Bimantika.net _Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) NTB yang di gelar di Kota Mataram 18-26 Pebruari 2023 diwarnai aksi “konspirasi jahat” oleh Koni Kota Bima.
Ketua Harian KONI Kota Bima, Sudirman DJ, SH atau yang dikenal dengan Panggilan DJ pada media Bimantika (22/2) di lapangan Tembak Gebang Mataram menyampaikan aksi protes terhadap pelaksanaan Porprov yang merugikan Cabang Olahraga (Cabor) Panahan Kota Bima.
“Ada konspirasi jahat di Cabor Panahan sehingga merugikan atlit-atlit Kota Bima” ungkap DJ yang juga sebagai “Singa Parlemen” DPRD Kota Bima 3 Periode ini.
Liputan langsung beberapa media bahwa pertandingan di Cabor Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) terjadi kecurangan.
“Salah satu kecurangan fatalnya adalah melanggar regulasi perlombaan satu orang atlet diikutkan dalam 5 nomor oleh panitia pelaksana” ujar DJ.
Ketua Cabor PERPANI Kota Bima Firdaus, ST, MM menyampaikan, sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Technical Hand Book (THB) dan juga aturan dari Koni NTB, bahwa satu atlet maksimal mengikuti tiga nomor saja.
Namun atlet dari Sumbawa bernama Alwan Rozy mengikuti 5 nomor perlombaan, yakni Standar Nasional Perorangan Putra, Total Standar Perorangan Putra, Total Standar Nasional beregu putra, Standar Nasional beregu Campuran dan Standar Nasional Beregu Putra.
Semua nomor itu, Alwan Rozy mendapatkan semua medali emas, seharusnya ia hanya mendapatkan medali emas.
“Ini permainan panitia, karena skema saja tidak diinformasikan secara Online,” Ujarnya, Rabu (22/2).
Dengan adanya hal itu kata Firdaus, ia meminta panitia harus membatalkan 2 medali emas di dua nomor atlet yang diperoleh oleh atlet yang mendapat 5 medali emas itu.
Jika Alwan Rozy hanya mengikuti 3 nomor saja, maka Atlet Kota Bima bisa meraih 2 medali emas.
“Panitia benar-benar melanggar aturan THB dam aturan Koni,” Ungkapnya
Sementara itu Ketua Panitia pertandingan Perpani Hartono saat ditanya mengenai indikasi kecurangan itu, tidak mau memberikan komentar apapun. (***)

