Bupati IDP Ajak ASN Pupuk Sifat Kedermawanan dan Peduli Sesama

jpn

Bimantika.net -Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE., M.IP (IDP) mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten Bima agar senantiasa memupuk sikap kedermawanan, dan untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada mereka yang kurang mampu dan kurang beruntung.

“Juga niatkan untuk berbagi, bukan hanya soal besar dan kecil sesuatu yang diberikan, tapi diukur dari nilai keikhlasan,”ungkap IDP di hadapan jamaah Masjid Al Mubarak desa Raba saat memberikan sambutan pada kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bima tahun 1445 Hijriyah di kecamatan Wawo (15/3/2024).

Dengan mengeluarkan zakat dari rezeki kita, sambung Umi Dinda sapaannya, maka Allah SWT akan membalasnya dengan yang lebih besar, baik kesehatan, kesempatan beribadah dan Insya Allah rejeki yang halal.

IDP mengajak momentum bulan suci Ramadhan kiranya dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan, mengingatkan diri untuk hijrah ke arah yang lebih baik.

“Dalam bulan ramadhan ini, mari bersama-sama mengingatkan diri mengurangi hal-hal yang menurunkan nilai pahala,”imbuhnya.

Dengan shalat tarawih berjamaah, ujarnya, para jamaah akan mendapatkan keutamaan nilai beribadah yang tidak didapatkan pada bulan-bulan selain bulan suci Ramadhan.(***//)

Tiga Saksi Kasus HM Lutfi Sebut Tidak Ada Arahan Untuk Menangkan Tender

jpn

Bimantika.net -Dalam sidang lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan jabatan oleh mantan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi di Pengadilan Tipikor Mataram pada Jumat (15/3/2024). Jaksa Penuntut Umum menghadirkan tiga saksi yang mengerjakan beberapa proyek di Kota Bima sejak 2019 – 2022.

Sebagaimana yang diberitakan Media Siar Pos Saksi-Saksi tersebut diantaranya, Direktur PT Bumi Maha Marga Bambang Hermanto, pemilik CV Titisari Ali Imron, dan pemilik CV Restu Bunda Sri Rahmah.

Dari pengakuan ke-tiga saksi dalam persidangan, terbantahkan bahwa Ipar dari Istri Walikota Bima, Muhammad Makdis adalah pengatur semua proyek yang ada di Kota Bima.

Pasalnya, ketiga saksi mengaku tidak pernah mengenal Muhammad Makdis. Bahkan tidak pernah diarahkan oleh siapapun dari proses pendaftaran, penawaran tender hingga melaksanakan pekerjaan yang dimenangkan.

Baca juga : PT Tukadmas Akui Keluarkan Rp2,4 Miliar Untuk Izin Tata Ruang, Aliran Dana Apakah ke Provinsi NTB?

Dirut PT Bumi Maha Marga, Bambang Hermanto di depan Hakim Putu Gde Hariadi, mengaku bahwa proses pendaftaran tender pun bersama dengan sejumlah perusahaan lainnya, namun hanya PT Bumi yang melakukan penawaran atas sejumlah proyek tersebut.

Bambang juga mengaku baru sekali bertemu dengan H Lutfi di kediamannya dan itupun tidak berbicara terkait proyek, melainkan klarifikasi masalah dana izin usaha PT Tukadmas. Ia juga mengatakan tidak pernah diarahkan oleh terdakwa maupun istri nya, Eliya.

“Proses tender normatif tidak ada menggunakan siapapun baik itu Makdis atau siapapun,” kata Bambang yang mengaku sudah mengerjakan proyek-proyek di kota Bima sejak sebelum H. Lutfi menjadi Walikota Bima.

Bambang hanya mengaku memberikan uang tanda terima kasih kepada sejumlah Pokja melalui Agus Salim dengan nilai Rp20 juta per paket proyek. Tetapi ia tidak pernah memberikan fee kepada PPK, Kepala Dinas maupun Walikota Bima.

Baca juga : Kasus Walikota Bima, Dugaan Konspirasi Pokja, PPK Bahkan Pihak Lain Menggiring Nama Lutfi

Hal yang sama diutarakan oleh Pemilik CV Titisari, Ali Imron. Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya dipinjam oleh PT Bumi Maha Marga untuk beberapa pekerjaan. Namun ia tidak pernah diarahkan juga oleh siapapun. Ia pun juga ikut terlibat dalam beberapa pekerjaan yang dilaksanakan.

“Saya tidak pernah diarahkan dan tidak pernah memberikan fee pada siapapun,” Kata Ali Imron.

Kemudian Pemilik CV Restu Bunda, Sri Rahmah, juga mengatakan bahwa perusahaan nya hanya dipinjam oleh Ali Imron untuk mengerjakan beberapa proyek yang nilainya kecil. Sri juga mengaku tidak pernah diarahkan oleh siapapun dan tidak pernah bertemu dengan Walikota dan istrinya.

Namun Sri yang juga merupakan anggota Gapensi Kota Bima ini mengaku, pernah mendengar dari pembicaraan teman-temannya, jika ingin memenangkan proyek di Kota Bima harus mempunyai orang dalam.

Tetapi hal itu pun tidak bisa juga dibuktikan, karena ia hanya mendengar obrolan saja tanpa melihat langsung dan tidak mengalaminya.

Tim kuasa hukum dari H Lutfi, mengatakan, pengakuan dari tiga saksi ini secara langsung membantah bahwa semua proyek di Kota Bima diarahkan oleh Muhammad Makdis seperti yang terdengar dari sidang-sidang sebelumnya.

Baca juga : Cuaca Ekstrem, Truk Fuso Dalam Kapal Penyebrangan Bali-Lembar Terbalik

“Ini kan masih baru mendengar saksi berbicara saja, dan belum ada bukti yang mengarah ke terdakwa, harus ada pembuktian, ” ujar Kuasa Hukum terdakwa, Abdul Hanan usai persidangan.

Alat-alat bukti merupakan alat-alat yang ada hubungannya dengan suatu tindak pidana, dimana alat-alat tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan pembuktian, guna menimbulkan keyakinan bagi hakim, atas kebenaran adanya suatu tindak pidana yang telah dilakukan oleh terdakwa, dikutip dari hukum online.

Menurut Pasal 184 KUHAP, alat-alat bukti yang sah adalah Keterangan saksi, Keterangan ahli, Surat, Petunjuk, Keterangan terdakwa.

Diketahui, sejak tahun 2019-2022, PT Bumi Maha Marga mendapat sejumlah proyek diantaranya pembangunan jalan lingkungan Kota Bima pada tahun 2019 dengan nilai Rp3,8 miliar.

Selain menggunakan perusahaan tersebut, PT Bumi Maha Marga meminjam perusahaan CV Titisari untuk mengerjakan 5 paket pekerjaan peningkatan jalan dengan nilai masing-masing Rp2,2 miliar hingga Rp6 miliar.

Ali Imron juga meminjam perusahaan CV Restu Bunda untuk mengerjakan sejumlah proyek yang bernilai kecil antara Rp40 juta hingga Rp100 juta.

Fee yang diberikan oleh PT Bumi Maha Marga kepada dua perusahaan yang dipinjamkan benderanya tersebut jika nilai pekerjaan Rp3 miliar fee yang diberikan adalah 2 persen atau 30 juta. (***)

Bupati IDP Gelar Safari Ramadhan, Beri Bantuan Paket Al-Qur’an di Wawo

jpn

Bimantika.net -Safari Ramadhan perdana jajaran Pemerintah Kabupaten Bima di Masjid Al-Mubarak Desa Raba Kecamatan Wawo, berlangsung Jumat (15/3/2024) diisi tausiah oleh Ustadz Farhan Bil Islam, S.Ag.

Di hadapan jamaah Shalat Taraweh, Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri SE.,M.IP (IDP) yang hadir bersama Pj.Sekretaris Daerah Suwandi, ST.MT, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima H. Mujiburrahman,S.Ag, para pejabat eselon III OPD menyampaikan beberapa arahan.

“Terima kasih kepada masyarakat Wawo yang telah menunjukkan kebersamaan. Wawo sudah menunjukkan ketaatan dalam mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah daerah”. Ungkap Bupati dihadapan Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S.Sos., Unsur Muspika, Kepala UPT, Kepala SMA, SMP, SD, para kepala desa dan BPD Se-kecamatan Wawo yang mengikuti shalat tarawih di Masjid Al-Mubarak.

Momen Safari Ramadhan tersebut, juga dimanfaatkan Bupati Bima untuk menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat Wawo pada Pemilu serentak tanggal 14 Februari 2024 lalu.

“Atas nama pemerintah daerah, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat dan keluarga besar di kecamatan Wawo yang telah berpartisipasi dalam Pemilu. Mari tinggalkan perbedaan yang menyebabkan rusaknya silaturahmi dan kembali menjalin ukhuwah islamiyah. Serta niatkan untuk mendoakan siapapun yang terpilih, berikan kesempatan untuk bekerja dan menunjukkan kinerja dalam membangun daerah”. Imbuh Bupati.

Usai menyampaikan sambutan, dilakukan penyerahan paket bantuan Al-Qur’an kepada camat Wawo. (***//)

Indahnya Berbagi, Kapolres Bima Pimpin Pembagian Takjil Berbuka Puasa

jpn

Bimantika.net -Polres Bima Polda NTB berbagai kebahagiaan dengan masyarakat pengguna jalan yang melintas didepan Mapolres Bima pada Jum,at (15/3/2024) sekira pukul 17.00. Wita

Kegiatan tersebut yakni membagikan takjil menjelang berbuka puasa bagi masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan Mapolres Bima.

Pembagian Takjil tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo, S.IK.M.IK didampingi oleh Wakapolres Kompol Saogi Sujana Angsar, Kabag OPS AKP Iwan Sugianto, pengurus Bhayangkari Cabang Bima dan personel polres Bima.

Diungkapkan Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.IK., M.IK., melalui Kasi Humas Iptu Adib Widayaka pembagian Takjil ini merupakan upaya kepolisian resor bima mempererat hubungan tali silaturahmi bersama masyarakat serta saling berbagi di bulan suci Ramadhan semata mata mengharapkan Ridho Allah SWT.

“Semoga apa yang kami lakukan bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi Nilai ibadah dihadapan Allah SWT” Ujar Kapolres.

Dikatakannya, Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara rutin selama bulan Ramadhan oleh Polres Bima dan Polsek Jajaran.(***)

Inspiratif, Pengabdian Tulus Aipda Sarjan Jadi Guru Ngaji dan Pengurus Masjid

jpn

Bimantika.net -Menjadi personil Polri adalah salah satu cita-citanya, Aipda Sarjan merupakan anggota Polri yang berdinas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Woha Polres Bima Polda NTB.

Sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Kalampa Kecamatan Woha Kabupaten Bima , Aipda Sarjan juga selalu menyempatkan waktu untuk mengajar ngaji terhadap anak-anak di binaannya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aipda Sarjan Seminggu tiga kali di Masjid Bolly Mubarak Desa Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Tapi berbeda di bulan suci Ramadhan ini Ia mengajar ngaji bagi muridnya setiap hari ba,da sholat Ashar dan di lanjutkan dengan tadarusan ba,da Sholat Tarawih.

Seperti yang dilakukannya pada Jum,at 15/03/04 Ba,da Sholat Ashar dirinya mengajar ngaji sejumlah anak-anak didiknya.

Hal ini dilakukan oleh “Pak Bhabin”, biasa masyarakat menyapanya. Yaitu mengajar mengaji dengan tujuan untuk membantu masyarakat setempat yang mempunyai anak namun keterbatasan tempat dan menghindari anak anak bermain yang tidak bermanfaat di Bulan Suci Ramadhan.

“Ini saya lakukan untuk mengenalkan agama sejak dini kepada mereka sehingga ketika mereka besar nanti sudah memiliki ilmu agama/ bisa membaca Alquran” Ujarnya.

Selain tugas yang dilakukan sehari-hari sebagai Bhabinkamtibmas yaitu menyambangi warga, juga turut serta dalam kegiatan keagamaan, gotong royong dan kegiatan kemasyarakatan lainnya Aipda Sarjan Juga merupakan salah satu pengurus Masjid Bolly Mubarak.

Mengajar ngaji yang rutin dilakukan disela kesibukannya sebagai Bhabinkamtibmas adalah merupakan wujud kepedulian terhadap anak-anak di lingkungan tempatnya bertugas.

“Apa yang saya lakukan ini semoga dapat bermanfaat dan bisa sedikit membantu anak-anak menjadi lebih mengerti dalam membaca Alquran, juga menjadikan anak-anak Soleh dan solehah,” ungkapnya.”

Terpisah Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo SIK., MIK., melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka mengapresiasi yang dilakukan oleh Personelnya tersebut.

Sebagaimana diulas Kasi Humas Kapolres juga mengatakan kegiatan tersebut sangat positif terlebih saat Bulan Suci Ramadhan dan menjadi contoh bagi kita semua

“Kehadiran Polri ditengah masyarakat tidak saja mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan penegakan hukum akan tetapi juga dalam hal keagamaan polri harus hadir”. Kata Kapolres mengutip Adib.

Sebagai informasi Aipda Sarjan SH selain menjadi guru ngaji juga meraih sederet prestasi, pada tahun 2017 meraih juara 1 Tingkat Polda NTB, Pada tahun 2023 meraih Juara 3 tingkat Mabes Polri, selain itu Ia juga sering menjadi juara di ajang MTQ Tingkat Kecamatan dan Kabupaten.

Murid ngaji Aipda Sarjan tidak saja berasal dari desa Binaannya namun ada juga dari beberapa Desa yang ada di kecamatan Belo dan Kecamatan Monta. (***)

Aniaya Anak Kandung, Pria Asal Desa Soki di Tangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Gerak cepat Personel Polsek Belo Polres Bima Polda NTB meringkus terduga pelaku penganiayaan di Desa Soki Kecamatan Belo Kabupaten Bima Kamis (14/3/2024) sekira pukul 18.00. WITA.

Terduga pelaku penganiayaan berinisial AR (L) Warga Desa Soki melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya dengan cara menggigit dan memukul.

Sebagai informasi Pelaku merupakan ayah kandung korban, Pelaku dan ibu korban sudah pisah ranjang selama tiga tahun.

Kronologis Kejadiannya menurut polisi berawal sekitar pukul 16.00 wita, pelaku menjemput korban di rumah kakak kandung ibu korban kemudian dibawah kerumah pelaku.

Setelah sampai di rumah Ayah (Pelaku) anak yang berusia 3 tahun ini menangis meminta pulang kembali ketempat ibu kandungnya namun pelaku belum mengijinkan untuk pulang.

Pelaku merasa kesal dikarenakan korban tetap menangis dan meminta pulang lalu kemudian pelaku menyiksa korban dengan cara mengigit beberapa kali di sekujur tubuh, memukul korban dengan cara menonjok kebagian mulut dan punggung korban sehingga korban mengalami luka gigitan dan memar di sekujur tubuhnya.

Setelah melakukan penganiayaan terhadap anaknya pelaku mengantar kembali korban ke ibunya dan setelah itu pelaku menghilang/ kabur.

Ibu korban yang melihat luka di sekujur tubuh anaknya di bantu oleh warga sekitar membawa korban ke PKM Ngali untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Belo Iptu Zulkifli yang mendapat informasi tersebut bersama Personelnya langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Sesampainya di TKP Iptu Zulkifli menghimbau kepada pihak keluarga korban agar menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Setelah mendengar himbauan dari Kapolsek pihak keluarga yang sebelumnya sempat tersulut emosi akhirnya membubarkan diri dan menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Tidak lama kemudian terduga pelaku berhasil diringkus ditempat persembunyian diarea pegunungan yang tidak jauh dari pemukiman warga sekitar.

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.IK., M.IK., melalui Kasi Humas Iptu Adib Widayaka membenarkan pihaknya telah mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Desa Soki Kecamatan Belo Kabupaten Bima.

“Benar kami telah mengamankan saudara AR dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Bima” Kata Kapolres mengutip Adib.

Lanjut Adib Untuk sementara motif pelaku melakukan penganiayaan kepada anak kandungnya itu pelaku merasa kesal karena korban menangis dan minta pulang ke ibunya. (***)

Jalin Silaturahmi di Bulan Suci Ramadhan, Polres Dompu Sambangi Ponpes Al-Mubarok Lepadi

jpn

Bimantika.net -Polres Dompu melalui Satbinmas dipimpin Kasat AKP Makrus, S.Sos., menyambangi Pondok Pesantren Al-Mubarok Desa Lepadi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu.

Dalam kegiatan tersebut menggelar tatap muka sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga Pondok terlebih saat ini dalam rangkulan bulan suci Ramadhan 1445 H.

Di samping silaturahmi, Kasat juga membawa bingkisan sembako sebagai ‘sarana kontak’ dan diterima haru dan hangat langsung oleh Pimpinan Pondok Ustad. Abdul Muis dengan di dampingi para ustazah (14/3/2024) sekira pukul 10.00 Wita.

Saat penyerahan sembako yang terdiri dari Beras, Mie Instan, Minyak Goreng hingga telur ini, oleh Pimpinan ponpes Al-Mubarok mengucapkan terima kasih kepada Polres Dompu yang selalu memberikan bantuan kepada santri dan santriwati ponpes Al-Mubarok.

Terkait kegiatan ini pula, Polres Dompu melalui Satbinmas memberikan sarana kontak berupa sembako kepada Pondok pesantren dalam rangka program Deradikalisasi sehingga ponpes tersebut terhindar dari paham atau ajaran radikal.

Kegiatan sambang yang dilakukan Satbinmas ke Ponpes Al Mubarok ini berakhir pukul 10.30.wita berjalan dengan aman dan tertib. (***)

Polisi Ungkap Kasus Pencurian di Woja, Pelaku dan Penadah Ditangkap

jpn

Bimantika.net -Kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) yang menimpa Rocky (32) warga Lingkungan Ginte Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu kini terungkap.

Terbukti ketika dengan cekatan, Tim Jatanras Polres Dompu berhasil menangkap terduga pelaku inisial SU (23) asal Lingkungan Renda Kelurahan Simpasai sekaligus Penadah inisial YA (49) asal Desa Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.

Pengungkapan ini dibenarkan Kasatreskrim Polres Dompu AKP Ramli, SH., yang dalam keterangannya menyebutkan bahwa terduga pelaku ditangkap pada Kamis (14/3/2024) sekira pukul 20.00 Wita.

“BB Handphone Jenis Oppo A5 Warna Putih satu unit,” ungkap Kasat.

Terkait kronologis kata Kasat, aksi pencurian dilakukan pada Senin (1/3/2024) sekira pukul 04.30 Wita. Di mana saat itu, saat korban bangun dari tidurnya, melihat jendela rumah sudah dalam keadaan terbuka.

Lanjutnya, menyadari kondisi tersebut, korban bersama istrinya mengecek kondisi rumah dan didapati bahwa 3 (tiga) unit handphone, merek 1 (satu) unit Oppo A5 warna Putih, 1 (satu) unit handphone merek VIVO V23E, dan 1 (satu) unit handphone merek Samsung, hilang.

“kerugian korban mencapai sepuluh juta rupiah dan melaporkan kejadian,” sebut Kasat.

Atas dasar kejadian, Tim Jatanras Polres Dompu diperintahkan untuk melakukan penyelidikan, memeriksa saksi dan korban serta melacak keberadaan salah satu handphone, hingga akhirnya Tim mendapati bahwa Handphone tersebut dikuasai penadah.

Tanpa pikir panjang, tim kemudian langsung menuju alamat Penadah dan berdasarkan pengakuannya, Handphone tersebut ia beli dari terduga pelaku dengan harga Rp. Rp.600.000,-.

Dari pengakuan si penadah, Tim saat itu juga bergerak menuju target, dan langsung meringkus terduga tanpa perlawanan untuk kemudian digelandang ke Mapolres Dompu untuk diperiksa lebih lanjut. (***)

Tim Terpadu Pemkot Bima Sidak Pasar Amahami, Harga Bahan Pokok Fluktuatif

jpn

Bimantika.net -Plt. Asisten 2 Setda Kota Bima, Drs. M. Saleh bersama Tim terpadu dan TPID Kota Bima melakukan inspeksi mendadak terhadap komoditi harga bahan pokok, di UPT Pasar Raya Amahami Kota Bima Jum’at (15/3/2024).

Muhammad Saleh mengatakan, inspeksi mendadak yang dilakukan saat ini untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok seiring dengan tingginya animo masyarakat pada bulan puasa untuk memenuhi kebutuhannya, baik untuk keperluan sahur maupun saat berbuka puasa.

Ia menjelaskan, tujuan utama pada sidak yang dilakukan agar pemerintah daerah tahu perkembangan harga yang ada di pasar, apakah harga-harga bahan pokok masih dalam kondisi stabil atau ada peningkatan harga.

Saleh menyebut adanya kenaikan harga karena pengaruh permintaan masyarakat yang tinggi serta pengaruh juga pada stok yang tersedia akibat cuaca buruk beberapa hari terakhir.

“Stok beras yang kita miliki cukup sampai Juni 2024, pengaruh dari operasi pasar murah yang gencar dilakukan juga cukup bagus, sehingga berdampak pada kestabilan harga bahan pokok,” ujarnya.

“Beras premium di pasar fluktuatif, ada yang 15 ribu hingga 17 ribu per kilogramnya, minyak goreng curah 17 ribu, gula pasir 18 ribu per kg, ayam ras 40 ribu per kg, telur 37 ribu per kg, cabe rawit merah 45 ribu per kg dan bawang merah 30 ribu per 0kg,” pungkasnya.

Plt. Asisten 2 Setda Kota Bima didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, Kepala UPT Pasar Amahami, jajaran Tim Terpadu dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bima. (***//kominfo kobi)

Pj Walikota Bima HM Rum Ikut Bahas Kolaborasi Kota Dunia di Rakornas Otoritas IKN

jpn

Bimantika.net -Penjabat (Pj) Walikota Bima Ir. H. Mohammad Rum, MT turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Rakornas itu dengan tema “Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Ibu Kota Nusantara untuk Mewujudkan Kota Dunia untuk Semua”.

Acara ini berlangsung pada Kamis, 14 Maret 2024, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, West Mall Lantai 11, Grand Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 1, Jakarta.

Rakornas tersebut bertujuan untuk memastikan pemerataan informasi mengenai bentuk Pemerintahan di IKN, potensi kerjasama dengan IKN, kekhususan IKN dan kewenangan khusus IKN, perkembangan pembangunan IKN, pelaksanaan investasi di IKN.

Serta untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah dan kementerian/lembaga di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan penjelasan konsep dan perspektif Ibukota Nusantara dari berbagai aspek.

Meliputi perspektif pemerintahan yang fokus pada inovasi dan kemampuan beradaptasi, perspektif lingkungan untuk mewujudkan kota berkelanjutan dengan mencapai net zero emissions pada tahun 2045 mendatang,.

Perspektif ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam pertumbuhan ekonomi inklusif,.

Serta perspektif teknologi yang mengadopsi konsep Kota Cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup dan adaptasi masyarakat terhadap perubahan.

Bambang Susantono, Kepala Otorita IKN, menyampaikan bahwa pengenalan Ibu Kota Nusantara ini merupakan loncatan transformasi peradaban di Indonesia.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara diharapkan menjadi pangkalan bagi peradaban baru dengan memperkenalkan budaya baru.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara merupakan transformasi untuk membuat peradaban baru dengan memperkenalkan budaya baru dan dasar baru untuk kemajuan Indonesia.

Serta untuk menyebarluaskan magnet ekonomi baru sehingga tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa.

“Hal ini membuat kolaborasi antar pemerintah daerah dan kementerian/lembaga menjadi vital sesuai dengan tata kelola pemerintah yang baik,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi menyampaikan sejumlah harapannya.

“Harapannya Rakornas ini juga mampu menyediakan wadah diskusi konstruktif sehingga seluruh peserta dapat memahami secara utuh terkait Konsep Ibu Kota Nusantara dan bagaimana mewujudkan peradaban baru menyongsong Tahun emas Indonesia 2045” ujarnya.

Rakornas tersebut dihadiri oleh sejumlah pembicara dari kementerian/lembaga terkait yaitu; Plh. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Amran; Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara, Danis H. Sumadilaga; Sekretaris Jenderal Menteri ATR/Kepala BPN, Suyus Windayana; Plt. Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti; serta Kurator Ibu Kota Nusantara, Ridwan Kamil,
“Sejalan dengan visi kita mewujudkan kota cerdas yang berorientasi net zero emissions, tugas kami di sini adalah memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan sehingga nantinya memberikan manfaat untuk masyarakat luas,” ujar Ridwan Kamil dalam kesempatan tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, Danis H Sumadilaga dalam sesi diskusi menyampaikan,

“Sustainable yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan kemasyarakatan itu betul-betul menjadi acuan dalam proses pembangunan”,

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Walikota Bima HM. Rum bergabung dengan para pemangku kepentingan lainnya untuk membahas agenda utama.

Agenda Utamanya yaitu Pengenalan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai “Loncatan Peradaban Indonesia” serta potensi kerjasama antara OIKN dan pemerintah daerah.

Menurut Pj Walikota Bima HM Rum dengan dialog dan kolaborasi yang dijalin, diharapkan dapat memajukan pembangunan kota-kota di Indonesia menjadi lebih inklusif dan berdaya saing global.

HM Rum menegaskan komitmen untuk mendukung upaya tersebut demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima, sehingga dapat sejajar dengan kota lain di Indonesia.

Agenda rakornas ini juga dihadiri oleh 39 Sekretaris Kementerian/Lembaga, 38 Gubernur, serta 594 Bupati/Walikota dari seluruh wilayah di Indonesia. (***//kominfo Kota Bima)