Bimantika.net Muhlisah (15), seorang pelajar warga desa tangga kecamatan Monta kabupaten Bima jadi korban penjambretan di jalan lintas Tente-parado, disebalah tugu perbatasan antara desa Sakuru dengan desa tangga, Minggu 2/5/21 pukul 21.45 wita.
Atas kejadian itu, handphone milik korban yang posisinya sedang di genggam berhasil dibawa kabur oleh 2 kawanan jambret, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek Monta polres Bima Polda NTB
“Korban mengalami kerugian sekitar Rp 1.900.000 rupiah” ucap Kapolsek
Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K melalui Kapolsek Monta Iptu Takim mengatakan, menurut pengakuan korban, pelaku jambret tersebut menggunakan sepeda motor Honda Vario 110 warna putih, pelaku yang mengendarai sepeda motor mengenakan baju lengan pendek warna putih dan celana jeans panjang, kemudian pelaku yang di bonceng mengenakan sweater warna hitam dengan menutup kepalanya menggunakan puncung sweateenya dan mengenakan celana jeans
“Saat kejadian korban bersama ibu dan adiknya mengenakan sepeda motor dalam perjalanan pulang dari pelabuhan Bima menuju desa tangga, sesampainya di TKP kedua pelaku mengikuti korban langsung mendekati korban dan secara tiba-tiba pelaku yang di bonceng langsung mengambil Hp korban Merk Oppo A3s”, terang kapolsek
Korban sempat berteriak maling, kemudian korban bersama warga berupaya mengejar pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri ke arah selatan / desa tangga
“Kita sedang melakukan penyelidikan tentang keberadaan pelaku, namun Demikian juga kita mengimbau masyarakat lainnya untuk lebih waspada dalam berkendara, terlebih terhadap barang bawaan”, tutur kapolsek. (**)
Bimantika.net Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, dr. Agus Dwi Pitono, M. Kes saat di wawancara oleh Wartawan Media Cetak dan Online Bimantika senin (3/5/2021) di ruang Prakteknya di Jalan Gajah Mada Kota Bima menjelaskan secara detail rencana Pemerintah Kota Bima BLUD kan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima
Dokter Asal Jember Jawa Timur ini mengungkapkan bahwa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memiliki tiga syarat mutlak yakni Sarat Substantif, Tehnis dan Administratif.
Persyaratan subtantif memuat tiga poin yaitu badan tersebut merupakan badan yang bergerak pada bidang layanan umum, mengelola wilayah tertentu dan melakukan pengelolaan dana khusus. Persyaratan teknis memuat dua poin yaitu terkait bagaimana kelayakan kinerja pelayanan yang diberikan dan sehat tidaknya kinerja keuangan badan tersebut. Adapun syarat terakhir yaitu syarat administratif yang memuat enam poin diantaranya pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerjanya, pola tata kelola, rencana strategi bisnis, standar pelayanan minimal, membuat laporan keuangan serta laporan audit terakhir atau kesediaan untuk diaudit.
Wartawan Media Cetak dan Online Bimantika, Riky Saat Wawancara Dokter Agus Direktur RSUD Kota Bima
Dokter Agus Alumni Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini mengungkapkan juga bahwa secara adminstratif BLUD kan RSUD harus ada dokumen tata kelola perusahaan, harus ada standar pelayanan publik, harus ada perencanaan strategis pelayanan lima tahun kedepan, laporan keuangan, peningkatan kinerja, dan audit.
“Nah empat point penting sudah dilewati oleh pemerintah Kota Bima dan sudah selesai urusannya” ungkap Dokter Agus.
Dokter Agus pun menegaskan bahwa dari 6 persyaratan Dokumen, sudah 4 dokumen yang terselesaikan sehingga syarat itupun berupa dokumen di turunkan menjadi Aturan Walikota Bima (Perwali,red).
“Sekarang tahapannya tinggal selangkah lagi yakni pencocokan modul dari pusat dengan dokumen Perwali, dan setelah itu ada bimbingan dari pihak BPKP” ujar Dokter Agus.
Dokter Agus diakhir wawancaranya menyebutkan bahwa sangat beda Keberadaan Rumah Sakit Konvensional denhan BLUD.
“Contoh saja ya, penetapan APBD setiap tahun bulan januari tapi baru bisa di realisasikan sekitar Maret, lalu rentang waktu dua bulan itu rumah sakit konvensional kesukitan urusan keuangan, tapi kalau BLUD tidak ada lagi hambatan, sehingga rakyat terlayani secara maksimal” ujarnya.(Riky)
Bimantika.net Langkah maju yang dilakukan oleh Jajaran Dinas Kesehatan Kota Bima di bawah kendali Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs. H. Azhari semakin kongrit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs. H. Azhari yang dihubungi Media Cetak dan Online Bimantika pada hari Senin (3/5/2021) menyebutkan bahwa dirinya selama ini selalu melakukan rapor koordinasi jajaran Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bima bersama dengan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).
“Selama ini rakor di ruang rapat walikota, dan setiap rapat pasti ada Kepala Dinkes dan kepala Rumah Sakit, begitu kira-kira adinda” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima.
Menurut Azhari, Bahwa hasil rapat koordinasi selama ini bahwa ada jadwal yang sudah disepakati bersama dengan Kepala RSUD untuk terwujudnya BLUD kan RSUD Kota Bima.
“Jadwal kami. Sampai bulan Agustus atau September kita upaya rampung sampai pembiayaan minimal kita kejar APBD Perubahan” Tegas Azhari.
Azhari pun menyampaikan apresiasi yang mendalam pada Pemerintahan Kota Bima di bawah kendali Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang begitu respek dalam sebuah perjuangan BLUD kan RSUD Kota Bima.
“Respon pemkot lampu hijau sudah pasti. Aji Walikota juga senang Dengan capaian tolak ukur keberhasilan” ungkap Azhari.
Istilah BLUD, Badan Layanan Umum Daerah, sudah sering terdengar terutama pada lingkungan Rumah Sakit maupun Puskesmas.
BLUD adalah solusi terbaik saat ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Adapun tujuan BLUD adalah pelayanan prima pada seluruh lapisan masyarakat dalam rangka memajukan kesehatan secara umum dan menyeluruh.
Dan dalam pengelolaan keuangannya tentu berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas dan penerapan praktik bisnis yang sehat dan dinamis.
Dalam hal kewenangan, BLUD kan RSUD tentu adalah Layanan Publik yang pengelolaannya berdasarkan kewenangan yang didelegasikan, tidak terpisah secara hukum dari Pemerintah Daerah sebagai instansi induknya.
Pejabat BLUD bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan layanan umum.
BLUD tidak mencari laba sehingga dalam Rencana kerja, anggaran dan laporan BLUD disusun serta disajikan sebagai bagian tidak terpisah dari SKPD/Pemerintah Daerah.
Dan Dalam Implementasi kesehariannya, BLUD mengelola penyelenggaraan sejalan dengan praktik bisnis yang sehat. (Dae)
Bimantika.net Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Bima lakukan Rapat Koordinasi dalam rangka Percepatan Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima di Ruang Rapat Sekda Kota Bima.
Rapat dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Ir. Hj. Rini Indriati.
Ini adalah Upaya dan ikhtiar keras Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dalam memberikan yang terbaik dalam urusan kesehatan di Kota Bima ini.
Rumah Sakit adalah salah satu lembaga layanan publik yang memberi jasa penting dalam urusan pelayanan kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, setiap institusi rumah sakit perlu melakukan pemahaman terutama dalam fungsi manajerialnya.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah disusun dengan maksud agar lembaga-lembaga seperti rumah sakit daerah atau yang biasa disingkat RSUD dapat menjadi lembaga yang profesional dalam melayani masyarakat.
Ada esensi mendalam dari RSUD menjadi suatu BLUD yakni pihak rumah sakit dapat leluasa dalam mengelola keuangannya sehingga rumah sakit dapat melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara lebih baik dan efektif serta maksimal pada seluruh lapisan masyarakat.
Salam hal upaya dan ihtiar membangun kesiapan RSUD menjadi BLUD dapat dilakukan dengan melakukan telaah lingkungan internal sebagai langkah pengkajian awal. Kemudian dapat dilanjutkan dengan sosialisasi.
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi Media Cetak dan Online Bimantika Senin (3/5/2021) menyebutkan bahwa sesungguhnya upaya dan ikhtiar BLUD kan RSUD Kora Bima dibutuhkan Membangun Kebersamaan dalam keragaman berpikir, membentuk tim work, menyusun Scheedulle, melakukan penganggaran yang transparansi, meningkatkan kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Untuk diketahui Publik bahwa sesungguhnya Ada Poin urgen dalam menyiapkan RSUD menjadi BLUD yakni komitmen, persyaratan subtantif, persyaratan teknis dan persyaratan administratif.
Persyaratan subtantif memuat tiga poin yaitu badan tersebut merupakan badan yang bergerak pada bidang layanan umum, mengelola wilayah tertentu dan melakukan pengelolaan dana khusus. Persyaratan teknis memuat dua poin yaitu terkait bagaimana kelayakan kinerja pelayanan yang diberikan dan sehat tidaknya kinerja keuangan badan tersebut. Adapun syarat terakhir yaitu syarat administratif yang memuat enam poin diantaranya pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerjanya, pola tata kelola, rencana strategi bisnis, standar pelayanan minimal, membuat laporan keuangan serta laporan audit terakhir atau kesediaan untuk diaudit.
Oleh karena RSUD sebagai Badan Layanan Umum tentunya diberikan hak utuh pengelolaan maka Badan Layanan Umum memiliki kewajiban untuk melakukan beberapa hal.
Hal urgen yang diatensi itu adalah meningkatkan mutu pelayanan, meningkatkan kinerja moneter dan meningkatkan kinerja manfaat bagi masyarakat secara luas dan menyeluruh.
Dalam rangka memenuhi kewajibannya mutlak tersebut, maka RSUD harus melakukan pembenahan berupa komitmen yang konsisten dalam meningkatkan kinerja, profesionalitas, sumber daya manusia dan meningkatkan tata kelola badan tersebut.
Dukungan positif dari Walikota HML sungguh sangat luar biasa dalam memperjuangkan status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah
Atas Support positif Walikota Bima H. Muhammad Lutfi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs. H. Azhari yang dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp nya mengarahkan Wartawan Bimantika langsung ke Direktur RSUD. (DAE)
Bimantika.net Hari Kedua Puluh Ramadhan, Pemkab Safari Di Parado dan Lambitu
Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, (IDP) menghimbau kepada seluruh masyarakat dan keluarga di Kecamatan Parado ikut membantu proses penanaman kembali hutan agar bisa berjalan dengan baik.
“Jangan melihat besar dan kecilnya yang kita perbuat akan tetapi kita memastikan telah berbuat untuk daerah tercinta demi anak cucu kita nanti,’’ujar Bupati, dihadapan jamaah Masjid Assalam Desa Parado Wane Kecamatan Parado (2/5).
Pada hari ke dua puluh Puasa, Pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan safari Ramadhan 1442 di Kecamatan Parado dan Kecamatan Lambitu Desa Kaboro.
Di Masjid As-Salam, Pemerintah menyerahkan bantuan al-qur’an. Diserahkan oleh asisten III Setda Bima, Drs. H Arifuddin HMY, dan diterima Plt. Camat Parado Ibrahim SH.
Pasca banjir beberapa waktu lalu, Pemerintah Daerah bersama Danrem 162/ Wira Bhakti dan Polri telah melaksanakan reboisasi di wilayah hutan Parado. Semua berkomitmen untuk mengembalikan fungsi hutan yang telah rusak.
Dijelaskan Bupati Umi Dinda, hari ini tepat satu bulan musibah banjir yang menimpa keluarga di Kecamatan Monta, Woha, Bolo, Belo dan Madapangga.
‘’Saya ingin mengingatkan kepada kita semua. Mari kita mengambil hikmah atas musibah banjir yang kita hadapi,’’ujar Bupati.
Tidak perlu saling menyalahkan. Yang kita hadapi harus dicarikan solusinya. Masyarakat yang tinggal di bawah pemukiman menaruh harapan adanya ketersediaan air sebagai sumber kehidupan.
‘’Mari kita jaga kelestarian hutan kita,’’kata Bupati.
Bupati menyampaikan terima kasih, masyarakat telah bersama-sama menjaga keamanan dan kerukunan hidup antar umat beragama di Parado. Dan berharap, semoga di sembilan hari terakhir masih diberi kesempatan untuk kita beribadah kepada Allah SWT.
‘’Atas nama keluarga dan pribadi, kami menyampaikan permohonan maaf. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,’’ujar Bupati.
Ini Pesan Wabup Saat Safari Di Kaboro
Sementara itu, di Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu, Safari Ramadhan dilaksanakan di masjid Istiqlal, Minggu 2 Mei 2021,malam. Dirangkaikan dengan Nuzulul Quran dengan menghadirkan penceramah H Abdurahim Haris M.A.
Selain dihadiri Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE, juga dihadiri Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj Rostiati Dahlan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta Pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.
Pemerintah menyerahkan secara simbolis al’Quran. Diserahkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, M. Salahudin SH, diterima Camat Lambitu.
Selain bantuan dari Pemkab Bima, Masjid Istiqlal, Boro juga mendapat bantuan buku Agama dari Ketua MUI Kabupaten Bima.
Wabup Dahlan, menyampaikan tahun 2021 ini, Pemkab Bima kembali melaksanakan Safari Ramadhan. Karena pada tahun 2020 Pandemic Covid-19 mulai mewabah.
Kemudian, Wabup mengajak masyarakat Lambitu agar menjaga hutan yang ada. Adanya banjir bandang kemarin adalah akibat dari gundulnya hutan dan gunung.
Dijelaskan Wabup, masyarakat Kabupaten Bima, telah melaksanakan Pilkada. Wabup Dahlan berharap agar tidak menyimpan dendam apalagi memperuncing perbedaan. Bangun komunikasi yang baik dengan sesama.
‘’Apalagi sekarang bulan Ramadhan. Kita jaga komunikasi dan tutur kata. Tidak usah mencari kesalahan orang lain,’’ujar Wakil Bupati.
Pada kesempatan tersebut Baznas Kabupaten Bima menyerahkan bantuan untuk ASNAF Kecamatan Lambitu. Untuk 31 orang Fakir/Miskin beras masing-masing 5 Kg. Dua Belas (12) orang Mualaf masing-masing uang tiga ratus ribu rupiah. Dua Belas (12) orang Fi Sabilillah uang masing-masing Dua Ratus Ribu Rupiah. Dua belas (12) orang Ibnu Sabil uang masing-masing dua ratus ribu rupiah.
Bantuan diserahkan Wakil Ketua Baznas, Ketua UPZ Baznas Kecamatan Lambitu, Abdul Malik. (***)
Bimantika.net Bencana banjir yang melanda 5 kecamatan di Kabupaten Bima beberapa waktu lalu mengundang simpati dan kepedulian berbagai pihak. Pasca bencana tersebut, sejumlah pihak turut memberikan bantuan antara lain dariYayasan ADRA Indonesia (Adventist Development and Relief Agency).
Regency Coordinator ADRA Robert D.Saunoah Minggu (2/5) mengatakan, ADRA didukung oleh European Union Humanitarian Aid (ECHO) merespon bencana di kabupaten Bima, NTB dan Kabupaten Malaka di NTT
Untuk kabupaten Bima kita fokus memberikan bantuan ke desa Sanolo kecamatan Bolo. Dukungan diawali dengan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan para kader posyandu.
“Selama kurang lebih seminggu ADRA dibantu para relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) menargetkan promosi kesehatan bagi 135 bayi, 25 orang ibu hamil dan pembersihan 20 unit sumur yang berada di Dusun 1 dan Dusun 2 Sonco”. Terang Roby.
Dijelaskannya, “Tim menyasar bayi balita dan ibu hamil karena dalam situasi seperti ini mereka adalah kelompok yang rentan, baik secara fisik maupun psikisnya. Untuk kegiatan respon ini, ADRA Indonesia merekrut Chandra Komala selaku Community Organizer”.
Dirinya berharap, pasca bencana para bayi balita dan ibu hamil tetap sehat agar tumbuh kembangnya tidak terganggu. (***)
Bimantika.net Untuk menjaga dan memelihara Kamtibmas serta dalam upaya mencegah terjadinya tindak kriminal pada malam akhir pekan ketiga dibulan suci Ramadhan maka polres Bima Polda NTB melaksanakan patroli gabungan KRYD dalam skala besar, yang mana patroli tersebut dimulai dari pukul 21.30 s/d Pukul 00.15 Wita dini hari, Minggu, 2/4/21
Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K melalui Kabag OPS AKP Herman, SH, mengungkapkan bahwa ” Kegiatan Patroli gabungan KRYD Skala besar tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran Kepolisian resort Bima beserta jajaranya dengan tujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat terlebih pada bulan suci Ramadhan.
“Adapun Patroli tersebut dilaksanakan dengan cara mobile ke seluruh wilayah hukum Polres Bima dengan menyambangi beberapa lokasi yang dianggap rawan akan adanya gangguan kamtibmas,” Ungkap AKP Herman, SH.
Ditengah pelaksanaan patroli tersebut, anggota menyampaikan himbauan dan mengajak kepada warga masyarakat yang mana warga masyarakat harus bisa bersama sama menjaga kamtibmas dilingkungan masing – masing.
Kemudian tidak lupa mengingatkan warga masyarakat tentang prokes penerapan 5M, sehubungan pandemi covid 19 belum kunjung berakhir,maka dari itu polres Bima beserta jajaranya akan terus berupaya mengingatkan warga agar selalu disiplin terhadap penerapan Prokes sebagaimana tersebut diatas. (**)
Bimantika.net Jajaran Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima yang dipimpin Hj. Rostiati Dahlan S. Pd bersama para pengurus Sabtu (1/5) mengadakan kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkai dengan Pembinaan Iman dan Taqwa (IMTAQ), di Masjid Nurul Huda Desa Ragi Kecamatan Palibelo.
Kegiatan yang mengundang para pengurus Majelis Taklim dan masyarakat di 12 Desa se kecamatan setempat diawali dengan Pembacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan pengantar Camat Palibelo, Sambutan Ketua GOW yang dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustadz Zulkarnain S.Pdi. Jajaran GOW juga membagikan 10 paket sembako dan 50 kotak Kurma
Pada kesempatan tersebut, Camat Palibelo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran jajaran pengurus GOW dalam melaksanakan rangkaian Safari Ramadhan di kecamatan yang dipimpinnya.
Diirinya berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat khususnya di bulan suci Ramadhan.
Sementara itu Ketua GOW yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bima Hj. Roatiati Dahlan dalam sambutannya di hadapan para jamaah menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat Kecamatan Palibelo yang kembali memilih Paket Dinda – Dahlan untuk mengemban amanah memimpin Kabupaten Bima lebih 5 tahun kedepan.
Hj. Rostiati juga kembali menitikberatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak. “maraknya Kasus pelecehan, kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Narkoba dan lain sebagainya menuntut para orang tua, khususnya ibu-ibu untuk selalu mengawasi dan memperhatikan anak-anaknya”.
Pengawasan dan pendidikan anak harus nomor satu dan menjadi prioritas dalam kehidupan keluarga agar anak dapat tumbuh kembang menjadi generasi yang mencintai agama dan berilmu. Terang Hj. Rostiati.
Menutup arahannya Ketua GOW mengharapkan agar Majelis Taklim dapat lebih berperan dalam menciptakan kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi anak-anak baik di bidang seni seperti qasidah dan seni budaya lainnya agar tumbuh sikap kreatif dan terhindar dari perilaku negatif. (****)
Bimantika.net Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kabupaten Bima tahun ini dilaksanakan secara virtual dengan mengikuti pelaksanaan upacara tingkat nasional melalui live kanal kemendikbud.
Hal ini dilaksanakan mengingat Pandemi Covid-19 belum berakhir, diminta kepada seluruh daerah dapat melaksanakannya melalui Virtual.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima , melaksanakan upacara Hardiknas melalui virtual di Aula Rapat Utama Kantor Bupati Bima, Godo, Woha, Minggu 2 Mei, pagi.
Sebagai leading sektor, jajaran Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga, Kabupaten Bima, ambil bagian. Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga, Zainudin, S.Sos, MM, didampingi Sekretaris Dinas Abdul Salam S.Pd, M.Pd, seluruh Kabid dan Kasi. Mengikuti rangkaian proses dari awal hingga akhir melalui akun YouTube Kemendikbud RI.
Sesuai Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2021, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) RI, Nadiem Makarim, dalam sambutanya, akan terus memperbaiki Pendidikan di Indonesia dengan transformasi melalui terobosan merdeka belajar.
Dijelaskan Menteri, hari ini adalah momen bagi kita untuk merefleksikan kembali yang sudah dikerjakan dengan baik maupun yang perlu diperbaiki.
Lembaran baru Pendidikan Indonesia berarti transformasi yang tetap bersandar pada sejarah Bangsa. Dan juga keberanian untuk menciptakan sejarah baru yang gemilang.
Menteri Nadiem berharap anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila. Pelajar yang merdeka sepanjang hayat. Dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri.
‘’Karenanya, Kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi Pendidikan melalui berbagai terobosan merdeka belajar,’’ujarnya. (***)
Bimantika.net Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, akan membangun 185 unit rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana banjir tahun 2021, di Desa Tambe, Kecamatan Madapangga.
Selain membangun ratusan unit rumah Type 36 pada lahan milik Pemerintah Kabupaten Bima seluas dua setengah hektar. Juga akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung yaitu Jalan lingkungan, Air Minum (Bor Dalam dan Jaringan), Sanitasi (Septi Tank Komunal), Drainase Lingkungan, Sampah (Tempat Pembuangan Sampah), Ruang Terbuka (Taman/Lapangan Oleh Raga), PJU (Jaringan Listrik PLN), Sarana Sosial (Masjid dan Balai Pertemuan).
‘’Belum genap sebulan bencana terjadi, kami langsung mendapat perhatian yang luar biasa dari Presiden, melalui Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI,’’ujar Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE, saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Penyedia Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Ir. Yusniawati, M.Sc, di Aula Rapat Utama, Kantor Bupati Bima, Godo, Woha, Sabtu, 1 Mei 2021, malam.
Kunker Direktur Yusniawati di Bima hanya sehari. Didampingi Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya, Kusumawardhani, ST., MT. Kepala Biro Prasarana Pemukiman Wilayah Propinsi NTB dan Kepala Balai Perumahan Nusa Tenggara Kementerian PUPR.
Bupati Umi Dinda menyampaikan terima kasih atas komitmen Pemerintah Pusat, membangun rumah warga korban banjir di Kabupaten Bima.
Tentunya, kehadiran Direktur untuk menindak lanjuti program renovasi pasca bencana banjir beberapa waktu lalu. Dan memastikan keberadaan lahan sebagai lokasi dibangunnya pemukiman.
‘’Kami pastikan bahwa lahan untuk membangun ini sudah ada dan tidak ada masalah,’’tambah Bupati.
Dijelaskan Bupati, banjir yang melanda kemarin akibat tingginya curah hujan. Selain banjir, curah hujan juga menyebabkan tanah longsor, kerusakan vegetasi dan kawasan hutan.
Juga terjadi pendangkalan dan penyempitan Sungai DAS Pelaparado, DAS Campa dan daerah aliran sungai yang melintasi 8 (delapan) Kecamatan. Menyebabkan kawasan permukiman dan kawasan Pertanian terpapar banjir. Sehingga merusak infrastruktur dan merugikan masyarakat.
Yang paling parah adalah warga yang berada di sekitar bantaran sungai. Hal tersebut berdasarkan hasil pendataan di tingkat Desa dan Kecamatan bersama Tim Penanggulangan Bencana.
Atas nama masyarakat, kata Bupati Bima dua Periode ini, khususnya penerima manfaat, mengucapkan terima kasih. Semua syarat yang berkaitan dengan pembangunan Perumahan Relokasi tersebut akan dikomunikasikan sampai ke tingkat bawah. Sehingga pada saat pengerjaan tidak ada masalah yang dihadapi.
Sementara itu, Direktur Yusniawati, mengatakan akan membantu membangun 185 unit rumah type 36, sesuai arahan Menteri PUPR, pada lahan yang luasnya sudah sangat mencukupi.
‘’Sarana yang akan dibangun termasuk sanitasi dan air minum bersih,’’ujar Direktur, dihadapan Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan HM Noer, Sekretaris Daerah Bima, Drs. H Taufik HAK, M.Si, dan sejumlah kepala OPD dan Kabag yang hadir.
Dijelaskan Direktur Yusniawati, rumah yang akan dibangun nantinya akan memanfaatkan bahan lokal yang ada di daerah. Ia mengaku telah melihat lahan sebagai persyaratan teknis dalam keadaan aman dan bebas dari banjir. (****)