Sambang Desa, Kapolsek Kempo : Warga Harus Kooperatif

jpn

Bimantika.net -Disela rutinitasnya sebagai pucuk pimpinan di Markas Kepolisian Sektor Kempo, Kapolsek Ipda Akhmad Marzuki tak lupa menyempatkan diri terjun langsung untuk menyambangi warga.

Pada Rabu, (31/5/2023) pagi sekira pukul 10.15 Wita ini ia membidik Desa Konte, Kecamatan Kempo sebagai landasan ‘blusukan’ guna menaburkan seceruk himbauan terkait kondisi keamanan dan ketertiban khususnya di desa tersebut.

Setibanya di titik yang ditargetkan, Kapolsek mendapat sambutan hangat dari warga dan tokoh-tokoh masyarakat setempat lantas berbagai issue langsung disodorkan untuk ditilik dan diatensi oleh kedua belah pihak.

“Yang dibahas antara lain seputar bahaya narkoba,” tutur Kapolsek saat dikonfirmasi terkait kegiatannya.

Namun, tandasnya, inti kegiatan ini merupakan tugas rutin yang harus dilaksanakan oleh personil yang bertugas pada hari itu baik siang maupun malam, melayani berbagai aduan dan keluhan warga.

“Kegiatan sambang Desa ini dilaksanakan untuk memastikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat,” Akhmad Marzuki.

Hal lain yang ingin dicapai, kata Kapolsek, yakni bagaimana agar kepolisian bersama tokoh masyarakat untuk tetap bersinergi dan menjalin komunikasi yang baik guna mencegah gangguan kamtibmas di desa.

“Warga diminta kooperatif, terutama apabila mendapat informasi yang dapat membuat gangguan Kamtibmas, agar segera dilaporkan,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau sekaligus menegaskan khususnya pada para pemuda agar menjauhi narkoba dan memberikan pemahaman bahwa narkoba selain melanggar hukum juga dapat membahayakan kesehatan penggunanya.

“Maraknya peredaran narkoba itu juga perlu diwaspadai terutama oleh kalangan remaja dan anak-anak muda, maka perlu diberikan ketegasan,” jelas Kapolsek.

Ia menambahkan, ucapan terimakasih sempat terlontar dari warga yang mengaku antusias ketika pihak kepolisian berkenan meluangkan waktu untuk menyambangi warga guna memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat.

“Kegiatan ambang desa ini akan intens dilakukan ke desa-desa lain tentunya,” pungkas Akhmad Marzuki. (***)

Polisi Gotong Royong Bersama Warga Bangun Masjid, Jadi Penyemangat

jpn

Bimantika.net -Memanfaatkan momentum percepatan pembangunan salah satu Masjid di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Personil Polsek Manggelewa unjuk diri guna membangun sinergisitas sekaligus silaturrahim bersama warga yang ikut turut serta.

Di samping personil kepolisian, anggota TNI bersama sejumlah tokoh masyarakat di desa setempat pun turut serta bahu membahu melakukan pengecoran Masjid At-Taqwa Desa Nusa Jaya, Rabu (31/5/2023) sekira pukul 08.00 Wita.

Dikonfirmasi melalui Kapolsek Manggelewa, Iptu Ramli, SH., menyebutkan bahwa sejumlah personil yang ikut dalam kegiatan gotong royong pengecoran masjid yang dimaksud antara lain, Kanit Reskrim Polsek, Aiptu Syahrir, S.Sos., didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Nusa Jaya, Briptu L. Topan W.S.

“Kehadiran aparat kepolisian di tengah-masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan itu memang sebuah keharusan guna memberikan dorongan dan juga semangat,” tutur Kapolsek menanggapi kegiatan partisipatif para personilnya.

Di samping menambah daya dukung secara fisik, kata Kapolsek, secara emosional kehadiran aparat dapat memberikan sense of spirit bahkan dapat menjadi magnet bagi warga khususnya di Desa Nusa Jaya.

“Sinergisitas TNI-Polri saat Gotong Royong Pengecoran Masjid Al-Taqwa juga dimanfaatkan dengan baik untuk menjalin hubungan silaturrahim terhadap warga,” ucapnya.

Untuk itu, ia juga berharap, sesuai arahan Kapolres, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K, yang sering diperdengarkan, maka melalui kegiatan seperti ini, dapat meningkatkan kepercayaan (citra positif) masyarakat terhadap kinerja kepolisian di mata masyarakat.

Kapolsek juga mengingatkan para anggota, agar senantiasa menghimbau sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga serta memelihara situasi keamanan dan ketertiban khususnya di Wilayah Hukum Polsek Manggelewa.

“dari laporan anggota giat gotong Royong pengecoran Masjid Al- Taqwa Nusa Jaya tersebut, berakhir pada pukul 11.00 wita, berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya.(***)

Gus Muwafiq : “Jangan Paksakan Allah Walau Banyak Amal”

jpn

Bimantika.net -Ulama Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq adalah Kiyai Muda NU yang sangat luas ilmu Agamanya.

Gus Muwafiq dalam salah satu kanal Youtube menyampaikan boleh beramal dengan bersedekah untuk mengharap sesuatu yang lebih dari Allah SWT.

“Namun jangan memaksakan atas kehendak Allah SWT ketika telah melakukan amal kebaikan” ujar Gus Muwafiq.

Menurut nya Meminta kepada Allah SWT sangat dianjurkan akan tetapi serahkan kepada Allah SWT setiap hasil usaha maupun ikhtiarnya.

Gus Muwafiq ingatkan agar manusia tidak boleh berharap pada amal yang telah kita lakukan.

Karena belum tentu amal yang telah dilakukan itu sempurna di hadapan Allah SWT.

“Jangan bergantung kepada amal kita, amal itu kewajiban kita sebagai bentuk ibadah,” katanya.

Sebagai manusia, tentu sikap menggantungkan diri kepada Allah SWT adalah sebuah keharusan.

“Masuknya manusia ke dalam surga Allah SWT bukan karena amalnya, tetapi karena keridhaan Allah SWT” ujar Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq mengingatkan manusia jangan memaksa kehendak keada Allah SWT hanya karena banyak amalnya.

Apalagi yakin bahwa dengan amalnya dia bisa masuk syurga. “Padahal surga itu kasihnya Allah SWT,” katanya. (***//)

Kecelakaan di Taloko, Dua Orang Meninggal Dunia dan Satu Orang Alami Luka- Luka

jpn

Bimantika.net -Personel Polsek Sanggar Polres Bima Polda NTB mengevakuasi korban kecelakaan lalulintas di Jalan Lintas Taloko Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.

Kecelakaan yang mengakibatkan 2 orang meninggal Dunia itu terjadi Selasa, 30/05/23 Sekira Pukul 20. 30. Wita tepatnya di Depan SMPN 03 Taloko.

Kapolres Bima Ajun Komisaris Besar Polisi Hariyanto SH, S.I.K lewat kasi humas Iptu Adib Widayaka membenarkan adanya kecelakaan antara Mobil Truk bernomor polisi EA 8577 SB, yang dikendarai oleh MD L kelahiran 1989 Warga Desa soriutu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dengan Sepeda Motor jenis Honda Revo Absolute tanpa Nomor Polisi dan Lampu yang dikendarai oleh SJ, (L/26) warga Desa Taloko dan berboncengan dengan IM (L/26) dan AS (L/13) ketiganya merupakan warga Desa Taloko Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.

Lanjutnya,Kecelakaan tersebut berawal Mobil Truck yang dikendarai oleh MD melaju dari arah selatan sedangkan SPM yang kendarai oleh SJ melaju dari arah Utara tepatnya di SMPN 03 Taloko kedua kendaraan dari arah yang berlawanan itu bertabrakan.

Sementara itu dari hasil Olah TKP awal dan keterangan beberapa warga sekitar kecelakaan itu terjadi karena Mobil Truk yang dikendarai oleh MD menuju arah Utara dengan kecepatan Sekitar 70 KM/perjam tepatnya di depan SMPN 03 Taloko Mobil tersebut menyalip 2 kendaraan dengan mengambil jalur berlawanan.

Sementara SPM yang dikendarai oleh SJ yang berboncengan tiga itu datang dari arah berlawanan sehingga tabrakan pun tidak terhindarkan.

Akibat kejadian itu Dua orang meninggal Dunia yakni, Pengendara SPM, SJ meninggal Dunia di PKM sanggar, sedangkan yang dibonceng AS meninggal Dunia di Tempat/TKP, sementara IM mengalami luka-luka dan di bawa ke PKM Sanggar guna mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu,Kasat Lantas Polres Bima Iptu Niko Hardianto STK SIK menghimbau kepada masyarakat sebelum melakukan perjalanan menggunakan kendaraan agar terlebih dahulu memeriksa kelaikan kendaraan serta menggunakan Helm, dan lainnya serta tidak perbolehkan berboncengan tiga.

Itu semua kata Niko, demi keselamatan diri kita sendiri. Maupun orang lain. Tutupnya.(***)

Kebakaran Rumah di Dena, Personil Polsek Madapangga Bantu Padamkan Kobaran Api

jpn

Bimantika.net -Satu Unit Rumah Permanen milik Bunyamin warga Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima di lahap si jago merah Rabu (31/5/23) sekira Pukul 09. 40 Wita Pagi Tadi.

Personil Polsek Madapangga Polres Bima Polda NTB yang mendapat informasi tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan Bersama Masyarakat setempat melakukan upaya pemadaman serta menghubungi Pemadam kebakaran kecamatan Madapangga.

Tidak lama kemudian Satu unit Mobil Pemadam kebakaran tiba di TKP sehingga kebakaran itu dapat di padam kan dan tidak meluas ke pemukiman warga sekitar.

Namun akibat kebakaran itu Atap rumah habis terbakar dan beberapa barang yang terbakar antara lain 2 Unit Sepeda motor maupun barang perabotan lainnya,

Ssedangkan rumah saat ini dalam keadaan atapnya sudah tidak ada dan hanya bangunan tembok rumah saja, serta kerugian di taksir mencapai 150.000.000 ( Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Musibah kebakaran itu diketahui oleh warga sekitar yang melihat kobaran api dari atap rumah, dan pemilik rumah tidak berada di tempat dan rumah dalam keadaan kosong.

Sebagai informasi Pemilik rumah Saudara Bunyamin sedang berada di Kota jakarta, sedangkan istrinya berada di sawah sementara kedua anaknya sedang bersekolah.dan Kuat Dugaan kebakaran itu terjadi karena Konsleting listrik.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH, S.I.K melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka mengatakan membenarkan adanya kebakaran tersebut.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat di kabupaten bima apabila berpergian agar terlebih dahulu mencabut alat-alat elektronik atau alat-alat lainya yang berkaitan dengan Arus listrik maupun yang berkaitan dengan Api seperti Kompor gas dan Lain-lain” Ujar Kapolres mengutip Adib.(***)

Aparat Gabungan TNI-Polri Buka Blokir Jalan di Desa Bajo, 4 Orang Demonstran Dinyatakan Positif Narkoba

jpn

Bimantika.net -Aparat gabungan TNI dan Kepolisian Resor Bima beserta Batalyon C Pelopor Brimob Polda NTB, bersama-sama masyarakat dan unsur Pemda Kabupaten Bima, akhirnya berhasil membuka pemblokiran jalan di Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Selasa (30/5/23) Pukul 14.10 Wita.

Sebanyak 3 titik pemblokiran jalan yang dilakukan oleh massa aksi dari Aliansi Front Perjuangan Rakyat Donggo dan Soromandi (FPRDS) sejak Senin (29/5/23) Pukul 14.47 Wita kemarin, berhasil dibuka tanpa insiden sedikitpun.

Tak ada letupan gas air mata, terlebih suara tembakan peringatan ke udara dalam upaya membuka pemblokiran jalan tersebut.

Kapolres Bima, AKBP Hariyanto, SH, S.I.K, menekankan kepada aparat yang diterjunkan saat Apel Pengarahan agar menghadapi masyarakat sehumanis mungkin meski dalam kondisi sulit, serta “mengharamkan” membawa Senjata Api.

“Terima kasih kita sampaikan kepada TNI, Unsur Pemerintah Daerah, dan masyarakat, atas peran aktifnya, sehingga pemblokiran jalan dapat terlaksana tanpa rintangan,” ucap Kapolres Bima, AKBP Hariyanto, S.H, S.I.K, usai memimpin langsung upaya membuka pemblokiran jalan itu.

Meski begitu, pihaknya ikut mengamankan 26 orang yang diduga menjadi dalang dari aksi pemblokiran jalan yang meresahkan masyarakat pengguna jalan tersebut. Yang mana 4 orang di antaranya dinyatakan positif Narkoba berdasarkan tes urine di Mako Polres Bima, dan akan dikembangkan lebih lanjut.

Sebelumnya, di hari pertama pemblokiran jalan, Kapolres Bima sendiri telah menghimbau langsung massa aksi di tempat kejadian perkara (TKP) agar mematuhi Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum, dengan tidak melakukan aksi menutup jalan umum.

AKBP Hariyanto, SH, S.I.K, mengingatkan massa aksi bahwa penutupan atau pemblokiran jalan yang dilakukan dengan sengaja menggunakan batu, pohon, ban bekas maupun benda lain dapat dikenakan pidana maupun denda sebagaimana tertuang dalam pasal 192 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara dan pasal 63 Undang-Undang No 38 tahun 2008 tentang jalan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak sebesar Rp 1,5 miliar.

Tak ketinggalan Kabag Ops Polres Bima, Kompol Herman, SH, juga melakukan negosiasi terhadap massa aksi agar tidak melanjutkan aksi menutup jalan. Sayangnya himbauan, peringatan, dan negosiasi tersebut tidak diindahkan.

Massa aksi tetap melakukan pemblokiran di tiga titik, mulai dari ujung Desa Bajo sampai sekitar 100 meter berikutnya, sehingga pihak keamanan menerjunkan aparat gabungan yang turut dibantu masyarakat dan unsur Pemda untuk membukanya di hari kedua.

Sementara itu masyarakat pengguna jalan khususnya, menyampaikan apresiasinya kepada TNI-Polri atas terbukanya kembali arus lalu lintas yang tertahan sejak Senin kemarin itu.

Terpisah, Kasat Res Narkoba Polres Bima, Iptu Sukardin, membeberkan, bahwa 4 orang diantara 26 terduga yang diamankan, dinyatakan Positif Narkoba.

“Berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan, empat orang Positif Narkoba,” tandas Iptu Sukardin.

Keempat orang tersebut, masing-masing berinisial UJ (L/27) warga Desa Bajo, SL (L/26) Warga Desa Mpili, MF (L/32) Warga Desa Sai dan HS (L/26) warga Desa Mpili.

Iptu Sukardin melanjutkan, akan melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap terhadap kasus Positif Narkoba dari keempat terduga itu.

“Kita akan melakukan pengembangan lebih lanjut,” tandasnya. (***)

Menakar Peluang DPR RI , “Salam 4 Periode” Terancam Gagal Dapil NTB 1

jpn

Oleh H. Rashid Harman

Bimantika.net -Pemilu Legislativ(Pileg) dan Pemililihan Presiden dan Wakil Presiden(Pilpres) tinggal sembilan bulan lagi dari sekarang.

Agenda lima tahunan itu diagendakan pada 14 Februari 2024.

Gonjang ganjing media sosial sudah semakin panas. Berbagai postingan dalam bentuk video pendek yang diramu sedemikian rupa,

Rata rata kontennya berupa negative campaign, berseliweran di aplikasi Whats App(WA) baik dibagikan secara personal maupun komunitas group.

Lembaga Survey pun tak ketinggalan dalam kesibukkan mereka dalam melakukan survey elektabilitas Partai Politik maupun elektabilitas figur figur politisi yang digadang gadang akan diusung menjadi bakal calon presiden maupun bakal calon pendamping(wakil) presiden.

Yang menarik diperhatikan adalah hasil survey elektabilitas partai politik.

Hasil survey dari 18 partai yang menjadi kontestan pemilu 2024 itu laksana klasemen sepak bola saja. Saling menyalip dengan angka angka prosentase masing masing.

Tapi yang tetap bertengger “dipuncak klasemen” itu tetap partai penguasa, Partai Demokrasi Indonsia Perjuangan( PDIP), meskipun prosentasenya pun turun naik.

Misalnya, pada hasil survey LSI, PDIP sekitar 17,7%, sedangkan Poltraking 23.3%.

Hasil dari surveynya, LSI Deny JA., membagi 18 parpol itu kedalam empat kelompok, yaitu;

  1. Partai Politik Besar, elektabilitas diatas 10%
    • PDIP ………………. 22,70 %
    • GERINDRA…….. 13,80 %
    • GOLKAR…………. 11,20 %
  2. Partai Politik Menengah, elektabilitas 4 – 10 %
    • PKB………………….8,00%
    • DEMOKRAT………5,00%
    • PKS………………….4,90%
    • NASDEM…………4,40%
  3. Partai Kecil dg elektabilitas 1% hingga 4%
    • Perindo…………..2,80%
    • PPP………………… 2,10%
    • PAN………………. 1,90%
  4. Partai Nol Koma, elektabilitas tidak sampai 1%
    • PSI…………………. 0,50%
    • PBB……………….. 0,30%
    • P. GARUDA……. 0,30%
    • Partai UMMAT… 0,30%
    • HANURA…………. 0,10%
    • P. BURUH ………. 0.10%
    • GELORA ……….. 0,10%
    • PKN ……………….. 0,10%.
      (Sumber: Detik News).

Apabila merujuk pada survey LSI Deny JA, meskipun tak mutlak dijadikan referensi karena sebagian lembaga survey itu memiliki tendensi dengan hasil surveynya,

Tapi paling tidak memberikan sinyalelemen bahwa pada hasil Pemilu 2024 itu hanya akan meloloskan 6 sampai 8 partai politik saja ke Senayan.

DAPIL NTB 1

Menarik untuk didiskusikan peluang beberapa calon unggulan yang memiliki polling lokal yang tinggi, yang akan bersaing di Dapil NTB I dengan merujuk pada hasil dari beberapa Lembaga Survey Nasional. Dari 18 Partai Politik yang ikut kontestasi itu, yang mampu melewati Parliamentary Threshold (PT) 4% hanya 6 sampai 8 partai saja.

Dapil NTB I Pulau Sumbawa, quota kursi yang akan diperebutkan hanya 3(tiga) kursi. Apabila 18 Parpol memenuhi semua quota yang tersedia, maka sebanyak 54 calon akan bersaing memperebutkannya.

Secara average setiap calon memiliki peluang dengan probabilitas sebesar 5,6%.

Beberapa figur bakal calon legislatif yang memiliki polling elektabilitas lokal yang tinggi, peluang mendapatkan suara akan jauh diatas 5,6%.

Misalnya figur politisi PAN(incumbent), H. Syafruddin ST. M. H. M. Qurais, politisi Demokrat yang mantan walikota Bima 2 periode. Mori Hanafi, mantan politisi Gerindra dan Mantan Wakil Ketua DPRD NTB yang kini mencoba naik level dan peruntungannya dengan Partai Nasdem. Johan Rosihan (incumbent) politis PKS. Mujahid Abdul Latif, politisi Gerindra. Ferra Amaliyah, politisi Golkar, Ellya Alwaini, isteri Walikota Bima, H. M. Lutfi, yang juga maju lewat Partai Golkar. Dan Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan Partai Gelora. Figur figur tersebut, tentu memiliki peluang yang lebih besar karena mereka telah memiliki nama dan jejak di masyarakat.

Tapi beberapa nama beken itu, yang mampu meraih suara yang banyak, apakah akan mulus melenggang ke Senayan?

Merujuk pada hasil survey elektabilitas partai partai politik yang dirilis oleh LSI Deny JA di atas, Partai Amanat Nasional yang hanya 1,90%, maka ada kemungkinan langkah H. Syafrudin ST. MM., dengan tagline salam 4 periodenya, akan terhenti pada pemilu 2024.

Begitu juga Bung Fahri Hamzah, meskipun akan mampu meraih suara yang banyak, tetap langkah ke Senayannya akan terhenti karena partai Gelora tak mampu melewati ambang batas yang ditentukan.

Dengan “tersingkir”nya H. Syafrudin dan Fahri Hamzah, yang diprediksi akan meraih suara tertinggi, maka peluang calon lain seperti H. M. Qurais, Mori Hanafi, Mujahid Abdul Latif, Johan Rosihan, Ferra Amaliya, Ellya Alwaini, menjadi terbuka untuk meraih tiga kursi yang tersedia itu.

Adagium “bola itu bundar” seperti dalam dunia sepakbola, juga berlaku didunia politik. Semua kemungkinan dapat saja terjadi. Maka bisa saja seperti Gelora, PSI, Partai UMMAT, Partai Buruh, PBB atau Partai Garuda, yang diklasifikasi Partai Nol Koma, menyeruak dan melewati ambang batas 4%.

Tapi hasil survey oleh lembaga survey itu juga tak dapat diabaikan karena beberapa lembaga survey, seperti LSI Deny JA, kadang memiliki akurasi survey yang mendekati real qount.(***)

Waskita Kerjakan Proyek Tanggul 112 Milyar di Kota Bima, Walikota HML : Komitmen Pemkot Merelokasi Masyarakat di Bantaran Sungai Padolo

jpn

Sumber Foto : Media Kompas

Bimantika.net –PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berhasil mendapatkan proyek pengerjaan tanggul di daerah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek bernama Urban Flood Control System Improvement in Selected Cities Phase 2 Bima Sub Project (Package 4A) bernilai Rp112 Miliar. Proyek ini dibuat untuk mencegah terjadinya banjir di Kota Bima.

Sebagaimana yang di muat dalam media nasional Kompas, Senior Vice Presiden Corporate Secretary Waskita Ermy Puspa Yunita mengatakan didapatnya proyek di Kota Bima sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap Waskita. “Alhamdulillah, Waskita diberikan kepercayaan oleh pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengerjakan proyek penanggulangan banjir di Kota Bima,” kata Ermy dalam keterangan pers nya di Jakarta.

“Dengan nilai kontrak 112 Miliar, Saya percaya Waskita khususnya tim proyek mampu mengerjakan dengan semaksimal mungkin,” lanjutnya.

Ermy mengatakan proyek ini rencananya akan dikerjakan dalam waktu 19 bulan dan berlokasi di Kecamatan Rasa Nae Barat dan Rasa Nae Timur, Kota Bima, NTB.

Nantinya Perseroan akan membangun sebuah tanggul yang nantinya difungsikan untuk menambah kapasitas tampung sungai saat terjadinya banjir. Selain itu, tebing akan diperkuat dengan revetment beton dan bronjong.


“Nantinya berfungsi untuk menahan tanggul dari gerusan banjir. Rencananya ada tiga penanganan banjir seperti revetment beton, normalisasi alur sungai, konstruksi parapet, lalu tebing diperkuat dengan beton bertulang,” tegas Ermy. Pada proyek ini, jenis pembayarannya adalah progress payment sehingga diharapkan arus kas dari Perseroan akan semakin lancar.

Waskita terus berkomitmen untuk menerapkan transformasi bisnis yang berkelanjutan, diantaranya pengelolaan proyek yang prudent, transparan, peningkatan implementasi tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang hati-hati.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi media online Bimantika Rabu 31 Mei 2023 merasa bersyukur atas hadirnya mega proyek tersebut.

” Alhamdulillah proyek JICA jepang terealisasi di Kota Bima sebagai komitmen pemkot merelokasi masyarakat di bantaran sungai Padolo”.

Walikota HML yang juga mantan Anggota DPR RI 2 Periode ini menyampaikan juga bahwa anggaran yang diberikan oleh JICA sebesar 270 Milyar untuk relokasi sungai padolo dan Sungai Melayu.

“Nah untuk tahap awalnya sekarang di sungai Padolo sudah terealisasi dengan anggaran 112 Milyar nanti tahap selanjutnya di bantaran sungai Melayu, itulah yang kita usulkan sebesar 270 Milyar totalnya” ungkap Walikota HML. (***)

Tekan Inflasi, Walikota HML Teken MoU Kerjasama Antar Daerah

jpn

Bimantika.net -Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menghadiri penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam rangka Pengendalian inflasi dengan Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Bima pada acara Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), bertempat di Aula kantor Bupati Lombok Utara, pada Selasa 30 Mei 2023.

Kerjasama Antar Daerah dengan tema sinergi dan inovasi ketahanan pangan melalui penguatan kelembagaan dan kerjasama intra provinsi tersebut diadakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB.

Wali Kota Bima hadir didampingi Sekda Kota Bima, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima dan Kabag Ekonomi, serta dihadiri juga oleh Gubernur NTB dan seluruh Kepala Daerah serta Sekretaris Daerah se Provinsi NTB.

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan, provinsi NTB mampu menjadi salah satu daerah yang pertumbuhan ekonominya tertinggi secara nasional. Hal ini dikarenakan NTB mampu menghidupkan geliat industrialisasi.

“Walaupun sektor pertambangan diambil, namun dalam kurun waktu empat tahun ini, mampu membuktikan program industrialisasi berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita,” jelasnya.

Gubernur mengungkapkan, walaupun NTB pertumbuhan ekonominya kalah dengan beberapa provinsi diatasnya namun dari segi kualitas pertumbuhan ekonomi NTB mengungguli beberapa provinsi tersebut. Baginya kunci keberhasilan NTB menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah sinergitas, kolaborasi bersama lintas vertikal dan horizontal serta keberanian dalam melangkah.

“Hampir setiap bulan, kami pemprov NTB, melaksanakan bazar pangan murah serta sidak harga di kabupaten /kota. Itu merupakan satu dukungan dalam upaya menekan inflasi pangan di daerah kita,” katanya.

Senada dengan hal itu, Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan NTB Heru Saptaji mengatakan bahwa keberhasilan NTB mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 6,95 persen, tidak terlepas dari peran semua pihak dalam melakukan penguatan ekonomi domestik melalui program industrialisasi, pengembangan Usaha kecil hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Oleh sebab itu dengan inovasi yang dilakukan, ia kian optimis hingga akhir tahun 2023, dari inflasi 4,41 persen yang diprediksi mampu di tekan hingga 4 persen. “Mari bersama kita gelorakan inflasi pangan, menuju NTB yang sejahtera,” ajak Heru.

Acara yang juga dihadiri oleh bupati/walikota se NTB itu diakhiri dengan penandatanganan berkas kerja sama oleh pemerintah daerah kabupaten/kota serta penandatanganan berkas kerja sama klaster bisnis to bisnis oleh para pengusaha dari 10 kabupaten/kota di NTB.(***)

Waspadai Peredaran Rokok Ilegal, Polsek Kilo dan Pihak Bea Cukai Edukasi Warga

jpn

Bimantika.net -Dalam rangka mencegah adanya peluang peredaran Rokok Ilegal terutama di daerah-daerah pesisir, Kapolsek Kilo, Ipda Eka Farman, SH., hadir mendampingi kegiatan sosialisasi sekaligus edukasi yang digelar Badan Bea Cukai Cabang Sumbawa, Selasa (29/5/2023) sekira pukul 10.00 Wita.

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Camat Kilo tersebut turut difasilitasi oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Dompu, H. Muh. Syai’un, MH., dengan focus pembahasan mengenai optimalisasi pengawasan peredaran barang ilegal sekaligus tentang Dana bagi hasil Cukai hasil tembakau ( DBHCHT).

Saat dikonfirmasi terkait kegiatan, Kapolsek menjelaskan bahwa maraknya peredaran barang-barang ilegal di pasaran lokal terutama rokok di kios-kios warga kini perlu mendapatkan atensi dan penanganan khusus.

“Untuk itu, Tim Bea Cukai Sumbawa bersama Asisten Daerah Dompu turun langsung mengedukasi, menghimbau para pemilik kios dan lapak-lapak agar berhati-hati,” papar Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan bahwa, fungsi kontrol dan pengawasan terhadap barang-barang yang dijual ilegal tak hanya dilakukan oleh Tim Bea cukai dan pemerintah, melainkan peran penting masyarakat khususnya para pedagang eceran (kios, pen).

“Peredarannya perlu di awasi, konsumsinya perlu di kendalikan, dan pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat bahkan lingkungan hidup perlu diatensi,” tandasnya.

Sebagaimana yang dipaparkan oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Zona Pulau Sumbawa, Gatot Herman Suyatna yang menegaskan bahwa pihaknya tentu tak mampu mengawasi seluruh wilayah yang ada.

“Maka pihak bea cukai kini melibatkan unsur pemerintah daerah bahkan kepolisian untuk ikut terlibat mengawasi,” imbuh Kapolsek.

Lantas, sambung Kapolsek, bagaimana cara dan tindakan kita apabila menemukan barang Ilegal semisal rokok yang kerap dijajakan murah, “apakah itu termasuk barang ditawarkan dengan harga murah tersebut adalah rokok ilegal?” sahut Kapolsek.

Kaitan hal itu, lanjut Kapolsek, sesuai penjelasan pihak bea cukai yang menyebutkan bahwa rokok tersebut dikatakan ilegal, dengan mengecek apakah ada label cukainya atau bagaimana.

“Untuk membedakan cukai asli atau palsu bisa di cek label barangnya, apabila terindikasi harap segera di foto merk produknya serta identitas distributornya. Jika kebetulan di bawa oleh mobil box misal, maka Mobil itu difoto dan dilaporkan kepada pihak terkait,” beber Kapolsek.

Dilaporkannya pula bahwa kegiatan yang juga dihadiri oleh sejumlah stakeholder yang ada di Lingkup Pemerintah Kecamatan Kilo tersebut berakhir pada Pukul 12.30 Wita berjalan aman dan kondusif.

“Hadir juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas se Kecamatan Kilo serta Pelaku usaha kios dan Toko Kecamatan Kilo serta tamu undangan sekitar lebih kurang 40 Orang,” pungkasnya. (***)