Bimantika.net _Atlit Peraih Medali Emas PON Papua setahun lalu asal Kota Bima merasa kecewa pada pihak KONI Kota Bima yang tidak realisasikan Bonus yang dijanjikan 250 Juta kala itu.
Kekecewaan Para Atlit ini sekaligus mengancam eksistensi mereka yang tidak ingin terlibat dalam Pekan Olah Raga Propinsi (PorProv) NTB mendatang.
Kini Para Atlit Kota Bima Peraih medali PON 21 Papua Meradang bercampur kekecewaan atas perlakuan KONI Kota Bima.

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papuan setahun lalu tepatnya bulan September 2021 masih menyisakan kisah manis dan duka.
Manisnya pelaksanaan PON Papua telah berahir dengan indah. Dimana para duta Kota Bima membawa pulang 3 Medali emas 1 perak dan 2 perunggu.
Tiga medali emas diraih dri cabang olahraga panjat tebing dan bola voly pasir. Cabor panjat tebing dipunggawakan oleh Nurul Iqamah yang.memegang predikat atlit elit international menyunci 1 medali emas dinomor perorangan yaitu nomor combinet.

Dan 1 medali emas didapat dari nomor tim putri. Diperkuat oleh atlit Kota Bima lainnya Ayu Fatullah yang pada akhirnya medali emas nomor boulder tim putri dapat dipesembahkan utk NTB lebih-lebih Kota Bima.
Sementara Nurul Sendiri menyumbang medali perak pada nomor speed recor tim putri untuk NTB.
Dibagian Allyssah Mutaharra dari Kota Bima memperkuat NTB pada cabang olahraga Volly Pasir.
Hasil memukau NTB menyabet medali emas. Lagi.
Tak ketinggalan Wahyu Hidayat Kota Bima. Memperkuat Futsal NTB dan berhasil merebut medali perunggu..
Cabang olahraga Atletik atlit kota bima atas nama mempersembahkann medali perunggu utk NTB.
Pasca pelaksanaan PON 21 Papua para atlit diterima resmi oleh KONI Kota Bima. Melalui Sekretaris Umum KONI Kota Bima H Alwi Yasin saat itu. Dan diterima resmi oleh Ketua Umum Koni Kota Bima bapak Ferry Sofyan dikediaman beliau.

Perhelatan itu semua telah selesai. Ada hal yang tdk elegan sebenarnya dimana pada saat penerimaan para jawara olahraga itu baik ketua Koni maupun sekretaris Koni Kota Bimw berjanji akan menghargai jerih payah para pejuang olahraga dengan memberikan bonus melebihi Kab. Bima dan Kabupaten Dompu yang nominalnya 50 jt untuk medali emas.
Ungkapan kekecewaan itu datang dari para pejuang olahraga Allysah Mutaharra peraih medali emas cabang olahraga Volly Pasir.
Senada dengan Lissa atlit peraih dua medali emas Pon Papua Nurul Iqamah dari cabang olahraga panjat tebing menyesalkan apa yang telah diberikan oleh Koni Kota Bima.
“Diluar dugaan kami, Karena terus terang kami msih ingat apa yang disampaikan pada kami disaat menerima kami setelah kembali ke daerah” ujar Nurul.
Sementara itu. M. Fadlyn peraih medali Perunggu Merupakan atlit senior dari Kota Bima yang juga turun berlaga di Pon Papua menyampaikan isi hatinya kecewa berat.
“Bagaimana kami bisa membawa nama Kota Bima kalau begini kami dihargai. Kami bisa saja tidak mau turun di Porprov NTB membawa Kota Bima kalo diperlakukan seperti ini” Ungkapnya.
Para atlit peraih medali yang diwawancara media online Bimantika Selasa 2 Agustus 2022 merasa kecewa berat atas perlakuan KONI Kota Bima.
“Intinya kami minta apa yang telah dijanjikan bahwa dana sebesar 250 juta yang disampaikan oleh Ketua Koni Kota Bima di media beberapa bulan yang lalu tolong direalisasikan, karena itu adalah hak kami” ungkap Fadlyn.
Sekretaris KONI Kota Bima Drs. H. Alwi Yasin, M. Ap yang dikonfirmasi media online Bimantika Selasa 2 Agustus 2022 melalui Saluran WhatsApp nya Tidak memberikan jawaban apapun padahal Pesan WhatsApp centang Biru yang tentunya Isi Pesan itu Terbaca olehnya.
Ass Pak Sekretaris KONI, Ada Problem Para Atlit PON Papua yang kecewa dengan Janji KONI Bonus 250 Juta ternyata hari ini mereka hanya terima 105 juta. Kemana Sisa Uang 145 Juta Bonus Para Atlit ?? Mhn tanggapan dari Kakanda Sekretaris KONI Kota Bima.
Dari Adinda Arifudin, S. Sos Media Online Bimantika.
Atas Pertanyaan itu, Alwi Yasin selaku Sekretaris KONI Kota bima yang nota bene sebagai Roh nya sebuah organisasi diam membisu. (***)

