Bimantika.net
Hanif adalah Salah seorang yang dekat dengan Walikota Bima yang juga keluarga dekat Istri Walikota Bima Hj. Ellya Alwainy yang sedang menghadapi masalah kasus kuitansi 7 juta untuk rekruitmen Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota bima. beberapa hari lalu tiba tiba saja mesenger Pompinan Bimantika.net.
Diawal percakapan dengan Pimpinan Redaksi Bimantika.net, menyapanya dengan kalimat biasanya layak seorang sahabat. Karena Hubungan Persahabatan Pimpinan Redaksi Bimantika.net
Dan Hanif terbilang sahabat baik sejak awal Era Reformasi 1998. Dalam percakapan mesenger itulah Hanif berkelih kesah soal dirinya yang dibully akhir akhir ini.
“Angkat berita 7 juta Dae nara sumberny saya”. Demikian ujar Hanif mengawali obrolan seriusnya. Lalu Bimantika.net mengembngkan pertanyaan ke Hanif dengan pertanyaan berikutnya Maksudnya aba mau arahkan kemana ini urusannya ?? Dengan tegas Hanif dalam pesan Mesengernya katakan bahwa “biarkan proses hukum berjalan tuntas, saya tak pernah ambil uang itu dari pelapor dan ada tiga kwitansi lain yg ditandatangani orang lain.
mengenai kwitansi 7 jt saya hanya menandatangani saja” ungkapnya.
Ada misteri dibalik kasus Hanif yang menggemparkan Kota Bima. Tidak berhenti sampai disitu Bimantika.net mendalami pertanyaan karena Hanief Mengaku hanya menandatangani saja sejumlah kuitansi sementara uangnya dia mengaku gak menerima. Bimantika.net pun kembali pertanyakan ketegasannya Hanif, Kalau memang Hanif tidak ambil uang itu lantas siapa yang menikmatinya ??? Lantas Adakah Keterlibatan Istri Walikota Bima Hj. Ellya Alwainy menikmati sejumlah uang itu ?? Dengan Tegas pula Hanif katakan bahwa “Gak ada Urusan sama Umi Elly Dae, dia gak tau apa-apa” ujar Hanief. Setelah memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, Hanif justru alihkan pembicaraan dan kekesalannya terhadap beberapa oknum dibalik kasus ini semua. Hanif menyebutkan bahwa kasus dirinya dipolitisasi karna menurutnya rivalitas Lutfer dan Manufer saat pilkada 2018 lalu masih terbawa sampai saat ini. dirinya siap membongkar kasus ini di pengadilan nanti. Dirinya sangat menyesalkan adanya Pertemuan beberpa oknum di tempatnya Aba D pemilik Toko M E sehingga kasus itu menyebar luas.
“yang jelas YB, JE dan D melakukan pertemuan untuk membahas kasus itu. dan merebaklah isu kwitansi tersebut setelah di bawa ke dolah toko murni elktronik” ungkap Hanif Kesal. (BNN-01)

