Virus Politik ; Dilema dalam Pilkada

.

Oleh : DR. Ikhwan HS, SE, MM, M.Si

Bima Bimantika
Politik itu baik menurut tujuannya, tetapi kebanyakan kurang akal dalam menggunakannya sehingga virus menyebar kemana- mana. Dari berbagai pola yang dimainkan sangat jauh dari nilai- nilai yang menjadikan demokrasi tegak lurus dari keadaban dan kemajuan.

Pilkada itu untuk apa? dan untuk kepentingan siapa? Pilkada adalah mencari dan memilih Orang yang pantas dan tepat dari semua indikator kepemimpinan, Pilkada bukan mencari orang buta huruf.

Pilkada adalah menjawab agenda daerah sesui karakteristik masalah- masalah dimasyarakat yang harus diselesaikan oleh orang – orang yang punya kelas kepemimpinan.

Apakah dimensi berfikir kelompok yang mendukung kepemimpinan saat ini untuk dilanjutkan sudah melihat apa hasilnya, apa dampaknya, apa efeknya, apa ada kemajuan : Tunjukan kalau ada kemajuan yang memiliiki dampak besar untuk masyarakat? berikan alasan melalui argumentasi Data kuantititaf dan kualitatif dari semua dimensi; petani, ekonomi, sosial, kemiskinan, pengelolaan pemerintahan, infrastruktur , pendidikan .

Kita jangan terlalu mundur ( Setback) berfikir, ini bukan jaman kerajaan, ini Jaman Revolusi Industri 4:0, Leader yang punya speed ability. Ok Jika anda meyakini kami hanya sebatas opini populis tampa substansi, Itu hanya virus yang membunuh kehendak dan kesadaran memajukan Daerah.

Dimanakah letak akal sehat kita meletakan kepentingan Daerah diatas kepentingan Individu?

Jawaban atas kritik diatas hanya bermuara pada ” Mau anda bawah kemana Daerah itu kedepan” Kalau dukungan diberikan bukan kepada orang yang tepat! dalam semua aspek karena yang kita pilih IMam Besar Daerah,, Top Leader,,

Kesadaran itu perlu! Fakta itu perlu dibaca, Data itu perlu ditampilkan sehingga Nalar dan logika kami bisa menerima bahwa ia orang yang tepat untuk menjadi pemimpin kedepan, Disinilah saya meletakan ” Politik Cerdas Itu” sebagai Rantai Nilai dan Core dalam Pilkada.

Jangan anda paksakan nalar politik Rente menjadi wabah penyakit dipolitik yang merobohkan idealisme dan perjuangan untuk orang banyak, dimana setiap event Pilkada bukan mencari kualitas Figur yang diutamakan tapi hanya mencari figur apa adanya.

Kesadaran kolektif berpolitik dengan idealisme menghadirkan Pemimpin yang memenuhi janji politik untuk memajukan daerah itulah Hard Culture politik berkelas ,, yang melahirkan banyak perubahan untuk memajukan dan memakmurkan daerah. Tokoh itu banyak dan akan hadir pada waktunya ,, seseorang yang akan merestorasi daerah dengan manajemen pemerintahan yang lebih baik dari saat ini.
Insyallah.
*) Dr. Ikhwan HS, SE MM, M.Si ( Dosen Fak Ekonomi dan Bisnis Univ Gunadarma & Wakil Rektor Univ Islam Attahiriyah Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom