Herman Effendy Sebut Tidak Ada Perbudakan Menandu Paslon, Justru Itu Rasa Cinta Rakyat Pada Pemimpin

Bimantika.net,_Ketua Harian Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, Drs. H. Syafruddin H. M. Nut, M. Pd dan Ady Mahyudi (Syafaad) saat lakukan kampanye blusukan di Kecamatan Madapangga Kamis (5/11/2020) di tandu oleh ibu-ibu warga setempat.

Akibat adanya aksi yang dilakukan ibu-ibu tersebut sehingga menjadi Viral di dunia sosial media seperti Facebook.

Banyak netizen menilai bahwa aksi yang dilakukan oleh ibu-ibu itu adalah aksi yang disetting secara khusus sehingga tidak menggambarkan keaslian budaya orang Bima pada umumnya.

Bahkan para netizen dunia maya menilai bahwa itu adalah salah satu bentuk perbudakan gaya baru yang sedang di praktekkan oleh Paslon Syafaan nomor urut 2 di Pilkada Kabupaten Bima.

Atas adanya penilaian netizen yang berlebihan tersebut, ketua Harian Paslon Syafaad Herman Effendy, S. Sos pada media online Bimantika.net menyebutkan bahwa itu adalah bukan perbudakan melainkan cara rakyat mencintai Paslon Syafaad.

“Itu narasi liar yang sengaja dibangun lawan politik, dan narasi ini sangat tidak bertanggung jawab sekaligus goblok” demikian tegas Herman.

Menurutnya, kejadian Ibu-ibu di Desa Monggo Kecamatan Madapangga Menandu Paslon Syafaad adalah bentuk kecintaan rakyat yang sangat mendalam pada paslon Syafaad.

“Itulah bentuk kecintaan rakyat arus bawah pada Paslon Syafaad Bung, tidak ada perbudakan segala macam” tegasnya. (TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom