Era HML Kota Bima Maju, BPS : Angka Penurunan Kemiskinan Nomor 2 Dari Kota Mataram

jpn

Foto : Humas BPS Kota Bima

Bimantika.net Pemerintah Kota Bima selama 4 tahun terakhir terus berupaya mewujudkan Kota Bima yang Maju dan setara, hal ini dibuktikan dengan capaian riil keberhasilan pembangunan di berbagai sektor

Capaian keberhasilan pembangunan Kota Bima yang diselaraskan dengan Visi-Misi Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH yang disusun melalui Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kota Bima, sehingga mengantarkan Kota Bima meraih penghargaan pembangunan daerah terbaik pertama 4 (empat) tahun berturut-turut tingkat Provinsi NTB sejak tahun 2020 sampai 2023 dan pada tahun 2021 masuk nominasi nasional.

Menjawab pemberitaan salah satu media online yang memosting bahwa pembangunan Kota Bima tak Layak dengan indikator data angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Bima meningkat, Pemerintah Kota Bima melalui Kepala Bappeda Kota Bima Drs. H. Fakhrunrazj, ME didampingi Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima Drs. H. Mahfud, M.Pd serta Kalak BPBD kota Bima Gufran, S. Pd, M. Pd menyampaikan bahwa hal tersebut tidak benar dan cenderung bersifat informasi sepihak dan terkesan terburu-buru dalam menyimpulkan.

“Informasi itu tidak benar” kata Fakhrunrazi pada moment hak jawab di ruang rapat Kantor Bappeda Kota Bima Selasa 9 Mei 2023.

Menurut Fakhrunrazi, tingkat pengangguran di Kota Bima dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi.

Ia menjelaskan bahwa Pada tahun 2020 tingkat pengangguran Kota Bima sebesar 4,42 persen dan mengalami penurunan pada tahun 2021 menjadi 3,56 persen dan sedikit naik pada tahun 2022 sebesar 3,75 persen.

Data BPS 2023, angka pengangguran Kota Bima tahun 2022 masih lebih rendah dibandingkan Kota Mataram sebesar 6,03 persen, sumbawa 4,56 persen, Lombok Barat 4,16 persen.

“Jadi tidak benar kalau ada pihak yang menyebutkan Kota Bima tingkat penganggurannya tertinggi,” tegasnya.

Lanjutnya, berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di Kota Bima tahun 2022 sebesar 8,80 persen, angka ini alami penurunan dari tahun 2021 sebesar 8,88 persen. Tingkat kemiskinan di Kota Bima merupakan angka kemiskinan terendah nomor 2 di NTB setelah Kota Mataram dengan tingkat kemiskinan sebesar 8,63 persen.

Sementara angka kemiskinan provinsi NTB dan 8 kabupaten lain di NTB pada tahun 2022 masih diatas 10 persen, seperti tingkat kemiskinan Provinsi NTB sebesar 13,68 persen.

Sesuai data Badan Statistik (BPS) Kota Bima, Kota Bima urutan kedua terendah angka kemiskinan dari Kota Mataram.

Humas Kepala BPS Kota Bima Azis menyampaikan, untuk Kota Bima berada di urutan kedua angka kemiskinan dengan jumlah prosentase 8,80 persen. Sedangkan Mataram yang urutan pertama terendah adalah 8,63 persen.

“Sesuai data yang ada, Kota Bima berada pada urutan kedua angka kemiskinan se NTB,” Ujarnya, Rabu (10/5).

Sedangkan pertumbuhan ekonomi perkapita lanjut Azis, pertumbuhan ekonomi perkapita
Laju pertumbuhan PDRB perkapita atas dasar harga konstan , Kota Bima masuk urutan ke 4 pertumbuhan ekonomi perkapita se NTB.

Artinya ekonomi masih di Kota Bima terus tumbuh bagus, apalagi pertumbuhan ekonomi perkapita di Kota Bima berada pada peringkat keempat se NTB.

Apalagi tahun 2022 adalah tahun pemulihan dari pandemi covid-19. Tentu semua daerah memulai dari awal lagi pertumbuhan ekonomi. Walau demikian, Kota Bima bisa bertahan pada masa pandemi tersebut.

Untuk tahun 2023 sekarang ekonomi semakin tumbuh, namu belum bisa dipastikan percepatannya lebih baik dibandingkan dengan daerah lain.

Dengan pertumbuhan ekonomi perkapita yang bagus, tentu berkaitan dengan jumlah angka kemiskinan yang berada di urutan kedua terendah se NTB.

“Intinya perekonomian perkapita untuk kota Bima jauh lebih baik di tahun 2022, untuk tahun 2023 akan dihitung setelah masuk tahun 2024,” Ungkapnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *