Bimantika.net -Rekam jejak sosok Drs. H. Azhari, M. Si mantan Birokrat Pemerintah Kota Bima dan Kabupaten Bima nampak terang benderang berkontribusi riil membangun Kota Bima.

Birokrat handal dan cerdas mengabdi di dua pemerintahan selama 36 tahun mendapat apresiasi sejumlah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) baik Kota maupun Kabupaten Bima.
Media Online Bimantika menelusuri sejak pengabdian H. Azhari dari berbagai tokoh mantan birokrasi lainnya selevel Sekda.
Adalah Ir. H. Muhlis HMA Salah satu sekda Kabupaten Bima Yang pernah mengenal sosok H. Azhari.
Persahabatan, pertemanan dan silaturahmi dijaga betul sampai hari ini..
“Azhari itu mudah bergaul dengan siapa saja Tangan selalu dibawah”ujar Ir. Muhlis.
Lanjutnya Cara kerja jika diberi tugas biasanya sampai tuntas. Selalu menyelesaikan masalah tampa masalah.
“Dan Azhari Pernah bersama saya di berbagai organisasi pemuda seperti KNPI, AMPI dan Pemuda Pancasila” kata Ir. Muhlis.
Di era Sekda Kabupaten Bima DRS. H. Masykur HMS, sosok Azhari sangat dikenal akrab atas dedikasi dan pengabdiannya untuk Daerah.
“Saya mengenal dengan Azhari sangat dekat. Yunior di alumni APDN” ujarnya.
Menurut H. Masykur Azhari adalah tipe loyal, profesional, diera kepemimpinan siapa saja dia tetap berdiri tegak.
“Komitmen terhadap janji dan tugasnya sangat jelas dalam pengabdiannya” ungkap H. Masykur.
H. Masykur mengenang Selama bergaul jika dalam diskusi kedinasan, Tegas walupun kadang intonasi tinggi tapi bukan keras, ketegasan ini sangat diperlukan dalam mengambil keputusan.
“Lembut dalam keseharian, baik dengan sahabat, hormat dengan seniornya, itulah sosok Azhari” ujarnya.
H. Masykur kenal dengan keluarga Azhari dari keluarga yang mapan dan keluarga besar.
“Anak-anaknya dan mantu semua dokter. Menurut saya dia orang tua yg sukses karena tolak ukur kita sederhana saja bagaimana mau mengurus masyarakat urus keluarga saja susah, sementara Azhari Sukses dalam hal itu” ungkapnya
Lanjutnya bahwa Azhari alumni dan staf saya yang cerdas mampu melihat peluang kedepan dan inovasi.
Sosok Azhari dalam membangun Pemerintah kota Bima di era Sekda Drs. H. Tajuddin pun terekam dengan jelas dalam rekam jejaknya.
Menurut H. Tajuddin bahwa selama menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kebersihan, pertamanan dan pemakaman nampak dengan jelas kesuksesannya.
H. Tajuddin mengenang bahwa inovasi saat itu Azhari padukan pertamanan dengan kebersihan yakni Ada arel masyarakat buang sampah disitu dibuatkan taman seperti cabang malake, boli, amahami, lapangan Merdeka cabang jawa baru,
“Memang masih jauh dari harapan, tapi Azhari
meletakan dasar sebagai kadis kebersihan, pertamanan dan pemakaman yang pertama di Kota Bima” ujar Tajuddin.
Dilanjutkan dengan menggarap TPA sehingga Kota mulai terlihat kala itu.
Hampir separoh kuburan di setiap kelurahan dilakukan pemagaran.
Ketika Azhari di Dinas Tata Kota, H. Tajuddin menjelaskan Bahwa saat itu Azhari Menertibkan tower diberbagai wilayah.
Ide IMB seumur hidup kecuali ada beberapa bangunan yang mengalami perubahan itu yg diurus ulang dengan IMB lama.
“Master plan kota di programkan walaupun setiap 5 tahun di tinjau ulang sesuai dengan kebutuhan dan dinamika kota” ujar H. Tajuddin
Ketika di Dinas Kesehatan, ini yang cukup signifikan mengelola Dana DAK,
Memulai dengan rehab beberapa Puskesmas Kolo,, Puskesmas Rastim.
Peningkatan Puskesmas Ranggo menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Kota tiype D,
“Kontrak dokter umum dan spesialis, pembangunan IFK Modern Satu-satunya di NTB, Pengembangan LABKESDA bertahap dilakukan sampai dengan hari ini fisik terlihat bagus” demikian ujar H. Tajuddin .
Yang paling berkesan dengan sosok Azhari. Ketika diskusi serius keluar celoteh anekdotnya.
“Dia humoris. Dia dalam menjalankan tugas cukup serius sampai selesai punya tanggung jawab terhadap tugasnya tapi santai orangnya” ujarnya.
Di era Sekda Kota Bima Drs. H. Muhtar Landa SH, MH Program yang menonjol dari Azhari semakin nampak berkolaborasi dengan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).
“Pembangunan baru Puskesmas Paruga, Mpunda dan Kumbe adalah kolaborasi Azhari dengan Walikota HML dalam membangun Dunia Kesehatan di Kota Bima” ujar Muhtar Landa.
Peningkatan derajat kesehatan dengan peningkatan pelayanan gratis masyarakat tidak mampu dengan bekerja sama dengan BPJS.
Pengiriman dokter Spesialis keberbagai perguruan tinggi Negri UNHAS dan UGM.
Peningkatan status Akreditasi baik RSU Kota sampai Puskesmas.
Berupaya meningkatkan PAD dg merubah status RSU KOTA BIMA menjadi BULD .
“Yang paling signifikan prestasi ketika Walikota Bima HM Lutfi mempercayakannya Azhari sebagai Inspektur Kota Bima” demikian ujarnya.
Data MCP yang di rilis KPK 20 maret 2023. Monitoring center prevetion ( MCP) aplikasi yang dikembangkan oleh KPK untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan koropsi melalui perbaikan tata kelola pemerintah yang bersih.
“Di NTB, Pemkot Bima dapat urutan 1 dengan angka 96 %, ini semua Kolaborasi Azhari dengan pucuk pimpinan Walikota Bima HM Lutfi” ujar H. Muhtar Landa yang masih menjabat Sekda sampai saat ini.
Dari 98 kota di Indonesia, Pemkot Bima mendapat urutan ke Empat (4), terbaik.
Penilaian dari 485 kabupaten dan 43 Propinsi di indonesia. Pemkot Bima mendapat urutan ke 28.
Hal yang luar biasa
Inspektur yg terbaik yang pernah dimiliki Pemkot Bima.
Sebelum purna tugas, Muhtar Landa melihat getol study tiru di kota tangerang melihat ” modul talenta management” yaitu sistim informasi managamen kepegawaian berbasis ” Merit Sistim” sasaran menciptakan kader PNS kedepan yg profesional, walaupun saya lihat ada kendala salah satunya’ masih kuatnya faktor politis dan politik balas jasa dalam pengangkatan jabatan. Artinya kewenangan kepala daerah dibatasi.
Muhtar Landa ingat pesannya Azhari, Pak sekda pastikan program ini berjalan karna akan meringankan beban kepala daerah kedepan, tanpa intervensi tim sukses. ( PNS Profesional) Semoga fondasi yg diletakkannya akan berbekas dalam lingkaran Pemkot Bima
“Yang saya kagum pada sosok H. Azhari. Dia sadar diri posisi, walaupun saya muda dan sy panggil “abang”
Setiap ketemu saya, ijin pak sekda apa yg ndaiku bisa bantu. semoga beliau selalu sehat” demikian Sekda mengenang. (***)

