Bimantika.net -Muhasabah diri artinya mungkin belum dipahami oleh sebagian muslim.
Padahal, muhasabah perlu dilakukan oleh setiap umat Islam agar dirinya berubah menjadi lebih baik setiap harinya.
Muhasabah diri memang membantu kita untuk menjadi lebih baik dari berbagai segi.
Muhasabah diri artinya introspeksi, Hal ini biasanya dilakukan dengan merenungkan hal-hal baik maupun buruk yang pernah kamu lakukan.
Kita bisa melaksanakan muhasabah diri setiap hari, setiap bulan, hingga setiap tahun agar senantiasa menjadi orang yang lebih baik.
Muhasabah adalah salah satu cara untuk memperbaiki hati, melatih, menyucikan, dan membersihkannya. Dalam Islam, faktor utama yang menyebabkan seseorang mau melakukan muhasabah adalah keimanan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan menghitung amal semua hamba-Nya.
Tidak ada satu pun manusia yang lepas dari dosa, alangkah baiknya untuk selalu berintrospeksi.
Dalam Islam, introspeksi diri sendiri inilah disebut dengan nama muhasabah.
Muhasabah biasanya dilakukan malam hari sebelum beristirahat, yaitu dengan mengoreksi segala sikap, kelemahan, perbuatan, dan kesalahan diri di sepanjang hari tersebut.
Hal ini dimaksudkan agar kesalahan tersebut tidak terulang di kemudian hari dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Allah Ta’ala berfirman,
اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mukminun: 115).
Menurut Ustadz Sodiq Fajar, dai yang rutin mengisi kajian Islam di laman berbagai media online bahwa ada banyak firman Allah Ta’ala yang menyebutkan arti penting muhasabah diri.
Salah satunya adalah firmanNya berikut ini:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18). (***//Berbagai Sumber)

