Bimantika.net _Dua atlit panjat tebing Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 kota Bima yang akan berlaga di kejuaraan panjat tebing Nasional di UIN Solo.
Kedua orang atlit itu adalah atlit binaan bersama MAN 2 Kota Bima dengan federasi panjat tebing indonesia (FPTI) Kota Bima.
Mereka adalah M. Naufal Bimasbuqin kelas XII ipa dan MF. Fadillah Rosyd kelas X 8.
Menurut ketua harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) kota bima M. Fauzi, S.Pt menjelaskan bahwa sebelum duta MAN 2 kota bima ini mengikuti kejuaraan panjat tebing nasional di Solo telah mengikuti tahapan program yang telah ditetapkan oleh pelatih panjat tebing kota bima.
Lanjut Fauzy bahwa Keduanya ini akan mengikuti dua nomor pertandingan yaitu lead perorangan pelajar putra dan lead umum putra.
Dimana pada kejurnas ini federasi panjat tebing indonesia kota bima mengirim tujuh atlit terbaik baik sebagai peserta pelajar maupun peserta umum.
“Mereka telah mengikuti program tranining center mandiri sejak mengikuti seleksi atlit panjat tebing yang akan berlaga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun ini” ungkapnya.
Masih menurutnya bahwa
Naufal dan Rosyd pada porprov nantinya akan turun pada nomor lead perorangan U 19 dan speed.clasic U 19.
“Salah satu tujuan mengikuti kejuaraan nasional yg diadakan oleh Mapala UIN Solo adalah sebagai ajang uji kemampuan, mengukur hasil training selama 6 bulan terakhir ini” Ungkap.M Fauzi.
Ia menambahkan bahwa pasca pandemi covi 19 hampir diberbagai wilayah di Indonesia tidak dapat mengadakan kegiatan kegiatan.
Termasuk salahsatunya adalah olahraga panjat tebing.
M. Naufal Bimasbuqin sendiri adalah atlit unggulan kota bima pada kategori kelompok umur berdasarkan hasil simulasi dan uji tanding sesama atlit kota bima.
Sebenarnya ada tiga atlit Man 2 Kota bima yang akan berlaga pada kejuaraan ini namum karena satu orang atas nama Ahsanul Furqan mengalami cedera sehingga tidak bisa mengikuti kejuaraan (infensi jari tangan).
Awan panggilan akrabnya sementara ini sedang intens pengobatan cedera.
Ditanya tentang target M Fauzi Menjelaskan bahwa kami belum bisa menargetkan apa-apa pada event ini. Karena ini kejuaraan pertama pasca covid 19.
“Belum bisa membaca kemampuan pelajar daerah lain. Insya Allah ungkapnya paling tidak adik-adik atlit pelajar mendapatkan pengalaman yang berharga” ungkapnya.
Sambung Fauzy yang juga Ketua RW di Kelurahan Sarae ini setidaknya adik-adik atlit bisa rasakan aroma kejurnas dapat dirasakan bagaimana teknik dan cara memanjat mereka dapatkan pada kejurnas ini yang jelas grade mereka akan meningkat.

Kepala Sekolah MAN 2 Kota Bima Muslihah, S.Pd menjelaskan bahwa rasa bangga dan terharu kepada para duta Man 2 kota bima karena terus terang saya kaget ternyata atlit pelajar terbaik NTB ada di kota bima lebih-lebih dari MAN 2 kota bima.
“Besar harapan saya semoga Naufal dan Rosyd dapat mengharumkan nama Man 2 kota bima lebih lebih Kota Bima dan NTB” ujarnya.
Lanjut ibu kepala kami pada prinsipnya akan tetap membina siswa yang berprestasi baik prestasi akademik maupun olahraga.
“Insya Allah tahun depan sarana dan prasara olahraga panjat tebing akan kami bangun di Man 2 kota bima” tegasnya.
Disamping bernilai estetika yang utama adalah adanya generasi penerus olahraga panjat tebing kota bima.
“Karena kami dengar ada atlit elit internasional panjat tebing indonesia berasal dari kota bima. Kalau tidak namanya Nurul Iqamah. Insya Allah pak wartawan akan banyak Nurul baru di MAN 2 kota bima” ungkapnya. (****)
