Bimantika.net -Amalan-amalan Islam untuk beribadah kepada Allah SWT ada cukup banyak. Baik dalam konsep Hablum Minallah (hubungan manusia dengan Sang Pencipta), Hablum Minannas (hubungan antar individu) serta Hablum Minal ‘Alam (hubungan manusia dengan alam).
Dari sekian banyak amal kebaikan yang tertuang dalam ketiga konsep tersebut, ada sejumlah amalan yang paling disukai Allah SWT.
Bahkan terkadang amalan itu tak disadari oleh umat muslim lantaran amalan yang disukai Allah, rupanya hal yang terkesan sederhana.
Tapi kunci kesuksesan memperoleh kesempurnaan amalan yang disukai Allah itulah yang menjadi tantangannya, yakni istiqomah atau konsisten menjaga meski sedikit. Hal ini ditegaskan pula dalam hadist Nabi Muhammad SAW berikut ini:
أَحَبَُ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amal (kebaikan) yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meski sedikit.” (HR. Muslim)
Dengan kata lain, sebuah amalan dalam Islam tidak hanya dinilai dari jenis kebaikannya melainkan kesinambungannya. Amalan yang besar tapi berhenti di tengah jalan, tak lebih baik dari amalan kecil yang berlangsung terus-menerus.
Amalan yang disukai Allah SWT yang pertama adalah mempermudah urusan orang lain. Ini merupakan salah satu contoh dari sikap Hablum Minannas.
Amalan yang disukai Allah selanjutnya yang mungkin tak banyak diduga adalah menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Hal ini bagian dari praktik Hablum Minannas.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah” (HR. Bukhari 1429, Muslim 1033).
Rasulullah SAW menganjurkan kita umatnya agar mempunyai jiwa yang gemar memberi manfaat dan tak bersandar atau terlalu bergantung kepada orang lain. Seorang mukmin yang baik akan selalu memikirkan agar hidupnya berguna.
Amalan yang disukai Allah berikutnya adalah berbakti kepada kedua orangtua, baik saat mereka masih hidup maupun telah wafat. Selama mereka masih ada, berbakti dan memuliakannya tanpa menyakiti. Hal ini menukil dalam penggalan surah di kitab suci Alquran dan ditegaskan kembali oleh Rasul dalam banyak hadist.
Amalan yang disukai Allah berikutnya, yakni dengan bersedekah, baik dalam bentuk harta maupun jasa atau amal kebaikan.
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18)
Amalan Selanjutnya Sholat Tepat Waktu. Seperti diketahui, bahwa salat merupakan tiang agama dalam Islam. Bahkan kelak di akhirat, salat menjadi amalan yang dihisab atau dihitung pertama kali. Hal ini dijelaskan dalam hadist yang disebutkan sebelumnya.
Selain itu, ada sejumlah ayat dan sabda Nabi Muhammad SAW lainnya juga yang turut menjelaskan amalan yang disukai Allah ini. Bahkan kelak salat tepat waktu akan menjadi cahaya penerang di hari kiamat. (/***/Berbagai Sumber)

