Bimantika.net -Dalam salah satu kajiannya, Gus Baha menjelaskan perihal amal baik apakah harus dipamerkan atau tidak.
Dalam hal ini Gus Baha bertanya kepada jemaahnya apakah amal baik harus dipertontonkan atau disembunyikan.
Gus Baha mengatakan bahwa ada sebagian orang sangat tidak mau memperlihatkan amal baik yang ia lakukan.
Namun tidak berarti orang yang memperlihatkan amal baiknya itu tidak baik atau otomatis riya’.
Dikutip Manadonesia.com dari akun TikTok @ngaji_gusba, kyai muda asal Rembang ini lantas menjelaskan dengan pertama-tama mengutip penjelasan Imam Ghazali tentang hal tersebut.
“Kata Imam Ghazali, kalau orang itu bisa menjaga tidak riya’,” kata Gus Baha.
Banyak orang menganggap bahwa mempertontonkan amal kepada orang lain sudah pasti riya’ atau pamer.
Menurut Gus Baha, Imam Ghazali memiliki pemikiran yang cerdas di sini perihal amal harus diperlihatkan dengan alasan tertentu.
“Maka sebaiknya dipertontonkan karena kebaikan harus yang muncul,” jelasnya.
Artinya adalah, sebaiknya amal yang baik seperti sholat, zakat, sedekah itu yang muncul ketimbang kemaksiatan.
Namun, tidak ada salahnya juga mereka yang menutup atau tidak memperlihatkan amal baik karena takut akan riya’ atau pamer.
Namun kata Gus Baha, Imam Ghazali memiliki argumen yang kuat semisal Nabi yang harus memperlihatkan amal baik agar dilihat oleh orang-orang sehingga bisa mengikuti amal tersebut.
Kamu juga harus ingat, di antara syaratnya Nabi itu harus mengumumkan kalau beliau itu seorang Nabi,” jelasnya.
Nabi harus mengumumkan bahwa beliau adalah seorang Nabi, karena memiliki tujuan untuk menyelamatkan umat.
“Coba kalau Nabi sholatnya tidak diperlihatkan, kamu harus sholat yang benar! Caranya gimana ya Rasulullah? Itu rahasia. Bingung nggak kira-kira?” jelas Gus Baha. (***)

