BPBD Kabupaten Bima Gelar Jambore PRB

Bimantika.net

Selama dua hari Sabtu dan Minggu (7-8 Desember) sebanyak 30 unit kerja terkait lingkup pemerintah daerah, instansi vertikal dan organisasi kepemudaan mengikuti Jambore Pengurangan Resiko Bencana (PRB) digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bima yang dipusatkan di So Wadu Pa’a Desa Kananta Kecamatan Soromandi.
Kepala BPBD Kabupaten Bima yang diwakili Kabid Penanganan Bencana dan Kebakaran Muhammad Gunawan, S.Si Sabtu (7/12) dalam sambutannya pada pelaksanaan Apel Gabungan Persiapan PRB yang di ikuti peserta dari OPD,TNI/POLRI, Kecamatan Desa dan Ormas memaparkan, Kabupaten Bima tercatat sebagai daerah yg beresiko tinggi terhadap bencana yang berada dalam kawasan cincin api (ring of fire) dan juga memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana.
Beragam bencana di era modern telah banyak menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang besar, mengganggu aktifitas dan produktivitas, baik utk keberlangsungan dunia usaha dan kehidupan bermasyarakat”.
Oleh karena itu lanjutnya, “pada kesempatan ini kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh peserta untuk turut serta membantu persiapan Pra-bencana agar dapat ditekan timbulnya bencana yang akan terjadi.
Jambore PRB diharapkan dapat memperkuat kapasitas kesiapsiagaan agar masyarakat dapat mengenal ancaman resiko di lingkungannya melalui kegiatan Relawan dan Simulasi Bencana”. Jelasnya.
Pasca Jambore Pengurangan Resiko Bencana, akan terbangun membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun Partisipasi semua pihak terkait”. Tutupnya.
Pelaksanaan Jambore ditandai dengan pemasangan topi dan tanda pengenal peserta.

(BNN-01 //TKPD)

Bupati IDP: Infrastruktur Jalan Gencar Dibangun Selama 4 Tahun, Yang Belum Tuntas Dilanjutkan Tahun 2020

Bomantika.net

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri ,SE menegaskan, tetap komit dan konsisten membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Pemkab Bima. Selain itu, menurut Umi Dinda yang menjadi kewenangan Propinsi pun tetap diperhatikan dan berkoordinasi dengan pihak propinsi karena berada di wilayah Kabupaten Bima.

‘’Untuk kemaslahatan masyarakat Bima kita tetap bangun. Yang belum sempat terpenuhi tahun ini dan tahun kemarin kita lanjut tahun 2020,’’ujar Kabag Humas Setda Bima, M Chandra Kusuma, AP menanggapi sinyalemen dari salah seorang Anggota DPRD beberapa waktu lalu. Dijelaskannya, yang menjadi tunggakan tahun kemarin akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2020. Semua jalan sebagai penghubung antar Desa dan Dusun di wilayah yang dinilai masih terisolir semua sudah terbuka aksesibilitasnya. ‘’Dari tahun ke tahun kita komit membangun dan sudah banyak,’’lanjutnya.

Menurut Kabag Humas, tahun 2017 dengan pagu anggaran satu miliar, Pemerintah telah melakukan peningkatan jalan pada ruas jalan Rupe- Kalodu, pelebaran rabat beton dari sta 2+500 – 3+250. Untuk galian dan sirtu 3+250-4+150. Selain aspal Hot Mix juga dilakukan pelebaran cor badan jalan Rupe-Kalodu sepanjang 800 M.
Masih Tahun yang sama, dengan pagu nilai 1.042.000.000, pemerintah mengerjakan Timbunan badan jalan ruas Rupe-Kalodu (sirtu) 850m, Pemasangan dua unit gorong-gorong dan galian pelebaran untuk perbaikan trase jalan Rupe-Kalodu sepanjang 760 M. Mengaspal (Hot mix) Sondo-Rontu sepanjang 900m dengan total anggaran Rp. 901.562.646.16

Kemudian, tahun 2019 Pemerintah telah mengaspal Hot Mix jalan Talabiu-Dore, Ntonggu-Waduramba, Rada-Doridungga, Wora Luar-Wora Dalam juga Desa Maria-Riamau Kecamatan Wawo tuntas dihotmix. ‘’Akses jalan ke Desa Nggelu Kecamatan Lambu sudah tuntas dihotmix pada tahun 2016 lalu. Total penanganan aspal 9,95 km sampai ujung kampung,’’kata Kabag. Dijelaskannya, yang disebutkan oleh Anggota DPRD tersebut telah tertangani. Hanya saja kita pun harus juga menangani wilayah-wilayah lain di Kabupaten Bima. Bahkan untuk jalan Tangga Baru- Sarae Ruma, Bupati Bima telah bersurat kepada Menteri PUPR agar dapat ditangani oleh Kementerian sebagai bagian program penugasan mereka.

Sebagai program lanjutan. Tahun 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang jalan, Pemkab Bima akan melanjutkan Pemeliharaan Berkala Jalan Sondo-Pantai Rontu Kecamatan Monta. Kecamatan Sape lanjutan Bugis – Gusu, Juga di Kecamatan Ambalawi Peningkatan Jalan Mawu Luar dan Mawu Dalam. Di Kecamatan Palibelo, Penanganan Jalan Teke dan Ntonggu. Kemudian di Kecamatan Bolo, Pemeliharaan Berkala Jalan Sondosia-Palisondo.
Di Kecamatan Woha, akan dilakukan Peningkatan jalan Pandai-Risa. Kecamatan Belo dilakukan pemeliharaan berkala jalan Tente-Ncera. Selain itu juga melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Pemkab Bima juga akan merehab jembatan di Desa Tangga Baru Monta Dalam, membangun jembatan gantung di Dusun Palisondo Desa Sondosia dan pemeliharaan berkala ruas jalan Desa Sumi yang merupakan akses utama bagi masyarakat di kecamatan Lambu‘’Jadi tidak benar kalau Pemkab Bima dinilai gagal membangun infrastruktur jalan,’’imbuhnya. Pemerintah kata Chandra, selalu mengalokasikan anggaran di setiap tahunnya, untuk perbaikan dan peningkatan jalan dan jembatan. Diutamakan yang memang dinilai vital bagi masyarakat. Ia meminta kesabaran semua pihak karena tidak semua bisa di penuhi. Yang tahun kemarin belum sempat dipenuhi nanti tahun 2020 dilanjutkan. (Kerjasama BNN dan Humas Pemkab Bima)

H. Syafru Di Nanti Warga Untuk Sebuah Perubahan

Bimantika.net

Mantan Bupati Bima, Drs. H. Syafruddin H. M. Nor, M. Pd atau biasa di Sapa H. Syafru Maju Calon Bupati Bima semata-mata ingin melanjutkan torehan tangan dinginnya membangun Kabupaten Bima sebagaimana saat dirinya menjadi Bupati Bima 1 tahun 8 bulan menyelesaikan periode Bupati Bima 2010-2015 karena dipertengahan masa periode tersebut Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST dipanggil oleh Allah SWT (Meninggal, red)
Praktis H. Syafru saat itu melanjutkan Pemerintahan sebagai Bupati Bima. Itupun adalah disisa masa jabatan terakhirnya yakni 1,8 bulan. Salah seorang Warga Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabuaten Bima yang juga sebagai Sekjen API NTB, Iwan pada Bimantika.net menyebutkan bahwa eksistensi H. Syafru jauh lebih bermanfaat ketika menjadi Bupati Bima saat itu. Pondasi pembangunan Kabupaten Bima tentu melalui tangan dinginnya langsung membangun Gedung Yang sampai saat ini dinamakan Kantor Bupati Bima. “Itu adalah sejarah betapa Keberadaan H. Syafru adalah Bupati yang mampu torehkan sejarah pembangunan fundamental dimasa dirinya menjadi Bupati” demikian ungkapnya.
Lanjut Iwan, bahwa H. Syafru adalah figur yang dinantikan oleh Warga Untuk melakukan Perubahan di Kabupaten Bima. “Saat ini Warga Kanupaten Bima sedang menantikan sosok H. Syafru untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik” tegas Iwan.
Masih menurut Iwan, bahwasannya H. Syafru saat ini sering berkomunikasii dengan masyarakat dan masyarakat pun merindukan kembalinya H. Syafru untuk menjadi Bupati Bima Periode 2020-2025.
Iwan pun menyebutkan bahwa sosok H. Syafru dimasa dirinya menjadi Bupati, tidak pernah ada carut marut urusan sosial kemasyarakatan karena semata mata H. Syafru menjalankan Tugan negara nya sebagai Bupati dengan sebuah Ketulusan dan Ke Ikhlasan. “Kepemimpinan H. Syafru adalah kepemimpinan yang benar benar mengayomi masyarakat sehingga tidak terlalu banyak masalah sosial kemasyarakatan yang muncul pada saat itu” demikian terang Iwan.
Diakhir pembicaraannya, Iwan mengharapkan agar Masyarakat Kabupaten Bima bisa jeli memilih pemimpin nya sehingga kedepan Perubahan yang menjadi harapan bisa terwujudkan. (BNN-01)

Pemkab Bima Segera Adakn Jambore PRB, Akan Gelar Apel Siaga, Simulasi, Pelatihan dan Penghijauan

Bimantika.net

Jambore Pengurangan Resiko Bencana (PRB) tingkat Kabupaten Bima, akan dilaksanakan di Desa Kananta Kecamatan Soromandi. Jambore ini mengambil tema ‘Save Teluk Bima’, direncanakan akan dibuka Wagub NTB, dilaksanakan dua hari, dari tanggal 7-8 Desember 2019.
Selain Wagub NTB, Jambore yang bermitra dengan NGO INSPIRASI itu, juga dihadiri Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, Wakil Bupati Bima H Dahlan HM Noer, Pimpinan DPRD Kab.Bima dan Walikota Bima, HM Lutfi SE.
Kabag Humas Setda Bima, M Chandra Kusuma, Ap, menyatakan Jambore dilakukan sebagai langkah Mitigasi Non Struktural yang dilakukan Pemkab Bima. Untuk meningkatkan kesadaran dan ketangguhan menghadapi bencana. Agenda yang akan dilakukan saat Jambore yakni Kegiatan Apel Siaga, Simulasi, Pelatihan dan Penghijauan.
‘’Kegiatan ini kerja sama dengan NGO INSPIRASI didukung oleh BUMN, unsur relawan se Kabupaten Bima,’’ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kab Bima Aries Munandar ST, MT, dikutip Chandra, Kamis (5/12).
Menurutnya, yang ikut berperan mendukung kegiatan itu adalah Instansi vertikal dan stake holder sebagai mitra BPBD Kabupaten Bima. Seperti TNI, Polri dan Relawan Tangguh Bencana sebagai binaan BPBD.
Aris Munandar, kata Kabag Humas, menegaskan bahwa Jambore tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan Pemkab Bima. Sebagai bentuk kepedulian terhadap Pemberdayaan dan Menjaga Lingkungan Hidup. Sesuai dengan slogan BPBD ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita. (Humas Pemkab Bima)

Perangkat Daerah Dihimbau Prioritaskan PUG

Bimantika.net


Pertemuan Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) Perangkat Daerah Kabupaten Bima berlangsung Kamis (5/12) di Aula DP3AP2KB diikuti 25 peserta dari beberapa perangkat daerah terkait membahas beberapa aspek penting antara lain pentingnya prioritas perencanaan dan penganggaran berwawasan gender. Karena itu perangkat daerah terkait dapat meningkatkan jumlah kegiatan yang memprioritaskan PUG

      Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bima Drs. Aris Gunawan, M.Si dalam arahannya memaparkan, terkait capaian pemberdayaan perempuan dan anak, Kabupaten Bima telah meraih beberapa penghargaan baik di tingkat provinsi maupun nasional sebagai bukti otentik capaian. Hal itu bukan segalanya, namun ini membuktikan pentingnya kerjasama dalam pengarus utamaan gender.

Kepala Bappeda selaku Ketua Pokja PUG yang diwakili Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Raani Wahyuni, ST, MT, M.Sc dalam pengantarnya mengatakan, PUG merupakan sebuah strategi pembangunan agar lebih berpihak kepada kaum perempuan karena pada prinsipnya peran laki-laki dan perempuan sama dalam pembangunan.
“Pada level paling bawah, yang terpenting adalah bagaimana membuat perempuan memahami dirinya. Masyarakat Bima berada pada lingkungan “patriarki” dimana garis kendali dan akses terhadap sumber daya itu berada di tangan laki-laki.
Karena itu, pemberdayaan perempuan diarahkan pada penguatan peran perempuan dan PUG hadir tidak bermaksud untuk menyaingi atau melawan eksistensi laki-laki tetapi untuk menyeimbangkan kolaborasi antara laki dan perempuan”. Jelas Raani.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Laily Ramdani, S.STP mengharapkan agar semua perangkat daerah terkait dapat meningkatkan jumlah kegiatan yang memprioritaskan PUG. Ke depan, perangkat daerah yang belum merealisasikan PUG akan terus didampingi”. Ungkapnya.
“Regulasi tentang PUG dan perencanaan dan penggaran yang responsif gender (PPRG) yang ada diharapkan dapat lebih mengoptimalkan pengarus utamaan gender. Intinya, perlu digarisbawahi adalah kegiatan yang terkait dengan PUG dan PPRG bukan merupakan program DP3AP2KB tetapi merupakan kebijakan pemerintah daerah yang harus ditindak lanjuti semua perangkat daerah terkait”. Tandas Laily.
(BNN-02//tkpd)

IDP 2 Periode Bakal Mulus Tanpa Ada Lawan Seimbang

Bimantika.net

Calon Bupati Bima Petahana, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) Adalah sosok politisi yang mampu memainkan komunikasi politik dengan handal. Kelihaiannya dalam komunikasi politik tentu lihai pula dalam melakukan lobby lobby politik sehingga dikategorikan sebagai Calon Bupati Petahana yang tidak akan memiliki lawan tanding yang seimbang. Selaku Ketua DPD ll Partai Golkar yang memiliki Modal 9 Kursi Parlemen di DPRD Kabupaten Bima, tentunya IDP tidak terlalu risau dalam hal “kendaraan politi*,, karena tanpa Koalisi pun IDP bisa saja melalui Partainya di usungkan tanpa Partai Koalisi. Sepertinya IDP tidak terlalu menampakkan euforia politiknya sehingga dirinya pun beberapa waktu yang lalu mendaftarkan dirinya hampir di seluruh partai politik. Ini menandakan sikap positif IDP yang selalu ingin berkawan dengan sejumlah partai politik lainnya. IDP pun ketika mendaftarkan dirinya di hampir seluruh Partai Politik selalu diwarnai dengan penyambutan yang sangat berbeda dengan kandidat lainya. Kehadiran IDP dalam momentum pengembalian formulir pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Bima hampir di seluruh partai politik mengisyaratkan sebuah kebulatan tekad partai politik dalam mengusung dirinya untuk melanjutkan dua periode. Beberapa Partai Politik yang memberikan sambutan dan sikap positif selain Partainya sendiri GOLKAR, juga seperti halnya PPP, Hanura dan Gerindra, Nasdem dana sejumlah parpol lainnya.

Wakil Ketua OKK DPC Partai Hanura Kabupaten Bima, Abd. Heris, SH sebut bahwa selama dirinya menjadi pengurus teras Partai Hanura Kabupaten Bima memiliki hubungan yang sangat baik dan sangat harmonis dalam hal komunikasi politik dengan IDP selaku Ketua DPD ll Partai Golkar sekaligus sebagai Bupati Bima. “Saya menaruh rasa bangga dan rasa hormat sama IDP yang selama ini selalu menjalin hubungan baik antara Golkar dan Hanura dan Insya Allah hubungan baik itu pula yang melancarkan komunikasi politik antara partai” demikian ungkap Heris.
Dirinya memprediksi bahwa Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020 IDP akan melanggengkan kekuasaan IDP untuk dua periode karena di satu sisi tidak ada lawan tanding yang seimbang, disisi lainnya IDP telah mengakar dengan masyarakat kabupaten Bima hingga ke grassroad. “Akibat mengakarnya tancapan kuku politik IDP di tengah tengah masyarakat sehingga menjadikan IDP semakin dicintai oleh rakyat” demikian ungkap Heris sembari menyebut IDP dua periode bakal mulus tanpa lawan tanding yang seimbang. (BNN-01)

Diduga Kuat Menipu, Oknum Honorer UPT Dikpora Ambalawi Sudah Di Polisikan, Dunia Pendidikan Kabupaten Bima Tercoreng

Bimantika.net

Ada ada saja cerita yang menggambarkan dunia pendidikan kabupaten Bima tercoreng. Potret gelap dunia pendidikan Kabupaten Bima ini tentu akan merusak reputasi dan dedikasi yang mengarah pada hancurnya dunia pendidikan itu sendiri.

Khairunnisa, oknum pegawai honorer di KUPT Kecamatan Ambalawi diduga kuat mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Masalah yang menjadi urusannya adalah oknum Khairunnisa melakukan bisnis dengan seorang warga Desa Rite Kecamatan Ambalawi, Yuliati, S. Pd yakni bisnis dagang beras. Yuli pada Bimantika .net menyebutkan bahwa dirinya drop beras untuk bisnis sama oknum khairunnisa dengan nomimal harga beras sekirar RP. 60 jutaan namun hasil dari penjualan besar tersebut sama sekali tidak disetorkan oleh Oknum Khairunnisa pada dirinya yang berakibat pada urusannya sampi melaporkan pada pihak kepolisian.

Kasus ini adalah salah satu kasus tercorengnya dunia pendidikan kabupaten bima yang berdampak para buruknya penilian publik terhadap dunia pendidikan.

Yuli yang di temui bimantika.net di kantor polres Bima kota pada hari rabu (4/12/2019) usai memberikan laporan polisi menyebutkan bahwa kasus ini sengaja dilaporkannya dengan dugaan penggelapan karena yang bersangkutan tidak punya niat baik dalam menyelesaikan persoalannya. “Biar hukum yang menyelesaiaknnya” ujar Yuli

Khairunnisa yang dihubungi Bimantika.net pada rabu malam (4/12/2019) menyebutkan bahwa dirinya tidak akan memberikan tanggapan apapun karena besok pada hari Kamis (5/12/2019) akan menghadap langsung Pihak Kepolisian. “Anda siapa, apa urusan anda dengan saya,saya gak nyaman untuk di wawancara karna saya besok menghadap Pihak kepolisian” ujarnya dengan nada marah. (BNN-01)

Diduga Kuat Menipu, Oknum Honorer UPT Dikpora Ambalawi Sudah Di Polisikan, Dunia Pendidikan Kabupaten Bima Tercoreng

Bimantika.net

Ada ada saja cerita yang menggambarkan dunia pendidikan kabupaten Bima tercoreng. Potret gelap dunia pendidikan Kabupaten Bima ini tentu akan merusak reputasi dan dedikasi yang mengarah pada hancurnya dunia pendidikan itu sendiri.

Khairunnisa, oknum pegawai honorer daerah yang mengabdi di Kantor UPTD Dinas Dikpora Kecamatan Ambalawi Kabupaten bima yang juga anak kandung PJ Kades Talapiti yg bernama Herimawan Ibunya Siti Salmah yang bekerja di SMA Negeri 1 Ambalawi, adalah oknum yang diduga kuat mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Masalah yang menjadi urusannya adalah oknum Khairunnisa melakukan bisnis dengan seorang warga Desa Rite Kecamatan Ambalawi, Yuliati, S. Pd yakni bisnis dagang beras. Yuli pada Bimantika menyebutkan bahwa dirinya drop beras untuk bisnis sama oknum khairunnisa dengan nomimal harga beras sekirar RP. 60 jutaan namun hasil dari penjualan besar tersebut sama sekali tidak disetorkan oleh Oknum Khairunnisa pada Yuli yang berakibat pada Yuli melaporkan pada pihak kepolisian. (BNN-01)

Kasus ini adalah salah satu kasus tercorengny dunia pendidkan kabupaten bima yang berdampak para buruknya penilian publik terhadap dunia pendidikan.

Salah seorang PenyidikPolres Bima Kota yang di konfirmasi Bimantika.net menyebutkan bahwa kasus tersebut sudab diterima laporannya dan tinggal di lakukan proses lebib lanjut.
“Udah diterima laporan dari ibu Yuli tinggal sekarang dikembangkan saja” ujar Penyidik.

Diduga Kuat Menipu, Oknum Honorer UPT Dikpora Ambalawi Sudah Di Polisikan, Dunia Pendidikan Kabupaten Bima Tercoreng

Bimantika.net

Ada ada saja cerita yang menggambarkan dunia pendidikan kabupaten Bima tercoreng. Potret gelap dunia pendidikan Kabupaten Bima ini tentu akan merusak reputasi dan dedikasi yang mengarah pada hancurnya dunia pendidikan itu sendiri.

Khairunnisa, anak kandung PJ Kades Talapiti yg bernama Herimawan Ibunya Siti Salmah yang bekerja di SMA Negeri 1 Ambalawi, adalah oknum yang diduga kuat mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Masalah yang menjadi urusannya adalah oknum Khairunnisa melakukan bisnis dengan seorang warga Desa Rite Kecamatan Ambalawi, Yuliati, S. Pd yakni bisnis dagang beras. Yuli pada Bimantika menyebutkan bahwa dirinya drop beras untuk bisnis sama oknum khairunnisa dengan nomimal harga beras sekirar RP. 60 jutaan namun hasil dari penjualan besar tersebut sama sekali tidak disetorkan oleh Oknum Khairunnisa pada Yuli yang berakibat pada Yuli melaporkan pada pihak kepolisian. (BNN-01)

Kasus ini adalah salah satu kasus tercorengny dunia pendidkan kabupaten bima yang berdampak para buruknya penilian publik terhadap dunia pendidikan.

Salah seorang PenyidikPolres Bima Kota yang di konfirmasi Bimantika.net menyebutkan bahwa kasus tersebut sudab diterima laporannya dan tinggal di lakukan proses lebib lanjut.
“Udah diterima laporan dari ibu Yuli tinggal sekarang dikembangkan saja” ujar Penyidik.

Khairunnisa yang di hubungi Bimantika.net menyebutkan bahwa dirinya tidak nyaman di hubungi Wartawan. “Saya tidak nyaman anda menelpon saya, saya akan menghadap Kapolres Besok” ujarnya. (BNN-01)

Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Bima Sorot Pembangunan Di Dinas Dikpora

Bimantika.net

Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos menyorot kinerja Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Sorotan Edy Muhlis semata mata karena melihat kondisi lapangan di tengah tengah masyarakat kabupaten bima khusus dalam dunia pendidikan rupanya Kabupaten Bima masih belum merata prosesi pembangunannya sehingga masih banyak sarana dan prasarana sekolah yang terbengkalai sehingga tidak memaksimalkan proses kegiatan belajar mengajar.
“Hasil investigsi kami di Komisi 3,bahwa banyak sarana dan prasarana di dikpora berupa gedung sekolah yang baru saja di bangun tapi kualitasnya sangat amburadul” ungkap Edy Muhlis.
Sebagai Ketua Komisi lll yang membawahi urusan Pembangunan secara luas, Edy Muhlis sangat mengharapkan pada dinas dikpora untuk lebih ketat lagi mengawasi setiap pekerjaan fisik yang menjadi sorotan masyarakat akhir akhir ini.
“Pengawasan internal oleh pihak pemberi pekerjaan pada kontraktor harus diperketat sehingga kualitasnya dapat dijamin” ungkap Politisi Nasdem ini.
Masih menurut Edy Muhlis ada juga kondisi sekolah yang terabaikan selama ini yang ruangan kegiatan belajar mengajarnya sangat tidak layak sehingga membuat proses belajar mengajar terhambat. Dirinya mencontohkan beberapa sekolah yang kondisi riilnya dengan atap bocor dan platfound yang rusak, itu juga menjadi kan dunia pendidikan akan sulit berkembang karena terjadinya berbagai hambatan hambatan dalam proses kegiatan belajar mengajar. “Saya harap Dinas Dikpora lebih peka melihat situasi ini agar dunia pendidikan kita bisa bersaing dengan dunia pendidikan kabupaten kabupaten yang sudah maju” demikian ungkap Edy Muhlis. (BNN-05)