HIMBAUAN BADKO HMI BALI-NUSRA UNTUK PILKADES SERENTAK KABUPATEN BIMA

Bimantika.net

Ada harapan besar di pundak kaum generasi penerus cita cita bangsa yang kini sebagai Bendahara Umum Badko HMI Bali Nusra untuk sebuah daerah kelahirannya.
Yuni Eka Fitri, S. Pd selaku Bendahara Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bali Nusa Tenggara mengeluarkan pernyataan bahwa
Pemilihan Kades serentak di Kabupaten Bima, Provinsi NTB (NUSA TENGGARA BARAT) ,tinggal menghitung hari. Para pemuda-pemudi baik dari kalangan mahasiswa dan pekerja, memiliki harapan dan pesan untuk disampaikan kepada kepala desa yang terpilih nanti. Kami akan selalu terus mengawal kontestasi demokrasi Desa Pegandikan sampai siapa yang akan terpilih nanti.
“Kami berpesan, siapa pun kepala desa yang terpilih nanti, hendaknya paham tugas dan wewenangnya sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2014, dan pasal-pasal yang ada di dalamnya, seperti pasal 23 dan pasal 25 UU Nomor 6 Tahun 2014, serta pasal 26 ayat 1 UU Desa tentang tugas-tugas yang harus dilakukan kepala desa. Banyak hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kades yang akan terpilih nanti, seperti melakukan inovasi program-program desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melakukan pelatihan UMKM agar menambah pendapatan asli desa dan masyarakatnya, dan masih banyak lagi PR” ungkap Echa sapaan akrabnya.
Echa berharap pula bagi kades yang terpilih,
Perlu kita ketahui bahwa Kabupaten Bima memiliki banyak potensi yang bagus untuk membangun desa ke arah yang maju dan lebih baik, seperti sumber daya alam (SDA) yaitu kurang lebih 50% penghasilan dari masyarakat adalah dari sektor pertanian. Bukan hanya itu, sumber daya manusia (SDM) yang kali ini dalam lingkup masyarakat kabupaten Bima, saya rasa banyak sekali yang memiliki potensi tinggi, baik dari softskills dan hardskills. Harusnya kepala desa serta perangkat desa dapat melihat itu, dan melakukan upaya revitalisasi masyarakat melalui kebijakan ataupun kegiatan masyarakat.
Selain itu, kades yang terpilih dapat menghilangkan permasalahan klasik yang biasa terjadi di kehidupan sosial, seperti kurangnya interaksi pemerintah desa dengan masyarakat, perencanaan dan penganggaran terkesan ditutup-tutupi dan mengesampingkan masyarakat desa yang berpikir kritis.
Kepala desa (kades) penting memahami kondisi, sekaligus peka dalam melihat potensi yang ada di wilayah desanya. Sebagai pemimpin di pemerintahan desa, kades dapat mengoptimalkan potensi tersebut bagi kemandirian desa. (BNN-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom