwa ada 2 fasilitas pendidikan terendam banjir antara lain SDN 18 Kota Bima yang mengalami kerusakan pada tembok depan dan TK Negeri 23 Dodu serta Hewan Ternak milik warga (bebek) 300 ekor terbawa banjir.

“Kondisi banjir di Kelurahan Dodu dan Kelurahan Kodo Kecamatan Rasanae Timur sudah surut. Pada Kelurahan Paruga dan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat perlahan surut,”katanya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat, Saat ini wilayah NTB tengah memasuki puncak musim hujan. Adanya potensi hujan yang cukup signifikan pada 10 hari mendatang.

“Masyarakat dihimbau agar berhati-hati ketika diluar rumah, serta diharapkan tidak membuang sampah pada saluran air dan membersihkan drainase untuk mengantisipasi terjadinya luapan air saat hujan terjadi,”himbaunya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *