Peternakan solusi kekuatan ekonomi dan kelestarian alam Kota Bima

Bimantika.net

Salah seorang mentor Pemenangan Pasangan Lutfi Ferry saat Pilkada Kota Bima 2018 silam, Darus, yang dikenal dengan papan Putihnya pada Bimantika net senin (2/9/2019) menyebutkan bahwa
Gagasan untuk menjadikan Kota Bima sebagai kota swasembada dan pengekdport daging merupakan gagasan brilian dan bentuk nyata dari optimalisasi potensi yang ada di Kota Bima.
Menurut Darus,
Secara historis Kota Bima merupakan kawasan pelepasan ternak terutama pada wilayah dataran tinggi, bahkan sumber ekonomi masyarakat Kota pada masa tersebut adalah peternakan dan didominasi oleh wilayah dataran tinggi.
“Artinya pemerintah menyadari betul bahwa pembangunan Kota Bima kedepan harus berbasis potensi terutama sektor peternakan yang sudah menjadi bagian dan urat nadi dari kehidupan masyarakat Kota Bima terutama di tiga kecamatan yaitu Raba, Rasanae Timur dan Asakota” jelasnya
Lanjut Darus,
Pengembangan sektor peternakan tersebut sekaligus sebagai bentuk reorientasi pembangunan basis ekonomi fundamental yang sesuai dengan potensi SDM dan topografi Kota Bima serta sebagai upaya melestarikan kebudayaan adiluhung yang telah diwariskan oleh para leluhur Bima.
“Leluhur tidak hanya mengajarkan bahwa peternakan sebagai kekuatan ekonomi serta kemakmuran tetapi juga mengajarkan bahwa peternakan merupakan urat nadi dari kelestarian alam. Artinya jika peternakan diabaikan maka alampun akan ikut hancur” ungkapnya.
Selanjutnya Darus Berpendapat,
Ajaran tersebut hari ini sangat terasa. Disaat peternakan tidak lagi menjadi sumber ekonomi, saat itu pula kelestarian alam hancur. Pohon pohon ditebang membabi buta untuk dijual sebagai sumber ekonomi baru. Kemudian setelah pohon habis tertebang ladang pegunungan dibakar untuk dijadikan lahan pertanian tadahujan, untuk dijadikan sebagai sumber ekonomi baru.
Menurutnya, Optimalisasi pemanfaatan kawasan dataran tinggi sebagai pengembangan sektor peternakan di Kota Bima merupakan solusi tepat untuk menjawab tantangan penguatan ekonomi berbasis potensi sekaligus mengembalikan kelestarian alam dataran tinggi.

Pembangunan kandang kolektif yang dipadukan dengan konsep terintegrasi pada lahan lahan potensial didataran tinggi dapat menjadi pilot project yang kedepannya akan berkembang menjadi kawasan peternakan seiring dengan perbaikan ekosistem dataran tinggi setahap demi setahap.

“Konsep tersebut selaras dengan focus pemerintah provinsi yang ingin menjadikan NTB sebagai sentra peternakan sapi di Indonesia melalui program strategis ” bumi sejuta sapi “, demikian Ungkap Darus.
Masih menurut Darus, sebagai pengejewantahan dari program swasembada daging Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintahan pusat.
Jika pengembangan tersebut dilakukan, kedepan dataran tinggi akan kembali hijau oleh pohon atau tanaman buah serta dipenuhi oleh ternak yang melimpah sebagaimana sedia kala dimana jumlah populasi ternak didataran tinggi Kota Bima jauh melampaui jumlah populasi manusia yang ada di perkotaan.

Dengan demikian Kota Bima tidak hanya akan menjadi Kota swasembada daging tetapi menjadi Kota pengekspor daging karena memang permintaan pasar terhadap daging unlimitide, sehingga kesejahteraan dan kemakmuran itu menjadi nyata bagi warga Kota Bima. (//arif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom