Sekularisme; Racun yang Menggerogoti Tubuh Pemuda dan Generasi Muslim

jpn

Oleh: Rahmania, S. Psi

Bimantika.net _Generasi adalah kekayaan berharga bagi kita. Keberadaan mereka ibarat sebuah jantung bagi sebuah tubuh, karena memang sebegitu pentingnya peran dan keberadaan generasi muda. Demikian pula sebuah peradaban, tonggaknya ada pada pemuda.

Bahkan suatu peradaban sulit terwujud jika tanpa perjuangan pemuda. Sebagaimana suri tauladan kita, Rasulullah SAW yang merekrut kaum muda dalam membantu dakwah beliau.

Pun jihad, dalam rangka agar Islam tersebar luas, beliau lakukan bersama para pemuda.

Hari ini kita melihat secara langsung, membaca berita di media, hingga menyaksikan di layar televisi, sungguh menyayat hati kondisi kaum muda dan generasi hari ini. Mereka tidak hanya menjadi korban dari berbagai tindak kejahatan dan kriminal, namun juga sebagai pelaku kejahatan dan kriminal itu sendiri.

Para pemuda dan generasi hari ini juga dihadapkan pada krisis moral dan adab, yang membuat mereka kehilangan empati terhadap lingkungan. Kondisi kerusakan ini menimpa generasi dan pemuda di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, juga di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kota Bima.

Di daerah Bima, baik di Kota maupun di Kabupatennya, generasi dihadapkan dengan berbagai masalah kejahatan dan kriminal. Dirilis dari Tribun Lombok tahun 2022 bahwa kasus kejahatan dan kriminal di Kota Bima sebanyak 217 kasus terlapor.

Mereka terlibat dalam kasus penggunaan narkoba hingga berada dalam gurita pengedar dan bandar narkoba. Polres Bima Kota telah mengungkap 76 kasus penggunaan dan pengedaran narkoba sepanjang tahun 2022.

Juga menjadi korban pembunuhan hingga pelaku pembunuhan. Korban kekerasan seksual hingga pelaku kekerasan seksual, pencabulan dan pemerkosaan.

Mereka juga korban kejahatan juga sekaligus pelaku perampokan, pencurian, begal, dan panahan.

Tak ketinggalan pergaulan bebas hingga berujung pada hamil di luar nikah, putus sekolah, dan sekelumit masalah lain.

Tidak hanya itu, para pemuda dan generasi juga dihadapkan pada krisis moral dan adab.

Abainya Perhatian Masyarakat Hingga Negara

Tidaklah kerusakan demi kerusakan yang menimpa generasi hari ini terjadi atas kesalahan mereka secara personal. Kerusakan tidak hanya terjadi atas kurangnya ketaatan secara individu. Justru ketaatan individu saja tidak akan cukup mencegah mereka dari berbuat maksiat dan kerusakan.

Mungkin kita percaya bahwa seorang PSK bisa berubah menjadi alim jika hidup di lingkungan yang baik. Masyarakat dan tata aturan tempat dia hidup akan mendorong si PSK untuk berlaku ahsan dan beramal baik. Walau awalnya terpaksa, lambat laun akan menjadi kebiasaan. Katakan di lingkungan tersebut masyarakat terbiasa sholat tepat waktu, sedekah dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan amal shalih, menghidupkan Masjid dengan aktivitas ta’lim, belajar dan mengkaji Islam, amar makruf nahi mungkar sebagai ruh dalam kehidupan masyarakat tersebut.

Ditambah dengan diberlakukan sanksi bagi anggota masyarakat yang tidak taat pada sistem kehidupan yang berlaku di dalam masyarakat tersebut.

Lambat laun si PSK akan hidup sebagaimana masyarakat itu hidup. Sebaliknya, seorang ‘alim akan rusak jika dia hidup di lingkungan PSK.

Awalnya bisa jadi seorang ‘alim tersebut melihat kemaksiatan, lambat laun dia akan menjadi pelaku maksiat. Karena lingkungan tersebut menjalankan kehidupan mereka di atas maksiat dan pasti tidak ada yang saling mengingatkan akan maksiat tersebut apalagi tidak ada pihak yang memberlakukan sanksi, maka seluruh masyarakat akan berada dalam kemaksiatan yang sama.

Sedemikian penting kontrol masyarakat dan tata aturan yang mengarahkan manusia untuk taat dan takwa. Sementara hari ini, fakta kehidupan masyarakat telah mengalami distorsi yang begitu jauh dari Islam, oleh karena sistem kapitalisme sekuler yang menjadi kendali pemikiran dan kehidupan umat hari ini. Kita sudah jarang menjumpai masyarakat yang saling tolong menolong dalam kebaikan dan taat. Sebaliknya, tolong menolong dalam mendiamkan maksiat, juga tolong menolong dengan motif materi.

Kehidupan masyarakat pun berorientasi pada ekonomi dan materi. Wajar, kenaikan BBM berdampak pada mahalnya harga pangan, juga mahalnya biaya kesehatan dan pendidikan membuat masyarakat secara terpaksa harus sibuk bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang serba mahal.

Jika seperti ini, wajar jika kehidupan masyarakat apatis antara satu dengan yang lain, individualistis hanya memikirkan diri dan keluarga masing-masing, minim rasa empati dan kepedulian.

Akhirnya fungsi kontrol antar masyarakat bukan lagi dalam ketaatan dan kebaikan. Amar makruf nahi mungkar menjadi aktivitas aneh, karena dianggap kepo dan mengurusi masalah orang lain. Sehingga saat melihat remaja dan generasi muda melakukan kesalahan bahkan pelanggaran syariat, tidak terpanggil untuk peduli dan memperbaikinya.

Selain itu kurikulum di sekolah juga ikut mengambil bagian bagi rusaknya generasi dan pemuda hari ini.

Kurikulum moderasi yang semakin menjauhkan mereka dengan nilai-nilai Islam, isu deradikalisasi yang semakin masif diaruskan di dunia sekolah hingga pesantren membuat mereka semakin takut untuk mengenal dan memahami agamanya sendiri karena khawatir dicap radikal. Apalagi adanya proyek 3 Menteri yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Agama dengan memfokuskan para pelajar pada aktivitas seni dan budaya, film, dan olahraga.

Hari ini sekolah tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tapi juga bernyanyi, bermain film, tari-tarian, fashion show, masak masakan khas daerah nusantara, berbagai cabang olahraga dan itu dilombakan antar sekolah dari tingkat dasar, menengah pertama hingga menengah atas.

Jika kurikulum di sekolah seperti ini, lalu bagaimana output pelajar dan generasi kita? Padahal mereka hari ini adalah mereka yang menjadi pemimpin dan penerus peradaban kelak. Negara dengan kurikulum sekuler telah gagal membentuk karakter remaja dengan karakter Islam sejati, berkarater pemimpin yang memiliki tsaqofah yang khas.

Dengan demikian, wajar jika kerusakan demi kerusakan menimpa para remaja dan generasi. Karena sistem kehidupan yang ada hari ini adalah sistem kehidupan yang rusak dan merusak.

Mereka digiring untuk jauh dari nilai-nilai Islam dan kebenaran. Kita harus sadar bahwa pengrusakan ini dilakukan secara sistemik, terarah dan masif.

Maka kita tidak boleh tinggal diam melihat generasi kita menjadi target pengrusakan ini.

Kegagalan Keluarga Membina Generasi

Kerusakan generasi dan pemuda tidak terlepas juga dari kegagalan keluarga sebagai benteng terakhir yang melindungi remaja dari berbagai ancaman dan kerusakan kehidupan hari ini.

Hilangnya peran ayah sebagai qowwam yang berkewajiban mendidik anak dan istrinya dengan ilmu agama, juga nihilnya fungsi ibu sebagai ummu wa robatul bayt menjadi bencana tersendiri bagi keluarga kaum muslim hari ini. Hal ini terjadi karena jauhnya keluarga dari Islam.

Islam tidak dijadikan sebagai aturan hidup dalam keluarga, individu-individu dalam keluarga tidak mengikat dirinya dengan syariat Allah.

Akibatnya banyak ayah yang hanya mencukupkan diri dengan memberi nafkah materi pada keluarga. Demikian dengan ibu yang tidak memiliki waktu untuk menuntut ilmu sebagai bekalnya dalam mengasuh dan mendidik anak dengan alasan tidak memiliki waktu atas kesibukannya di kantor.

Sekularisme telah membentuk keluarga yang jauh dari Islam dan syariatnya. Akibatnya sulit bagi keluarga untuk membentuk ketaatan individu dalam keluarga. Baik itu ketaatan pada anak-anak hingga ketaatan orangtua.

Dengan gagalnya fungsi keluarga membentuk ketaatan individu anak, didukung oleh gagalnya masyarakat menjalankan fungsi kontrolnya, juga abainya negara dalam melindungi para generasi dari rusaknya pemikiran berdampak pada rusaknya perilaku adalah jawaban mengapa remaja hari ini rusak tercabik-cabik.

Potensi besarnya telah mandul, tumpul. Jika ini dibiarkan, jangankan untuk membangkitkan umat, membangkitkan dirinya sendiri pun mereka gagal.

Islam Mewujudkan Generasi Kuat Berkarakter Pemimpin

Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Islam bukan saja agam ritual namun Islam adalah konsep dan peraturan hidup. Islam memiliki konsep yang khas dalam sistem ekonomi, uqubat, politik, sosial, juga pendidikan.

Islam adalah agama wahyu, syariatNya tidak lain mewujudkan pada keberkahan dan kebaikan jika diterapkan. Sebab syariat Islam mengantarkan manusia pada takwa dan taat pada Allah Al-Khaliq Al-Mudabbir. Seperti dalam sistem perekonomiannya,

Islam mengatur sistem kepemilikan agar alam semesta dan sumber daya yang dimiliki tidak dikuasai oleh segelintir manusia.

Bahwa ada kepemilikin umum yang harus dikelola oleh negara kemudian hasilnya dikembalikan kepada rakyat dengan cara pemenuhan kebutuhan dan hajat hidup mereka. Sehingga tidak ada rakyat yang menaggalkan kewajiban dengan alasan mencari nafkah.

Islam menyediakan lapangan pekerjaan bagi suami agar mereka dimampukan untuk menafkahi istri dan anak di rumah. Maka tidak ada suami ataupun istri yang sibuk bekerja bahkan rela meninggalkan anak-anak hanya untuk sekadar mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Dengan demikian orangtua memiliki waktu untuk menuntut ilmu Islam, mengkaji dan mendalami Islam sebagai bekal dalam membentuk ketaatan diri mereka dan anak-anak. Orangtua yang taat dan rajin mengkaji Islam juga akan melibatkan anak-anak mereka ke dalam aktivitas yang sama dengan mereka. Maka jika demikian, negara telah membantu rakyatnya dalam mengokohkan akidah dan membentuk keluarga tholabul ‘ilmi yang atasnya akan melahirkan keluarga yang memiliki visi misi surga.

Demikian dalam sistem pendidikan. Islam memiliki karakter pendidikan yang khas, yaitu pendidikan berbasis tsaqofah Islam.

Sebab bangunan akidah adalah hal paling penting dan mendasar untuk dibentuk pada diri anak-anak.

Maka negara berperan dalam merumuskan kurikulum yang membentuk kepribadian Islam pada mereka dan seluruh kurikulum pada usia sekolah senantiasa merujuk pada pembentukan akidah yang shohih.

Jika akidahnya sudah benar maka generasi kita akan mengetahui yang benar dan salah, yang haq dan bathil. Apalagi negara Islam juga menerapkan sistem sosial dan pergaulan yang kondusif dengan mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan hanya dalam hal-hal yang boleh dalam timbangan syara’.

Dengan peraturan, konsep dan sistem hidup yang komperehensif seperti ini, adanya kolaborasi bersama antar pilar keluarga, pilar masyarakat dan pilar negara, maka generasi berkarater pejuang yang kuat dan kokoh pasti akan terwujud. Sejarah mencatat bagaimana pemuda-pemuda dalam binaan sistem Islam. Mereka tumbuh menjadi generasi cerdas, delegasi-delegasi hebat, para pemimpin-pemimpin pasukan perang, mereka ilmuwan sekaligus ulama dan mujtahid.

Keberadaan mereka dikenang dan dikenal dunia hingga hari ini. Ilmu-ilmu yang mereka tulis menjadi rujukan manusia hingga hari ini. Demikianlah sistem yang hebat dan luar biasa, ia akan menghasilkan hal-hal luar biasa dan hebat pula. Sangat jauh berbeda dengan kondisi hari ini yang justru menyeret pemuda pada kerusakan yang sangat akut. Bayangkan saja muncul istilah-istilah rebahan, sad boy dan lain sebagainya. Istilah konyol, sekonyol sistem yang mengatur kehidupan mereka.

Wallahu a’lam. (***)

Jelang Bulan Ramadhan 1444 H, Bhayangkari Woja Bagi-bagi Al Qur’an di YABAS Dompu

jpn

Bimantika.net _Jelang Bulan Suci Ramadhan 1444 H, bertempat di Yayasan Abu Bakar Ahmad Siddin disingkat YABAS, Ketua Ranting Bhayangkari Woja Nursinah Zainal Arifin, bersama anggota lainnya melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial, Rabu (18/1/2023) sekira pukul 17.00 Wita.

Kedatangan ‘Emak-emak’ hebat lingkup Polsek Woja di Jalan Syech Muhammad No. 5 Lingkungan Jado, Kelurahan Dorotangga Kecamatan Dompu, disambut hangat para pengurus Yayasan.

Pada pelaksanaannya, Nursinah Zainal menyampaikan maksud kedatangannya dalam rangka untuk menjalin silaturahmi dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan Tahun 1444H/2023M.

Tak hanya itu, Emak-Emak Pasangan Hidup Personil Polsek Woja itu juga menyerahkan secara simbolis bantuan berupa Paket Al-Qur’an, Buku Metode Belajar Qur’an serta Buku Tajwid langsung di terima oleh Pengurus Yayasan, dalam hal ini Ustadzah Sri Mulyati.

Harapannya, selain jalinan silaturahmi, ‘Sowan’ Ketua Ranting bersama anggota Bhayangkari Woja itu memberi pesan semoga Para Santri Yayasan dapat belajar lebih giat lagi terutama Membaca Al-Qur’an.

Nursinah menambahkan, kiranya bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan dapat digunakan oleh anak-anak calon Hafizh/Hafidzah Qur’an khususnya di Yayasan Abu Bakar Ahmad Siddin. (***)

MK Tunda Sidang Uji Materil UU Pemilu, Dari Sistim Proporsional Terbuka Ke Proporsional Tertutup

jpn

Bimantika.net _Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia, Prof. DR. H. Anwar Usman menyampaikan bahwa menunda pelaksanaan sidang uji materiil Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang akan membahas sistem Pemilu terbuka untuk diajukan menjadi tertutup.

Penundaan itu menurut Ketua MK putra Asli Kelahiran Bima NTB tersebut berkaitan dengan berbagai pertimbangan dan faktor tekhnis.

Menurut Guru Besar Ilmu Hukum itu Penundaan disebabkan Karena perubahan sistem persidangan yang semula akan dilakukan secara daring (dalam jaringan). Namun kini sidang tersebut dilakukan secara luring (luar jaringan).

“Oleh karena itu, untuk sidang secara luring atau sidang pada hari ini, ditunda pada hari Selasa tanggal 24 Januari 2023, jam 11.00 WIB,” kata Anwar Usman pada Selasa 17 Januari 2023.

Anwar menjelaskan bahwa MK harus menyiapkan sejumlah protokoler sidang. Seperti memberi tahu kepada pihak lain termasuk presiden, para pemohon dan pihak terkait yaitu penyelenggara Pemilu.

Lanjutnya, MK harus memberi tahu kepada pihak-pihak lain yaitu presiden dan para pemohon tentunya, termasuk pihak terkait KPU, termasuk pula para pihak terkait ada sekitar 11 yang memohon untuk dijadikan pihak terkait.

“Sekali lagi, untuk sidang secara luring, tentunya MK akan melakukan beberapa persiapan seperti yang berlaku selama ini. Dari cara mengatur tempat duduk, kemudian pengamanan dan lebih utama adalah memberi tahu kepada pihak-pihak lain termasuk pihak terkait KPU,” Demikian ujar Pria Kelahiran Bima NTB ini. (**)

Curi Kambing, Pria Asal Kempo di Tangkap Polisi

jpn

Bimantika.net _Seorang pria inisial JO (32) tak berkutik saat diringkus Timsus Polsek Kempo lantaran diduga melakukan tindak pidana pencurian seekor kambing milik SU (37), di Dusun Oi Lanco Desa Kempo Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Selasa (17/1/2023) sekira pukul 12.30 Wita.

Parahnya, terduga pelaku yang masih satu kampung dengan pemilik kambing (baca: korban) itu melancarkan aksinya pada Kamis Subuh sesuai laporan polisi bernomor: LP 02 SPKT/ Sek.Kempo/ Res.Dompu /Polda NTB, Tgl 17 Januari 2023.

Kapolsek Kempo, Iptu Zuharis dalam keterangannya menyebutkan, bahwa terduga pelaku diamankan tanpa perlawanan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.

“Terduga ditangkap di pinggir jalan Depan Puskesmas Lama Kempo,” ungkap Kapolsek.

Awalnya, kata Kapolsek, berdasarkan pengakuan korban pada Kamis (14/1) kasus pencurian itu pertama kali diketahui oleh istrinya sekira pukul 05.30 yang saat itu hendak shalat subuh dan keluar untuk berwudhu.

Saat melewati kandang, lanjut Kapolsek, istri korban mendapati pintu kandangnya terbuka, sementara Kambing Etawa warna kombinasi hitam putih (black white), umur sekitar 2 tahun, harga sekitar 5.5 juta rupiah miliknya juga tak ada di dalam kandang.

“Kemudian, si istri melapor ke suaminya dan atas kejadian itu lalu suaminya melapor ke Mapolsek untuk ditindaklanjuti,” ujar Kapolsek.

Menindaklanjuti lanjuti laporan korban, Kapolsek langsung memerintahkan personil untuk menyelidiki sekaligus menangkap terduga pelaku.

“Setelah memastikan ciri-ciri terduga, Timsus langsung mendatangi rumahnya, namun tak ada di tempat,” lanjut Kapolsek.

Tak lama kemudian, timsus akhirnya mendapat informasi dari warga dan langsung menangkap terduga yang tengah berada di pinggir jalan Lintas Calabai Desa Kempo, tempatnya di Depan Puskesmas Lama Kempo.

“Saat itu juga, terduga ditangkap tanpa perlawanan dan langsung diamankan ke Mapolsek untuk diproses lebih lanjut bersama barang bukti,” tutup Kapolsek. (***)

Tangkap Pengedar Narkoba di Talabiu, Polisi Dilempari Batu dan jalan Dihadang

jpn

Bimantika.net _Tim Opsnal Sat-Resnarkoba yang Backup Unit Patmor Polres Bima Polda NTB berhasil mengamankan terduga pelaku pengedar narkoba jenis Shabu Selasa 17/01/ 23 Sekira pukul 15.00 Wita di Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Kapolres AKBP Hariyanto, S.I.K. SH, ,melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka membenarkan Pihaknya telah mengamankan terduga pelaku pengedar Narkoba berinisial GW L/22 Warga Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

“GW diamankan karena menguasai dan memiliki Narkoba Jenis Shabu” ujar Kapolres sebagaimana diulas Adib.

Diamankannya terduga pelaku usai Tim Opsnal Sat-Resnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa GW sering melakukan transaksi Narkoba di Desa Talabiu.

Mendapat informasi tersebut Tim Opsnal Sat-Resnarkoba yang di Backup Unit Patmor langsung bergegas menuju TKP.

Sesampainya di TKP benar saja tim melihat GW yang tengah duduk Didepan rumah Salah satu Warga Setempat.

Tidak membuang Tim Gabungan tersebut langsung melakukan Upaya hukum dengan menggeledah badan terduga dan area sekitar yang disaksikan oleh Warga sekitar.

Dalam penggeledahan itu polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni, Lima Poket Narkoba Jenis Shabu Siap Edar, Satu Lembar Plastik kosong,Satu lembar plastik bungkusan merek C-tik,dan uang tunai Rp 200.000.( Dua Ratus Ribu Rupiah).

Usai melakukan penggeledahan dan mengamankan barang bukti petugas yang hendak menggiring terduga pelaku menuju Mapolres Bima tiba- tiba di lempari batu oleh sekelompok orang yang Diduga anggota sindikat pengedar narkoba.

Tidak hanya itu mobil petugas juga dihadang dengan menggunakan Batu, Pohon Kayu, Sarangge atau bale- bale, hingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan dan dibantu oleh masyarakat sekitar akhirnya aksi sekelompok orang itu bisa teratasi.

Sementara itu Kasat Resnarkoba AKP Wahyudi mengatakan,sebagai informasi yang diamankan awalnya 3 Orang namun setelah dilakukan pemeriksaan dari 3 orang Tersebut hanya Satu yang Diduga kuat terlibat atas kepemilikan Narkoba Jenis Shabu.

Sementara Dua orang tidak terlibat hanya saja waktu penggerebekan keduanya berada di TKP dan tidak terlibat dalam kepemilikan Narkoba dan sudah Kami Pulangkan, Tegas Wahyudin

Setelah itu GW dan sejumlah barang bukti digelandang menuju Mapolres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut. (***)

Walikota HML Ikut Rakornas Kepala Daerah & Forkopimda 2023, Ini Kata Presiden Jokowi

jpn

Bimantika.net _Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) ikut menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia Tahun 2023, di Sentul International Convention Centre (SICC), Sentul, Jawa Barat, Selasa, 17 Januari 2023.

Walikota HML hadir bersama dengan 4.545 Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan Forkopimda se-Indonesia,

Kegiatan yang berlangsung membahas kondisi Daerah tersebut dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.

Dimomentum tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak, baik pusat maupun daerah, sehingga pandemi COVID-19 di tanah air dapat dikendalikan dan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga dengan baik dan Indonesia Pulih kembali secara nasional.

“Pandemi Covid-19 berhasil kita kelola dan kita kendalikan dengan baik, dan stabilitas ekonomi juga bisa kita kendalikan, kita pertahankan sehingga berada pada posisi yang sangat baik. Ini berkat kerja keras kita semuanya,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden membeberkan beberapa hal terkait kesuksesan Bangsa Indonesia dalam mengendalikan Covid-19.

Presiden menyebut vaksinasi COVID-19 di Indonesia mencapai 448 juta dosis suntikan.

Bahkan Presiden mengaku, penyuntikan 448 juta dosis vaksin tersebut bukan pekerjaan yang mudah, namun hal tersebut dapat dilakukan berkat dukungan berbagai elemen bangsa.

“Menyuntik 448 juta suntikan bukan barang yang gampang, tapi karena TNI juga ikut, Polri juga ikut, seluruh gubernur, bupati, wali kota, sampai ke tingkat RT/RW semuanya ikut. Itu yang menyebabkan kita bisa menyelesaikan COVID-19 dengan baik,” ujarnya.

Presiden pun mengibaratkan penanganan pandemi di tanah air bak gaya permainan sepak bola total football, di mana semua elemen mengambil peran.

“Kita ini betul-betul total football saat itu, pontang-panting semuanya lari ke sana ke mari karena kita memang ingin COVID-19 bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Di tengah pandemi dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara, imbuh Presiden, Indonesia juga mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Pada kuartal III-2022 ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,72 persen dan di kuartal IV-2022 diperkirakan tumbuh 5,2 hingga 5,3 persen.

“Ini sebuah prestasi yang sangat baik sekali, karena di kuartal III kita bisa tumbuh 5,72. Bandingkan dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Meskipun mampu melalui tahun turbulensi ekonomi di 2022 dengan baik, kata Presiden, Indonesia harus tetap hati-hati dan waspada karena tahun 2023 masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi global.

“Semuanya harus hati-hati, harus bekerja keras semuanya mendeteksi informasi-informasi dan data-data yang ada di lapangan sehingga jangan sampai kita keliru membuat kebijakan. Sekecil apapun kebijakan itu harus berbasis pada data dan fakta-fakta di lapangan,” tegasnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 kolaborasi antara instansi pusat dan daerah mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tanah air.

“Tingkat inflasi juga terkendali dengan baik. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik [inflasi] pada September 2022 5,95 persen, kemudian pada bulan Oktober 2022 turun menjadi 5,71 persen, dan November 2022 turun sebesar 5,40 persen, dan untuk terakhir bulan Desember terjadi kenaikan sedikit 5,51 persen karena adanya pola demand yang bersifat seasonal atau musiman adanya Hari Raya Natal dan perayaan tahun baru,” imbuh Tito.

Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda Tahun 2023 ini mengusung tema “Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi”. Rakornas yang dihadiri oleh 4.545 peserta ini akan terbagi dalam empat panel.

Panel I membahas mengenai pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi, dengan pembicara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Budi.

Panel II dengan bahasan penguatan investasi, hilirisasi, dan kemudahan perizinan berusaha, menghadirkan pembicara Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hadi Tjahjanto.

Panel III membahas mengenai penanganan COVID-19, stunting, kemiskinan dan jaring pengaman sosial, dengan pembicara Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, serta ahli fisika dan matematika Yohanes Surya.

Panel IV dengan bahasan stabilitas politik, hukum, pengamanan, dan pengawasan, menghadirkan pembicara Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST. Burhanuddin, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, serta Panglima TNI Yudo Margono.

“Melalui momentum yang baik ini diharapkan keempat panel dapat memberikan masukan dan arahan tentang langkah aplikatif yang harus dikerjakan oleh daerah,” pungkas Tito. (***)

Bupati IDP dan ‘Raja Muda’ Ketua DPRD MPF Hadiri Rakornas Pertumbuhan Ekonomi & Pengendalian Inflasi

jpn

Bimantika.net _Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Selasa (17/01) selain diikuti para Menteri Koordinator, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Kabinet, Kepala Lembaga Non Kementerian, para Gubernur, juga dihadiri Bupati/Walikota, Ketua DPRD Provinsi, Ketua DPRD Kabupaten/kota dan semua unsur FORKOPIMDA Seluruh Indonesia.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) bersama Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Ferryandi, S.IP (MPF) dan seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Bima juga turut hadir pada Rakornas yang mengangkat tema, “Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi” tersebut.

Merilis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, dalam Rakornas yang berlangsung Selasa (17/1/23) di Sentul International Cinvention Centre (SICC) Kabupaten Bima Jawa Barat, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras semua pihak dalam menangani dan Pandemi Covid-19 berhasil dikelola dan dikendalikan dengan baik. “Sehingga stabilitas ekonomi dapat dikelola dan dipertahankan berada pada posisi yang sangat baik. Ini ini berkat kerja keras kita semuanya”. Kata Presiden Jokowi saat mengawali arahan pada Rakornas tersebut.

Dalam Rakornas tersebut Presiden Joko Widodo mengingatkan semua kepala daerah untuk waspadai goncangan ekonomi.

Meskipun kita berhasil melalui tahun turbulensi ekonomi pada 2022, namun perlu berhati-hati, karena tahun 2023 masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi kita dan bagi ekonomi global.

“Semuanya harus hati-hati, bekerja keras mendeteksi informasi data-data yang ada di lapangan sehingga jangan sampai kita keliru membuat kebijakan. Sekecil apapun kebijakan itu, harus berbasis data dan fakta”. Kata Presiden Jokowi mengingatkan para pejabat. (***)

Karya Nyata Dandim Bima Untuk Daerah Bima, Resmikan Penggunaan Pompa Hidram Untuk Warga Ni’u

jpn

Bimantika.net Danramil 1608-01/Rasanae Kapten Inf Seninot Sribakti mewakili Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos meresmikan menyerahkan pompa hidram air bersih kepada warga lingkungan Niu Kelurahan Dara Kota Bima, Selasa (17/1/2023).

Dalam sambutannya lewat Danramil 1608-01/Rasanae Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos menyampaikan bahwa TNI AD Manunggal Air merupakan salah satu implementasi yang dilakukan oleh TNI AD.

“TNI AD harus membantu menyejahterakan masyarakat terutama pasca Covid-19 yang sangat mempengaruhi perekonomian dan berdampak ke permasalahan pangan” ujar Dandim Bima putra Asli Bima ini dalam format Kata sambutannya.

Diungkapkannya, wilayah Nusa Tenggara Barat khususnya di Bima ini menjadi konsentrasi dari program Manunggal Air dan Ketahanan Pangan TNI AD.

Karena merupakan salah satu wilayah dengan permasalahan perekonomian yang kompleks seperti sulitnya mendapatkan air dan mengembangkan pertanian.

Mengakhiri sambutannya, lewat Danramil 01/Rasanae Dandim menyampaikan ucapan terima kasih atas sinergitas yang telah terjalin dengan baik antara TNI AD dengan pemerintah Kota Bima serta komponen bangsa lainnya untuk menyukseskan program pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih kepada Bu Camat dan dan Bu Lurah yang telah berkarya untuk masyarakat. Selanjutnya saya minta dukungan semua pihak, sehingga TNI AD dapat memperluas program dalam menyejahterakan masyarakat dan TNI AD selalu mencintai serta dicintai rakyat,” pungkasnya. (***)

Bupati IDP dan Wabup Dahlan Hadiri Sertijab Kadis Perkim Kabupaten Bima

jpn

Bimantika.net _Pasca pelantikan dan pengukuhan beberapa waktu lalu jabatan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bima dilakukan serah terima dari pejabat lama M. Taufik ST, MT yang saat ini menjabat Kepala Bappeda dan Litbang kepada Muhammad Chandra Kusuma AP yang sebelumnya sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Senin (16/01/2023) di halaman kantor instansi setempat.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang hadir bersama Wakil Bupati H. Dahlan M. Noer, Sekretaris Daerah Drs.H. M.Taufik HAK, M.Si para Staf Ahli, Asisten, Kepala organusasi perangkat daerah (OPD) dan Kabag lingkup Setda di hadapan para pejabat dan staf lingkup Dinas Perkim mengungkapkan, pasca pelantikan, Taufik ST, MT akan memimpin Bappeda sebagai OPD yang berwenang dalam aspek perencanaan. Oleh karena itu, perlu menyusun perencanaan secara komprehensif dan membangun sinergi dengan pihak legislatif. Ungkapnya.

Dijelaskan Bupati, kinerja jajaran Dinas Perkim telah menunjukkan hasil nyata. Kemegahan bangunan masjid Agung Kabupaten Bima dan pembangunan hunian tetap korban bencana banjir di Desa Tambe merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran Dinas Perkim “. Tandasnya.

Dengan penempatan Chandra Kusuma, AP dari BPBD sebagai Kadis baru diyakini akan mampu mencapai sasaran dan tujuan pembangunan di bidang Perkim. Pejabat baru mampu menjalin hubungan yang baik bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dengan pihak terkait dan diharapkan bisa mampu menuntaskan Visi Bima RAMAH”. ingat Bupati.

Sebelumnya M. Taufik ST, MT dalam kata perpisahan melaporkan sejumlah capaian dinas Prtikim selama 6 tahun dirinya berada di instansi tersebut antara lain penyediaan air minum dan sanitasi, penanganan rumah tidak layak huni, pembangunan masjid agung, hunian tetap di desa Tambe dan pembangunan jalan lingkungan serta pengadaan tanah.

Namun demikian lanjut Taufik masih banyak yang belum tuntas dan menjadi tugas pimpinan baru dinas menyelesaikan kegiatan tersebut. tutupnya.

Selain M. Taufik, pada kesempatan tersebut M. Chandra Candra Kusuma yang menyampaikan pesan dan kesan berjanji akan membawa dinas Perkim ke arah yang lebih baik.

“Oleh karena itu, dukungan seluruh pejabat dan staf sangat penting dalam menyelesaikan tugas yang ada”. Tuturnya. (***)

Sosialisasi Rekruitmen Polri 2023, Polres Dompu “Back To School”

jpn

Bimantika.net _Melalui kegiatan Back To School (BTS), Polres Dompu memberikan sosialisasi terkait Penerimaan Polisi Republik Indonesia (Polri) Tahun 2023 yang Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis atau biasa disingkat BETAH.

Tak hanya itu, kriteria lain disampaikan bahwa Rekrutmen Polri Tahun ini diprioritaskan pada Siswa Siswi berprestasi baik secara Akademik maupun Non Akademik.

Bahkan, Kata Aiptu Ismi Andri Nurwati, S.H., PS. Kanit Bintibsos Satbinmas, Polres Dompu mendorong Siswa Siswi Penghafal Al Qur’an untuk ikut seleksi Polri di tahun ini maupun di tahun-tahun yang akan datang.

“Rekrutmen Polri tahun ini diprioritaskan bagi pelamar yang memiliki bakat prestasi hingga penghafal Al-Qur’an,” ungkap Ismi saat kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Dompu, Senin (16/1/2023) sekira pukul 08.00 Wita.

Dikonfirmasi mengenai kriteria, Ismi memaparkan, sesuai petunjuk Kapolres, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K., yang menginginkan seleksi penerimaan dilakukan secara proposional sesuai kebutuhan organisasi Polri dan tetap memegang prinsip BETAH (bersih, transparan, akuntabel dan humanis).

“Sekali lagi, rekrutmen mengutamakan kategori tindakan penguatan (affirmative action), penghargaan dan pencarian bakat (talent scouting),” ujarnya.

Khusus pada kategori pencarian bakat, lanjut Ismi, para calon diharapkan memiliki prestasi akademik seperti juara olimpiade sains tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten bahkan skala Internasional, serta lulusan SMA/MA dengan nilai ujian Nasional peringkat 1 – 10 terbaik tingkat Kabupaten.

“Bakat juga bisa melalui non akademik yakni juara 1, 2 dan 3 bidang olahraga tingkat Provinsi, Nasional atau Internasional,” terangnya.

Lebih lanjut, Ismi menambahkan, prestasi keagamaan tingkat Provinsi, Nasional atau Internasional, Hafidz Qur’an dan pasukan Paskibraka tingkat Provinsi bahkan Nasional, juga sangat diprioritaskan untuk masuk di Kepolisian.

“Penghafal Qur’an, Hafidz dan Hafizhah, Juara 1, 2 dan 3 lomba tingkat apapun, itu kriteria dibutuhkan dan diharapkan di Kepolisian,” tandasnya.

Turut hadir saat kegiatan BTS yang berlangsung di Ruang Lab SMAN 1 Woja tersebut antara lain, PS. Kaurmintu Sat Binmas Aipda Mahsin, Staf Bag Sdm Bripda Ferry Febrian bersama 3 Personil Bintara Remaja Polres Dompu yang merupakan Alumni SMAN 1 Woja.

Sebagai tambahan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Pendaftaran Polri, dapat diakses melalui melalui situs resmi Polri di link: www.penerimaan.polri.go.id,.

“Untuk itu, sedari sekarang adik-adik yang ingin mendaftar, silahkan persiapkan diri,” pungkas Ismi. (***)