Polres Bima Gelar Lat Pra Ops Bina Waspada Rinjani 2022

Bimantika.net Kepolisian Resor Bima menggelar kegiatan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Bina Waspada Rinjani 2022 bertempat di Ruang Aula Mapolres Bima, Selasa (1/3/2022)

Kegitan dibuka langsung oleh Waka Polres Bima Kompol Yusuf didampingi oleh Kabag Ops Kompol Herman, SH, dan dihadiri oleh Kabag, Kasat serta personil gabungan fungsi yang termasuk dalam Surat Perintah.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan cara bertindak anggota yang termasuk dalam masing-masing satuan tugas pada saat dilapangan.

Dalam membuka kegiatan, Waka Polres Bima Kompol Yusuf yang mewakili Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko, S.I.K mengatakan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan sebagai gambaran tugas kepada personil, sehingga pada pelaksanaannya nanti bisa berjalan maksimal sesuai sasaran operasi.

“kegiatan yang kita laksanakan saat ini, sebagai modal dan gambaran rekan-rekan terkait cara bertindak dilapangan sesuai dengan tugasnya masing-masing, sehingga operasi yang nantinya akan dilaksanakan dapat berjalan maksimal” tutur Waka Polres.

“karena pentingnya kegiatan ini, kami berharap silahkan rekan-rekan ikuti kegiatan dengan serius serta pahami setiap materi yang akan disampaikan oleh masing-masing instruktur pelatihan” harapnya.

Ditempat yang sama Kabag OPS AKP Herman, S.H memberikan arahan bahwa tujuan Operasi Bina Waspada Rinjani 2022 untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat dalam rangka mencegah paham radikalisme anti Pancasila, terorisme, serta aliran sesat lainnya untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Pelaksanaan Operasi Bina Waspada Rinjani ini, kita laksanakan dengan lebih mengedepankan sosialisasi kepada masyarakat terhadap penyebaran Paham Radikalisme yang merusak keutuhan NKRI.

Lebih lanjut, Kabag Ops AKP Herman, S.H menyampaikan paparannya bahwa dalam pelaksanaan Operasi Bina Waspada Rinjani 2022 dibagi menjadi 3 Satgas ( Prefentif, Preemtif dan Bantuan Operasional).

Kabag OPS berharap kepada rekan rekan khususnya Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Jajaran agar meningkatkan giat binluh untuk mengantisipasi adanya penyebaran paham radikal.

Sebagai informasi bahwa Operasi Bina Waspada Rinjani 2022 Polres Bima berlangsung selama 14 hari kedepan yakni dari tanggal 2 maret sampai dengan 15 Maret 2022.(***)

Tahun Pertama Periode II, Capaian IDP-Dahlan Cenderung Meningkat

Bimantika.net Setahun setelah dilantik oleh Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah, 26 Februari 2021 lalu di gedung Graha Bhakti Praja kantor Gubernur NTB, Bupati Bima H. Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) dan Wakil Bupati Drs. H. Dahlan M. Noer terus mewujudkan komitmen membangun Kabupaten Bima yang RAMAH secara berkelanjutan.

Untuk mengukur capaian pemerintah daerah, seyogyanya mengacu pada target dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih dengan melihat capaian tahun per tahun (year on year) sejumlah indikator yang telah ditetapkan secara nasional.

Pemerintah Dinda-Dahlan terikat janji politik yang sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Bima tahun 2021 – 2026.

Sebuah dokumen yang memuat penjabaran visi, misi dan program kepala daerah untuk jangka waktu 5 tahun yang berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi NTB.

Ada sejumlah indikator capaian keberhasilan pembangunan daerah antara lain, Pertumbuhan ekonomi daerah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), persentase penduduk miskin, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, tingkat pengangguran terbuka, usia harapan hidup, Pertumbuhan penduduk dan kontribusi PDRB

Merilis data BPS Kabupaten Bima tahun 2021, laju perekonomian Kabupaten Bima mengalami peningkatan dari (minus) -3,53 tahun 2020 menjadi 1,79 pada tahun 2021. Demikian halnya tingkat pengangguran yang mengalami penurunan dari 2.89% pada tahun 2020 menjadi 1.58% pada tahun 2021.

Dalam dokumen RPJMD yang merilis data BPS di tahun yang sama, dari jumlah penduduk 493.198 jiwa pada tahun 2020, penduduk miskin berjumlah 71.320 jiwa atau 14.49 persen. Pada tahun 2021 angka kemiskinan naik menjadi 14,88 persen dan angka ini terjadi di seluruh kabupaten/kota Se-NTB, Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di tahun 2021 secara umum berpengaruh di NTB umumnya dan Kabupaten Bima khususnya.

Terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Bima mengalami peningkatan 66.69 poin pada tahun 2021 dari 66.30 poin pada tahun 2020 atau mengalami kenaikan 0,36 digit.

Harapan lama sekolah juga mengalami peningkatan dari 13,29 digit pada tahun 2020 menjadi 13,39 digit pada tahun 2021. Demikian halnya rata-rata lama sekolah dari 7,78 pada tahun 2020 menjadi 7,91 pada tahun 2021, Angka melek huruf (AMH) meningkat dari 88, 56 pada tahun 2020 menjadi 89, 46 tahun 2021 demikian halnya usia harapan hidup dari 6,33 pada tahun 2020 menjadi 6,50 tahun 2021.

Komitmen Dinda – Dahlan konsisten wujudkan visi yang dijabarkan dalam misi mewujudkan kemandirian ekonomi perdesaan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengupayakan terpenuhinya infrastruktur dasar berkualitas seperti jembatan sebagai penunjang pengembangan ekonomi. Upaya ini selaras dengan arah kebijakan meningkatkan konektivitas antar wilayah untuk mendorong pertumbuhan kawasan strategis Kabupaten.

Peresmian Jembatan Kamis (24/2) yang menggunakan konstruksi pra tegang Oi Marai Tambora sepanjang 30 meter sebagai urat nadi yang menghubungkan sejumlah desa di lingkar utara kawasan tersebut dan menyerap anggaran senilai Rp 10 lebih milyar oleh Bupati Bima H. Indah Dhamayanti Putri SE merupakan wujud penjabaran misi tersebut

Demikian halnya penjabaran Visi ke lima yaitu membangun SDM yang maju, mandiri, berdaya saing dan inovatif yang ditujukan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. langkah ini dijabarkan dengan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan.

Peresmian gedung Puskesmas kecamatan Bolo yang menyerap anggaran senilai Rp. 7,8 miliar oleh Bupati Bima Rabu (23/2) mencerminkan komitmen kuat Dinda – Dahlan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.

Dari 21 Puskesmas yang ada, saat ini sudah 14 Puskesmas yang dibangun dengan model yang sama seperti di Kecamatan Bolo dan sisanya diupayakan untuk dibangun sesuai skala prioritas prioritas sehingga diharapkan dalam dua hingga tiga tahun depan akses masyarakat disekitar wilayah tersebut dalam pelayanan kesehatan dapat lebih baik.

Sejumlah capaian tersebut menggambarkan adanya keberhasilan penerapan strategi pembangunan berkelanjutan dan penanggulangan kemiskinan pemerintah daerah. (***)

Walikota HML : “Kita Anggarkan Masjid Agung 10 Milyar 2022”

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) hari ini Senin 28 Pebruari 2022 sekitr pukul 16.00 menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Muwahiddin Kota Bima.

Masjid Agung Al Muwahiddin Kota Bima adalah Masjid Kebanggaan Ummat Islam Bima Raya.

“Maka saya selaku Walikota Bima di tahun 2022 ini akan menggelontorkan Dana 10 Milyar untuk kelanjutan Pembangunan Masjid Kebanggaan Warga Bima Kota dan Kabupaten” ungkap Walikota HML.

Walikota HML yang di konfirmasi langsung Media Online Bimantika menyenutkan bahwa lambang dan simbol kebesaran Ummat Islam di Bima Kota dan Kabupaten adalah sebuah Simbol dan Lambang kejayaan maka dirinya komitmen menuntaskan Pembangunan Masjid Agung Al Muwahiddin Kota Bima.

“Sebelumnya kita sudah anggarkan untuk kelanjutan pembangunannya, kini di tahun 2022 kembali saya anggarkan 10 Milyar untuk menuntaskan Pembangunannya” ujar Walikota HML.

Komitmen Pemerintah Kota Bima dibawah Kendali Walikota HML sungguh sangat nampak dalam hal pemberdayaan Ummat sehingga Kemajuan nyata di bidang ke Agamaan itu nyata adanya.

“Saya selalu Komitmen untuk urusan Keummatan karena itu adalah Simbol kebesaran dan Kejayaan Ummat Islam di Kota Bima” demikian ungkap Walikota HML menurut wawancaranya dengan Media Bimantika. (***)

KSM Unisma Gelar Pengajian Majelis Ta’lim di Toloweri

Bimantika.net Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik kelompok 40 Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan kegiatan Majelis Ta’lim di Toloweri Kelurahan Nungga Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima.

Majelis Ta’lim dengan mengusung tema “Melalui Majelis Ta’lim kita tingkatkan Ukhuwah Islamiyah menuju masyarakat yang solid dalam bingkai religius”.

Kegiatan tersebut diadakan bersama pengurus umum majelis ta’lim Kelurahan Nungga dan melibatkan masyarakat, serta anak-anak setempat.

Kegiatan majelis ta’lim dilaksanakan di masjid An-Nur Desa Toloweri dengan antusias yang tinggi dari warga Toloweri.

“Pengadaan kegiatan ini
sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta mempererat Ukhwah Islamiah bagi masyarakat Toloweri yang sebelumnya sibuk di persawahan dan perkebunan sehingga sulit untuk bercengkrama dalam kegiatan keagamaan” Ujar Muhammad Sarjan selaku Wakil KSM Unisma sekaligus penanggung jawab kegiatan majelis
Ta’lim.

Lurah Nungga, Burhan sangat menyetujui atas inisiatif dari mahasiswa KSM Unisma
yang telah mengadakan kegiatan majelis ta’lim serta program ini atas permintaan langsung Lurah Nungga kepada Mahasiswa KSM

“Kegiatan majelis ta’lim ini merupakan kegiatan rutinitas yang di bangun oleh kelurahan Nungga dan diadakan 1 bulan sekali di setiap Desa secara bergilir.

Sebenarnya untuk bulan ini
majelis ta’lim di adakan di desa, namun dengan hadirnya mahasiswa Unisma yang sedang melakukan KSM di Desa Toloweri maka di alihkan ke Toloweri.

Dalam hal ini Lurah menyarankan kepada mahasiswa KSM Unisma untuk menjalin kerja sama dengan pengurus umum majelis ta’lim sehingga kegiatan yang diadakan dapat berjalan secara efektif
dan efisien”.

“Semoga mahasiswa KSM Unisma dapat menyalurkan keilmuan dan keterampilan yang diperoleh dari kampusnya untuk warga Toloweri melalui kegiatan majelis ta’lim sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat yang berbasis religius” harapannya.

Dengan adanya kegiatan majelis ta’lim, para pengurus Desa dan masyarakat setempat mengucapkan banyak terima kasih kepada Mahasiswa KSM Unisma Kelompok 40 karena kegiatan ini dapat di selenggarakan dengan baik dan dapat memberikan kesan positif bagi warga Desa Toloweri untuk dapat mengadakan kegiatan serupa guna meningkatkan pemahaman agama dalam bermasyarakat. (***)

Walikota HML : “Perpustakaan Daerah Kota Bima Pusat Peradaban Keilmuan”

Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bima yang di Bangun pada Era Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML)

Bimantika.net Di Era Pemerintahan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) terwujud Pembangunan Peradaban Keilmuan untuk Warga Masyarakatnya.

Adalah Gedung Perpustakaan Daerah di bangun dengan Gaya Modern berlantai Tiga yang akan dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Bima.

Dalam Rencana Walikota HML bahwa Gedung Yang berdiri kokoh dengan kerangka Baja ala Modern itu akan miliki multi fungsi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas moderen.

“Setelah semuanya rampung, perpustakaan tersebut rencananya akan diresmikan pada 22 maret mendatang” demikian ungkap Walikota HML.

Keberhasilan membangun Perpustakaan yang megah ini tidak terlepas dari kerja keras dan kerja cerdas Walikota HML dalam menata Pembangunan Di Kota Bima walau sebagian besar APBD Kota Bima tersedot dalam Urusan Covid-19.

Disampaikannya pula bahwa, perpustakaan ini, merupakan perpustakaan multi fungsi “Jadi bukan saja sebagai tempat untuk literasi, tapi juga bisa untuk berbagai kegiatan lainnya,” terangnya.

Untuk memajukan dan mengembangkan perpustakaan Daerah Kota Bima, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Perpustakaan Daerah Kota Bima baru-baru ini sudah menandatangi Memorandum of Understanding (MOU) dengan tiga Perguruan Tinggi yaitu STIE Bima, STKIP Bima dan STIH Bima.

MOU ini bertujuan untuk mewajibkan mahasiswa agar berkunjung ke perpustakaan. Kerena itu dapat membantu dan mempermudah para mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam perkuliahannya.

Perpustakaan Daerah Kota Bima tidak saja menyiapkan buku untuk di baca secara langsung, akan tetapi Pihak Dinas Perpustakaan Daerah juga menyiapkan Komputer sebagai perpustakaan digital di era Modern juga sudah kita siapkan.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kota Bima bahwa saat ini baru tersedia 14 unit Komputer yang menyimpan ratusan ribu judul Buku secara digital.

“Kedepan kita akan minta penambahan lagi, dengan tersedia komputer yang memadai pelaksanaan Tes CPNS, P3K menggunakan sistem CAT akan bisa terlaksana dan difokuskan di Gedung Perpustakaan Daerah” ujar Kadis.

Wali Kota Bima, H.Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi Media Bimantika Senin 28 Pebruari 2022 mengungkapkan bahwa Gedung Perpustakaan merupakan ikhtiar dan Gerakan membangun Peradaban di Kota Bima.

“Gedung tersebut bertujuan untuk menggaungkan gerakan literasi kepada masyarakat dalam mencerdaskan anak bangsa yang ada di Kota Bima dan diharapkan dengan adanya Gedung Perpustakaan semakin menumbuh kembangkan minat baca masyarakat Kota Bima terhadap buku” ujar Walikota HML.

Menurut Walikota HML bahwa sesungguhnya eksistensi Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bima adalah membuka lebar-lebar tentang Dunia secara Global di era Millenial ini.

“Keberadaan gedung Perpustakaan ini tentu akan menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Kota bima, karena di tempat inilah jendela dunia akan terbuka di era Millenial ini” ungkap Walikota HML.

Oleh Karena Itu, Penting adanya Gedung Perpustakaan Daerah ini sebagai wadah dan wahana mengembangkan potensi-potensi intelektualitas.

“Perpustakaan Daerah Kota Bima adalah Pusat Peradaban Keilmuan karena berbagai pengetahuan disajikan ditempat ini, sehingga akan menciptakan learning society bagi masyarakat dan Buku adalah jendela ilmu Pengetahuan” demikian ujarnya.

Masih menurut Walikota HML bahwa gedung Perpustakaan Daerah yang di bangunnya bukan saja sekedar untuk tempat membaca buku, namun design nya multi fungsi.

“Fungsi lainnya gedung Perpustakaan daerah Kota Bima dengan bangunan tiga lantai itu bisa dijadikan sebagai tempat pertemuan sosial, pertemuan Partai Politik pertemuan Keagamaan karena di lantai tiga nya di desaign untuk tempat nongkrong dan dilengkapi dengan cafe dan kedai cofee” ungkap Walikota HML. (***)

Walikota HML Silaturrahim dengan Warga Nitu

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) Minggu Malam 27 Pebruari 2022 menerima silaturrahim sejumlah warga Kelurahan Nitu Kecamatan RasanaE Timur Kota Bima.

Walikota HML menerima
Silahturahim warga Kelurahan Nitu penuh dengan rasa kekeluargaan dan familiar sehingga tercipta kedekatan antara pemimpin dengan rakyat yang di pimpin.

Kehadiran warga Nitu di kediaman Walikota HML adalah pertanda betapa besar rasa cinta warga pada pemimpinnya.

Dalam pertemuan Silaturrahim itu nampak dihadiri oleh tokoh-tokoh Agama, tokoh Pemuda dan seluruh ketua RT dan RW.

“Kami menemui Pak Walikota semata-mata menjalin kedekatan dengan pemimpin kami” ujar salah seorang tokoh Agama yang di Wawancara Media Online Bimantika.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) nampak santai dalam menerima tamu yang tidak lain warga nya sendiri.

Sesekali memberikan joke-joke kecil yang membuat pertemuan itu nampak akrab dan familiar

“Silaturrahim itu adalah ibadah yang sangat besar pahalanya di sisi Allah SWT, menambah rezeki dan memperpanjang umur itu kaya kiyai saya” demikian ungkap Walikota HML saat di wawancara Media online Bimantika di kediamannya.(***)

Bis Penumpang Sumbawa-Bima Jatuh di Jurang Madapangga

Bimantika.net Bis penumpang PO Sri Putri Jurusan Sumbawa-Bima jatuh di jurang Taman Wisata Madapangga, Minggu siang 27 Pebruari 2022

Kecelakaan tunggal itu diduga kuat rem blong sehingga supir tidak mampu mengendalikan laju bis yang berposisi jalan menurun.

Puluhan penumpang mengalami luka dan dibawa ke Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat.

Saksi mata yang juga sebagai salah satu penumpang menyebutkan bahwa Sebelum mobil jatuh ke jurang, supir sempat minta minyak rem pada kondekturnya.

Tak lama setelah itu laju kendaraan semakin kencang dan jatuh ke jurang.

liputan langsung media online Bimantika bahwa puluhan penumpang mengalami luka sobek dan lecet, dan mendapat perawatan pihak rumah sakit Sondosia dan Puskesmas Bolo

Informasi yang di himpun media Online Bimantika Biro Madapangga bahwa saat kejadian supir dan kondektur tidak ada di tempat.

Para penumpang yang menjadi korban kecelakaan tersebut masing-masing menyelamatkan diri dan merawat luka yang di alaminya di Puskesmas Bolo dan Rumah Sakit Sondosia Kabupaten Bima. (***//Yadin Biro Madapangga)

Penjelasan TGB Soal Pengeras Suara

Bimantika.net Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia DR. TGB HM Zainul Majdi, Lc., MA merespon surat edaran dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengenai pengeras suara.

TGB yakin niat dari Menteri Agama adalah baik. Sosoknya dinilai TGB sebagai seorang tokoh dari organisasi Islam yang terbesar di Indonesia.

“Kemudian juga putra dari seorang ulama besar Almagfurlah Kiai Cholil Bisri Rembang. Jadi, niat beliau pasti baik itu yang pertama,” katanya, Jumat (25/2) di Apitaik, Lombok Timur.

Yang kedua, lanjut TGB, dari surat edaran itu memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Sebagai bahan untuk mengkoreksi yang pertama salah satu kaidah paling mendasar di dalam membuat suatu kebijakan publik itu adalah imparsialitas.

“Artinya rata seimbang adil tidak memihak. Karena itu kalau ingin menciptakan pengaturan maka seharusnya yang diatur itu bukan hanya masjid dan musholla,” kata TGB.

Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) ini mengungkapkan, pengeras suara tak hanya digunakan di mushlla dan masjid.

Pengeras suara juga dipakai di tempat ibadah yang lain. Ada momen-momen di mana acara ritual keagamaan itu juga mengeluarkan suara yang cukup besar.

“Sehingga menurut saya kalau memang mau membuat satu surat edaran untuk mengatur penggunaan pengeras suara di rumah ibadah jauh lebih baik tidak hanya menyangkut masjid dan musala,” lanjutnya.

Hal ini, sambung Doktor Ahli Tafsir ini, supaya tidak kemudian menciptakan kesan bahwa seakan-akan yang berpotensial mengganggu ketenangan atau ketentraman itu hanya suara yang keluar dari masjid dan musala.

Sementara semua tahu, rumah ibadah non Islam itu juga mengeluarkan suara kidung-kidung, lagu-lagu pujian, lagu-lagu keagamaan.

Di banyak tempat di Indonesia ini sesungguhnya masjid itu tidak hanya tempat berkumpul untuk salat. Pengeras suara masjid itu juga tidak hanya fungsinya untuk digunakan azan dan iqamat saja atau mengaji, di banyak tempat di Indonesia juga Lombok rata-rata masyarakat menjadikan masjid sebagai sentral kegiatan.

Sehingga dari pengeras suara di masjid itu digunakan untuk mengumumkan ada kematian kemudian kalau ada kegiatan gotong royong, dan ada kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Pengeras suara masjid atau musholla memiliki juga fungsi sosial budaya. Jadi, menurut TGB di daerah-daerah seperti misalnya di NTB justru pengeras suara masjid itu bukan mengganggu sebaliknya malah menjadi rujukan dari masyarakat di desa.

“Karena di situ sekali lagi bisa juga digunakan untuk banyak pengumuman-pengumuman yang menjadi perhatian dari masyarakat,” ujarnya.

Yang justru bermasalah, kata TGB adalah di masyarakat perkotaan. Di perkotaan tidak hanya satu agama. Seperti di Jakarta, penduduknya heterogen memungkinkan untuk diatur.

Meski begitu, sambung TGB, pengaturan ini lebih baik diserahkan kepada kearifan bersama. Di Indonesia ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), sesuai namanya forum ini kerjasama umat beragama.

Untuk daerah-daerah tertentu dimana masyarakatnya sangat heterogen diatur. Penggunaan pengeras suara di rumah ibadah itu disesuaikan tak terlalu besar.

“Diserahkan kepada FKUB untuk kemudian membuat kesepakatan bersama. Kesepakatan itu lahir dan dibicarakan di tingkat masyarakat dan disepakati itu akan jauh lebih mudah diterima,” ujarnya.

“Dibanding surat edaran yang isinya berlaku untuk semua padahal situasi masing-masing daerah itu beda-beda,” sambungnya.

Di NTB yang dikenal dengan Pulau Seribu Masjid, ucap TGB, suara dari masjid yang dirindukan. Suara yang justru menjadi penyejuk, tidak ada yang merasa terganggu.

Bila hal ini berkenan dikoreksi menjadi hal bagus, sehingga tidak terkesan hanya menyasar kepada masjid dan musholla.(***)

Hasan Basri Nahkodai Sahabat Polisi Indonesia DPW Jawa Barat dan Siap Berikan Kontribusi

Bimantika.net Bandung – Pengurus Sahabat Polisi Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat resmi di kukuhkan, Sabtu (26/02/2022). Pengukuhan dan pelantikan yang dihadiri langsung oleh Dewan Pimpinan Nasional Sahabat Polisi Indonesia Fonda Tangguh menetapkan Hasan Basri sebagai Ketua Umum SPI Jawa Barat, dan Sekretaris Jendral Yudha Prakarsa K Wiguna.

Ketua Umum Sahabat Polisi Jawa Barat terlantik, Hasan Basri menyampaikan, SPI merupakan gerakan sosial kemasyarakatan yang berfokus pada edukasi pemberdayaan dan sosial untuk mewujudkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung Institusi Polri yang humanis.

“Hadirnya kami Sahabat Polisi Jawa Barat untuk membantu mengaktualisasikan Nilai-nilai Pancasila dan UU 1945 dalam kehidupan bermsyarakat, bertetangga dan bernegara,” Ungkap Hasan Basri, Sabtu (26/02/2022).

Selain itu, Hasan Basri dalam sambutannya mengatakan, kehadiran SPI diantaranya juga untuk membangun sinergitas dengan masyarakat demi terwujudnya Nilai-nilai gotong royong dan mewujudkan Polri sebagai sahabat masyarakat.

“Sehingga langkah awal kami SPI Jawa Barat akan fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia dan penguatan kesehatan, kami akan merangkul masyarakat yang kesulitan untuk pendidikan,”Katanya.
“Dan insyaallah kami sudah kerjasama dengan beberapa instansi kampus untuk memberikan beasiswa kepada putra putri terbaik jawa barat,” tambahnya.

Hasan berharap, kedepan Sahabat Polisi Indonesia DPW Jawa Barat dapat berkolaborasi dan membangun sinergitas bersama pihak Kepolisian khususnya Polda Jawa Barat untuk memberikan kontribusi penuh kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, kami mohon dukungan dan bimbingannya dari seluruh stakeholder selama berjalannya organisasi SPI di Jawa Barat untuk terus berkontribusi membangun Jawa Barat menumbuhkan kebersamaan yang harmonis saling asah saling asuh,”pungkasnya.

Untuk di ketahui dalam kegiatan pengukuhan pengurus SPI DPW Jawa Barat tersebut, Ketua Umum Sahabat Polisi Hasan Basri turut memberikan Beasiswa kepada putra putri terbaik Jawa Barat dan memberikan bantuan kepada panti asuhan Baitul Afief. (***)

Putra Bangsa Menggugat Minta Brigjend TNI Junior dibebaskan

Bimantika.net Sebuah konferensi yang dilakukan oleh Putera Bangsa Menggugat (PBM) di Jakarta Selatan berubah menjadi sebuah ketegangan yang serius.
Kejadian ini beredar dalam sebuah video yang viral.

Ketegangan tersebut terjadi dalam konferensi pers yang berlangsung pada 26 Februari 2022.

Konferensi Pers terjadi karena Nama Brigjen TNI Junior Tumilaar menjadi perbincangan banyak publik dan juga tokoh penting Indonesia lainnya.

Nama Staf Khusus KSAD Brigjen TNI Junior Tumilaar seketika menjadi sorotan karena ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

“Dan hinggat saat ini, brigjen junior masih ditahan. Sehingga kami memutuskan untuk melakukan konfrensi pers,” tegas Mahes saat wawancara.

Putra Bangsa Menggugat meminta pihak terkait untuk membebaskan Brigjen Junior Tumilaar dari seluruh tuduhan yang membuatnya mendekam di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok.

Pasalnya, menurut dia, Brigjen Junior tidak bersalah. Dia juga mengajak masyarakat untuk ikut bersuara mendesak supaya Brigjen Junior dibebaskan dari hukuman.

Lebih lanjut, kasus sengketa tanah antara warga Bojong Koneng dengan PT SC turut menjadi perhatian DPR RI.

Brigjen Junior Tumilaar ikut dalam rombongan perwakilan warga Bojong Koneng dan kuasa hukumnya dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi III DPR untuk melakukan audiensi.

RDPU Komisi III DPR itu digelar pada 19 Januari 2021 di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Seharusnya dalam Rapat Dengar Pendapt tersebut DPR RI harus melihat persoalan ini secara mendalam, tidak dengan pendekatan politis,” ujar Koordinator PBM.

PMB juga meminta DPR RI Komisi III untuk turut andil dalam kasus Brigjen Junior.

Berikut tuntutan yang dibacakan saat konfrensi pers:

  1. Meminta KSAD Dudung untuk membebaskan Brigjen Junior tanpa syarat
  2. Meminta Komisi 3 DPR ikut andil dalam kasus Brigjen Junior demi kepentingan rakyat
  3. Meminta klarifikasi KSAD Dudung yang menyatakan bahwa membela rakyat bukan tugas TNI aktif. (***//Rifan)