Bolehkah Berdoa Saat Sujud Dalam Sholat ? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

jpn

Bimantika.net -Banyak yang meyakini bahwa Berdoa saat sujud saat mengerjakan Sholat sangatlah khusu’, sehingga banyak yang mempraktekannya.

Doa Pada saat sujud terakhir dalam shalat merupakan waktu mustajab atau makbulnya doa.

Saat sujud terakhir umat Islam dianjurkan memanjat doa Kepada Allah SWT.

Lantas apakah boleh berdoa pakai Bahasa Indonesia saat sujud terakhir dalam shalat dan apa hukumnya?

Sedangkan selama ini, Nabi Muhammad hanya mencontohkan dengan Bahasa Arab atau Bahasa Al Quran.

Banyak yang bertanya apakah doanya diterima atau tidak oleh Allah bahkan pertanyaan lanjutannya batalkah Sholat apabila Berdoa dengan selain bahasa arab saat sujud terakhir.

Ustadz Abdul Somad atau lebih dikenal UAS memberi penjelasan terkait dengan pertanyaan banyak kalangan tersebut

Sebagaimana diketahui, seluruh lafaz bacaan dalam shalat menggunakan Bahasa Arab.

Selain Al-fatihah dan surah-surah pendek, beberapa di antara bacaan shalat ada yang terdapat dalam ayat-ayat suci Alquran.

Hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan dan keraguan dalam hati, apakah boleh jika doa yang dipanjatkan saat sujud dalam shalat menggunakan bahasa lain?

Berikut ini telah kami rangkum penjelasan Ustadz Abdul Somad, yang dikutip dari unggahan video YouTube Ngaji From Home berjudul ‘Bolehkah berdoa pakai bahasa indonesia ketika sujud sholat’.

Dalam video berdurasi 2 menit 30 detik yang diunggah oleh kanal YouTube Ngaji From Home, UAS menyampaikan sebuah hadist terkait berdoa saat sujud.

Hadist tersebut berbunyi:

( أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ (رواه مسلم

Artinya: Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa (Hadis Riwayat Muslim, no. 482)

UAS mengatakan, pada dasarnya tidak ada ikhtilaf atau perbedaan pendapat para ulama tentang syari’at doa dalam sujud.

Akan tetapi, ikhtilaf para ulama soal doa dalam sujud terletak pada tiga hal, yang berkaitan dengan bahasanya.

“Berdoa di waktu sujud tak ada ikhtilaf ulama disyariatkan. Dimana letak ikhtilafnya? Ada tiga,” kata UAS.

“Pertama doa berbahasa Arab, yang kedua doa yang ma’tsur. Ma’tsur itu artinya ada dalam Alquran ada dalam sunnah. Yang ketiga doa Berbahasa Indonesia,” lanjutnya.

Dan yang terakhir doa menggunakan bahasa selain Bahasa Arab, para ulama sepakat mengatakan tidak boleh.

Bahkan para ulama sepakat mengatakan, jika menggunakan bahasa selain Bahasa Arab saat berdoa dalam sujud dapat membatalkan shalat.

Itu artinya, termasuk menggunakan Bahasa Indonesia.

“Yang Berbahasa Indonesia, berbahasa asing non Arab sepakat batal. Yang berbahasa Arab ikhtilaf sebagian mengatakan batal sebagian tidak,”

Dalam video yang sama, UAS juga berbagi solusi bagi yang tidak mampu mengingat doa-doa seperti terdapat dalam Alquran, maupun yang tidak bisa berbahasa Arab.

Disampaikan UAS, bahwa boleh membaca doa saat sujud dengan menggunakan bahasa yang kita pahami.

Akan tetapi tidak diucapkan atau dilafalkan secara langsung dengan lidah.

Melainkan hanya dibacakan dalam hati saja.

“Wana’lamu maa tuwaswisu bihi nafsuh. Kami tau apa yang berbisik-bisik dalam hatimu,” terang UAS menjelaskan potongan ayat QS. Qaaf ayat 50. (***)

Sholat Merupakan Peraga Ketundukan Hamba Kepada Allah

jpn

Bimantika.net -“Di hari kiamat itu yang paling pertama dilihat adalah laporan mengenai sholat,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Dar Alquran, Prof KH Ahsin Sakho Muhammad, sebagaimana dikutip dari Harian Republika.

Kiai Ahsin mengutip hadits riwayat Abu Hurairah yang dinukilkan sejumlah imam pengarang kitab Sunan.

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Amalan hamba yang pertama kali dihisab hari kiamat adalah sholat, jika sholat itu bagus, dia beruntung dan berhasil, jika cacat dia menyesal dan merugi. Bila sholat wajibnya tidak sempurna, Allah SWT berkata, ”Lihatlah apakah hamba-Ku punya amalan sunnah sehingga bisa menutupi amalan wajibnya, dengan demikian tertutup segala amalnya.”

Menurut Kiai Ahsin, sholat adalah tiang yang membentuk bangunan Islam bersama dengan rukun Islam lainnya. Jika satu pilarnya roboh maka bangunan tersebut juga akan turut hancur. Sholat dalam Islam memiliki kedudukan yang mulia dibandingkan dengan amal-amal lainnya.

Umat Islam tidak boleh menyepelekan amalan sholat, terutama sholat lima waktu. Sholat adalah hubungan internal antara hamba dengan Allah SWT.

“Sholat merupakan peraga yang bisa memperlihatkan ketundukan seorang hamba kepada yang menciptakannya,” ujarnya.

Kedudukan sholat lebih tinggi dari amalan lain karena terus dikerjakan setiap hari. Terlebih, jika melihat waktu-waktu sholat dirasa berat untuk mengerjakannya. Misalnya, waktu sholat Subuh saat orang-orang masih tertidur, waktu Zhuhur saat seharusnya digunakan untuk istirahat. Saat Ashar adalah waktu pulang kerja, sholat Maghrib sulit dikerjakan karena masih di perjalanan. “Memasuki waktu Isya badan sudah lelah setelah pulang bekerja,” ungkapnya.

Akhsin menegaskan, barang siapa yang bertekad melaksanakan sholat tepat waktu maka ia akan meraih keutamaan yang luar biasa. “Allah akan menganugerahkan kemampuan mengatur waktu agar tidak menunda sholat.”

Ibadah sholat merupakan ibadah yang sudah pasti bisa dikerjakan setiap Muslimin. Berbeda dengan ibadah seperti haji dan zakat yang keduanya bisa dikerjakan bila seseorang Muslim itu sudah mampu. “Maka tidak ada alasan umat Islam meninggalkan sholat,” kata mantan rektor Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) Jakarta ini.

Sholat merupakan cara umat Islam mengingat Allah SWT. Siapa saja yang mengingat Allah maka hatinya akan menjadi tenang. Selain itu, sholat juga bisa memperkuat keyakinan kepada Allah SWT. Sehingga, sholat itu sangat menentukan kedekatan hambanya dengan Allah SWT.

Orang Islam yang suka mengerjakan sholat akan berdampak kepada kehidupannya sehari-hari. “Kalau laporan sholatnya bagus maka amal-amalan lain juga akan mengikuti,” katanya.

Ahsin menjelaskan, sholat yang diinginkan oleh Allah SWT adalah sholat yang jika dikerjakan umat Islam bisa mencegah perbuatan yang keji dan mungkar. “Yang diinginkan oleh Allah itu sholat yang bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, bukan sekadar melaksanakan sholat,” katanya. (***)

Event Teka Tambora 2023, Bupati IDP Himbau Menjaga dan Merawat Alam

jpn

Bimantika.net -Event tahunan “Teka Tambora” tahun 2023 menampilkan 19 atraksi seni dan budaya.

Seni Budaya yang ditampilkan itu berupa tarian tradisional, tarian kontemporer, drama kolosal hingga Pawai Budaya yang digelar 16 – 18 Juni 2023 yang dipentaskan sore hingga malam hari di Lapangan Desa Labuhan Kananga.

Teka Tambora tahun 2023 menampilkan beragam atraksi seni, budaya, edukasi dan jelajah alam Tambora.

Jelajah Alam Tambora yakni Pendakian Gunung Tambora yang diikuti oleh sekitar 100 orang termasuk dari peserta luar daerah (Karawang, Sumatera Barat, Bandung, Pontianak, dan Jakarta) Basarnas dan TNI-POLRI).

peserta ada dari
Pawai Budaya yang diikuti oleh 4 Paguyuban Sasak, Samawa, Bali, Flores dan Jawa.

Pameran produk UMKM, Workshop, Educamp (diikuti dari berbagai sekolah di Sanggar, Tambora, dan Dompu)

Jelajah alam bertajuk Field Trip dengan rute Labuan Kananga – Kebun Kopi – Pabrik Kopi yang dibangun Swedia Tahun 1932 – Eks perkantoran Pengelola Kopi (Uma Na’e) – Pura Umat Hindu juga menjadi agenda yang disuguhkan kepada para pengunjung.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat alam, agar Tambora mampu bersaing dengan destinasi wisata lain dengan sumber daya yang dimilikinya serta mampu untuk membawa kemajuan”. Harap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP (IDP) Sabtu Malam (17/6) saat memberikan sambutan pada puncak acara Teka Tambora di Desa Labuan Kananga.(***)

Bupati IDP Hadiri Puncak Kegiatan Teka Tambora 2023

jpn

Bimantika.net -Event tahunan “Teka Tambora” yang tahun ini mengusung tema “Akulturasi Budaya Nusantara Lingkar Tambora yang Mendunia” yang berlangsung tanggal 14 sampai dengan 18 Juni 2023 di Desa Labuan Kananga Kecamatan Tambora dihadiri Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP, para Asisten Kepala OPD, Kabag Lingkup Setda dan para camat.

Puncak acara diawali Pentas Lagu Kapenta Wadu dan Tarian Wura Bongi Monca dan Gantao dari Siswa-Siswi SDN Sori Panihi.

Bupati Bima dalam sambutannya dihadapan Camat Tambora Fadillah S.S, Muspika, para Kades dan masyarakat setempat memberikan apresiasi atas Suguhan event oleh Panitia Pesona Bima.

“Panggung yang berhadapan langsung dengan Pulau Satonda membawa kesan tersendiri bagi para pengunjung.

“Sukses bukan hanya soal banyaknya yang hadir, tetapi juga bagaimana konsistensi penyelenggaraan event. Salam Perdamaian Tambora Untuk Seluruh Masyarakat Dunia”. Paparnya.

Tugas bersama hari ini, tidak hanya bagaimana kejayaan Tambora di masa lalu dikenal, tetapi bisa memastikan akses untuk hadir dan melihat langsung ke kawasan Tambora

Akan banyak kemudahan yang bisa diberikan kepada masyarakat Tambora jika mampu mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik bagi siapapun yang berkunjung untuk melihat keindahan dan kemegahan Tambora”.

Terus sampaikan hal baik tentang Tambora agar orang dapat terus hadir menikmatinya”. Imbuh Bupati. (***)

“Mimpi Terwujud, HML Hadirkan Bantuan dari Jepang dan Bank Dunia Atasi Banjir”

jpn

“Alhamdulillah semua mimpi bisa kita realisasikan, padahal tidak pernah terbayang di kepala saya bisa menghadirkan bantuan dari Jepang, bantuan dari NUFReP Bank Dunia. puluhan Milyar untuk Kota Bima dalam rangka atasi banjir” Kata Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Menurutnya Semua ini berkat do’a dan dukungan dark seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Bima

Mantan Anggota DPR RI Dua Periode dari Fraksi Partai Golkar ini menyebut bahwa bencana banjir yang meluluhlantahkan serta mengiris perasaan semua warga Kota Bima membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat sejak saat itu begitu lambat dan “Lumpuh”

Walikota HML sampaikan rasa haru dan gembira nya itu saat menghadiri sekaligus menutup pelaksanaan MTQ Ke XVI Tingkat Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota, pada Jum’at (16/6 2023).

Walikota di momentum tersebut menyamoaikan program ini datang di tahun 2023 berkat keseriusan Pemerintah Kota Bima mengawal sejak tahun 2019 sampai tahun 2023. Program ini akan berjalan mulai tahun 2023 sampai 2028,.

“Ini mega proyek terbesar dipersembahkan oleh Pemkot Bima diera kepimpinan saya untuk warga masyarakat Kota Bima diujung akhir masa jabatan saya, dan saya yakin dengan proyek puluhan milyar ini akan memulihkan trauma warga akibat banjir” ujar HML usai memberikan sambutan penutupan.

Pada acara penutupan MTQ yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Lingkungan Lela tersebut, Wali Kota Bima hadir didampingi Asisten 3 Setda Kota Bima, Camat Asakota, Camat Rasanae Barat, Camat Mpunda serta Lurah se Kecamatan Asakota.

Walikota HML tidak bisa membayangkan seperti apa nanti Kota Bima akan mengalami kemajuan yang luar biasa.

Normalisasi di dua sungai meliputi sungai Melayu dan sungai Padolo yang dibiayai oleh JICA dari program dana pinjaman lunak yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk Kota Bima.

Begitu juga program dari Bank Dunia yang merupakan bantuan lunak pinjaman luar negeri yang diperuntukkan bagi Kota Bima.

Menurutnya, tidak mudah kota ini mendapatkan bantuan seperti itu, apalagi kota kita ini bukan ibukota, kita hanya sebuah kota penyangga saja yang ada di pulau Sumbawa. Sedangkan daerah-daerah yang mendapatkan Manado, Pontianak, Semarang, dan Medan adalah ibukota provinsi.

HML mengisahkan bahwa Selama 4 tahun tidak ada henti-hentinya berjuang sebagai bentuk tanggung jawab selaku pimpinan daerah yang diamanatkan oleh masyarakat Kota Bima untuk memimpin selama 5 tahun.

“Berbagai program yang tidak saja kita luncurkan bersumber dari dana APBD tapi juga kita berjuang menghadirkan dana APBN di Kota Bima” ungkapnya.

HML melanjutkan bahwa Berkat do’a dan dukungan kerja keras kita semua alhamdulillah Kota Bima masuk bagian kota yang memang dituntaskan untuk penanganan banjir perkotaan.

HML sampaikan satu kepada keluarga besar yang ada di Kelurahan Jatibaru, bahwa program MTQ ini tidak saja sekedar program seremonial semata yang sifatnya hanya formalitas saja, akan tetapi bagaimana Musabaqah Tilawatil Qur’an yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Bima mulai dari tingkat kelurahan sampai ke tingkat Kota, dan mengutus sampai tingkat provinsi maupun ke tingkat nasional semuanya mempunyai nilai, mempunyai tujuan, bagaimana masyarakat Bima betul-betul menghayati dan mengimani serta menjadikan Alquran sebagai sumber pedoman kehidupan.

“Karena barang siapa yang mengamalkan kitabullah di dalam kehidupan walaupun satu ayat yang disampaikan, merupakan pahala yang tiada henti, selama orang itu memahami dan mengamalkannya di dalam kehidupan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin dalam hal ini beliau bersama Wakil Wali Kota telah menggagas pikiran-pikiran bagaimana membangun masyarakat yang mempunyai sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran dan cita- cita kita sebagai umat muslim.

Makanya program-program prioritas keagamaan kita diarahkan untuk mendorong Majelis Ulama berperan aktif didalam menyeragamkan isi khotbah Jumat. Hal ini Tidak ada di daerah manapun di Indonesia yang isi khutbahnya seragam, baru di Kota Bima.

Kata beliau, ide serta pikiran itu beliau bawa ke Kota Bima ketika mengunjungi salah satu negara muslim, dimana masyarakatnya begitu teratur, begitu mencintai negaranya, begitu menghormati para pemimpinnya. Karena para ulama dan umaro berjalan beriringan.

“Makanya saya mendambakan itu ketika pertama saya jadi Walikota, saya berpesan kepada Majelis Ulama untuk khotbah Jumat dibuat seragam. Mudah-mudahan nafas ini berjalan terus sehingga pemahaman Islam kita semakin gampang dimengerti dan diamalkan sehingga membawa satu rahmat,” tutupnya. (***)

Buntut Pengerusakan Mimbar Masjid di Kilo, Kapolsek Gandeng Danramil Buka Ruang Mediasi

jpn

Bimantika.net -Insiden pengerusakan sekaligus pembakaran Mimbar Masjid Al Muhajirin, Dusun Liku Desa Lasi, Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu NTB, nyaris berbuntut panjang.

Untuk menghindari timbulnya kesalahpahaman yang berkepanjangan, Kapolsek Kilo, Ipda Eka Farman, SH., menggandeng Danramil 1614-04 Kilo, Kapten Inf. Mahdin, membuka ruang mediasi antara terduga pelaku, inisial SA alias Aco warga setempat.

Saat mediasi digelar, tampak hadir Kades Lasi Syahrudin Djafar didampingi Sekdes dan BPD, Kadus Liku Karimudin, serta sejumlah tokoh masyarakat bahkan terduga beserta kerabat keluarganya.

Terkait insiden, berikut penuturan sejumlah pemangku kepentingan termasuk pembelaan diri terduga saat mediasi yang berlangsung di Makopolsek Kilo, Jum’at (16/6/2023) sekira pukul 09.30 Wita.

Kapolsek Kilo menyampaikan Minimnya Koordinasi

“Apapun permasalahan yang terjadi lakukan segera koordinasi dengan semua pihak, jangan mengedepankan emosinal karena akan merugikan diri sendiri maupun kelompok,” ujar Kapolsek.

Ia berpendapat, bahwa sejauh ini ia melihat sangat minimnya koordinasi yang di lakukan oleh ketua BKM masjid dan semua pengurus.

Sementara, terkait permasalahan yang sekarang telah terjadi saya serahkan kepada Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Lasi, apapun keputusannya kami akan tindak lanjuti.

“Tetap jaga situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayahnya jangan sampai terpancing dengan kejadian tersebut,” pinta Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, bahwa secara Pribadi dan atas nama kesatuan akan membantu mengganti Mimbar (Podium) tersebut, dan pada kesempatan ini juga saya akan menyerahkan satu unit alat pengatur suara (Amplifier) untuk digunakan di Masjid tersebut.

Danramil Kilo berupaya keras Carikan Solusi Terbaik.

“Saya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Dan harapan saya tidak ada lagi kejadian serupa terjadi di wilayah kita,” kata Danramil.

Untuk itu, ia meminta, lewat momentum mediasi yang di adakan sekarang mari kita sama2 carikan solusi jalan keluar terbaik dengan mengedepankan rasional berpikir yang jernih.

Kades Lasi: Masjid masih Berstatus Mushalla

“Kami sebagai pemerintah yang ada di Desa tidak pernah di kabarin dan dimintai saran pendapat terkait Masjid Al- Muhajirin,” sebut Kades.

Sejauh ini, lanjutnya, Pemerintah Desa mengetahui bahwa Masjid Al – Muhajirin statusnya masih Musholla dimana selama ini tidak pernah di gunakan untuk pelaksanaan sholat Jum’at.

“Tapi dua minggu terakhir Masjid tersebut sudah digunakan untuk pelaksanaan sholat Jumat,” jelasnya.

Untuk itu, Kades meminta, ke depan, apapun yang hendak dilakukan terkait kepentingan Masjid Al Muhajirin, kiranya dapat dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah yg ada.

SA alias Aco mengaku bahwa Mimbar Masjid, Swadaya dirinya.

“Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas kejadian tersebut, saya mengakui perbuatan saya salah,” ujar Aco.

Ia pun menjelaskan, terkait permasalahan tersebut di awali dengan tindakan dari ketua BKM dan pengurus Masjid Al-Muhajirin yang lain, yang melakukan revisi kepengurusan, termaksud diri Aco sendiri.

Atas tindakan BKM, Aco juga mempertanyakan, kesalahan apa yang diperbuatnya hingga kenapa dirinya tak disertakan dalam kepengurusan masjid, malah dilakukan revisi.

“pertanyaan saya apa kesalahan yang saya lakukan sehingga saya direvisi,” tanyanya dalam forum.

Untuk Mimbar yg ada di Masjid tersebut, sambungnya, “itu adalah mimbar hasil swadaya saya sendiri yang saya minta dari pengurus masjid Al-Mujahidin Pancasila Desa Malaju, sehingga tanpa berpikir panjang dan di selimuti oleh emosional yang tinggi, sehingga saya melakukan pengerusakan dan pembakaran tersebut”.

Menurutnya, dan terkait pelaksanaan Sholat Jum’at di Masjid Al-Muhajirin, kata Aco sudah setahun menikah di sana. Akan tetapi, ia melihat masjid tersebut sudah layak untuk bisa digunakan untuk pelaksanaan sholat Jum’at mengingat jarak yang harus di tempuh oleh masyarakat untuk melaksanakan sholat Jumat sangat jauh.

“dan sebelumnya sudah saya laporkan secara lisan kepada Bapak sekretaris desa, dan beliau mengatakan usahakan dulu mimbarnya, dan sejak saat itu saya tidak melaporkan kembali,” sebutnya.

Maka dari itu, sambung dia, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masjid, ia juga menyumbangkan salon speaker untuk bagian dalamnya dan sampai saat ini, ia tetap mengupayakan untuk perbaikan ataupun sarana dan prasarana lainnya dengan mencarikan donatur dari Dompu bahkan dari Bima.

Tokoh Agama Sampaikan persoalan Ini Sangat Sensitif.

“Terkait permalahan tersebut dan untuk menghindari adanya gerakan dari masyarakat,” tegas salah satu tokoh agama di Desa Lasi.

Karena, menurutnya, permasalahan yang begini sangat sensitif sakali agar di lakukan Penegakkan hukum walaupun di tengah jalan akan ada jalan keluarnya musyawarah secara kekeluargaan.

Usulan Tokoh Masyarakat agar SA alias Aco Tinggalkan Desa Sementara Waktu.

Terkait permasalahan tersebut, kepada SA Ala ACO, untuk sementara tidak datang berkunjung dulu ke Dusun Liku Desa lasi, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Harapan sebagian besar masyarakat terhadap yg bersangkutan untuk tetap diamankan di Mako Polsek Kilo, sambil menunggu perkembangan situasi,” harapnya.

Keluarga Aco menyampaikan bahwa Salaf Bukan Aliran Sesat

“Adapun Manhaj Sahaf bukan aliran sesat, seperti yang duga oleh sebagian masyarakat, manhaj salaf berbicara mengenai akidah,” imbuhnya menerangkan terkait tudingan yang mengarah pada aliran keagamaan.

Katanya, hingga saat ini Manhaj shalaf tidak bertentangan dengan pemerintah dan NKRI. Dan tidak pernah melawan serta menjelek2 kan pemerintah.

“Kami juga tidak membenarkan apa yang telah dilakukan Aco, silahkan dilakukan proses namun sebelumnya alangkah lebih bagusnya marilah kita duduk bersama musyawarah dan kekeluargaan,” ungkapnya.

Dari rangkaian proses mediasi, terhadap terduga pelaku pengerusakan, sementara waktu meminta Kepolisian Sektor Kilo, untuk mengamankan dan memproses hukum terhadap terduga pelaku tersebut.

“Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 11.35 WITA, berjalan dengan aman dan tertib,” kata Kapolsek saat dimintai konfirmasinya. (***)

Polres Dompu Gelar Istighosah Lintas Agama

jpn

Bimantika.net -Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-77 tahun 2023 Polres Dompu mengundang Tokoh Lintas Agama untuk menyampaikan ‘Istigosah’ menurut keyakinan masing-masing di Halaman Apel Makopolres Dompu, Jum’at (16/6/2023) sekira pukul 07.00 Wita.

Kegiatan ini dipimpin langsung Waka Polres Dompu Kompol Abdi Mauludin, S.Sos., dengan mengangkat tema, “Polri Presisi untuk Negeri Pemilu Damai Menuju Indonesia Emas”.

Turut hadir saat kegiatan antara lain, sejumlah Pejabat Utama Lingkup Polres, bersama Anggota Polres Dompu sekitar 300 orang dari masing-masing satuan serta 1 Pleton Brimob Batalyon C Kompi 2.

Sementara sejumlah tamu ‘istimewa’ para Tokoh Agama yang diundang, masing-masing Ketua MUI Kab. Dompu Drs. H. M. Nasuhi, M.Si., Suster Gereja Santa Maria & Santa Yoseph, Gabriela, Pendeta Gereja GMIT Shalom Pdt. Elson Fresly Mbau, S.Th, dan Petinggi Agama Hindu Nyoman Dewa Alit Putra SD

Pada pelaksanaannya, Acara ‘Istighosah’ Lintas Agama dibuka oleh Waka Polres sekaligus menyampaikan sambutan dan arahan terkait keberagaman dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan.

“Kita harus mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang beragam karna terdiri dari banyak agama dan suku budaya tapi kita tetap rukun,” isi sambutan Wakapolres saat memimpin istigosah mewakili Kapolres yang tengah menjalani dinas di Makopolda NTB.

Usai sambutan disampaikan, giliran Tokoh-tokoh lintas agama menyampaikan istigosah dalam bentuk do’a sesuai keyakinan masing-masing, dimulai oleh Ketua MUI dipungkas oleh Petinggi Agama Hindu Nyoman Dewa Alit Putra SD.

Kegiatan berakhir pada pukul 07.45 wita berjalan aman dan lancar, kemudian seperti biasa dilanjutkan dengan Foto bersama. (***)

Era HML, Hampir 70 Milyar APBD Untuk Masjid dan Musholla Se Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menghadiri sekaligus menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke 16 Tingkat Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima di BLK Jatiwangi, pada Kamis (16/6/2023).

Dalam Kegiatan itu, Walikota HML didampingi Staf Ahli Wali Kota, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah se Kecamatan Asakota.

Di Momentum tersebut Walikota HML menyampaikan aas nama Wali Kota Bima menghaturkan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada panitia pelaksana dan dewan hakim yang telah menentukan dan memilih para juara yang nantinya akan mengikuti MTQ ditingkat kecamatan maupun Tingkat Kota Hingga Tingkat Nasional.

“Bagi anak-anak kita yang merasa belum beruntung agar jangan berkecil hati. Hari esok menanti kita, ketidak berpihakan hari ini adalah keberhasilan yang tertunda, jangan mudah menyerah. Segala sesuatu kalau kita memiliki kemauan pasti di ijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” ujarnya.

Ditambahkannya, rasanya dengan keterpurukan ekonomi kita tidak membuat Pemerintah Kota Bima lesu atau tidak peduli pada urusan keagamaan.

Hal ini bisa dibuktikan dengan kebijakan anggaran yang diberikan untuk kegiatan sosial keagamaan begitu banyak.

“Hampir 70 miliar lebih yang kita gelontorkan untuk pembangunan masjid, mushola, pondok pesantren dan lainnya. Begitu juga kegiatan MTQ, sebelumnya hanya sekitar 25 juta, sekarang 40 juta per kelurahan, ini besar sekali,” ucap Walikota.

Menurutnya, hal ni menandakan bahwa kita semua sebagai masyarakat Bima patut berbangga hati, karena di samping dukungan pemerintah yang begitu besar, ternyata diikuti tingginya tingkat partisipasi dari berbagai elemen masyarakat kita yang peduli untuk kegiatan-kegiatan agama.

“Sehebat apapun, sepintar apapun kita kalau agama kita kurang sangat merugi. Ibarat kita berjalan mempunyai mata tapi tidak mempunyai kaki, begitu juga kita mempunyai kaki dan kita tidak mempunyai mata. Itulah mengapa betapa pentingnya agama sebagai satu rel perjalanan hidup seorang manusia,” tandasnya.

HML dalam kesempatan itu sampaikan bahwa tidak terlalu lama lagi beliau selaku Wali Kota Bima bersama Wakil Wali Kota telah menunaikan tugasnya sampai 5 tahun, tepatnya nanti tanggal 26 bulan 9 tahun 2023.

Rasanya waktu begitu sebentar yang bisa kita lakukan. Padahal baginya, beliau bekerja tiada hari tiada henti, tapi rasanya begitu pendek.

“Di dalam perjalanan kepemimpinan Mada Kaso bersama Pak Wakil apabila ada tutur kata, ada kekeliruan baik ucapan maupun tindakan mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya, karena kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan,” tutupnya. (***)

HML : Saya Berpikir Untuk Kemajuan Kota Bima Puluhan Tahun Mendatang

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kota Bima di bawah kendali Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menggelar sosialisasi program di Kelurahan se Kota Bima.

Kegiatan itu tentang capaian yang telah dan yang akan dilakukan selama kurun waktu 4 tahun terakhir dibawah kepemimpinan Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE.

Acara sosialisasi program pemerintah pada Kelurahan se Kota Bima kali ini dilaksanakan di Kelurahan Oi Mbo yang merupakan lokasi ketiga yang menjadi tempat pelaksanaan sosialisasi, Kamis 15 Juni 2023.

Dalam acara sosialisasi yang dipusatkan di Kantor Kelurahan Oi Mbo tersebut, Wali Kota Bima hadir didampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sekretaris Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bima, BPJS Kesehatan Cabang Bima, Camat Rasanae Timur serta Lurah se Kecamatan Rasanae Timur. Selain itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH.

Walikota HML dalam arahannya menyampaikan, sosialisasi yang dilakukan hari ini merupakan capaian program pemerintah selama 4 tahun lebih yang tidak hanya bertumpu pada capaian infrastruktur fisik semata.

Akan tetapi juga infrastruktur non fisik. Beliau menjelaskan bahwa terdapat program-program penguatan tentang penanganan stunting, program pengentasan kemiskinan, jaminan kesehatan serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Kami menghadirkan 4 dinas ini sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap penentuan program nyata yang manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat. Dengan harapan kebijakan seperti ini dapat memberikan satu manfaat nyata di tengah-tengah masyarakat kita, tujuannya satu agar masyarakat kita sejahtera,” ujarnya.

Walikota HML dalam kesempatan itu memaparkan program pengentasan kemiskinan kita lapisi dengan program bantuan seperti PKH, bantuan langsung tunai, pembuatan jamban keluarga sehat, bedah rumah, BPJS gratis dan lainnya.

“Alhamdulillah di Kota Bima angka kemiskinan kita masih rendah di bawah provinsi, di bawah nasional yakni masih di angka 8,80 persen. Hal ini menandakan semangat pemerintah dan masyarakat Kota Bima sangat tinggi untuk menekan angka kemiskinan tersebut,” ucapnya.

Kurang lebih hampir 95 ribu masyarakat Kota Bima yang kita berikan BPJS nya. Coba Ita Doho Kaso bayangkan pemerintah membayar BPJS satu orang itu 42 ribu per bulan.

“Kalau dalam keluarganya ada 5 orang berarti 250 ribu per bulan, kalau di kali 12 bulan sudah 3 juta setiap tahun dan Pemerintah Kota Bima telah hadir untuk meringankan beban masyarakat atas pembayaran BPJS tersebut,” bebernya.

Untuk mendongkrak perekonomian yang ada di wilayah timur Kota Bima, Walikota HML menyampaikan akan dibangun kampus IAIN Bima.

“Ini merupakan cita-cita saya jauh hari sebelum menjadi Wali Kota Bima” ungkap Walikota HML.

Menurutnya Wilayah timur ini menjadi satu wilayah berdirinya kampus perguruan tinggi, karena terdapat tanah yang masih kosong sekitar 70 hektar, saya ambil dari Kementerian hanya 50 hektar.

“Kalau perguruan tinggi sudah dibangun, betapa majunya di daerah wilayah timur. Sementara di wilayah barat menjadi sektor jasa,” imbuhnya.

HML memberi pesan moral penuh semangat pada masyarakat Kota Bima Jangan menyerah untuk menyekolahkan anak, kehadiran negara hari ini semata untuk masyarakat.

“Jarang kepala daerah yang mau berpikir untuk generasi selanjutnya, biasanya berpikir untuk hari ini. Bagi saya, Hari ini saja bukanlah hal yang cukup tanpa pernah berpikir untuk hari esok” ujar HML.

Lanjutnya Sebagai Kepala daerah yang bijak tentunya saya harus berpikir jauh ke depan untuk generasi kita untuk 25 tahun mendatang. Ini semua merupakan investasi untuk masa depan Kota Bima.

HML menyinggung juga soal antusias warga Kota Bima soal membangun rumah ibadah, rezeki daerah ini tidak akan pernah terhalang.

Hal ini bisa dibuktikan hadirnya bantuan dari Jepang untuk pengentasan banjir, setelah diterbitkan surat persetujuan dari JICA Jepang, akhir juni ini muara padolo sampe rontu mulai dikerjakan untuk tahap pertama, disusul nanti sungai melayu.

Selain itu lanjutnya, hadirnya bantuan dari Kementerian Pertahanan adanya rumah sakit TNI AD, hadirnya perguruan tinggi negeri untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat kita.

“Jangan pelit membangun masjid dan pesantren, karena kalau kita membangun rumah Allah pasti Allah permudahkan seluruh urusan kita. Saya juga bersyukur bahwa masyarakat kota Bima juga selalu berdoa bermunajat kepada Allah sehingga kita dihindarkan dari segala bencana dan dihindarkan dari segala musibah,” tambahnya.

“Saya mengundang kepada keluarga besar di Rasanae Timur agar hadir pada acara Haflah alquran dan istighosah pada peringatan tahun baru islam 1445 hijriah. Kita siapkan hadiah 5 paket umroh ke tanah suci. Hal ini belum pernah ada di belahan bumi manapun, baru ada di Kota Bima,” tutupnya. (***)

Kalau Sholatnya Baik Maka Allah Akan Perbaiki Yang Lainnya

jpn

Bimantika.net -Indahnya Sholat Tepat Waktu, Dekatkan Hamba dengan Allah SWT

Bimantika.net -“Sholat Tepat Waktulah Karena Sesungguhnya Allah Maha Penting Bagi Kita” Ujar KH. Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa AA Gym di salah satu kanal YouTube nya.

Dalam Dakwahnya AA Gym selalu menyampaikan materi Dakwahnya dengan bahasa yang sangat bisa dipahami semua kalangan. Ia menyebutkan bahwa Sholat dapat menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan mungkar.

“Sholat juga merupakan rukun Islam kedua bagi umat Islam, Maka setiap waktu Sholat Tiba segeralah mendirikan Sholat” ujar AA Gym.

Sholat wajib sendiri menurutnya ada 5 waktu, yaitu yang terdiri dari Sholat Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.

Saat melakukan sholat, sering kali kita masih memikirkan pekerjaan yang belum selesai.

Sibuk merencanakan hal-hal yang harus dilakukan, bahkan kadang teringat kenangan-kenangan di masa lalu.

Tentunya ini sangat mengganggu karena tidak dapat beribadah dengan penuh konsentrasi sehingga tidak bisa khusyuk.

Ibadah Sholat menurut AA Gym adalah perkara serius yang harus diperhatikan umat muslim.

Seperti dikutip dari artikel Cara Mencapai Ibadah Salat Khusyuk

“Kalau sholatnya baik maka Allah SWT akan perbaiki yang lainnya” ungkap AA Gym.

Hal ini sudah tertulis dalam Al quran, yakni dalam surat Al Baqarah, ayat: 45 yang artinya, “Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Aa’ Gym mengungkapkan bahwa orang yang sholatnya tidak bisa khusyuk dikarenakan dia belum menganggap sholatnya sebagai hal yang penting.

“Karena segala yang penting, kita pasti serius,” tandasnya dalam sebuah nasehat virtual.

Ia menggambarkan kadang-kadang dalam kesibukan sehari-hari seseorang mengabaikan sholat, tapi tidak mengabaikan hal lain yang disukainya.

Menurut Aa’ Gym hal tersebut dilakukan seseorang karena mempunyai kecenderungan memprioritaskan hal yang dianggap penting.

“Harusnya sholat itulah yang kita anggap sangat penting dalam hidup ini, karena sholat ini tiangnya agama,” jelasnya sebagai solusi agar sholat dapat dilakukan dengan khusyuk.

Betapa prioritasnya Ibadah Sholat sehingga Aa Gym memberikan nasehat, “Jadi, bekerja itu adalah menunggu waktu sholat. Jadi jangan sampai sholat terabaikan oleh bekerja,”. (***)