Bimantika.net Hari ini Jum’at 20 Agustus 2021, Tim Penggerak PKK Kota Bima dibawah kendali Ketua TP PKK, Hj. Elly Alwaini kembali menunjukkan aktivitas produktifnya untuk masyarakat Kota Bima.
TP PKK berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima memberikan bantuan secara simbolis bibit hortikultura dan bibit lele secara gratis kepada pengurus PKK Kecamatan asakota kelurahan Jatibaru Timur.
“Semoga program ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK kecamatan Asakota serta PKK masing-masing kelurahan di Asakota” ujar Umi Elly sapaan akrab Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bima.
Menurut Umi Elly bahwa bahwa langkah kolaborasi antara PKK dan Dinas Pertanian Kota Bima ini nantinya dapat memberikan kontribusi positif untuk waega masyarakat terlebih dalam masa pandemi Covid-19 ini.
Bibit tanaman holtikultura yang diserahkan secara simbolis ini adalah dengan berbagai Jenis bibit terong, cabe dan tomat.
“Insya Allah kita distribusikan secara gratis bersama Dinas Pertanian Kota Bima untuk PKK Kecamatan Asakota dan dapat diteruskan ke tingkat PKK kelurahan, sehingga mereka bisa tetap beraktivitas secara produktif melalui kegiatan bertani di rumah masing-masing,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Sulistiyanto menyebutkan bahwa program sinergitas kembali dilaksanakan bersama PKK Kota bima dengan menyerahkan bibit hortikultura kepada masyarakat melalui PKK kecamatan, kelurahan. Berharap dapat memberikan manfaat positif di lingkungan keluarga.
Sulistiyanto juga menjelaskan pihaknya telah membagikan sebanyak 10.000 bibit tanaman hortikultura untuk warga Kota Bima yang terdampak Covid-19.
“lita memberikan bantuan bibit dalam rangka stimulasi waega kota bima untuk segera kembali memulai aktivitas produktif” ungkap Sulistiyanto.(***)
Bimantika.net Charles Kosay, Aktivis Papua Eks Tersangka Makar mengatakan Pemerintah Indonesia sedang memprioritaskan percepatan pembangunan kesejahteraan Papua dan Papua Barat. Hal itu disampaikan pada Dialog Kebangsaan “Dinamika Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ditanah Papua” yang diselenggarakan oleh Intelektual Muda Papua-Papua Barat (IMP-PB).
“Pada periode kedua pemerintahan bapak Presiden Joko Widodo, beliau menggunakan pendekatan kesejahteraan, itu menjadi prioritas utama,” kata Charles di Hotel Amos Cozy, Jakarta, Kamis (19/08/2021).
Lebihnya lanjut, Fery Kusuma, Ketua Forum 4 De Facto dan Founder Law Firm FF De Facto menuturkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat adalah merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan di tanah Papua agar dapat sejajar dengan provinsi yang lain dengan memberikan ikatan yang kuat agar lima kerangka baru untuk Papua itu bisa dilaksanakan.
“Dan hari ini jika kita lihat, komitmen pemerintah terhadap papua sangat serius. Dan ini merupakan kerja menyeluruh dari semua pihak,” tutur Fery.
Lebih lanjutnya, Fery juga menerangkan mengenai percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), transformasi dan pembangunan ekonomi yang berkualitas dan berkeadilan, pembangunan infrastruktur, peningkatan dan pelestarian kualitas lingkungan hidup serta reformasi birokrasi.
Senada, Bony Hargen, Pengamat Politik dan Strategi Intelejen menuturkan memang masalah penanggulangan kemiskinan baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat menjadi salah satu prioritas yang harus ditangani, yang sampai sekarang juga betul-betul masih perlu kerja keras karena persentase penduduk miskin baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat pada Juli 2021 masih di atas rata-rata nasional.
Sebagaimana diketahui, dalam upaya peningkatan derajat kesejahteraan dan pembangunan ekonomi masyarakat di Papua dan Papua Barat, pemerintah mengucurkan dana otonomi khusus atau dana otsus.
Dalam nota keuangan beserta APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2020 disebutkan, dana otsus Papua terutama digunakan untuk pendanaan pendidikan dan kesehatan.
Ia berharap, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bisa memiliki pemahaman yang sama terkait implementasi UU tersebut. Sehingga, tak ada perbedaan dalam penerapan aturan itu.
“Oleh karenanya, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” tegas Bony.
Dari segi pendidikan, Isay Wenda, Aktivis Papua Eks Tersangka Makar menyebut bahwa program pengembangan kurikulum harus dinilai kontekstual, agar sesuai dengan keunggulan dan kearifan yang ada di Papua dan Papua Barat, dan program penambahan kuota guru di Papua dan Papua Barat.
Di sisi lain, program pengelolaan kekayaan bahasa di tanah Papua ini juga menjadi hal yang penting karena ada begitu banyak bahasa hingga ratusan bahasa di tanah Papua, bahkan antar distrik bisa mempunyai bahasa yang berbeda.
“Karena itu saya sebelumnya pernah mengusulkan sebaiknya ada bahasa utama kalau bisa di Papua, yang kemudian bisa disepakati oleh seluruh warga, mungkin tidak satu tapi mungkin dua atau tiga bahasa utama yang digunakan sehingga komunikasi antar warga itu juga bisa dibangun lebih baik,” tutur Isay Wenda.
Ismail Shaleh, Presiden Mahasiswa DEMA UIN Sorong menilai salah satu masalah yang ada di Papua adalah masalah bahasa karena begitu aneka ragam bahasa tetapi tentu saja itu juga harus tetap kita lestarikan tetapi bagaimana supaya ada bahasa utama yang bisa menjadi bahasa mereka semua.
Namun, di tengah keanekaragaman bahasa daerah itu, bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi dan digunakan oleh hampir semua warga Papua mulai dari yang paling bawah maupun paling atas.
Walaupun beberapa indikator kesejahteraan di Papua Barat dan Papua masih di bawah indikator kesejahteraan sosial nasional, namun Ismail yakin dengan kerja sama dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat Papua dan Papua Barat pembangunan masyarakat untuk kesejahteraan sosial Papua dan Papua Barat akan betul-betul bisa berjalan dan untuk mengurangi kesenjangan yang ada.
Menjelang 100 hari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dukungan datang dari Ismail. Menurutnya agar pelaksanaan kegiatan akbar olahraga nasional ini, dapat berjalan lancar dan sukses di tanah Bumi Cendrawasih Papua.
“Masyarakat harus antusias ikut mendukung pelaksanaan PON 2021 di Papua. PON juga ikut mendukung pembangunan. Karena itu, jangan terpengaruh dengan hal yang merugikan dan menghalangi pelaksanaan PON XX 2021 di Papua,” tutup Ismail. (***)
Bimantika.net KOTA BIMA_Niat Tulus Walikota Bima Dalam memperhatikan warga masyarakatnya sungguh sangat teruji. Betapa tidak, salah seorang duda yang sebelumnya bersama anak-anaknya tinggal di salah satu Toilet Umum, Kini bernapas lega di salah satu rumah yang dipersiapkan oleh Pemerintahan Kota Bima melalui Program Dinas Perkim Kota Bima.
Sekretaris Dinas Perkim Kota Bima, A. Faruk, S. Par, MM menyebutkan bahwa hari ini warga yang menempati toilet umum tersebut sudah menempati rumah layak huni.
“Alhamdulillah Pak JAINI SYAMSUDIN, Warga Melayu Lingkungan Pali, yang Berstatus Duda yang menempati TOILET UMUM bersama 3 Orang Anak, Sekarang Telah Menempati Salah Satu Hunian di Perumahan NSD Kedo Kota Bima” ungkap Faruk.
Duda 3 anak yang terlantar itu diantar Langsung Oleh Pak Lurah, Babinsa dan Babinkantibmas Kelurahan Melayu dan di terima Oleh Kabid Perumahan, Kasi Perumahan Formil dan Ketua Pengelola NSD Julkifli Ismail.
Ada pesan bahagia yang disampaikan oleh duda terlantar itu pada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) atas bantuan tulus ikhlas nya dalam membantu dirinya yang sejak lama hidup terlantar.
“Mohon Sampaikan Salam Hormat Kami Sama Pak Walikota Bima Ujar Pak Jaini yang di sampaikan Lewat Kabid Perumahan Pak M. Guntur” Demikian ujar Faruk.
Faruk juga Terima Kasih Pada Semua Pihak Yang Telah Berkontribusi Membantu Pak Jaini dan Anak-anaknya sehingga kini Pak Jaini bisa hidup merdeka di suasana HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Semoga ini Menjadi Ladang Amal Bagi Kita Semua dalam berbakti untuk Rakyat, Bangsa dan Negara” ungkap Faruk.
Sementara itu Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bima, Sayap Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ruslan menyebutkan bahwa tindakan kemanusiaan yang dilakukan oleh Walikota HML adalah patut diapresiasi dengan baik.
“Kalau kami dari PDIP menyebutnya bahwa Walikota HML kami beri julukan Sukses memanusiakan manusia yang sudah memindahkan warga yang tinggal di WC Umum ke Rumah Layak Huni (RLH)” demikian Ungkap Ruslan. (***)
Bimantika.net KOTA BIMA_Kamis 19 Agustus 2021 Lurah Sarae Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima Oka Budiman, S. Pd di dampingi Sekretaris Lurah .Sudirman S.Sos, Ketua Ketua RT, Babinsa, bhabinkamtibmas, pegawai dan staff, bersama sama mendistribusikan secara langsung bantuan Beras BPNT/ Sembako Non PKH kepada Warga.
“Kegiatan pembagian sembako non PKH tersebut sekaligus Penyerahan secara simbolis APD berupa Masker kepada Ketua Ketua RT kelurahan Sarae” ungkap Lurah SaraE Oka Budiman.
Menurutnya Bantuan sembako dan kebutuhan lain lain yang berkesinambungan dari Pemerintah Kota Bima seperti ini, sangat dirasa manfaatnya oleh warga masyarakat.
“Apalagi saat menghadapi situasi pandemi Covid 19 yang belum usai sampai saat ini tentu bantuan dari pemerintahan Kota Bima sangat bermanfaat” ujar Oka.
Hal senada disampaikan oleh Ketua RT 17 Kelurahan SaraE, Muhammad, S. Sos pada Media Online Bimantka menyampaikan ucapan terima kasih yang amat sangat dalam pada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).
“Saya sebagai Ketua RT berterimakasih pada perhatian pemerintah dalam hal ini pak Wali Aji Lutfi yang luar biasa memperhatikan warga masyarakatnya diera pandemi Covid-19” ujar Ketua RT 17 yang sering disapa Ustadz oleh Warganya. (***)
Bimantika.net KABUPATEN BIMA_Polsek Woha, Koramil woha bersama dengan Puskesmas Woha melaksanakan operasi yustisi di Jalan raya desa Tente, kecamatan woha, kabupaten Bima, Kamis 19 Agustus 2021 pukul 09.30 wita.
Kapolsek Woha melalui Kasi Humas Iptu Adib Widayaka mengatakan operasi yustisi kali ini melibatkan personil sebanyak 22 orang diantaranya personil Polsek Woha sebanyak 10 orang, personil Koramil woha 10 orang dan 2 orang dari puskesmas woha dalam rangka tegakkan protokol kesehatan (Prokes).
Bagi pelanggar protokol kesehatan (Prokes) terutama yang tidak menggunakan masker diberikan teguran dan selanjutnya pelanggar diberikan masker gratis. Pembagian masker ini bertujuan untuk menekan penyebaran covid-19.
Dalam operasi yustisi yang dipimpin oleh Kapolsek Woha Iptu Saiful Anhar dan membagikan masker sebanyak 100 lembar.
Kasi Humas Iptu Adib Widayaka mengatakan, menggunakan masker merupakan hal sepele namun sangat bermanfaat terutama melindungi diri dari penyebaran wabah Covid-19. “Jangan sampai karena keteledoran kita menyebabkan keluarga kita yang nantinya juga menjadi korban Covid-19,” ujarnya.
Selain penggunaan masker, Ia juga mengingatkan masyarakat agar mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.
Pihaknya akan akan trus melakukan operasi yustisi baik pagi siang maupun malam, ini adalah sebagai bentuk kepedulian TNI-POLRI untuk keselamatan masyarakat.
Adib mengharapkan Agar Masyarakat tetap mematuhi prokes Covid-19 baik saat beraktivitas maupun saat bepergian.,
“Mari Bersama-Sama Kita mendukung dan mensukseskan Program pemerintah tentang Penanggulangan Covid-19. Tutupnya. (***)
Bimantika.net KABUPATEN BIMA_Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bima tahun 2021- 2026 dibuka secara resmi Rabu (18/8) oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP).
Pada kegiatan itu IDP didampingi Sekretaris Daerah Drs.H.M.Taufik HAK M.Si dan Plt Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos M. Ap di Aula Kantor Bupati Bima.
Dalm Musrenbang RPJMD kali ini diikuti 30 peserta secara tatap muka (offline) dan 53 peserta tatap maya (virtual) yang terdiri dari DPRD, kepala Perangkat Daerah, Camat, Perguruan Tinggi, Pimpinan Organisasi Sosial dan tokoh masyarakat.
Bupati IDP dalam sambutannya mengemukakan bahwa Musrenbang RPJMD ini menitikberatkan pada pembahasan dan sinkronisasi rencana program pembangunan Kabupaten Bima dalam rangka pencapaian visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah.
Forum (Musrenbang) ini Bupati IDP Berharap dapat menghasilkan kesepakatan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan penyempurnaan rancangan RPJMD sehingga nantinya dapat diperoleh masukan dan komitmen dari para pemangku kepentingan pembangunan di kabupaten Bima.
“Dengan demikian kebijakan dan program pembangunan yang diterapkan diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi kepala daerah dalam kurun waktu 5 tahun ke depan”. Terang Bupati IDP.
Mengakhiri sambutannya, Bupati IDP mengharapkan dukungan pemerintah provinsi NTB agar kebijakan dan program yang dijabarkan dalam RPJMD selaras dengan yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Provinsi NTB yang diwakili Fungsional perencana Madya Bappeda Provinsi NTB Dr. Suryani Eka Wijaya, memaparkan Kebijakan Pembangunan Jangka Menengah Provinsi NTB tahun 2019-2023 memaparkan program strategis pemerintah daerah.
Terdapat 26 sasaran pembangunan NTB tahun 2019 -2023 yang dijabarkan dalam 10 program strategis provinsi Nusa Tenggara Barat. “Program strategis mencakup ketangguhan menghadapi resiko bencana, pembangunan konektivitas dan aktivitas wilayah, reformasi birokrasi dan pengelolaan kesehatan untuk daya saing SDM.
Program strategis lainnya mencakup pengelolaan pendidikan untuk daya saing SDM, pertanian/agribisnis dan investasi progresif pariwisata. di samping program strategis industrialisasi unggul dan meraih kehidupan yang Madani (bahagia).
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos, M.Ap dalam laporannya mengatakan, penyusunan RPJMD merupakan penjabaran visi, misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan daerah untuk jangka waktu 5 tahun. Dokumen ini disusun dengan berpedoman pada RPJMN 2020-2024, RPJMD Provinsi NTB 2018-2023 dan RPJPD Kabupaten Bima 2005-2025.
Dalam kaitan dengan ini serangkaian tahapan yang telah dilakukan mencakup penyusunan rancangan teknokratik RPJMD, penyusunan rancangan awal RPJMD dan dokumen KHLS.
“Tahapan selanjutnya adalah konsultasi publik pembahasan dan penandatanganan nota kesepakatan tentang rancangan awal RPJMD 2021-2026 Bupati dan pimpinan DPRD yang dilanjutkan dengan konsultasi rancangan awal (Ranwal) RPJMD kepada provinsi yang ditindaklanjuti dengan penyusutan ranwal RPJMD sesuai hasil konsultasi provinsi serta penyampaian Surat Edaran Bupati Bima tentang rancangan RPJMD sebagai pedoman Renstra perangkat daerah.
“Saat ini, proses penyusunan dokumen ini tengah memasuki pelaksanaan Musrenbang RPJMD. Sebagai akhir dari keseluruhan proses penyusunan ini adalah pembahasan Ranperda RPJMD untuk mendapatkan persetujuan dan penetapan Perda RPJMD “. Terang H. Fahrudin.
Pada kesempatan tersebut Sekretarias Daerah kabupaten Bima Drs.H.M.Taufik HAK M.Si memaparkan sejumlah isu strategis dan tantangan pembangunan di Kabupaten Bima dalam lima tahun ke depan. (***)
Bimantika.net KOTA BIMA_Rabu 18 Agustus 2021, Kantor Kelurahan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima membagikan sejumlah sembako non PKH.
Lurah Ule, Nahyar Munkar, S. PdI meneyenutkan bahwa hari ini kegiatan penerimaan beras BPNT/Sembako Non PKH Kelurahan Ule sebanyak 160 KPM
“Semoga bantuan beras non PKh ini bermanfaat di tengah Pandemi Covid-19 ini” ujar Nahyar.
Lanjutnya bahwa Berdasarkan jadwal pembagian beras BPNT non PKH program PPKM kota Bima yakni pada hari Rabu,18 Agustus 2021.
Menurutnya Bantuan ini bermaksud utk memberikan bantuan kepada penerima manfaat dalam rangka menanggulangi kondisi masa Pandemi Covid 19.
“Sesuai arahan pak wali kota Bima melalui Dinsos kota Bima jadi kita di tingkat kelurahan langsung eksen membagikan kepada penerima manfaat sesuai data nama yg turun dari dinas sosial” demikian tegasnya.
Ia Selaku lurah Ule atas nama rakyat penerima bantuan berterima kasih kepada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang cepat menanggap terhadap kondisi ekonomi warga masyarakatnya hari ini.
“Pembagian beras tersebut di saksikan langsung oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan LPM setempat” demikian ujar Nahyar. (***)
Bimantika.net KOTA BIMA_Luar Biasa komitmen kebangsaan yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Jawa Timuran (PJT) Kota Bima untuk Sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Khusus warga Jawa Timuran yang tinggal di wilayah Kota Bima memiliki komitmen Nasionalisme yang utuh dan sangat tinggi sehingga dalam perayaan HUT 17 Agustus 2021 pun mereka melakukan perayaan yang penuh khidmat di salah satu pantai terindah di Wilayah Bima yakni Pantai Lere dengan Membentangkan Bendera Merah Putih 76 meter.
Ketua Paguyuban Jawa Timuran (PJT) Kota Bima, Yoyok Eko Heru Yaya dan Sekretaris Zainal Arifin di pantai Lere BIMA
Ketua Paguyuban Jawa Timuran (PJT) Kota Bima, Yoyok Eko Heru Yaya menyebutkan bahwa dirinya selaku Ketua Paguyuban sangat mencintai NKRI sehingga bentuk kecintaannya mengibarkan bendera merah putih sekaligus melakukan upacara HUT Kemerdekaan ini.
“Kami bentangkan Bendera merah putih dengan panjang 76 meter sesuai HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76” ujar Jokowi Sapaan Akrab Ketua Paguyuban Jawa Timuran Kota Bima ini.
Upacara 17 Agustus Ala PJT di Pantai Lere Penuh Khidmat
Jokowi pun Mengajak seluruh elemen masyarakat lebih khususnya lagi masyarakat Kota Bima untuk selalu mencintai NKRI dan berkomitmen memajukan bangsa dan negara dalam bingkai kesatuan dan persatuan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya kota bima untuk mencintai NKRI dan tangguh dlm masa pandemi Covid-19 dan tumbuh berkembang dalam meneruskan pembangunan negara ini NKRI harga mati MERDEKA semoga Allah SWT memberkahi bangsa ini Aamin” ungkap Jokowi yang juga sebagai pengusaha Sukses bidang Golden.
Ia juga menjelaskan bahwa peranan Ibu-ibu dari Paguyuban Jawa Timuran Kota Bima sangat signifikan sehingga penyelenggaraan Upacara HUT RI ke 76 mulus dilakukan oleh PJT.
Para Ibu-Ibu PJT di Pantai Lere Yang ikut HUT RI ke 76
“Ibu-ibu PJT sangat besar kontribusinya dalam menyelenggarakan HUT RI ke 76 sehingga bisa terlaksana dengan penuh khidmat di Pantai Wane” demikian tutur Jokowi.
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) saat dimintai komentarnya atas kegiatan Paguyuban Jawa Timuran (PJT) Kota Bima pada hari Rabu 18 Agustus 2021 sangat apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PJT.
“Saya berterimakasih dan sangat apresiasi apa yang menjadi komitmen dari PJT untuk Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, semoga tahun-tahun yang akan datang teman-teman PJT tetap berkontribusi positif untuk Kota Bima serta Bangsa Indonesia” ujar Walikota HML.
Bimantika.net JAKARTA_Segenap aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (PTMI), BEM Nusantara, Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Indonesia (DEMA PTKIN), Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (DPP Permikomnas) serta Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN Indonesia) memberikan bantuan berupa 1.500 paket sembako untuk pengemudi ojek online (Ojol). Kegiatan kali ini merupakan agenda ke-10 yang telah mereka lakukan sejak bulan Juli yang tersebar di berbagai titik di Indonesia.
Langkah tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Vaksinasi Mahasiswa Nasional. Sebanyak 30 ribu peserta yang terdiri dari elemen mahasiswa, masyarakat dan ojek online telah memanfaatkan vaksin dan paket sembako secara gratis, sejak giat ini diluncurkan pada bulan lalu.
Onky Fachrur Rozie Koorpus DEMA PTKIN Se-Indonesia mengatakan pada giat ini selain sembako mereka juga menyediakan vaksin yang dapat diakses untuk para ojol yang belum melakukan vaksinasi.
“Kita juga menyediakan vaksin secara gratis di lokasi acara dengan mekanisme Drive thru,” papar Onky, Senin, (16/08/2021).
Ginka FBR Ginting, Ketua Umum AMAN Indonesia juga mendorong para pengemudi untuk vaksinasi Covid-19.
“Kami berharap program ini akan membantu para driver ojek online yang terkena dampak pandemi corona, setidaknya dapat mengurangi beban pikiran yang ada,” kata Ginka.
Selanjutnya Nur Eko Suhardana selaku Koorpresnas BEM PTMI menekankan kedepannya mahasiswa di Indonesia untuk menjalankan PPKM Mikro ini dapat terus dijalankan dengan Prokes 5M dan bagi pihak puskemas agar tetap menjalankan 3T dengan metode yang benar.
Ia mengatakan telah berkolaborasi seluruh pihak, dan sudah capek menangani penyebaran penyakit menular Covid-19, ia juga meminta masyarakat dan mahasiswa tetap harus semangat untuk memutuskan mata rantai penularan.
“Patuhi 5M dan Kuatkan 3T. Serta lakukan Isolasi Mandiri dengan baik. Jika tidak memungkinkan Pemerintah Daerah telah menyiapkan Isolasi Terpusat. Untuk itu edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar dapat meminimalisir,” jelas Eko.
Dimas Prayoga, Koorpus BEM Nusantara berharap kegiatan yang rencananya akan terus dilanjutkan ke berbagai wilayah Indonesia itu, bisa berjalan dengan baik dan lancar, dan terus mendapat dukungan dari seluruh pihak.
“Mudah-mudahan agenda berikutnya bisa berjalan lancar hingga selesai, sampai nanti tahapan berikutnya yang kedua dan selanjutnya,” imbuhnya.
Khusniyati yang juga sebagai Ketum DPP Permikomnas turut mengucapkan terima banyak kepada tuan rumah (Institut Global Tangerang) yang telah membantu proses giat ini sampai selesai.
“Tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih banyak kepada tuan rumah yang telah membantu kami,” kata Khusni.
AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K. selaku Wakapolres Metro Tangerang Kota turut mengapresiasi langkah tersebut.
“Semoga upaya ini dapat membantu pemerintah dalam menekan tingkat Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional serta meningkatkan herd imunity,” ujar dia.(***)
Bimantika.net KOTA BIMA_Ada banyak ragam cara warga masyarat Bangsa Indonesia dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) 17 Agustus 1945.
Beberapa gabungan Komunitas Pencinta Alam kota dan Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat misalnya melakukan perayaan HUT 17 Agustus di Puncak Pundu Nence Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima.
Salah seorang Pembina Komunitas Pencinta Alam sekaligus “Pembina Upacara” Muhammad Hasyim menyebutkan bahwa kegiatan perayaan HUT 17 Agustus 2021 di Puncak Gunung Pundu Nence Kota Bima tersebut Acaranya spontanitas.
“Tapi banyak komunitas masyarakat dan organisasi pencinta alam serta Karang taruna sehingga sepakat laksanakan upacara bendera HUT RI ke 76 Tahun 2021” ujarnya.
Lanjut Hasyim Kalau yang registrasi resmi sama panitia karang taruna Lelamase sekitar 1.802 orang blm termasuk warga kampung yang ramaikan kegiatan tersebut.
“Peserta 12 komunitas pencinta alam, 16 karang taruna dan sisanya dari komunitas masyarakat lainnya dari kabupaten dan kota bima” demikian ungkap Hasyim.(***)