Gambar Compasiana.Com
Bimantika.net,_ Di Kota Bima ada beberapa tempat warga yang melakukan Aktifitas memecah Batu secara manual, salah satu tempat itu adalah sepanjang jalan Gunung Raja Dana Traha Kelurahan Manggemaci Kota Bima sepanjang itu pula mata kita memandang aktifitas sejumlah warga yang melakukan pemecahan batu secara manual dengan alat tradisional seadanya.
Hampir seluruh warga yang melakoni usaha ini adalah rata-rata warga yang memiliki kemampuan hidup yang tidak berlebihan namun terkadang memberikan berkah yang sangat luar biasa bagi sebahagian nya yakni mampu menyekolahkan anak anaknya hingga sukses sampai perguruan tinggi.
Sepertinya Aktivis, Pejuang Kemanusiaan, Pemerintah, Anggota Dewan alpa dan tidak pernah hadir dalam kehidupan mereka yang semestinya dijamin oleh negara.
Para Aktivis dan pengkritik kebijakan Pemerintah pun enggan menyuarakan apa yang menjadi keinginan mereka bahkan Anggota Dewan sebagaimana amanat UU mewakili merekapun setelah di lantik nyaris tak pernah membicarakan urusan hajat hidup mereka dalam kelompok pemecah batu tersebut, namun lebih senang membahas urusan Dana Pokok Pikiran dan dana aspirasi mereka.
Sebenarnya Dewan Memperjuangkan Nasib rakyat atau sedang memperjuangkan nasib Pribadinya ? Nyaris tak pernah di permasalahkan oleh sejumlah Aktivis kemanusiaan, para aktivis Kemanusiaan lebih suka mengkritik urusan pembangunan yang Milyaran rupiah, nasib para pemecah batu nyaris tak pernah diperhatikan oleh para pemerhati sosial dan kemanusiaan. Lalu apa sesungguhnya yang diperjuangkan oleh yang Pejuang Kemanusiaan ?? Wallahu’alam (BNN_01)

