SPBU Raba Kodo Lakukan Aksi Solidaritas Untuk Korban Banjir

Bimantika.net Akibat Bencana Banjir yang melanda Kabupaten Bima Jum’at lalu, sejumlah elemen masyarakat dan para dermawan pun melakukan aksi-aksi sosial berupa peduli pada warga yang berdampak Banjir.

Pemilik Perusahaan SPBU RABA KODO yang berlokasi di Kecamatan Woha Kabupaten Bima akan melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan di berbagai lintasan kecamatan di kabupaten bima yang terdampak banjir bandang pada 2 April 2021 kemarin.

Ini semua adalah bentuk keperdulian seorang pemilik SPBU atau DIREKTUR-SPBU Raba kodo ANDRE anak dari pengusaha handal Boos Cheng Sing.

Ini semua adalah bentuk keperdulian umat untuk saling tolong menolong dan bahu membahu demi para korban banjir bandang yang ada di kabupaten bima kita.

Direktur SPBU RABA KODO Bapak Andre, anak dari pengusaha handal Boos Cengsing. tidak tinggal diam untuk melakukan secara terus menerus membatu masyarakat korban banjir bandang yang terletak di berbagai kecamatan yang ter dampak banjir badang di wilayah kabupaten bima.

Gerakan solidaritas pemilik SPBU atau direktur SPBU ini, adalah gerakan kemanusiaan demi membantu sahabat dan kerabat kita yang tengah melanda bela bencana dan musibah di berbagai kecamatan di wilayah kabupaten bima. (BMM/IwanTalabiu)

Datangi Warga Terdampak Banjir Di Empat Kecamatan, Bupati IDP Perintahkan Bangun Dapur Umum

Bimantika.net Banjir bandang meluluh lantakan harta benda masyarakat di empat Kecamatan yakni Monta, Woha, Belo, Palibelo, Bolo dan Madapangga pada Jumat, 2 April 2021, lalu.

Selain memporak porandakan harta benda, banjir yang berlangsung dari subuh hari Jum’at itu, juga merendam areal persawahan warga, ribuan rumah di enam Kecamatan dan sejumlah barang berharga milik masyarakat lainnya. Belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugian yang dialami akibat diterjang air bah tersebut.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE dan Gubernur NTB Dr. Zulkifliemansyah, M.Sc, menyempatkan diri mengunjungi sejumlah Desa yang terdampak pada Sabtu, 3 April 2021, siang. Ikut dalam rombongan Bupati dan Gubernur yaitu Kalak BPBD Propinsi NTB dan Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putra Feriyandi, S.Ip.

Bupati Umi Dinda beserta Gubernur Bang Zul, mengawali kunjungannya di Desa Pela, Kecamatan Monta. Selain menyerahkan bantuan nasi bungkus dan bantuan tanggap darurat, juga meninjau langsung jembatan yang terputus di Desa Pela Dusun Pela.

Saat menuju Desa Pela, Bupati Umi Dinda dan Gubernur Bang Zul, tak mengenal lelah, berjalan kaki, menyapa dan melihat langsung kondisi rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan, kemudian menyerahkan bantuan nasi bungkus dan bantuan tanggap darurat lainnya. Hal itu dilakukan ketika melewati Desa Nisa, Tente hingga memasuki Desa Tenga, Monta dan Sie.

Di Desa Sie, Umi Dinda dan Bang Zul, menyempatkan diri untuk melayat dan menyerahkan bantuan duka bagi warga Sie, Ahmad (60), korban terseret arus Sungai Dam Pela Parado. Menurut pengakuan keluarganya, Ahmad ikut terseret banjir saat menyelamatkan ternak miliknya yang berada di areal persawahan. Saat itu korban hendak melintasi sungai yang tidak jauh dari rumah korban.

Usai di Kecamatan Woha dan Monta, Bupati yang juga sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bima ini, menuju Kecamatan Bolo dan Madapangga. Di Desa Sondosia dan Sonolo, Bupati menyerahkan nasi bungkus. Kemudian di Desa Leu, selain menyerahkan nasi bungkus, juga menyerahkan 100 Dus Mie Instan yang diterima langsung oleh Kades Leu.

Di Kecamatan Madapangga, Bupati Umi Dinda melihat langsung kondisi jembatan yang terputus di Desa Rade, Desa Tonda dan terakhir di Desa Campa.

Dihadapan sejumlah wartawan, Bupati Bima dua periode itu menyampaikan terima kasih pada Gubernur NTB, Kalak NTB, Pemkab Dompu, Pemkot Bima dan sejumlah organisasi Pemuda dan para Relawan, yang telah berkenan membantu dan meninjau langsung kondisi masyarakat yang terkena musibah banjir.

Infrastruktur jembatan di Madapangga mengalami kerusakan yang sangat parah. Hal itu akan segera dibenahi, selain dengan menggunakan biaya tanggap darurat, juga akan dilaporkan ke Pemerintah pusat.

‘’Namun yang sangat mendesak adalah akan dibangun jembatan darurat,’’ujar Bupati, saat menggelar press conference, di Desa Rade, Kecamatan Madapangga.

Bupati berharap agar masyarakat bisa bersabar. Ditengah mengahadapi bencana ini, bisa tetap survive, tidak ada yang saling menyalahkan. Karena, kata Bupati, ini adalah ujian bagi kita semua. Dengan kesabaran kita mampu menjalaninya.

Bantuan dari Pemkot Bima, Pemkab Dompu yang langsung diserahkan pada korban maupun melalui BPBD Kabupaten Bima, akan tetap disalurkan. Demikian pula bantuan dari BPBD Provinsi yang telah tiba di Bima, langsung di distribusikan pada masyarakat yang terdampak.

Bupati Perintahkan Bangun Dapur Umum

Untuk membantu dan memudahkan kebutuhan logistik, cepat saji bagi warga yang terdampak banjir di empat Kecamatan yakni Monta, Woha, Bolo dan Madapangga, Bupati Bima memerintahkan untuk segera membuat dapur umum.

‘’Selama tiga hari kedepan, kami pastikan bahwa Dapur Umum sudah ada dan beroperasi,’’ujar Bupati Umi Dinda, dihadapan sejumlah wartawan di Desa Rade, Sabtu, 3 April 2021, siang.

Dijelaskan Bupati, semakin banyak relawan yang membantu maka bantuan yang disampaikan akan cepat sampai pada yang akan menerima.

Menurut Umi Dinda, melalui bantuan tanggap darurat, lewat dapur umum itu, akan sangat mudah bagi masing-masing kecamatan mendistribusikan kepada keluarga yang terdampak, agar mereka segera pulih dan survive.

Rata-rata warga mengalami kerugian hasil Pertanian dan Perikanan yang cukup banyak. Dengan jumlah kerugian masih dihitung secara pasti.

Bupati mengaku, berdasarkan laporan di lapangan bahwa, dari pagi hingga sore, pada Sabtu, 3 April 2021, sudah banyak pihak luar yang datang membantu. Selain itu, ada juga bantuan dari para kelurga korban.

Terima kasih pada media yang banyak membantu meluruskan berita-berita yang menilai miring atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Bima. Kemudian terima kasih pula pada BNPB Pusat yang telah memastikan akan membantu keluarga kita di Bima.

‘’Kita berdo’a, semoga bencana ini tidak terjadi lagi,’’tambah Bupati.

Yang pelu dilakukan mulai hari ini, adalah perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, yang menghubungkan sejumlah desa. Dengan dibantu oleh keluarga, TNI dan Polri kita akan cepat berbenah.

Bupati Bima, juga menerima bantuan tanggap darurat dari BNI Berbagi, uang senilai Rp 50 juta. Bantuan itu diterima Umi Dinda pada saat memantau warga di Desa Ncandi, Kecamatan Madapangga. (ProKom//bmm//01)

PKK Kota Bima Peduli, Bawa Bantuan Nasi Bungkus Di Wilayah Woha dan Monta

Bimantika.net Wilayah Kecamatan Woha dan Monta Kabupaten Bima pasca di terjang banjir besar yang meluluhlantakkan beberapa fasilitas jalan dan Jembatan pada hari Jum’at kemarin kini lumpuh total setelah beberapa Jembatan penghubung antar Desa putus di seret arus banjir.

Atas bencana banjir yang melanda beberapa Kecamatan Di Kabupaten Bima tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bima, Hj. Ellya Alwaini tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudaranya yang sedang membutuhkan uluran tangan.

Umi Elly _ Sabtu pagi langsung menyiapkan ratusan bungkus makanan dalam bentuk nasi bungkus dan Puluhan dos air mineral gelas disiapkannya untuk membatu sejumlah warga yang sangat membutuhkan
nasi dan air minum.

“Hari ini kita memberi bantuan untuk warga Desa Nisa dan Desa Pela dengan membawa 1000 bungkus nasi bungkus dan air mineral 40 dos” ungkap Srikandi Kota Bima yang selalu mengikuti kegiatan PKK Kota Bima.

Hj. Ellya Alwaini yang dikonfirmasi meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk tidak dipublikasikan karena sifat bantuan itu bersifat pribadinya, bukan atas nama PKK Kota Bima.

“Maaf om, itu bantuan secara pribadi saja” ungkap Umi Elly menegaskan. (bmm//01)

Musrenbang Kelurahan NaE Hasilkan Beberapa Usulan Penting

Bimantika.net Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan naE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima yang digelar di Di Kantor Lurah NaE Pada Hari Sabtu (3/4/2021) menghasilkan beberapa rumusan dan point penting untuk kelangsungan kehidupan warga setempat.

Liputan Langsung Media Cetak dan Online Bimantika, Yaumul Ma’ruf, A. Md bahwa dalam Musrenbang tersbut dihadiri oleh berbagai kalangan di tingkat kelurahan RT, RW, Perwakilan Camat dan di pimpin langsung oleh Lurah NaE, Khairunnas, S. Sos

Pada Media Bimantika, Khairunnas mengemukakan bahwa dirinya akan lakukan upaya-upaya riil kerjasama dengan semua pihak

“kalau ada sesuatu hal komunikasikan dengan saya, sepanjang untuk kelurahan naE saya akan tetap dukung dan maksimalkan semua usulan yang ada di kelurahan naE” ujar Ibu Khairunnas Lurah NaE yang juga Putri Kebanggaan Warga Kelurahan NaE ini

Ada beberapa program penting yang menjadi kesepakatan peserta Musrenbang yang tentunya terkait langsung dengan kelangsungan hajat hidup warga Kelurahan.

Lima (5) point pentimg usulan Musrenbang kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima, yakni, Infrastuktur berupa Normalisasi dranase, RT 01 sampai dengan RT. 13, Bedah rumah 50 unit,
sedangkan bidang Ekonomi yakniDana usaha bakulan
Alat usaha UMkM, dan
Peralatan perbengkelan RW. (BMM//YaumulMa’ruf)

Gubernur Zul Enggan Menjawab Pertanyaan Wartawan Tentang Pemulihan Ekonomi Pasca Banjir

Bimantika.net Banjir Ganas yang terjadi di Wilayah Kabupaten Bima Jum’at (2/4/2021) menyisakan Pilu warga yang sangat mendalam bagi masyarakat Kabupaten bima.

Kecamatan Madapangga, Bolo, Woha, Monta adalah Kecamatan sasaran amukan Banjir Ganas yang meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian warga.

Tangisan Warga adalah tangisan dan jeritan karena hamparan lahan persawahan kini tersapu rata tanpa kecuali.

Para peternak Sapi dan kambing menjadi kehilangan, petani tambak kehilangan sejumlah mata pencahariannya.

Dampak terjangan banjir ganas tidak menyisakan satu apapun kecuali pilu dan air mata.

Kini Gubernur NTB Hadir dengan janji manisnya fokus untuk memperbaiki semua fasilitas yang terseret arus banjir ganas.

Warga kini sedang berduka, adakah pemerintah hadir untuk membawa sebuah kebahagiaan ?

Rakyat menangis, adakah program pemerintah yang merehabilitasi fungsi alam secara maksimal sehingga alam tidak murka lagi ?

Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah pun datang langsung melihat kondisi air mata rakyat dengan sebuah janji akan fokus urus pemulihan pasca banjir.

Adakah Fokus pemulihan Ekonomi Pasca banjir ?

Media Cetak dan Online Bimantika mencoba mewawancara Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah dengan beberapa pertanyaan urgen pada hari Sabtu (3/4/2021)

Maaf Pak Gubernur, Apakah pasca Banjir Ganas Bima, ada Fokus Pihak Pemprof NTB dalam hal Pemulihan Ekonomi Rakyat ?

Lalu kalau ada dalam bentuk apakah Pemulihan Ekonomi yang menjadi Terobosan Pak Gubernur Zul ??

Namun Gubernur Zul dalam pertanyaan itu sama sekali tidak memberikan jawaban apapun. (BNN//01//tim)

Gubernur Zul Janji Fokus Tangani Pasca Banjir

Bimantika.net “Pagi ini memberi bantuan bersama Ibu Bupati Bima di berbagai lokasi yg terkena Banjir..
Hujan yg terus menerus selama 2 hari membuat banjir merata di hampir semua tempat di Kab Bima.
Bukan saatnya lagi saling menyalahkan, ayo lakukan apa yg bisa kita bantu dan sinergikan sekarang” Demikian Cuitan Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E, M.Sc diakun Facebook Pribadinya hari ini Sabtu (3/4/2021).

Kehadiran Gubernur NTB Doktor Zul Sapaan akrabnya didampingi oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, (IDP) disejumlah lokasi banjir Kabupaten Bima.

Doktor Zul dan Bupati IDP turun memantau sejumlah wilayah di Kabupaten Bima yang terkena dampak bencana banjir ganas yang meluluhlantakkan sejumlah sarana dan prasaran Publik di beberapa Kecamatan Kabupaten Bima.

Gubernur Zul dan Bupati IDP didampingi sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Propinsi NTB maupun Pemerintah Kabupaten Bima, langsung meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang di beberapa titik yang banyak merusak fasilitas umum.

Setelah melihat kondisi secara langsung, rombongan Gubernur Zul dan Bupati IDP langsung menuju desa Pela Kecamatan Monta yang menjadi desa pertama terkena luapan air kiriman Dam Pela Parado Kecamatan Parado Kabupaten Bima.

Gubernur Zul berjanji akan dengan sigap melakukan upaya pemulihan pasca banjir.

Dan yang terpenting menurut Doktor Zul bahwa antisipasi awalnya adalah melakukan normalisasi beberapa aliran sungai yang ada di Kabupaten Bima.

“ Insya Allah Pemerintah Provinsi NTB akan memaksimalkan langkah penanganan pasca banjir ini” janjinya.

Bupati IDP mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB yang sudah meluangkan waktunya untuk melihat kondisi secara riil dilapangan.

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Bima dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bima, sampaikan rasa ucapan terima kasih kami atas keluangan waktu serta perhatian penuhnya pak Gubernur terhadap bencana banjir di Kabupaten Bima” ungkap IDP.

Gubernur Zul dan Bupati IDP pun melakukan aksi membagi-bagi nasi bungkus pada setiap masyarakat yang dikunjungi nya sembari memberikan support pada warga yang tengah mengalami bencana banjir.

Pantauan Langsung Media Bimantika khusus di wilayah Kecamatan Madapangga, bahwa akibat adanya fasilitas jembatan penghubung antar Desa yang rusak maka ada beberapa Desa yang belum mampu di lewati untuk memberikan pertolongan. (BMM//01//Zulfikar)

Ajudan Walikota dan PMI Kota Bima Bantu Warga Kabupaten Bima Bawa Bantuan

Bimantika.net Gerakan cepat yang dilakukan oleh PMI Kota Bima dalam rangka memberi bantuan pada warga Kabupaten Bima sungguh sangat dirasakan manfaatnya oleh warga yang sedang mengalami bencana dan musibah banjir.

Malam ini, Jum’at (2/4/2021) PMI Cabang Bima yang di handle secara langsung oleh Ajudan Walikota Bima Sertu Chairul dan kawan-kawan PMI Kota Bima Melakukan aksi memberi bantuan pada sejumlah warga berdampak banjir di Kecamatan Bolo.

Sertu Chairul berharap dengan adanya bencana banjir yang dialami oleh warga Kabupaten Bima, bisa bergerak hatinya seluruh komponen untuk bisa membantu walau dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

“Malam ini kami menyerahkan bantuan di Sila Sejumlah 172 nasi dan 10 Dus air mineral, semoga teman-teman dan para dermawan lainnya bergerak hatinya untuk membantu saudara kita di wilayah kabupaten Bima yang sedang membutuhkan uluran tangan kita” harapnya. (BMM//01)

Wilayah Kabupaten Bima Di Kepung Bencana Banjir, Sejumlah Jembatan Terseret Arus

Bimantika.net Hujan merata di wilayah Kabupaten Bima dengan curah hujan yang sangat tinggi berakibat pada terjangan banjir dimana-mana.

Jum’at (2/4/2021) Banjir menerjang Wilayah Kecamatan Madapangga dan Bolo Sejumlah sarana Jembatan Putus akibat terjangan banjir tersebut.

Jembatan Penghubung Dua Desa Yakni Desa Rade dan Bolo Kecamatan Madapangga putus praktis lumpuhkan aktivitas warga dua desa tersebut.

Begitu juga dengan Jembatan yang terletak di Desa Woro Kecamatan Madapangga ikut terseret arus banjir yang sangat ganas.

Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, tidak terlepas dari genangan air banjir yang melanda wilayah Barat nya Kabupaten Bima tersebur, sebelumnya Bimantika memberitakan bahwa separuh Desa Wilayah Kecamatan Madapangga Diterjang banjir yang begitu besar.

Desa Rasabou Kecamatan Bolo pun ikut diterjang banjir besar yang membuat seluruh aktifitas warga lumpuh secara total.

Desa Rato Kecamtan Bolo Kabupaten Bima tidak terkecuali menjadi sasaran genangan air yang meluap akibat besarnya banjir menerjang wilayah tersebut.

Wilayah Kecamatan Monta pun Banjir menerjang perkampungan warga sehingga praktis membuat aktivitas warga lumpuh total.

Sarana jembatan dan jalan pun di wilayah itu tidak terlepas dari terjangan banjir besar yang mengepung Kabupaten Bima, sehingga merusak sarana jalan dan jembatan yang ada di wilayah Monta. (Tim)

Curah Hujan Tinggi, Beberapa Desa Di Madapangga Diterjang Banjir

Bimantika.net Jumat, ( 2/4/2021) terjadi banjir di beberapa desa di wilayah Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

Banjir terjadi setelah Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah kecamatan Madapangga berdampak pada meluapnya air sungai sampai kepemukiman warga.

hasil pantauan kami dilapangan beberapa desa yang terdampak luapan banjir ini seperti desa Campa, Woro, Mouri Tonda, Dena dan Rade dan Bolo

Selain menggenangi pemukiman warga banjir kali ini juga menggenangi persawahan warga yang berada dekat dengan bantaran sungai.

Juga Jembatan penghubung antara 2 desa (Rade & Bolo) yg menjadi akses transportasi darat pun tak luput dari terjangan banjir, kuatnya arus air mengakibatkan jembatan terputus.

sampai berita ini di turunkan belum ada laporan kerugian yang lebih rinci oleh reporter kami di lapangan. (BMM//Zulfikar)