Karya HML Inspiratif, Lurah Milenial Paruga Sampaikan Terima Kasih

Bimantika.net _Lurah Paruga Arif Rahman, SE yang kerap digaungkan sebagai salah satu Lurah Milenial (adaptif, akrab dengan berbagai kalangan usia dan profesi khususnya pemberdayaan kepemudaan) memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Bima dibawah kendali H. Muhammad Lutfi, SE yang bagi dirinya Walikota Bima telah sukses memberi sentuhan nyata dengan menggelontorkan APBD secara merata dan berskala prioritas disemua lini, bidang dan wilayah.

Dirinya mengurai, mungkin sudah lumrah bagi kita bila biasanya fokus pembangunan pada wilayah tertentu yang semakin dipermak dan dipercantik semisal di Pusat Kota, namun bila kita jeli menilik pembangunan yang dilakukan hari ini justru merata keseluruh wilayah dengan perhatian begitu tingginya dalam hal ini seluruh wilayah kelurahan yang ada, dengan menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit.

“Jadi hari ini kita tidak heran pembangunan berbagai bidang tidak hanya fokus diwilayah pusat, namun menyebar keseluruh sisi wilayah dan terluar”, ungkap Lurah Paruga yang biasa disapa Arif(p)an.

Dirinya memaparkan, sebagai salah satu ASN yang pernah bertuhas di Dinas Kominfotik tahu betul intervensi kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Walikota Bima H.M. Lutfi, SE dengan hal-hal baru dan terobosan penuh inovatif terus dilakukan dan digalakan, semisal pembangunan sentral komando IT Comand Center, koordinasi berbasis tekhnologi sebagai penerapan sistem informasi yang cepat dua arah, menunjukan visi yang tajam dan jauh kedepan didukung dengan gaya kepemimpian yang “Transformasional dan Visioner” dengan merangkul unsur internal dan eksternal hampir tanpa sekat, sederhana, pelan namun tajam dan pasti.

Lebih khusus semisal perhatian dibidang keagamaan, selain perhatian terhadap fisik bangunan ibadah, seperti Mesjid Raya dan berbagai Masjid yang tersebar di seluruh Penjuru Kota Bima, tidak luput HML mengintervesi pada sistem pelaksananya itu sendiri, seperti insentif Guru Ngaji, Marbot, Bilal, pelaksana Kamtibmas, gaji RT/RW, berikut fasilitas sistem dan lainnya. Tentu ini mendukung kinerja para pelaksana ditingkat terbawah. Teori Motivasi “Maslow” benar-benar diterapkan, tambah Arifan.

Dikelurahan Paruga sendiri lanjut paparnya, intervensi pemberdayaan berbagai kalangan begitu besar perhatiannya seperti TSBK, Karang Taruna, pelaksanaan MTQ, pelaksana Posyandu dan lainnya. Belum lagi fisik dan penyerahan barang pada masyarakat. Antara lain penataan jalan lingkungan, drainase, penyerahan kursi dan terop serta sound system pada masing-masing lingkungan RW/RT, yang kesemuanya bersumber dari APBD.

Untuk tahun 2023, pemerintah Kota Bima bekerjasama dengan JICA Jepang berskala besar akan melakukan normalisasi sungai dan peninggian Talud sebagai langkah mencegah meminimalisir dan menahan potensi banjir dilingkungan Kelurahan Paruga, yang selanjutnya akan adanya pemanfaatan ruang sepandan sungai sebagai area yang akan dapat dimanfaatkan bersama berskala publik berbasis lokal.

Berikut program fisik dan pemberdayaan yang telah diintervensi oleh Pemerintah Kota Bima di Kelurahan Paruga selain dari 40 Kelurahan lainnya:

  • Penataan Jalan Lingkungan Rw 06, RW 05, RW 02, RW O4 dan RW 03
  • Pembuatan Drainase Lingkungan Suntu RW 01
  • Pengadaan Motor Tiga Roda
  • Pembuatan Pos Kamling sebanyak 7 Unit
  • Pengadaan Bak Sampah dan Sekop 135 buah
  • Pembuatan Gapura Kampung KB, Pengadaan Wireless
  • Pengadaan kursi sebanyak 333 buah
  • Suport kegiatan kepemudaan berupa baju sepak bola, baju voli
  • Suport Mesin Gergaji, Mesin Potong Kayu/Sensor dan Mesin Potong Rumput Gendong
  • Suport kegiatan Dasawisma bibit sawi isi, bibit cabe, bayam cabit, bibit tomat tanah
  • Pemasangan Biopori dan alat pelubang Biopori
  • Kereta Dorong sebanyak 12 Unit
  • Suport Portabel Speaker System (Wireless) sebanyak 20 unit untuk 20 RT/RW
  • Pembuatan Pintu Air sebanyak 6 buah untuk 4 Lingkungan, dan lainnya.

Bagi Lurah Paruga Ini menjadi contoh baik bagi dirinya, bagi kita semua. Menunjukan dan mengajarkan betapa perhatian dalam nawaitu membangun daerah itu harus benar-benar berangkat dari hati dan berlandaskan meci dana (cinta negeri).

Lanjutnya, tentu waktu akan mencatat dengan sendirinya segenap karya nyata yang telah ditorehkan, yang mungkin dalam waktu tertentu hampir luput dari pandangan dan tidak disadari oleh sebahagian kecil kita. Namun yang pasti akan menjadi sejarah dan fakta tersendiri.

“Tentu banyak lagi program yang akan terealisasi diakhir tahun ini dan di tahun berikutnya (2023). Terima kasih Bapak Walikota Bima, ini inspirasi nyata bagi kami seluruhnya”, tutup Arifan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *