Bimantika.net -Muhammad Putera Ferryandi, S.IP atau biasa disapa Ama Ka’u yandi atau Dae Yandi, lahir di Dompu, 12 Desember 1995.
Merupakan ketua DPRD Kabupaten Bima Periode 2019-2024 sekaligus Putra pertama dari Almarhum H.Ferry Zulkarnain, ST. (Bupati Bima Dua Periode 2005-2015) dan Permaisuri Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. (Bupati Bima Dua Periode 2015-2025)
Sosok Dae Yandi Merupakan sosok yang santun, kharismatik tidak jauh beda dengan kedua orang tua kandungnya IDP dan Almarhum Dae Ferry.
Sosok Dae Yandi tentu selalu mendapat simpatik dari masyarakat Kabupaten Bima yang “Copy paste” karakter kedua orang tuanya.
Di arena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bima 2024, sederet nama figur pun mulai nampak di permukaan untuk ikut dalam kontestasi tersebut.
Tak terkecuali nama Dae Yandi yang di gadang-gadang oleh banyak kalangan untuk menjadi Bupati Bima.
Pilkada tinggal setahun lagi, tokoh potensial yang bakal maju di Pilkada Bima pun mulai bermunculan nama-namanya walau pun nama-nama tersebut sudah tidak asing lagi dikalangan publik jagat Bima.
Nama-nama tersebut selain Dae Yandi adalah Wakil Bupati Bima, Drs. H Dahlan M. Noer, Adi Mahyudi Politisi PAN dan sejumlah nama lainnya.
Dae Yandi yang di konfirmasi media Bimantika Kamis 9 Maret 2023 menyampaikan beberapa hal dengan ciri khas kesantunannya
Dae Yandi mengaku siap mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Bima seandainya Partai Golkar dimana dirinya berkarir memberikan kepercayaan untuk maju di Pilkada Kabupaten Bima 2024.
“Insya Allah Siap Om Arif, apabila ada perintah dari Partai untuk bertarung di Pilkada nanti” ujar Dae Yandi Penuh Kesantunan.
Sebagai Politisi muda berpotensi, Dae Yandi akan selalu taat pada perintah Partai sebagai wadah dirinya mengabdi untuk warga masyarakat Kabupaten Bima.
Disisi lainnya, Dae Yandi juga akan tetap berpedoman pada kebersamaan keluarga besarnya dalam hal maju untuk bertarung di Pilkada Kabupaten Bima 2024.
“Antara perintah partai dan kebersamaan dalam keluarga menjadi pertimbangan, sehingga keduanya chemistry maka siap bertarung” tegas Dae Yandi.
Sosok Muda Lulusan Sarjana Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran Bandung ini pun tidak serta merta dalam memberikan pernyataannya, Karena menurutnya kedaulatan ada ditangan rakyat.
“Maka jangan lupa, kedaulatan ada ditangan rakyat, rakyatlah penentu pemimpin nya dimasa yang akan datang” ujar Dae Yandi.
Dae Yandi dinobatkan sebagai Jenateke XVII berdasarkan keputusan Tim Sembilan Majelis Adat Sara Dana Mbojo, Nomor 01/Ncuhi/VII/2016.
Jenateke sendiri adalah Gelar untuk Putra Mahkota Kesultanan Bima sebelum dinobatkan menjadi Sultan, atas hal itu kemudian Yandi dijuluki Ama Ka’u.
Dae Yandi menempuh pendidikan formal di SDN 02 Kota Bima, MTSN 1 Negeri Bima, SMAN 1 Kota Bima dan menempuh pendidikan tingginya di jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Padjajaran dan lulus pada tahun 2017.
Sejak SMA hingga lulus Kuliah Muhammad Putera Ferryandi,S.IP. banyak aktif di kegiatan formal dan informal antara lain Ketua OSIS periode 2011-2012, Juara Basket antar SMA se- Pulau Sumbawa (2011), Ketua Pramuka SMA 2011-2012,
Dae Yandi juga pernah menjadi Inisiator Kegiatan Promosi Pariwisata Kabupaten Bima diantaranya Teka Tambora dan Jelajah Alam Bima.
Dae Yandi mulai terjun di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan (Dapil) II (Kecamatan Bolo dan Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima).
Dalam Pileg 2019 lalu, Dar Yandi memperoleh suara pribadi sebanyak 4.729, dengan demikian, dia berhak untuk duduk di parlemen sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bima Periode 2019-2024.
Pada Pileg 2019, Partai Golkar Kabupaten Bima mendapatkan jumlah kursi terbanyak di Kabupaten Bima, dan setelah melalui seleksi didalam internal Partai Muhammad Putera Ferryandi, S.IP. terpilih mewakili Masyarakat dan Partai menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bima dan menjadi Ketua Dewan Termuda di Indonesia pada usia 23 Tahun. (***)

