Kapolres Bima Melalui Polsek Woha Himbau Warga Bersinergi dengan Kepolisian Wujudkan Situasi Kondusif

jpn

Bimantika.net -Untuk menjamin  dan memastikan Keamanan dan ketertiban masyarakat Polsek Woha Polres  Bima Polda NTB menggelar patroli KRYD siang di wilayah hukumnya.

Seperti pada Senin (16/06/25) sekira pukul 13.00. WITA Unit regu II Piket SPKT Polsek yang dikendalikan Kapolseknya AKP Sudirman SH melaksanakan patroli KRYD bertajuk Sambang Humanis.

Kegiatan tersebut merupakan langkah preemtif Kepolisian Resor Bima dan Polsek jajaran guna mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.

Kali ini tim Patroli  menyambangi  beberapa Desa dan berdialog dengan masyarakat sekitar sembari memberikan himbauan Kamtibmas.

Selain itu kegiatan tersebut bertujuan untuk meminimalisir berbagai tindak kejahatan yang meresahkan di wilayah tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Untuk itu Kapolres Bima dalam berbagai kesempatan maupun lewat keterangan tertulisnya melalui Sie humas tidak bosan-bosannya mengajak dan menghimbau masyarakat agar bersinergi dengan pihak Kepolisian dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman. (****)

Sambut HUT Bhayangkara Ke-79, Polsek Bolo Bersama PSDHA Tanam Pohon Kelapa

jpn

Bimantika.net -Kapolsek Bolo Polres Bima Polda NTB AKP Nurdin melaksanakan Penanaman Pohon kelapa disekitar Bendungan Ncanga Kai Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu 15 juni 2025 sekitar pukul 09.00 itu merupakan rangkaian menyambut HUT Bhayangkara Ke-79.

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai PSDHA Bima Dompu, Forkopimcam Bolo, unsur TNI POLRI dan masyarakat sekitar.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Kegiatan yang berakhir sekira pukul 11.00. Wita itu berjalan dengan lancar dan aman. (***)

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Madapangga Gelar Razia dan Sweeping Malam Hari

jpn

Bimantika.net -Mencegah terjadinya tawuran dan kasus 3C serta gangguan kamtibmas lainnya Polsek Madapangga Polres Bima Polda NTB melaksanakan Razia dan Sweeping.

Kegiatan dengan pola memeriksa kelengkapan kendaraan serta barang barang bawaan hingga penggeledahan badan itu berlangsung pada Sabtu malam (14/6/25) sekira pukul 21.30. Wita  di Depan Mako Polsek Madapangga.

Razia dan Sweeping yang dikendalikan oleh Kapolseknya Ipda Mujahidin itu sasarannya adalah, Senjata tajam,Senpi rakitan, narkoba,Knalpot Racing, dan Cegah Kejahatan lainya, dalam rangka Cipkon di wilayah hukum Polsek Madapangga.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., dalam keterangan tertulis resminya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Kegiatan tersebut merupakan upaya Kepolisian Resor Bima dan Polsek jajaran dalam rangka mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan Kondusif di wilayah Kabupaten Bima”. Kata Kapolres sebagaimana diulas Adib.

Selama berlangsungnya kegiatan tersebut tidak ditemukan adanya sasaran seperti yang di maksud dan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Madapangga secara keseluruhan dalam keadaan Kondusif. (****)

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Pimpin RDP bersama Bayu Perbuardi dan Rekan

jpn

Bimantika.net – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Saudara Bayu Perbuardi, S.H., dan Rekan.

RDP tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Yogi Prima Ramadhan, S.E. didampingi Wakil Ketua Komisi Aswin Imansyah, beserta Anggota Komisi Haerun Yasin, SH. M.Ec. Dev., Muhammad Amin, S. IP., dan Muslim.

Didampingi oleh Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima Puji Fitri Andi, S.S.T. M.T., beserta Staf Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima.

RDP tersebut menindak lanjuti Permohonan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) Saudara Bayu Perbuardi, S.H., dan Rekan,. Terkait, Pemastian Hak Rehabilitasi bagi Tersangka Penyalahguna Narkotika.

Rapat ini diselenggarakan dalam Ruang Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima pada hari Jum’at 13 Juni 2025 Pada Pukul. 10.00 Wita. (***//Sekwan).

Selamatkan Raja Ampat dengan Penerapan Syari’at Islam Kaffah

jpn

Oleh: Paramita, A.Md.Kes (Aktivis Dakwah)

Bimantika.net -Raja Ampat, surga tropis di ujung timur Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Daerah yang dikenal dengan kekayaan alam yang tiada habisnya, keindahan bawah laut yang sangat menakjubkan dan gunung-gunung nan hijau bak surga dunia, keberadaannya sekarang terancam punah.

Kerusakannya bukan disebabkan oleh fenomena alam, melainkan akibat keserakahan penguasa yang memberikan izin pembangunan tambang nikel yang menorehkan luka bagi penduduk setempat.

Fakta Raja Ampat

Tanah Papua adalah jantungnya Indonesia. Banyak manusia yang lahir dan hidup di sana.

Di sanalah tanah kelahiran mereka dan nenek moyangnya untuk melanjutkan kehidupannya.

Mereka hidup dari hasil laut dan hutan. Tapi sekarang aksesnya dibatasi, ekosistem di laut habis, gunung digerus tak tersisa dan lagi-lagi masyarakat menjadi korbannya.

Hidup yang selama ini meraka jalani dengan tenang, jauh dari hiruk pikuk polusi, kini nyatanya menorehkan luka yang mendalam.

Sebab, sudah lama mereka hidup berdampingan dengan lingkungan yang rusak akibat adanya aktivitas pembangunan tambang nikel yang sudah diberikan izin oleh pemerintah sejak 2017.

Melihat kerusakan yang begitu parah bagi kehidupan masyarakat di Papua dan besarnya sorotan publik, Iqbal Damanik selaku Juru Kampanye Hutan Greenpeace menyebutkan, penertiban izin lima perusahaan tambang di sana telah melanggar Undang-undang Nomor 1 tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah, pesisir, dan pulau-pulau kecil. Oleh karenanya, Iqbal mendesak Bahlil untuk mencabut seluruh izin tambang nikel tersebut. (BBC.com, 6/6/2025)

Desakan yang begitu kuat dari masyarakat, akhirnya Presiden Prabowo Subianto melakukan rapat terbatas dengan beberapa menteri, untuk menetapkan keputusan pencabutan IUP dari empat perusahaan tambang nikel di Raja Ampat.

Setelah mendapatkan surat keputusan itu, Bupati Raja Ampat Orideko Burdam menyampaikan, bahwa aktivitas kunjungan wisatawan ditutup sementara guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (Detiknews.com, 12/6/2025).

Biang Keserakahan Penguasa di Sistem Kapitalisme

Bumi Pertiwi sedang menangis. Melihat pulau sedikit demi sedikit dijual dan hancur oleh pembangunan kaum kapitalis atas nama kebaikan di masa mendatang.

Kerusakan alam yang ada di Raja Ampat merupakan satu dari sekian banyak bukti kerusakan akibat keserakahan yang dilakukan oleh penguasa.

Kejadian ini merupakan bentuk nyata kerusakan sistem kapitalisme dalam mengatur urusan masyarakat.

Sebab dalam sistem kapitalisme dibangun di atas akidah sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan).

Maka wajar, dalam membangun kesejahteraan rakyat bukan atas dasar ketakwaan dan keimanan kepada Allah, melainkan mengharuskan adanya hubungan timbal balik.

Penguasa bersikap layaknya pedagang yang menjual tanah milik rakyat untuk segelintir pemilik modal.

Penambangan nikel menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati yang dilindungi, bahkan oleh dunia internasional, kini terancam oleh ekspansi tambang yang hanya menguntungkan segelintir orang. Di sisi lain, penambangan nikel melanggar undang-undang yang sudah ditetapkan negara.

Hal ini menunjukkan bahwa pengusaha lebih berkuasa dari penguasa.

Dalam sistem kapitalisme, negara tidak berperan sepenuhnya termasuk dalam memberikan izin bagi pengusaha untuk mengambil kekayaan alam.

Penguasa dalam sistem kapitalisme hadir sebagai pelayan pengusaha dan abai terhadap nasib rakyat.

Pengaturan SDA dalam Islam

Sebagai ad diin yang bersumber dari Allah azza wajalla, dzat yang Maha Sempurna, Islam telah memberikan tuntunan yang jelas bagaimana pemimpin negara (khalifah) menjadi pengelola utama kekayaan.

Baik yang kekayaan milik individu, umum maupun kekayaan milik negara diatur sesuai porsinya masing-masing berdasarkan ketentuan syari’at.

Misalnya di dalam kitab Syakhsiyah Al-Islamiyah juz 2, hal. 161 karya Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menyatakan bahwa: ” Adapun dinisbatkan pada hubungannya dengan rakyat, maka Asy-Syari’ telah memerintahkannya agar memperhatikan rakyatnya memberinya nasehat, memperingatinya agar tidak menyentuh sedikit pun harta kekayaan milik umum dan mewajibkannya agar memerintah rakyat dengan Islam saja bukan yang lain.

Adapun berkaitan dengan energi, pertambangan, hasil laut dan hasil hutan, Islam menetapkannya sebagai kekayaan milik umum yang harus dikelola oleh negara dan hasilnya dikembalikan untuk rakyat.

Islam juga menetapkan wajibnya menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan yang akan berpengaruh terhadap hidup manusia.

Dalam Islam pemimpin adalah raa’in (mengurusi) urusan masyarakat. Yang mana tugas utama kepala negara (imam/khalifah) adalah menerapkan hukum-hukum syariat yang akan mengelola SDA dengan aman dan menjaga kelestarian lingkungan.

Adapun sumber hukumnya harus berdasarkan Al-Quran, Sunnah, Ijma’ sahabat dan Qiyas Syar’i.

Pembangunan di dalam sistem Islam ditetapkan dengan memperhatikan kebutuhan rakyat dan penjagaan terhadap kelestarian alam.

Negara menjamin kebutuhan masyarakat dari aspek ekonomi, sekaligus penjagaan terhadap lingkungan karena keduanya sama-sama bagian dari riayah (pengurusan) atau tanggung jawab negara atas rakyatnya.

Kebijakan pembangunan dalam Islam tidak eksploitatif maupun destruktif karena berdasarkan pada panduan Allah “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya”. (QS. Al-A’raf : 56).

Oleh sebab itu, keidealan pengurusan urusan rakyat, hanya ada di dalam sistem Islam.

Karena penguasa dalam Islam paham betul bahwa ini adalah tanggung jawab besar yang kelak dihadapan Allah nanti akan dimintai pertanggungjawaban. Wallahu a’lam. (****)

Ketua DPRD Kota Bima : Saatnya Kota Bima Punya Faskes Representatif

jpn

Bimantika.net -Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH menyampaikan bahwa fasilitas kesehatan (Faskes) yang representatif adalah salah satu dari sekian banyak kemajuan sebuah daerah.

Syamsurih yang juga Sekretaris Umum DPD PAN Kota Bima memberikan support pada keputusan Pemerintah Kota Bima dalam hal prioritas faskes sebagai bentuk perhatian langsung maupun tidak langsung pada pelayanan publik.

“Majunya sektor kesehatan tentu menunjukkan adanya kemajuan sebuah daerah” ujarnya saat di wawancara media Online Bimantika Kamis (12/6/2025).

Menurutnya Keputusan pemerintah Kota Bima dalam menyelesaikan pembangunan Rumah sakit tentu diambil pasca diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pemerintah daerah.

Ketua DPRD juga menanggapi munculnya kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai kemungkinan terhentinya pembangunan Rumah Sakit Kota Bima.

Syamsurih optimis bahwa proyek tersebut akan tetap berjalan sesuai rencana.

Masih menurut Syamsurih Eks Aktivis 98 tersebut bahwa eksistensi rumah sakit baru sangatlah urgen untuk memberikan pelayanan kesehatan secara luas pada warga dan masyarakat secara menyeluruh.

Ia memastikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana melalui DAK sebesar Rp131 miliar dan DAU sebesar Rp30 miliar dalam APBD 2025, yang akan digunakan untuk membangun ruang rawat inap.

“Ini sudah masuk dalam Perda APBD dan harus dijalankan. Saya optimis pembangunan RS akan selesai tepat waktu,” tegasnya.

Tidak sampai disitu katanya bahwa pembangunan rumah sakit representatif Kota Bima merupakan kebutuhan warga Kota Bima yang selama ini harus mencari layanan kesehatan ke daerah lain seperti Mataram dan Bali.

“pada prinsipnya pembangunan Rumah Sakit Kota Bima adalah untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan secara prima dan icon kemajuan serta kebanggaan warga masyarakat Kota Bima” demikian ujarnya. (***)

“Selasa Menyapa” Program Pro Rakyat Ady-Irfan Bangun Bima Bermartabat

jpn

Bimantika.net -Program Andalan sekaligus unggulan Pemerintah Kabupaten Bima dibawah kendali Bupati dan wakil Bupati Bima Ady Mahyudi dan dr. H. Irfan (Ady-Irfan) adalah “Selasa menyapa”.

Program ini membuktikan bahwa Ady-Irfan selalu ada ditengah-tengah warga masyarakatnya.

Masyarakat sangat antusias dalam menyambut kedatangan Bupati fan Wakil Bupati bima serta seluruh rombongan.

Setelah penyambutan rombongan Bupati Bima Ady Mahyudi, Wakil Bupati dr.H. Irfan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti ditandai dengan pengalungan selendang tenun Bima oleh Camat Lambitu Abdul Hafid S.Sos dan Ketua TP.PKK Kecamatan Lambitu di Desa Kuta Lambitu.

Rombongan kemudian Selasa malam (10/6) mengikuti rangkaian acara Ngopi Bareng dengan warga desa setempat yang dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Kuta.

Bupati Bima Ady Mahyudi di hadapan Camat Lambitu, Muspika, para kepala desa dan tokoh agama dan tokoh masyarakat di kecamatan tersebut dalam sambutannya mengungkapkan, program strategis Selasa menyapa merupakan komitmen untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan publik.

Bupati Bima Ady Mahyudi menghimbau agar seluruh warga desa di Lambitu dapat hadir menerima pelayanan secara langsung lebih dekat tanpa harus pergi ke kantor pemerintah.

Bupati yang hadir bersama staf ahli Bupati, asisten, para kepala OPD dan Kabag lingkup sekretariat daerah menjelaskan, melalui program ini, beragam layanan publik baik pengurusan KTP, Pelayanan Pajak pelayanan kesehatan kegiatan gotong royong, penghijauan dan perbaikan infrastruktur bisa dilaksanakan secara bersama oleh unit kerja terkait bersama masyarakat setempat.

Dalam dialog yang dipandu Plt. Kepala BRIDA Raani Wahyuni, ST.MT,. M.Sc Wahyuni dan Dr. Karyadin tersebut Ady Mahyudi menjelaskan, program usaha menyapa merupakan upaya untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang semakin hari semakin berkurang.

Ady-Irfan ingin ingin membangun, yang paling utama agar tidak ada lagi jarak antara pemerintah dan masyarakatnya dan dapat berjalan beriringan”.

“Ayo dukung Selasa Menyapa, agar Bima menjadi lebih baik”. Ajak Bupati Bima pada akhir sambutannya.

Setelah sesi Ngopi Bareng tersebut, Bupati dan rombongan kemudian bermalam di desa Sambori untuk keesokan harinya melakukan beragam kegiatan penghijauan dan gotong royong bersama warga. (****//Ruma Rengge Sape//RRS007)

“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” : Patroli Gabungan TNI, BTN, Polri di Kawasan TN Tambora

jpn

Bimantika.net -Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah aktivitas ilegal di kawasan konservasi, Anggota Pos Ramil Tambora dan Pos Ramil Sanggar dari Koramil 1608-05/Donggo melaksanakan patroli rutin di wilayah Taman Nasional (TN) Tambora (10/6).

Lokasi patroli tepatnya di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Kegiatan ini melibatkan personel TNI yakni Serka Usman, Serka Juhari, dan Sertu David, yang bersinergi bersama Polri, Tim Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Patroli gabungan yang dipimpin oleh Ketua Tim dari Balai Taman Nasional Tambora, Bapak Yoga Ari Wibowo, A.Md., S.H., diawali dengan briefing di Resort Piong. Selanjutnya, tim menyusuri jalur Wadu Udu dan jalur pendakian di Desa Piong.

Selama kegiatan, tim melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan, pengecekan patok batas kawasan, serta memastikan tidak ada aktivitas perburuan satwa liar maupun penebangan pohon endemik.

Ketua Tim Patroli, Yoga Ari Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga warisan alam.

“Kami ingin memastikan kawasan Taman Nasional Tambora tetap lestari dan bebas dari aktivitas yang merusak. Kolaborasi dengan TNI, Polri, dan masyarakat sekitar menjadi kunci keberhasilan pengamanan kawasan ini,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar, serta diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan konservasi kawasan lindung di wilayah Tambora. (****)

Dewan Pertanyakan Pergeseran Anggaran, TAPD Kota Bima Beri Penjelasan

jpn

Bimantika.net -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Bima (10/6).

Tujuan RDP ini Menurut Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH dalam rangka transparansi alokasi dana hasil efisiensi anggaran yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Rapat yang berlangsung di ruang Banggar DPRD Kota Bima dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH.

Sejumlah Anggota Dewan mempertanyakan dokumen anggaran yang dinilai tidak transparan dan tidak disusun secara rinci.

Anggota DPRD Kota Bima Utusan Partai Gerindra, Khalid Bin Walid, SH mempertanyakan arah efisiensi anggaran tersebut.

“Efisiensi sudah dilakukan beberapa kali tapi hasilnya dialihkan ke mana saja? Ini yang belum dijelaskan secara rinci, oleh TAPD Pemkot Bima” ujar Walid yang juga sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bima.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih menegaskan dalam forum tersebut bahwa tujuan dari RDP semata-mata bentuk pengawalan Dewan terhadap adanya kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah daerah dalam beberapa kali telah dilakukan.

“Rapat ini sangat urgen karena Perda APBD 2025 telah ditetapkan, sementara kepala daerah mulai melakukan efisiensi anggaran yang mengacu pada Inpres terbaru sehingga Dewan selaku lembaga pengontrol pun mempertanyakan sejumlah hal” ujarnya.

Kepala Bappeda Kota Bima, Drs. Adisan Sahidu menyebutkan bahwa Inpres Nomor 1 Tahun 2025 memberikan ruang luas bagi kepala daerah terpilih untuk melakukan penyesuaian anggaran sesuai visi dan misi pemerintahan.

“Hasil efisiensi tersebut dialihkan ke program-program prioritas kepala daerah terpilih” ujar Adisan.

Ia memberikan contoh seperti penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah overload, sektor kebersihan, dan sejumlah program infrastruktur dan pelayanan publik lainnya.

Adisan menjabarkan bahwa efisiensi ini lebih prioritaskan urusan yang strategis dalam rangka penguatan program prioritas dan penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah saat ini.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, S. Adm menyarankan sekaligus memberikan peringatan pada TAPD agar berhati-hati dalam pengelolaan anggaran.

“TAPD agar berhati-hati soal penggunaan anggaran Jangan sampai ada masalah hukum di kemudian hari,” Demikian Saran Dae Pawan Sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Kota Bima pada Tim TAPD.

Kepala BPPKAD Kota Bima melalui Kabid Anggaran, Muslih dalam penjelasannya hanya menyampaikan gambaran umum, bahwa telah dilakukan tiga kali efisiensi anggaran oleh TAPD.

Ia menjelaskan bahwa total anggaran pasca efisiensi Rp 80 milyar lebih dialokasikan untuk mendukung berbagai program kepala daerah terpilih..

Item nya yaitu pengadaan alat berat pada Dinas Lingkungan Hidup, program lampu jalan pada Dinas Perhubungan dan alokasi untuk mendukung program Nufreed serta PKH MARI.

Sementara mengenai rinciannya sebenarnya ada dalam file dokumen dimiliki TAPD, namun karena agenda dalam surat rapat tak merinci, sehingga tak disampaikan dalam dokumen diserahkan.

Sebagai kesimpulan rapat, bahwa akan digelar RDP Susulan dan Ketua DPRD Syamsurih meminta TAPD Kota Bima dalam RDP Lanjutan agar menyiapkan data dan dokumen yang lengkap. (****)

Koramil 1608-04/Woha Bersinergi Bantu Warga Dampak Kebakaran di Talabiu

jpn

Bimantika.net -Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Personel Koramil 1608-04/Woha, Babinkamtibmas Polsek Woha, Satpol PP dan warga masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda permukiman warga Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima (10/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini turut dihadiri oleh Danramil 1608-04/Woha Kpt. Cba. Iwan Budi Susanto beserta anggota, Sekcam Woha serta warga masyarakat setempat.

Gotong royong ini menjadi wujud nyata solidaritas TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam membantu pemulihan pasca musibah.

Pantauan langsung media ini Kegiatan berjalan dengan lancar dan aman hingga selesai pada pukul 12.00 WITA. Danramil 1608-04/Woha, Kpt. Cba. Iwan Budi Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban warga dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan cepat dan aman. Sinergi semua pihak sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Usai kegiatan gotong royong, Serka Surya Babinsa Talabiu Koramil 1608-04/Woha turut mendampingi proses penyaluran bantuan kemanusiaan dari Dinas Sosial Kabupaten Bima diserahkan langsung Wakil Bupati Bima dr. Irfan dan Kadis Sosial Kabupaten Bima kepada warga yang terdampak kebakaran.

Bantuan yang diberikan meliputi tenda, kasur lipat, terpal, mie instan, air mineral gelas, karpet plastik, panci, sabun cuci, dan tas berisi perlengkapan bayi.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dalam memenuhi kebutuhan dasar sementara.

“Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat serta mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana” Ujar Sekcam Woha. (****)