“Mimpi Terwujud, HML Hadirkan Bantuan dari Jepang dan Bank Dunia Atasi Banjir”

jpn

“Alhamdulillah semua mimpi bisa kita realisasikan, padahal tidak pernah terbayang di kepala saya bisa menghadirkan bantuan dari Jepang, bantuan dari NUFReP Bank Dunia. puluhan Milyar untuk Kota Bima dalam rangka atasi banjir” Kata Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Menurutnya Semua ini berkat do’a dan dukungan dark seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Bima

Mantan Anggota DPR RI Dua Periode dari Fraksi Partai Golkar ini menyebut bahwa bencana banjir yang meluluhlantahkan serta mengiris perasaan semua warga Kota Bima membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat sejak saat itu begitu lambat dan “Lumpuh”

Walikota HML sampaikan rasa haru dan gembira nya itu saat menghadiri sekaligus menutup pelaksanaan MTQ Ke XVI Tingkat Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota, pada Jum’at (16/6 2023).

Walikota di momentum tersebut menyamoaikan program ini datang di tahun 2023 berkat keseriusan Pemerintah Kota Bima mengawal sejak tahun 2019 sampai tahun 2023. Program ini akan berjalan mulai tahun 2023 sampai 2028,.

“Ini mega proyek terbesar dipersembahkan oleh Pemkot Bima diera kepimpinan saya untuk warga masyarakat Kota Bima diujung akhir masa jabatan saya, dan saya yakin dengan proyek puluhan milyar ini akan memulihkan trauma warga akibat banjir” ujar HML usai memberikan sambutan penutupan.

Pada acara penutupan MTQ yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Lingkungan Lela tersebut, Wali Kota Bima hadir didampingi Asisten 3 Setda Kota Bima, Camat Asakota, Camat Rasanae Barat, Camat Mpunda serta Lurah se Kecamatan Asakota.

Walikota HML tidak bisa membayangkan seperti apa nanti Kota Bima akan mengalami kemajuan yang luar biasa.

Normalisasi di dua sungai meliputi sungai Melayu dan sungai Padolo yang dibiayai oleh JICA dari program dana pinjaman lunak yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk Kota Bima.

Begitu juga program dari Bank Dunia yang merupakan bantuan lunak pinjaman luar negeri yang diperuntukkan bagi Kota Bima.

Menurutnya, tidak mudah kota ini mendapatkan bantuan seperti itu, apalagi kota kita ini bukan ibukota, kita hanya sebuah kota penyangga saja yang ada di pulau Sumbawa. Sedangkan daerah-daerah yang mendapatkan Manado, Pontianak, Semarang, dan Medan adalah ibukota provinsi.

HML mengisahkan bahwa Selama 4 tahun tidak ada henti-hentinya berjuang sebagai bentuk tanggung jawab selaku pimpinan daerah yang diamanatkan oleh masyarakat Kota Bima untuk memimpin selama 5 tahun.

“Berbagai program yang tidak saja kita luncurkan bersumber dari dana APBD tapi juga kita berjuang menghadirkan dana APBN di Kota Bima” ungkapnya.

HML melanjutkan bahwa Berkat do’a dan dukungan kerja keras kita semua alhamdulillah Kota Bima masuk bagian kota yang memang dituntaskan untuk penanganan banjir perkotaan.

HML sampaikan satu kepada keluarga besar yang ada di Kelurahan Jatibaru, bahwa program MTQ ini tidak saja sekedar program seremonial semata yang sifatnya hanya formalitas saja, akan tetapi bagaimana Musabaqah Tilawatil Qur’an yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Bima mulai dari tingkat kelurahan sampai ke tingkat Kota, dan mengutus sampai tingkat provinsi maupun ke tingkat nasional semuanya mempunyai nilai, mempunyai tujuan, bagaimana masyarakat Bima betul-betul menghayati dan mengimani serta menjadikan Alquran sebagai sumber pedoman kehidupan.

“Karena barang siapa yang mengamalkan kitabullah di dalam kehidupan walaupun satu ayat yang disampaikan, merupakan pahala yang tiada henti, selama orang itu memahami dan mengamalkannya di dalam kehidupan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin dalam hal ini beliau bersama Wakil Wali Kota telah menggagas pikiran-pikiran bagaimana membangun masyarakat yang mempunyai sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran dan cita- cita kita sebagai umat muslim.

Makanya program-program prioritas keagamaan kita diarahkan untuk mendorong Majelis Ulama berperan aktif didalam menyeragamkan isi khotbah Jumat. Hal ini Tidak ada di daerah manapun di Indonesia yang isi khutbahnya seragam, baru di Kota Bima.

Kata beliau, ide serta pikiran itu beliau bawa ke Kota Bima ketika mengunjungi salah satu negara muslim, dimana masyarakatnya begitu teratur, begitu mencintai negaranya, begitu menghormati para pemimpinnya. Karena para ulama dan umaro berjalan beriringan.

“Makanya saya mendambakan itu ketika pertama saya jadi Walikota, saya berpesan kepada Majelis Ulama untuk khotbah Jumat dibuat seragam. Mudah-mudahan nafas ini berjalan terus sehingga pemahaman Islam kita semakin gampang dimengerti dan diamalkan sehingga membawa satu rahmat,” tutupnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *