Bimantika.net Langkah besar yang dilakukan oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) untuk mengantisipasi banjir Kota Bima adalah Mengembalikan Fungsi Hutan dan Gunung yang ada di Wilayah Kota Bima.
Langkah besar ini tentu menjadi sebuah harapan seluruh rakyat Kota Bima agar terhindar dari bencana banjir.
Menurut Walikota HML bahwa gunung-gunung yang ada di Kota Bima kondisinya saat ini sudah banyak akses jalan beraspal yang memungkinkan warga masyarakat untuk melakukan perladangan liar.
“Saya sudah coba naik di beberapa gunung yang ada di Kota Bima, ada jalan beraspal yang sepertinya memudahkan warga memiliki akses dengan mudah untuk melakukan perambahan hutan” demikian ungkap Walikota HML.
Melihat kondisi kerusakan Hutan dan Gunung yang sudah begitu parah, Walikota HML Pasca dilantik menjadi Walikota Bima 2018 lalu bersurat ke semua pihak untuk tidak lagi membuka jalan tani diatas gunung.
“Saat ini upayanya adalah menutup kembali akses jalan yang ada dan tidak difungsikan sembari melakukan penanaman pohon kembali dihutan-hutan dan gunung-gunung yang sudah dibotaki” ujarnya.
Dengan bencana banjir bandang yang terjadi di beberapa Kelurahan di Kota Bima ini, Walikota HML sangat prihatin dan ikut merasakan betapa warga Kota Bima sedang susah dan trauma.
Walikota HML tegas katakan bahwa agar pasca terjadinya bencana banjir bandang dimaksud maka tidak boleh lagi ada pembukaan jalan tani (jalan baru) yang bersumber dari dana aspirasi DPRD Provinsi NTB sebagaimana sebelumnya telah berdampak kepada terjadinya kerusakan Hutan dan Gunung di Kota Bima.
Langkah Nyata kedepan menurut Walikota HML adalah Kembalikan Fungsi Hutan dan Gunung sehingga meminimalisir adanya dampak Banjir yang membuat trauma Warga Masyarakat.
Disamping ada upaya riil dalam hal perbaikan sarana dan prasarananya juga diharapkan warga masyarakat Kota Bima memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam dan hutan.
“Disamping ada upaya perbaikan infrastruktur, agar masyarakat Kota Bima memiliki kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam dan hutan” harap Walikota HML saat di wawancara media Online Bimantika Jum’at 10 Desember 2021.
Dalam hal melestarikan alam dan hutan serta penanggulangan bencana banjir, Walikota HML berkomitmen bahwa Tahun 2022 kita akan melakukan pembenahan dari hulu ke hilir.
Normalisasi sungai seperti sungai melayu dan padolo, perbaikan dan pengembangan infrastruktur dengan nilai sebesar 230 miliyar.
“Insya Allah Kesemuanya dilaksanakan 2022 sampai 2026,” ujar Wali Kota Bima.
Masih menurutnya bahwa rencana dan planning besar itu berkat Dukungan dan kerjasama World Bank dan Jepang dalam upaya penyehatan kembali lingkungan dan perkotaan. serta perbaikan dan pengembangan infrastruktur serta hal lainnya yang menjadi prioritas utama.
“Dari seluruh Kota di Indonesia hanya ada 3 Kota yang kerja sama dengan Wold Bank yakni Kota Bima, Kota Pontianak dan Manado,” jelas Walikota Bima. (***)

