Dikes Kabupaten Bima Gelar Pelatihan Pengelolaan TB Bagi FKTP

jpn

Bimantika.net -Tuberkulosis atau TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global.

Saat ini peringkat Indonesia telah turun menjadi kedua diantara negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

Berbagai tantangan Penaggulangan TB seperti TB/HIV, TB-DM, MDR-TB, TB pada anak dan masyarakat rentan lainnya.

Komponen sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung pelaksanaan
kegiatan Program Penanggulangan TB harus dipenuhi sesuai standar minimal
di semua tingkatan layanan yaitu FKTP dan faskes lainnya baik pemerintah dan swasta.

Kapasitas teknis dan manajemen perlu diperkuat dengan pendekatan yang sistematis untuk pengembangan sumber daya manusia ini.

Semua jenis SDM yang diperlukan dalam Penanggulangan TB secara teratur dilakukan pemantauan untuk mengetahui kebutuhan baru sejalan dengan pemekaran wilayah yang diikuti perkembangan Fasyankes dan atau penggantian staf terlatih yang alih tugas (turn over).

Dalam rangka meningkatkan mutu, profesionalisme dan kompetensi tenaga
kesehatan diperlukan berbagai upaya, diantaranya melalui pendidikan dan pelatihan.

Pelatihan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu Sumber Daya
Manusia (SDM) Kesehatan.baik di FKTP .

Pelatihan SDM harus mengacu pada
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan P2 TB yang mana didalam nya standar antara lain Kurikulum ,Materi Modul Pelatihan TB di Fasyankes ini memberikan petunjuk pelatihan yang harus diberikan kepada seluruh pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam upaya Penanggulangan TB di Indonesia.

Strategi untuk memperkecil kesenjangan antara estimasi dan penemuan kasus TBC ialah dengan mengoptimalkan pencatatan dan pelaporan kasus di fasilitas
kesehatan melalui penguatan sistem monitoring dan evaluasi di level Fasyankes
khususnya di wilayah prioritas yang memiliki beban TBC tinggi di (21 Fasyankes).

Pengelola Program TBC di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) penting
untuk memiliki kompetensi dalam melakukan pemantauan capaian indikator pelaksanaan program TBC (TBC Sensitif Obat dan Resisten Obat), menginisiasi
pelaksanaan kegiatan program TBC di Fasyankes, serta melakukan analisis dan rekomendasi dalam rangka peningkatan capaian indikator program TBC di wilayah
kerja masing-masing.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan Pengelola Program TBC di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama khususnya dalam melakukan monitoring dan evaluasi program TBC, maka diperlukan pelatihan pengelola program penanggulangan
Tuberkulosis bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk 21 Fasyankes yang ada di Kabupaten Bima.

Tujuan Umum nya Meningkatkan pengetahuan dan kapasitas Pengelola Program TBC Puskesmas dan Rumah Sakit.

Tujuan Khusus
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu:

  1. Melaksanakan manajemen penanggulangan Tuberkulosis (TBC)
  2. Menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan capaian Program TBC
  3. Menginput semua capaian Program TBC dalam Sistem Informasi
    Tuberkulosi (SITB)

Pelatihan ini diselenggarakan secara luring (offline/tatap muka) selama 5 hari mulai tanggal 20 s/d 24 November 2024.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bima kerjasama dengan Bapelkes Mataram Kemenkes RI di Hotel Puri Indah Kota Mataram

Peserta berjumlah 21 orang dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Diutamakan bertugas sebagai Pengelola Program TBC
  2. Pendidikan minimal D3 Kesehatan
  3. Membuat surat pernyataan bersedia untuk tidak pindah tugas selama minimal 3
    tahun, yang ditandatangani oleh atasan langsung
  4. Bagi peserta Wanita tidak dalam keadaan hamil
  5. Membawa surat tugas dari pimpinan instansi tempatnya bekerja
  6. Bersedia mengikuti pelatihan dari awal sampai dengan selesai

Kriteria fasilitator antara lain : Pejabat struktural/fungsional Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang menguasai
substansi, Pendidikan minimal S1, Pejabat fungsional yang menguasai substansi, Diutamakan telah mengikuti Pelatihan bagi Tenaga Pelatih Program Kesehatan
(TPPK)/ Pelatihan bagi Tenaga Pelatih Kesehatan (TPK), Widyaiswara BAPELKES Mataram dan Fasilitator yang telah mengikuti TOT Tuberkulosis Bagi FKTP

Metode pembelajaran dalam pelatihan ini adalah secara luring/tatap muka. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *