Bimantika.net Kota Bima dilanda banjir pada hari Senin (6/12/2021) membuat panik warga yang terdampak langsung.
Sekitar 18 Kelurahan daei 41 Kelurahan mengalami Hantaman dan luapan Banjir hingga menerjang sarana dan prasarana Publik seperti jalan dan jembatan.
Dampaknya pun tidak sedikit, warga menjadi trauma oleh banjir bandang maupun luapan air sungai.
Ditengah trauma warga Masyarakatnya, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) saat di mintai tanggapannya selasa 7 Desember 2021 oleh Media Online Bimantika melalui saluran WhatsApp nya menyebutkan bahwa pada Tanggal 30 November 2021 Kota Bima telah mengeluarkan surat secara resmi yang ditandatangani oleh Walikota HML terkait dengan tanggap darurat.
Mantan Anggota DPR RI Dua Periode tersebut menjelaskan pula bahwa antisipasi Banjir pihaknya sudah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Forkopimda setempat yang diperluas.
“Kami sudah gelar rapat koordinasi diperluas yang melibatkan seluruh OPD yang ada di Kota Bima. Itu dilakukan di gedung Paruganae Conventio Hall Kota Bima dan ikut hadir juga seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas se Kota Bima” ungkap Walikota HML.
Walikota HML pun tidak kehilangan akal untuk antisipasi bencana banjir bandang dan luapan air sungai, Pemkot Bima kerahkan seluruh potensi untuk Gotong Royong bersama Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD dan masyarakat di seluruh RT di Kota Bima.
Walikota HML pun menjelaskan bahwa saat ini Pengendalian secara langsung melalui Command Center sangat bermanfaat.
“Contohnya sebagaimana yang dilakukan oleh RT 01 RW 01 Kelurahan Pane tiga hari yang lalu” ungkapnya.
Atas Komando Command Center itu pulalah Sehingga OPD-OPD binaan terus bergerak sejak awal sampai dengan saat ini selalu dalam rel melaksanakan tupoksi secara baik.
Dengan bencana banjir bandang yang terjadi di beberapa Kelurahan di Kota Bima ini, Walikota HML sangat prihatin dan ikut merasakan betapa warga Kota Bima sedang susah dan trauma.
Walikota HML tegas katakan bahwa agar pasca terjadinya bencana banjir bandang dimaksud maka tidak boleh lagi ada pembukaan jalan tani (jalan baru) yang bersumber dari dana aspirasi DPRD Provinsi NTB sebagaimana sebelumnya telah berdampak kepada terjadinya kerusakan Hutan dan Gunung di Kota Bima.
Langkah Nyata kedepan menurut Walikota HML adalah Kembalikan Fungsi Hutan dan Gunung sehingga meminimalisir adanya dampak Banjir yang membuat trauma Warga Masyarakat.
Disamping ada upaya riil dalam hal perbaikan sarana dan prasarananya juga diharapkan warga masyarakat Kota Bima memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam dan hutan.
“Disamping ada upaya perbaikan infrastruktur, agar masyarakat Kota Bima memiliki kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam dan hutan” harap Walikota HML saat di wawancara media Online Bimantika Jum’at 26 November 2021.
Dalam hal melestarikan alam dan hutan serta penanggulangan bencana banjir, Walikota HML berkomitmen bahwa Tahun 2022 kita akan melakukan pembenahan dari hulu ke hilir.
Normalisasi sungai seperti sungai melayu dan padolo, perbaikan dan pengembangan infrastruktur dengan nilai sebesar 230 miliyar.
“Insya Allah Kesemuanya dilaksanakan 2022 sampai 2026,” ujar Wali Kota Bima.
Masih menurutnya bahwa rencana dan planning besar itu berkat Dukungan dan kerjasama World Bank dan Jepang dalam upaya penyehatan kembali lingkungan dan perkotaan. serta perbaikan dan pengembangan infrastruktur serta hal lainnya yang menjadi prioritas utama.
“Dari seluruh Kota di Indonesia hanya ada 3 Kota yang kerja sama dengan Wold Bank yakni Kota Bima, Kota Pontianak dan Manado,” jelas Walikota Bima. (***)

