Penataan Bantaran Sungai Atasi Banjir, Ikhtiar Nyata Walikota HML

Bimantika.net _Di Tahun 2016 lalu, Kota Bima terjadi banjir bandang yang Meluluhlantakkan dimensi kehidupan Warga Kota Bima.

Bukan saja kerugian Materi yang dialami oleh Warga, Mental dan Psykologi pun dirasakan oleh Warga. Duka yang amat sangat dalam di rasakan oleh seluruh warga Kota Bima saat itu, karena Banjir meluas hingga di seluruh Kelurahan.

Akibat bencana yang dialami oleh warga masyarakat itu, Soal Banjir di Kota Bima sudah menjadi momok yang sangat menakutkan warga Kota Bima dan tentunya Trauma.

Setiap Musim Hujan, warga Kota Bima trauma dengan hadirnya banjir secara tiba-tiba karena berpuluh-puluh tahun soal klasik ini kerap dirasakan oleh Warga Kota Bima.

Menjawab semua keluh kesah warga Kota Bima itu,
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) bekerja keras secara nyata melakukan upaya-upaya riil mengatasi banjir yang terjadi di Kota Bima yang membuat warga merasa trauma dan tidak nyaman.

Ikhtiar nyata itu dilakukan oleh Walikota HML sejak Tahun 2000, 2001 dan Puncaknya Walikota HML di tahun 2022 hingga 2023 memprogramkan khusus soal bagaimana menangani banjir di Kota Bima.

“Program itu adalah Program rehabilitasi sempadan sungai tentunya untuk Pengendalian banjir” Ujar Walikota HML saat di konfirmasi Media Online Bimantika Sabtu 10 September 2022.

Walikota HML mengaku bahwa itu adalah sebuah upaya dan ikhtiar dalam memberikan pelayanan kenyamanan pada warga masyarakat Kota Bima.

Ditahun-tahun sebelumnya program nyata pengendalian bencana banjir adalah di sepanjang Bantaran Sungai Rabadompu dan Rontu Kecamatan Raba Kota Bima.

Kini Warga Rabadompu dan Rontu telah menikmati Indahnya bantaran sungai yang di “sulap” oleh Pemkot Bima menjadi sebuah pemandangan yang sangat bernilai estetika.

Setelah sukses melakukan penataan bantaran sungai Rabadompu dan Rontu, Pemkot Bima pun melakukan penataan bantaran sungai Mande-Sadia-Lewirato Kecamatan Mpunda.

Sejumlah warga Lewirato Kecamatan Mpunda merasa bahagia adanya program sempadan sungai di wilayah mereka yang selama ini rawan banjir bandang.

Kepala Bidang (Kabid) Kawasan Permukiman dan Pertanahan Dinas Perkim Kota Bima, Abdul Haris Dinata, M. Si yang dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 10 September 2022 menyatakan dirinya setiap saat melakukan monitoring di pinggir-pinggir sungai sebagai bahan evaluasi.

“Alhamdulillah Bang, Program nyata Pak Walikota HM Lutfi menata sempadan sungai jelas dan nyata untuk mengantisipasi banjir di Kota Bima sudah pas” ujarnya.

Masih menurut Haris bahwa sejak dirinya menjadi ASN Pemkot Bima di era Kepemimpinan Walikota HM Nur A Latif, Program ini sempat di gaungkan pada saat itu.

“Namun di era Kepemimpinan Walikota HM Lutfi lah bisa direalisasikan” ujarnya.

Setelah dilakukan Penataan Kawasan Bantaran Sungai, Tentu Memiliki Nilai Estetika dan Ekonomis yang lebih tinggi.

Tata guna tanah di kota biasanya mempunyai pola yang teratur dan mudah diduga.

Nilai tanah dapat menentukan pola tata gunanya. Semakin tinggi dan baik nilai tanah cenderung menunjukkan pemiliknya hendak mengembangkannya untuk keuntungan paling tinggi. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *