Bimantika.net -Kebersihan adalah sebagian dari iman. Ungkapan ini menggambarkan bahwa kebersihan merupakan sesuatu yang dianggap penting dalam ajaran agama Islam.
Agama Islam adalah agama yang cinta pada kebersihan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan.
Rasulullah SAW berssabda : “ Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi)
Di Al-Quran Surah Al Baqarah ayat 222 dijelaskan,
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (dengan mandi dan membersihkan serta membasuh aurat badan, untuk shalat, dll.)
Apa yang harus kita jaga kebersihannya?
Dari Abu Radhiyallahu ‘Anhu, Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bersinar wajah dan anggota wudhu nya dari bekas wudhu, maka barang siapa dari kalian yang dapat memanjangkan sinarnya maka hendaknya ia lakukan.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dijelaskan pula dalm Al-Quran di surah Al-A’la ayat 14,
“Sesungguhnya barang siapa mensucikan dirinya (dengan menjauhi syirik dan menerima tauhid), maka ia akan mencapai kesuksesan,”
kebersihan merupakan bagian dari bukti keimanan yang harus dipraktekkan dalam keseharian, bahkan bisa menjadi barometer ukuran keimanan.
Bersih secara dzohir berarti seseorang terbebas dari berbagai jenis kotoran, najis, ataupun hadast kecil dan besar. “Membersihkan kotoran dan najis pada tubuh cukup dengan membasuh bagian tubuh yang terkena najis ataupun dengan cara mandi.
Sedangkan membersihkan hadas dengan wudhu atau tayamum jika hadasnya kecil, namun jika hadast besar maka dengan cara mandi wajib. (***//Berbagai Sumber)

