Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembacokan di Soromandi, Korban Dilarikan di Puskesmas Terdekat

jpn

BIMAntika.net Respon Cepat Polsek Soromandi Polres Bima Polda NTB meringkus terduga pelaku penganiayaan di Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.

Tindak penganiayaan itu dilakukan oleh terduga pelaku yang berinisial S (L/19) yang melukai korban berinisial AD (L/18) dan ketahui keduanya merupakan Warga Desa Sampungu.

Kasus dugaan tindak pidana Penganiyaan itu terjadi pada Selasa (23/12/25) sekira pukul 23.00. Wita.

Polisi sampaikan Kronologi, Korban bersama rekannya hendak nongkrong di jalan lintas Desa Sampungu- Kilo.

Tiba di tempat kejadian perkara (TKP), tiba tiba terduga pelaku dan satu rekannya yang tidak dikenal turun dari sepeda motor dan melayangkan bogem mentah kearah wajah Korban.

Tidak sampai di situ terduga pelaku berinisial S ini juga ikut melakukan Penganiyaan dengan membacok pergelangan tangan kiri korban.

Setelah melancarkan aksinya kedua koboi jalanan ini langsung melarikan diri atau kabur.rekan korban yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban kerumahnya.

Dan setelah itu oleh pihak keluarga dilarikan ke puskesmas (PKM) terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasatreskrim AKP Abdul Malik SH.

Sementara itu Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin menjelaskan, setelah mendapatkan informasi adanya tindakan Penganiyaan itu memerintahkan personelnya untuk segera mendatangi TKP dan meringkus terduga pelaku.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan petugas mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada dikediamannya.

Tanpa membuang waktu sekira pukul 03.00. Wita petugas langsung bergerak dan tiba di TKP petugas melakukan tindakan hukum dengan mengamankan terduga pelaku.

“Motif terduga melakukan Penganiyaan terhadap korban hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Soromandi”. Jelasnya.

Saat ini terduga pelaku diamankan di Mapolsek Soromandi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan di proses hukum selanjutnya. (***)

Samapta Polres Bima Kencangkan Patroli KRYD Jelang Natal dan Tahun Baru

jpn

BIMAntika.net Patroli KRYD malam hingga dini hari secara intensif dilaksanakan oleh Personil Pamapta Polres Bima Polda NTB di seputaran wilayah hukumnya.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu malam (21/12/25) sekira pukul 23.00. Wita itu merupakan bagian dari komitmen dan ketegasan Polres Bima dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban serta kondusifitas wilayah jelang perayaan Natal tahun 2025 dan tahun baru 2026.

Patroli yang dipimpin oleh Kanit I Pamata Ipda Nady Kinanti Purwanto S.Tr.K itu juga dirangkaikan dengan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor Khususnya para pemuda yang nongkrong guna mencegah terjadinya berbagai Guankamtibmas.

Sasaran Patroli yang berlokasi di pertigaan patung kuda hingga batas kota itu Peredaran gelap narkoba, miras Sajam hingga Senpira dan berbagai potensi aksi Kejahatan lainnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., dalam keterangan tertulisnya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman dan tidak ditemukan adanya sasaran yang dimaksud.

“Situasi Kamtibmas secara keseluruhan dilaporkan dalam keadaan Kondusif”. Kata Adib mengakhiri. (****)

BNNK Bima Paparkan Progres Kegiatan

jpn

BIMAntika.net Pemaparan berkaitan dengan capaian kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima dalam bentuk komperensi Pers (Konpers) tersebut dipimpin oleh Budi Suryono, S.Sos, yang baru dilantik 11 Desember 2025 lalu sebagai kepala BNNK Bima tersebut berlangsung Jum’at (19/12) di Aula Kantor BNNK Bima.

Budo Suryono sebagai Nahkoda baru BNNK Bima kepada awak media yang hadir berharap kolaborasi serta sinergitas yang lebih baik kedepannya.

“Saya berharap dengan pertemuan perdana dengan media di Bima dapat meningkatkan penyerbaluasan informasi dan keterbukaan informasi antara BNN, Pemerintah Daerah, dan insan pers sehingga sampai ke masyarakat.” Ujar Budi.

BNNK Bima dalam pemaparannya menjelaskan, “Klinik Pratama BNNK Bima (Rawat jalan) telah terakreditasi “Paripurna” oleh kemenkes RI dengan
meraih angka 3,62.
Sepanjang tahun 2025, dari 52 pasien rehan yang ditangani Klinik Pratama BNNK Bima, 32 orang dinyatakan pulih.

“Dalam kurun waktu tahun 2019-2025, BNNK Bima telah mengintervensi 12 desa/kelurahan terdiri dari 6 desa di kabupaten Bima dan 6 kelurahan di kota Bima.

Capaian desa/kelurahan bersih dari Narkoba (bersinar) telah mencapai 100% dengan target 1 desa/kelurahan di tahun 2025, dengan melakukan sosialiasi dan kerja sama di tiap desa/kelurahan, Sekolah Dasar dan Menengah, serta Organisasi daerah.

BNNK Bima juga melakukan Pascarehabilitasi yang merupakan kegiatan pendampingan pemulihan oleh petugas rehabilitasi pada klien yang telah menyelesaikan program layanan rehabilitasi reguler yang berasal dari Balai besar rehabilitasi BNN Lido sebanyak 17 orang dan Klinik Pratama BNNK Bima sebanyak 13 orang. pungkas Budi Suryono. (****//Hy/Red)

Berbagai Bencana Mendera, Butuh Penanganan yang Tepat

jpn

Oleh : Hasbiati, S. ST

BIMAntika.net Peristiwa bencana alam kembali terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Banyak kerusakan yang terjadi, baik rumah warga, fasilitas umum hingga menelan korban jiwa.

Beberapa waktu lalu misalnya, peristiwa banjir  melanda kawasan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dikabarkan sekitar 5.655 rumah warga dari tujuh kecamatan terdampak banjir.  Sejumlah fasilitas umum seperti jembatan, jalan,  fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah serta lahan pertanian warga rusak parah (rri.co.id, 13/11/2025).

Bencana Tidak Begitu Saja Terjadi

Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bahwa dari 250 hektare lahan hutan, 75 persen berada dalam kondisi kritis, dengan total 167 ribu hektare yang rusak.

Dimana menurut Direktur Eksekutif Walhi NTB, sebagian besar kawasan hutan sudah beralih fungsi menjadi lahan jagung. Mengenai kondisi hutan, Bupati Bima melalui suratnya meminta Gubernur NTB untuk mengambil langkah tegas. Ini terkait dengan kondisi hutan yang dinilai semakin kritis.

Bencana alam yang terjadi secara bersamaan bersifat musiman. Bencana banjir, tanah longsor, jalan amblas, penyebab utamanya akibat curah hujan tinggi, begitu juga dengan banjir rob dampak dari pasangnya air laut. Kejadian ini terulang pada waktu yang sama setiap tahunnya, yang semestinya membuat proses mitigasi tidak sulit.

Dalam hal ini pemerintah melakukan mitigasi bencana, langkah-langkah antisipasi, serta pembiayaan sarana dan prasarana penanganan bencana lemah.

Begitu juga dengan evaluasi kondisi lahan  setempat yang berkaitan dengan pembukaan lahan dan alih fungsi lahan seolah-olah diabaikan.

Realita yang kita bisa lihat bahwa dalam melakukan penanganan bencana pemerintah lamban dan mitigasi pun dilakukan seadanya. Hal ini menunjukkan bahwa kurang seriusnya pemerintah sebagai penanggung jawab penanganan kebencanaan dalam mitigasi bencana terkait dengan menyiapkan kebijakan preventif dan kuratif.

Jika dicermati sesungguhnya bencana alam yang banyak terjadi karena ada problem besar di balik semuanya.

Demikian juga dengan permasalahan penangananya.
Banyaknya bencana alam yang terjadi karena adanya kesalahan dalam tata kelola ruang hidup dan lingkungan. Penggunaan paradigma kepemimpinan sekuler kapitalistik yang sangat berpihak kepada kepentingan para pemilik modal, sehingga menentukan prioritas pembangunan tidak mengenal konsep halal-haram. Hal ini jauh dari paradigma pengurusan dan perlindungan atas rakyat.

Pemerintah dalam sistem kapitalisme berperan sebagai regulator untuk menjamin kebebasan para pemilik modal menguasai sebanyak-banyaknya sumber daya alam yang sejatinya hal tersebut merupakan kepemilikan umum. Perusakan hutan memberi dampak besar bagi kehidupan manusia dan alam, pembukaan hutan secara ugal-ugalan telah merusak ekosistem dan merenggut ruang kehidupan. Berbagai aktivitas pertambangan, perusakan hutan sulit untuk dipulihkan. Hal ini bukan hanya berdampak pada generasi saat ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Paradigma Islam Menangani Bencana Alam

Islam dalam menghadapi bencana memiliki dua dimensi, yaitu dimensi ruhiyah dan siyasiyah. Dimensi ruhiyah yaitu sebagai kaum muslim memaknai bencana sebagai tanda kekuasaan Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa dalam menyikapi musibah sebagai kaum muslim, antara hati dan pikiran harus mengikuti tuntunan Islam. Allah SWT berfirman,

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah Allah tetapkan bagi kami. Dialah Pelindung kami. Karena itu hanya kepada Allah hendaknya kaum Mukmin bertawakal (TQS at-Taubah [9]: 51).

Perintah sabar dalam menghadapi bencana demikian juga terdapat perintah untuk senantiasa melakukan muhasabah ketika ditimpa musibah yang datang akibat tindakan mungkar manusia. Sebagaimana firman Allah SWT,

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh ulah manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (TQS ar-Rum [30]: 41).

Dimensi siyasiyah yaitu terkait kebijakan tata kelola ruang dan mitigasi bencana. Islam mengatur dalam syariahnya bahwa hutan dan kawasan tambang adalah milik umum, yang pemanfaatannya haram dikuasai oleh swasta. Negara Islam akan mengelola pertambangan dan hutan, dimana seluruh hasil pemanfaatannya adalah milik rakyat. Disamping itu negara dalam Islam akan menetapkan fungsi kepemimpinan dan mengurusi urusan umat (raai’in) dan melindungi (junnah).

Negara akan melakukan mitigasi bencana secara serius dan komprehensif mengerahkan segala daya dalam rangka menjaga keselamatan jiwa rakyatnya.
Pada saat terjadinya bencana, pemerintah bertanggung jawab memberikan bantuan secara layak, pendampingan, hingga mereka mampu menjalani kehidupannya secara normal pasca bencana. Bahkan dalam sistem keuangan negara Islam terdapat pos keuangan khusus untuk rehabilitasi bencana. Baitulmal memiliki mekanisme pendanaan untuk mengantisipasi terjadinya bencana atau hal buruk yang menimpa masyarakat, misalnya pembiayaan tata kelola lingkungan, studi kelayakan tata ruang dan pemukiman, edukasi masyarakat terhadap mitigasi bencana dan lain sebagainya. Semua ini hanya bisa terwujud dalam suatu negara yang didalamnya diterapkan syari’ah Islam. (***)

Pejalan Kaki Meninggal Dunia Akibat Lakalantas, Unit Gakum Satlantas Polres Bima Olah TKP Awal

BIMAntika.net Unit gakum Satlantas Polres Bima Polda NTB menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) awal kasus kecelakaan lalulintas gang Desa Ngali Kecamatan Belo pada Kamis (18/12/25) sekira pukul 17.00. Wita.

Kecelakaan Lalulintas yang melibatkan
antara mobil pick up Toyota kijang yang dikendarai oleh MS (L/54) dengan pejalan kaki dan menyebabkan pejalan kaki yang berinisial MQR P/ 1, tahun 9 bulan) meninggal dunia.

Kronologi, Sebelum kecelakaan itu terjadi mobil pickup melaju dari arah Barat (Monta) menuju ke arah timur sesampainya di TKP mobil pickup hendak berbelok ke kiri atau ke arah gang menuju ke arah utara, saat berbelok terdapat pejalan kaki/ Korban yang sedang bermain di gang tersebut lalu tertabrak dan terlindas.

Akibat dari kecelakaan itu korban mengalami luka luka dan tidak sadarkan diri walaupun sempat di bawa ke PKM terdekat namun nyawanya tidak tertolong dan korban di nyatakan meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasatlantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH.

Lanjutnya, untuk mengetahui pasti penyebab terjadinya lakalantas tersebut hingga saat ini masih dalam penyelidikan oleh Unit gakum Polres Bima.

Saat ini Pengendara mengamankan diri di Mapolres Bima dan Barang bukti satu unit mobil telah diamankan oleh Unit Gakum Satlantas Polres Bima. (***)

Selasa Menyapa Hadir Melayani Masyarakat Wera

Bimantika.net Program “Selasa Menyapa” yang kembali hadir di kecamatan Wera Selasa-Rabu (9 – 10 Desember 2025) dan memusatkan pelayanan publik di Desa Ntoke dan Desa Bala.

Pelaksanaan Program strategis tersebut di kecamatan Wera diawali penyambutan rombongan Selasa (9/12), yang ditandai dengan pengalungan selendang tenun Bima oleh Camat Wera H. Ilham SH kepada Bupati Bima Ady Mahyudi.

Bupati Bima yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy dan Ketua Umum GOW Kabupaten Bima, Hj. Anita disambut hangat Camat, Muspika kepala desa beserta masyarakat desa Ntoke dan Bala.

Pada sesi Ngopi Bareng, Bupati Bima dalam sambutannya kembali mengungkapkan bahwa Selasa Menyapa menjadi wadah silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

Disamping itu, kehadiran pemerintah daerah di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk mendekatkan pelayanan dan memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti,”. Terang Bupati.

Di sela pemaparan, Sesi Ngopi Bareng di lapangan desa Ntoke diisi beragam penampilan seni budaya, tarian, pembacaan puisi oleh para siswa SD dan pelajar SMP dari Desa Ntoke dan Desa Bala.

Dalam sesi diskusi bersama, sejumlah pemuda dari Desa Ntoke dan Desa Bala menyampaikan berbagai aspirasi antara lain perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, lapangan olahraga sebagai sarana aktivitas masyarakat dan generasi muda.
Sementara itu, pada stand UMKM, para pelaku usaha lokal turut memperkenalkan berbagai produk unggulan khas Kecamatan Wera, seperti dodol (RRS//Ruma Rengge Sape//007)

Selasa Menyapa di Wera, Ady-Irfan Tegaskan Komitmen Bangun Desa

jpn

Bimantika.net Hari kedua kegiatan Selasa Menyapa di kecamatan Wera Rabu (10/12), sejumlah kegiatan fisik dirampungkan pada dua desa lokasi kegiatan yaitu desa Ntoke dan Bala.

Setelah Senam Sehat Bersama sejumlah organisasi wanita dan OPD terkait di lapangan desa Ntoke, Bupati, Wakil Bupati dan jajaran melakukan peninjauan di setiap lokasi pelayanan dan melakukan penyerahan 1.000 bibit pohon yang tersebar di desa Ntoke dan Bala sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan di wilayah kecamatan Wera.

Pada kunjungan di Desa Bala, Bupati Ady Mahyudi secara khusus menyempatkan diri duduk bersama dan mendengarkan aspirasi dan harapan masyarakat terkait perbaikan jalan sepanjang 3 km (realisasi 1,5 km), Lapangan desa, Gedung Serbaguna dan Pembangunan Masjid.

Seperti dalam pertemuan dengan masyarakat desa Ntoke, Bupati Bima Ady Mahyudi dalam pertemuan di desa Bala ter kembali mengungkapkan akan melakukan pembangunan infrastruktur secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan yang ada dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan instansi terkait.

“Masyarakat dimohon bersabar, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pembangunan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah”. Jelas Bupati.

Setelah merampungkan semua kegiatan di dua desa tersebut, Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, didampingi para Kepala OPD, Camat Wera H. Ilham, S.Sos, Muspika, Kepala Desa Ntoke dan Bala melakukan pemasangan prasasti “Selasa Menyapa” di Kantor desa setempat sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat di tingkat desa. (RRS//Ruma Rengge Sape//007)

Polsek Sanggar Evakuasi Korban Meninggal Dunia Kecelakaan di Desa Sandue

jpn

BIMAntika.net Personel Polsek Sanggar Polres Bima Polda NTB evakuasi korban Kecelakaan Lalulintas ganda yang melibatkan Sepeda Motor dan Mobil Pickup.

Kecelakaan terjadi di jalan Lintas Sandue – Sanggar tepatnya di jalan depan TPU Desa Sandue Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.

Laka Lantas ganda yang menyebabkan Pengendara sepeda motor (SPM) berinisial MR (L/17) Warga Desa Sandue meninggal dunia itu terjadi pada Selasa (09/12/25) sekira pukul 18.15.Wita.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kapolsek Sanggar Iptu Eric As Ary.

Pihak Kepolisian sampaikan Kronologi, Korban mengendarai SPM jenis Honda Revo dari Desa Kore menuju arah Desa Sandue dengan keceoatan sekitar 70 km/jam dengan mengendarai sepeda motor honda revo, sesampai di TKP korban menyalip mobil yang searah dengan korban dengan cara mrlambung kekanan mengambil jalur laju lawan arah,

Namun dari arah yang berlawanan melaju mobil pick up yang dikendarai oleh AI (L/24) Warga Desa Kore, Pada saat korban menyalip mobil yang searah tersebut dan korban kaget melihat mobil yang datang dari arah berlawanan.

Meski korban berusaha menghentikan laju motor dengan menggunakan rem depan namun tidak berhasil sehingga korban langsung terjatuh dan terseret beberapa meter hingga menabrak mobil pick up, pengendara masuk dan terjepit dibawah kolom bagian depan .

Personel Polsek Sanggar yang mendapatkan Informasi itu langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban menuju ke Puskesmas (PKM) Sanggar untuk mendapatkan perawatan medis. akibat luka yang dialaminya korban di rujuk ke RSUD Dompu. Sekira pukul 21.55 wita, korban meninggal dunia di RSUD Dompu.

Saat ini Sopir dan Mobil Pickup serta satu Unit SPM di amankan di Mapolsek Sanggar kemudian setelah petigas Unit Gakkum laksanakan olah TKP lalu membawa kedua kendaraan dan pengemudi mobil pick up ke mako polres bima untuk dimintai keterangan awal. (****)

Bupati Bima Hadiri Musrenbangkom dan Rakor Kepegawaian Se-NTB di Mataram

jpn

BIMAntika.net Bupati Bima Ady Mahyudi bersama sejumlah Bupati dan Walikota Se-NTB Senin (8/11) menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Komunitas (Musrenbangkom).

Musrenbangkom adalah suatu proses perencanaan pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk membahas dan menyepakati prioritas pembangunan di tingkat komunitas atau desa/kelurahan.

Musrenbangkom juga dirangkaikan dengan Musyawarah Perencanaan Pengembangan Kompetensi ASN dan Rapat Koordinasi Kepegawaian Provinsi NTB, mengangkat tema, “ASN Profesional Untuk NTB Mendunia” digelar Senin (8/12) di Hotel Lombok Astoria jalan Jenderal Soedirman Rembige.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dalam sambutannya pada Rakor Kepegawaian Provinsi NTB tersebut, menekankan pentingnya meritokrasi dalam sistem kepegawaian.

“NTB sedang berproses menuju manajemen talenta, dan setiap pegawai NTB memiliki kesempatan untuk menentukan karirnya sendiri dan menjadi pimpinan harus berdasarkan proses dan kinerja, bukan pendekatan politik”. Terangnya.

Gubernur berharap agar seluruh kabupaten dan kota di NTB dapat mengadopsi manajemen talenta ini.

Bupati Bima Ady Mahyudi di sela Rakor mengungkapkan, “pemerintah kabupaten Bima menyambut baik Rakor Kepegawaian sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di NTB, khususnya di Kabupaten Bima.

“Melalui sistem merit yang dibangun dalam kerangka kerjasama tersebut memastikan manajemen talenta akan secara efektif dapat membantu meningkatkan kinerja dan pelayanan publik pemerintah daerah” Jelas Bupati.

Ditambahkannya, pengembangan kompetensi ASN yang mencakup peningkatan kemampuan teknis dan manajerial, kepemimpinan, pengetahuan dan pemahaman tentang kebijakan dan regulasi

“Serta pemanfaatan teknologi informasi dan digital merupakan prasyarat penting ASN
menjadi lebih profesional, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat”. Imbuh Bupati Ady Mahyudi.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Penerapan Sistem Merit dan Pembangunan Manajemen Talenta pada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kabupaten/kota se-NTB

Rakor juga dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara RI, Walikota Bima H.A.Rahman H. Abidin dan para kepala daerah lainnya. (RRS//RumaRenggeSape//007)