Bimantika.net,_ Sebahagian besar Suara Masyarakat Kabupaten Bima Selain merasa puas dengan kinerja Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd selama 4 tahun terakhir ini, mereka mengharapkan Agar IDP_Dahlan Melanjutkan ikhtiarnya memimpin Kabupaten Bima.
Hal ini terungkap melalui hasil survey lembag Survey kredibel di tanah air yakni Poltrcaking. pihak lembaga Survey melakukan Survey lapangan bulann Maret 2020 dengan motedologi multistage random sampling.
Dalam Survey tersebut nampak dengan jelasnya 60,8 persen warga di Kabupaten Bima yang menyatakan setuju, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, melanjutkan kepemimpinan menjadi Bupati Bima 2021-2026. Dan hanya sebanyak 10, 3 persen yang mengatakan tidak setuju.
Sedangkan sebanyak 43,8 persen warga juga menyatakan sejutu apabila, Drs. H. Dahlan M. Noer kembali menjadi Wakil Bupati Bima. Sementara sebanyak 15,8 persen mengatakan sebaliknya.
hasil survei itu juga ada sebanyak 52,3 persen warga setuju apabila IDP-Dahlan melanjutkan kepemimpinan dengan kembali menjadi Bupati dan Wakil Bima Bima periode 2021-2026. Sementara sebanyak 11,5 persen yang mengatakan sebaliknya.
Menanggapi hasil survei, Salah seorang Pejuang sekaligus Loyalis IDP_Dahlan, Alwi tidak terkejut dengan hasil surveytersebut karena dirinya menilai kinerja IDP-Dahlan sudah terbukti dan dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bima secara luas selama ini.
“Saya prediksi juga atas kinerja Umi Dinda dan Pak Dahlan selama ini sehingga tidak heran atas Hasil survey tersebut” ungkapnya.
Hasil survei inipun menurut Alwi tidak lantas pihak IDP_Dahlan berjumawa melainkan tetap bekerja keras di arus bawah untuk lakukan sosialisasi karena lawan dan rival politik IDP_Dahlan saat ini pun tidak hentinya menyebarkan issu hoax di tengah-tengan masyarakat. “Yang kita lawan saat ini adalah banyaknya issu issu hoax yang sengaja diciptakan oleh lawan politik” demikian ungkap Alwi.
Masih menurut Alwi, bahwa saat ini Relawan dan Tim Pemenangan IDP_Dahlan tetap lakukan langkah soliditas untuk meminimalisir issu hoax yang sengaja disebarluaskan oleh lawan politik, karena sesungguhnya lawan politik IDP_Dahlan belum mampu menyaingi elektabilitas IDP_Dahlan. (BNN_03/Yadin)

