Warga lere Keluhkan Jembatan Rusak


Bima Bimantika,-

salah seorang warga Parado yang dimintai tanggapannya terkait dengan kondisi jmbatan lere Sri Rahmawati pada Bimantika.net menyatakan bahwa kondisi infrastruktur di Kecamatan Parado hampir 80 porsen tidak pernah dijamah oleh pemerintan Kabupaten Bima di bawah kendali Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.
Dirinya menyesalkan sikap Bupati Bima yang sampai saat ini tidak punya niat baik membanhun membangun Parado. “Ini semacam dianak tirikan, oleh karena itu kami harap 2019 ini Bupati segera perbaiki Jembatan lere dan sejumlah infrastruktur lainnya di Parado” Demikian Ungkao Sri Rahmawati.
Lanjutnya bahwa seperti itu lah kondisi Parado yg sesungguhnya.
Menurutnya jalan jalan diparodo,
jembatan Lere susah banget tuk di lewati.
“Kondisinya sangat mengenaskan. Kasian para petani dan Masyarakat pengguna jalan yg notabene Orang orang kecil yg hanya mengandalkan hasil kerja sekali setahun tuk membiayai keluarganya” Demikian keluah kesah warga setempat.
Bahkan Sri rahmawati menganalogikan
Beda dengan orang kita yg stiap saat selalu menggunakan fasilitas jalan dan kendaraan mewah saebagai penghubung aktifitas mereka.
“Ke mana pembangunan yg selalu menggaungkan
EDe Ra Ndai Sura Dou La,o Dana” Demikian Gugahnya. (//arif)

Dosen STISIP nilai IDP Tidak Punya Konsepsi Pembangunan

Bima Bimantika,-
Pemerintahan Kabupaten Bima dibawah kendali Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) dinilai oleh beberapa Dosen muda di Bima tidak memiliki arah dan haluan serta konsespsi pembangunan yang jelas selama dilantik menjadi bupati bima hingga saat ini mau berakhir masa jabatannya.
Salah seorang dosen Muda STISIP Mbojo Bima, Tasrif, S. Sos, M. Ikom, pada Bimantika.net menyebutkan bahwa IDP sebenarnya tidak punya konsespsi pembangunan yang mengarah pada meningkatkan kesejahteraan rakyat terbukti masih banyaknya keluh kesah rakyat petani petani garam dan sejumlah masyarakat. “Di bidang pertanian saja terjadi kegaduhan yang berkepanjangan mulai dari urusan bibit bawang merah hingga urusan pengadaan bibit jagung dan lainnya yang tidak memenuhi standar” Demikian ungkap Tasrif.
Dosen Muda asal Kecamatan Langgudu ini pun menyampaikan contoh kongkrit lainyya menurunnya akreditasi Rumah sakit umum daerah dari type x ke type d semata-mata tidak efektif dan efisiensinya pelayanan publik sehingga dibidang kesehatan terjadi sebuah degradasi nilai salam hal pelayanan publik.
Dibidang Infrastruktur lainnya, tidak sedikit prosesi pembangunan yang tidak memenuhi sarat tehnis seperti pembangunan jembagan milyaran wilayah monta yang baru dibangun tidak bisa dimanfaatkan karna konstruksi bangunan yang rapuh. “Ini semua adalah perlu pembenahan supaya bima kedepan jauh lebih baik lagi” demikian ungkapnya.(//arif)

Mantan Sekda Kritisi Kinerja Pemkab Bima

Bimantika,-News
Mantan Sekda Kabupaten Bima Ir. H. Muchlis, HMA mengkritisi pemerintahan Kabupaten Bima melalui Media Sosial berupa Facebook. Kritika mantan sekda yang dikenal jujur dan berwibawa ini terkait dengan urusan akreditasi Rumah Sakit Umum Bima Dari C ke D. Munculnya Komentar Mantan sekda setelah akun Facebook Zulkifli Zul menulis Akreditasi Rumah RSUD Bima turun ke tipe D ?.
Banyak netizen yang memberi like dan komentar pada kolom komentar. Salah satunyanya adalah Mantan Sekda Bima dengan sebuah kalimat yang menukik. Kalimat Sekda sungguh sangat menukik dan mendalam sehingga Pemerintah Kabupaten Bima semestinya harus menindaklanjuti kritikan dari mantan orang Penting di Jajaran Pemerintahan Kabupaten Bima tersebut.
“Subhanallah, kok bisa mundur ya, Bupati/Wabup dan sekda Harus bertanggung jawab kenapa rumah sakit bima turun akreditasinya. Sebagai orang Bima kita malu” Demikian kalimat menukik yang diungkapkan oleh Ir. H. Muchlis HMA. (//arif)