LSP Gunadharma Utama Gelar Kompetensi SDM Pariwisata di Kota Bima, Diikuti 50 Peserta

Foto : Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Muhammad Nasir, M. Pd dan Bagian Admin LSP Pariwisata Gunadharma Semarang, Denta Muthia Sari. Doc Media Online Bimantika

Bimantika.net _Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Gunadharma Utama Semarang Kerjasama dengan Kementrian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar acara Sertifikasi Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata di Pantai Lawata Kota Bima, Rabu 30 November 2022.

Bagian Administrasi LSP Pariwisata Gunadharma Utama, Denta Muthia Sari saat di wawancara Media Online Bimantika di lokasi Kegiatan menyebutkan bahwa total peserta yang ikut kegiatan itu sebanyak 50 orang.

“Pesertanya 50 orang dari berbagai kalangan pelaku Pariwisata di Kota Bima ujar Denta.

Menurutnya bahwa LSP Gunadharma Utama telah melalukan hal yang sama di berbagai daerah Pulau Jawa dan Kalimantan serta Bali sejak Tahun 2015 lalu dengan tujuan peningkatan SDM Kepariwisataan di Indonesia.

Ditanya soal seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut apakah otomatis mendapatkan. sertifikat ?

Denta menjelaskan bahwa soal itu Nanti tergantung tim assesor selaku penilai sehingga ada tahapan-tahapan dalam pelaksanaan tersebut.

Menurutnya LSP Gunadharma Utama lakukan Kerjasama Dengan Kementrian Pariwisata sejak 2015 dan untuk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pertama kalinya digelar di Kota Bima.

“Di NTB khususnya di Kota Bima di Tahun 2022 ini kami gelar dan bisanya pembiayaan selama ini melalui APBN, tapi di tahun 2022 pembiayaannya langsung dibiayai pihak world bank atau bank Dunia” Ujar Denta.

Satu indonesia, Sumatra Kalimatan paling banyak Jawa dan Kalimantan..

Masih menurut Denta bahwa Kegiatan Berlangaung satu hari, kadang kalau kegiatan Arum Jerat biaa sehari tapi agak malam selesai.

“Bukan saja soal SDM yang kita lakukan kegiatan serupa juga seperti perhotelan dan lainnya” ungkapnya.

Pentingnya sertifikasi Kompetesi ini menurutnya sebagai bentuk pengakuan secara formal untuk pekerja di bidang Kepariwisataan.

“Intinya Kami fasilitasi dalam hal legalitas peserta yang Mau kerja tentu diperlihatkan sertifikat nya, dan sertifikat itu ada logo garuda” demikian ujarnya.

Tingkatan LSP ini menurutnya ada pada tingkatan setelah Kemenaker, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah itu Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP).

Assesor bidang Kepanduan Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Gunadharma Utama, Annis Maulidaningsih, ST yang dikonfirmasi media online Bimantika di tempat kegiatan menyebutkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh Pihak Kementrian Pariwisata kerja sama dengan lembaganya semata-mata peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Kepariwisataan secara luas.

“Dalam rangka persiapan SDM memandu Wisata, Peningkatan Manajemen, Marketing” ujar Wanita berparas cantik dan santun.

Annis menyebutkan juga bahwa Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Gunadharma Utama Semarang Jawa Tengah.

“Nah kebetulan saya sebagai Assesor bidang kepanduan, memandu secara tuntas soal kegiatan sertifikasi kompetensi SDM pariwisata di Kota Bima” demikian ungkapnya.

Masih menurutnya, atas kegiatan ini pihaknya akan bisa berikan kompetensi pemandu wisata kota bima.

“Kami hanya penyelenggara saja kerja sama dengan pihak Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sementara Anggaran langsung dari World bank” tutup Annis.

Sementara dari Pihak Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hadir Alfin Merancia, S.Mn, M.Si selaku Koordinator sertifikasi kompetensi pariwisata.

Menurut Alfin bahwa Tujuan melaksanakan kegiatan ini dalam rangka menjalankan amanat UU ketenagakerjaan khusus bidang Kepariwisataan.

Ia menjelaskan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (UU 10/2009) mengamanatkan bahwa Kepariwisataan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.

“Karena setiap tenaga kerja di pariwisata wajib punya sertifikat Kompetensi” ujar Alfin.

Atas dasar itulah sehingga pemerintah dalam hal Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia hadir dalam hal memfasilitasi kegiatan ini.

“Tidak perlu bayar Sertifikat kompetensi pariwisata ini, karena kami memfasilitasi dan anggarannya dari dana world bank” ungkap Alfin.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Muhammad Nasir, M. Pd ungkapkan bahwa sejumlab peserta dalam kegiatan ini adalah Kelompok sadar wisata, pelaku traveling di Kota Bina serta staf Dinas Kepariwisataan Kota Bima.

Lanjut Nasir bahwa kegiatan ini diharapkan meningkatnya Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan secara menyeluruh di Kota Bima.

“Insya Allah Kegiatan ini juga nyambung dengan cita-cita luhur Pak Walikota Bima HM Lutfi dalam menata dan memajukan dunia Pariwisata di Kota Bima” Ujar Nasir

Kadis Pariwisata Kota Bima yang juga Presidium KAHMI Kota Bima menyebutkan Diharapkan mereka ini mendapat kesempatan untuk mendapatkan penguatan knowledge dan pengalaman secara empiris sebagai pemandu wisata profesional.

Dengan demikian ke depan mereka dapat menginformasikan dan mengguiding wisatawan yang berkunjung di Kota Bima.

Di tempat terpisah Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menjelaskan bahwa acara semacam ini sangat tepat diselenggarakan di tengah semangat pemerintah daerah Kota Bima sedang mengkonsentrasikan ide dan gagasan dalam membangun pariwisata di Kota Bima.

Kita menyadari bahwa bukan saja soal membangun destinasi pariwisata.

“Tapi juga soal SDM dan pemasarannya. Karena itu kemitraan dan sinergitas sebagaimana didorong oleh Dispar hari ini perlu ditindaklanjuti secara profesional” ujar Walikota HML. (****)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link