Somat : Lutfi Sedang Membangun Kota, Jangan Gaduh.

Bimantika.net

Pertarungan antara oposisi dengan loyalis Wali Kota Bima terus berlanjut. Somad yang lebih dikenal dengan sebutan Bumi Nugroho lagi-lagi melontarkan pernyataan serius kepada para oposisi. Bumi Nugroho menduga gerakan yang dibangun oleh kelompok oposisi hanyalah gerakan burung pipit diantara burung garuda.

“Kekisruhan yang terjadi belakangan ini, ada indikasi sengaja diciptakan untuk mengganggu konsentrasi pemerintahan kota bima yang sedang fokus merancang pembangunan menuju perubahan” ujarnya.
Lanjut Somat Ada kerjaan tangan-tangan jahil yang sedang berkompromi bagaimana konflik itu terus dirawat. Tidak mungkin hal remeh temeh begitu masif bergelinding dipermukaan publik, jika tidak dikendalikan. Dalam politik kita mengenal dengan Invisible Hand atau tangan tersembunyi” tegasnya.

Lebih lanjut, Bumi Nugroho mengatakan jika oposisi benar-benar ingin pembangunan terjadi di kota bima maka maka berikan kritikan konstruktif bukan kritikan sangat tendesius serta mengarah ke soal pribadi dan politis. “Saya tidak melihat ada gerakan moral yang dibangun untuk menjadi wacana publik, melainkan hanyalah gerakan politik. Bullyng lebih kentara ketimbang pokok-pokok substansial. Isu-isu kecil yang sangat tidak populis dimunculkan kepermukaan untuk menutupi isu besar. Ini kejahilan besar menghadap-hadapkan rakyat dengan pemimpinnya” jelas pegiat medsos sekaligus aktivis hmi ini.

Menurutnya, kekuasaan wali kota bima bukan 1 (satu) tahun melainkan 5 (lima) tahun.
“1 tahun pemerintahan sangatlah prematur jika kita menuntut sesuatu yang terlalu besar dan kompleks dalam pemerintahan kota bima. Ada tahapan plening, rencana dan eksekusi. Untuk itu, jika ada keinginan rakyat agar pemerintah harus benar-benar berpihak pada rakyat maka jangan mericuhkan suasana dengan tujuan mengganggu pikiran pemerintah. Awal kekuasaan ini, ada agenda utama pemerintah kota bima untuk merancang kota ini menjadi kota yang religius. Kota peradaban islam sebagaimana wajah bima terdahulu” lanjutnya.

Ibarat membangun rumah, Bumi Nugroho mengatakan menjalankan kekuasaan itu juga tidak bisa membangun atap melainkan harus membangun dasarnya terlebih dahulu. “Dasar yang ingin diletakan oleh Wali Kota adalah peradaban islam berdasarkan populasi rakyat bima merupakan mayoritas muslim namun wajah Kota ini tidak mencerminkan wajah religiusitas itu. Hal ini dasar pikiran kenapa diawal pemerintahan nya, Wali Kota benar-benar fokus membangun peradaban Islam” urainya.

Hal inilah yang menurut Bumi Nugroho adalah jalan akhirat. “Apa wujud nyata dari peradaban Islam itu.? Harus ada fisik yang nampak. Fisik inilah yang nantinya menjadi pusat aktifitas rohani dan spiritual masyarakat. Masyarakat harus bersatu mendukung rencana pembangunan Masjid dengan dana puluhan Miliar ini” tegasnya lagi.

Pada intinya, Bumi Nugroho menjelaskan bahwa diawal kepemimpinan nya Wali Kota tidak peduli dengan jalan dunia. “Apa penting jalan dunia di bangun jika jalan akhirat tidak difasilitas oleh pemimpin untuk rakyat. Hidup di dunia sementara maka untuk kehidupan kekal nanti kita perlu jalan yang baik yaitu Masjid” tutupnya. (//mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom