Harun Serahkan Hasil Karya Lukisan nya, IDP Tersenyum Manis

Bimantika.net,_ Warga Kabupaten Bima memiliki banyak talenta yang sungguh sangat luar biasa. Di bidang seni Lukis, sebut saja Harun adalah salah satu Warga Desa Samili Kecamatan Woha Kabupaten Bima memiliki karya seni tinggi yakni melukis wajah Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP). Hasil lukisan tersebut sungguh sangat dahsyat tidak jauh beda dengan wajah Asli IDP.

Ditanya soal waktu membuat Lukisan Wajah IDP membutuhkan Waktu Berapa Lama ? Harun menyebutkan bahwa dalam karya lukis memang membutuhkan waktu yang lama karna penuh Imajinasi. Dirinyapun mengeluhkan dalam aktifitasnya dalam seni lukis masih ada kekurangan meja alas. “Saya lukis wajah IDP selama empat hari bang karna banyak istrahatnya terkait belum adanya meja alas” ungkap Harun.

Walau demikian, Harun sangat bangga mampu menyelesaikan proses lukis Wajah IDP selama 4 hari dan puncak kebahagiaan harus adalah saat menyerahkan lukisannya tersebut pada hari Minggu ((17/5/2020) di Kediaman Bupati Bima.

Bupati Bima yang menerima hasil lukisan salah satu warga nya tersebut merasa senang.
“dari sekian banyk yang lukis saya, baru ini yang persis dengan saya lukisannya” ungkap IDP sembari memberikan senyuman manisnya pada sang Pelukis.

IDP pun menyatakan bahwa dirinya akan memperhatikan warga khususnya yang bergelut dalam dunia seni dengan memfasilitasinya agar mampu memberikan karya seni yang lebih fantastis lagi di masa yang akan datang. “Insya Allah kita pastikan mensupport kawan kawan yang berjiwa seni tinggi” ujar IDP. (BNN_01)

“Nasib Warga Pemecah Batu Terpinggirkan, Pejuang Kemanusiaan, Pemerintah, Wakil Rakyat Nyaris Tak Pernah Bahas Soal Mereka”

Gambar Compasiana.Com

Bimantika.net,_ Di Kota Bima ada beberapa tempat warga yang melakukan Aktifitas memecah Batu secara manual, salah satu tempat itu adalah sepanjang jalan Gunung Raja Dana Traha Kelurahan Manggemaci Kota Bima sepanjang itu pula mata kita memandang aktifitas sejumlah warga yang melakukan pemecahan batu secara manual dengan alat tradisional seadanya.

Hampir seluruh warga yang melakoni usaha ini adalah rata-rata warga yang memiliki kemampuan hidup yang tidak berlebihan namun terkadang memberikan berkah yang sangat luar biasa bagi sebahagian nya yakni mampu menyekolahkan anak anaknya hingga sukses sampai perguruan tinggi.

Sepertinya Aktivis, Pejuang Kemanusiaan, Pemerintah, Anggota Dewan alpa dan tidak pernah hadir dalam kehidupan mereka yang semestinya dijamin oleh negara.

Para Aktivis dan pengkritik kebijakan Pemerintah pun enggan menyuarakan apa yang menjadi keinginan mereka bahkan Anggota Dewan sebagaimana amanat UU mewakili merekapun setelah di lantik nyaris tak pernah membicarakan urusan hajat hidup mereka dalam kelompok pemecah batu tersebut, namun lebih senang membahas urusan Dana Pokok Pikiran dan dana aspirasi mereka.

Sebenarnya Dewan Memperjuangkan Nasib rakyat atau sedang memperjuangkan nasib Pribadinya ? Nyaris tak pernah di permasalahkan oleh sejumlah Aktivis kemanusiaan, para aktivis Kemanusiaan lebih suka mengkritik urusan pembangunan yang Milyaran rupiah, nasib para pemecah batu nyaris tak pernah diperhatikan oleh para pemerhati sosial dan kemanusiaan. Lalu apa sesungguhnya yang diperjuangkan oleh yang Pejuang Kemanusiaan ?? Wallahu’alam (BNN_01)

Warga Desa Bolo Unjuk Rasa Tuntut DPMDes Cairkan Dana Desa

Bimantika.net,_ Ratusan Warga Desa Bolo Kecamatan Madaangga Senin (4/5/2020) melakukan aksi unjuk rasa hingga menutup jalur Negara dalam beberpaa jam.

Pantauan langsung Bimantika.net bahwa wara yang kebanyakan kaum ibu_ibu di desa tersebut menyebabkan arus lalulintas dan akses jalan nasional poros Bima Sumbawa macet total dalam bebeapa waktu. Mereka turun di Jalan dalam rangka protes keras atas Tindakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kabupaten Bima yang mereka tuding menghalangi pencairan Dana Desa.

Jenderal lapangan Aksi dalam orasinya sangat menyesalkan sikap kepala dinas DPMDES yang dinilainya tidak kooperatif serta diduga kuat sengaja tidak mau mencairkan dana yang dihajatkan untuk pembangunan dan kepentingan seluruh masyarakat desa Bolo itu sendiri.

Jemdral Lapangan pun dalam orasinya menuding ada indikasi permainan politik sehingga sampai saat ini Dana Desa Untuk Kepentingan warga Desa Bolo tidak di cairkan.

Masih seputar orasi Jendral Lapangan dengan lantang menyebutkan disaat warga butuh bantuan dana untuk membeli kebutuhan makanan akibat wabah Covid-19, mestinya Pihak Dinas dan Pemerintahan secra menyeluruh di Kabupaten Bima harus Peka dengan kondisi masyarakat saat ini.

Dalam Aksi tersebut juga sebagai orator Handal Joni Syahrudin yang merupakan Aktifis Senior terpanggil nuraninya atas kedzoliman yang diperlihatkan oleh oknum-oknum di Oemerintahan Kabuoaten Bima.Pemda

Bahkan Jony dalam orasinya menyebutkan bahwa Bupati Gagal dalam memimpin dan tak layak menjadi panutan bagi rakyatnya.

“Sudah puluhan tahun saya tidak memegang Megaphone namun hari saya lakukan orasi karena semata mata tidak ingin melihat adanya Kedzoliman yang dialami oleh warga Desa Bolo” ungkap Joni. (BNN_01)

Antisipasi COVID-19, Sejumlah Desa Di Kecamatan Bolo Inisiatif “Lock Down”

Bimantika.net
Pasca diumumkannya 10 Warga Kabupaten Bima Positif COVID-19 yang sebahagian besarnya adalah Warga Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima (8 orang,red) warga pun melakukan tindakan inisiatif lakukan Lock Down dengan cara menutup Gang masuk di wilayah perkampungan mereka.

Pantauan langsung Bimantika.net pada
Selasa malam (21/4/2020) sekitar pukul 18.00 wita beberapa Desa Di Kacamatan Bolo Kabupaten Bima telah dilakukan Lock Down terkait adanya 8 orang warga Desa Kananga dan 1 orang warga Desa bontokape serta 1 orang warga kecamatan Sanggar yang dinyatakan Positif Covid-19 hasil laboratorium Swab RSU NTB, wargapun ambil inisiatif Lock Down dan sudah menutup mati akses jalan masuk ke lorong kampung dan untuk sementara tamu tidak boleh masuk dan begitu juga dengan kendaraan bermotor.

Beberapa Desa yg sudah melakukan Lock Down adalah :

  1. Desa Kananga Kec. Bolo yaitu seluruh gang telah ditutup dengan menggunakan kayu dan pagar dan Tempat Ibadah sepergi Masjid Al Abrar dan Masjid Bara serta masjid Babu Ridwan telah di tutup dan untuk sementara tidak diperbolehkan Sholat Jamaah dan Begitu juga dengan Musholah.
  2. Desa Rato Kec. Bolo Kab. Bima yaitu penutupan gang perkampungan warga dengan menggunakan palang kayu dan Masjid tidak di tutup dan masih melaksanakan sholat berjamaah dan tamu dari luar untuk sementara tidak boleh bertamu.
  3. Desa Rasabou Kec. Bolo Kab. Bima yaitu penutupan di gang gang masuk perkampungan warga dan masjid tidak ditutup dan masih untuk sembahyang dan untuk tamu tidak boleh masuk.
  4. Desa Tambe Kec. Bolo yaitu penutupan di setiap pintu masuk ke lorong dan untuk maajud masih di buka untuk ibadah serta tamu dari luar sementara tidak boleh masuk.
  5. Desa Leu Kec. Bolo gaitu penutupan di pintu masuk gang serta masjid masih melaksanakan sholat berjamaah dan untuk tamu dari luar desa sementara tidak boleh masuk apalagi dari Desa kananga.
  6. Desa Bontokape Kec. Bolo yaitu penutupan pintu masuk gang dengan menggunakan kayu balok dan pagar bambu dan masjid masih melaksanakan  sholat berjamaah dan tamu untuk sementara tidak boleh maauk ke dalam kampung.

Namun ada beberap desa yang belum lakukan Lock down seperti Desa Tumpu, Desa Rada, Desa Nggembe, Desa Darussalam, Desa Sondosia Desa Sanolo, Desa Timu dan Desa Kara.

Menurut salah seorang Polisi dari Kapolsek Bolo yang enggan dikorankn namanya menyebutkan bahwa Penutupan gang oleh masing-masing Desa adalah bentuk upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dan merupakan inisiatif Kepala Desa dengan masyarakatnya.
Kapolsek Bolo, IPTU Juanda Membenarkan adanya inisiatif dari Warga tersebut dan Pihak Kepolisian Sektor Bolo selalu standby menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Wilayah Kecamatan Bolo.(BNN_01)

Kabupaten Bima 10 Orang Positif COVID-19, Hasil Uji Sweb

Bimantika.net,_ Press release resmi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada selasa malam (20/4/20) yang dikirim oleh tenaga ahli Gubernur NTB melalui WhatsApp Redaksi Bimantika.net bahwa ada sepuluh Warga Kabupaten Bima yang dinyatakan positif teridentifikasi virus corona setelah dilakukan pemeriksaan Uji laboratotium Sweb.
Adapun nama-nama yang ada dalam rilisan tersebut yakni:1. Pasien nomor 76, inisial R, perempuan (38), Warga Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.
2. Pasien nomor 77, inisial I, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.
3. Pasien nomor 78, inisial AH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bonto Kape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik
4. Pasien nomor 79, inisial IJ, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
5. Pasien nomor 80, inisial IA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
6. Pasien nomor 81, inisial B, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
7. Pasien nomor 82, inisial A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik
8. Pasien nomor 83, inisial S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
9. Pasien nomor 84, inisial S, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
10. Pasien nomor 85, inisial MS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik. Demikian press release pihak Pemerintah Propinsi NTB (BNN_01)

Pembangunan GOR Panda 90 %Porsen Rampung, IDP_Dahlan Wujudkan Karya Nyata

Bimantika.net
Karya Nyata yang ditorehkan Bupati dan Wakil Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H. Dahlan M. Noer M. Pd (IDP_Dahlan) diakhir masa jabatannya sungguh sangat luar biasa. Geliat Pembangunan Yang selama ini di perlihatkan oleh IDP_Dahlan. Salah satu Karya Nyata IDP_Dahlan di tahun 2020 ini adalah Pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Tipe B di Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.
“Diakhir Masa Jabatannya untuk Menuju Periode ke Dua, IDP_Dahlan membangun GOR adalah karya nyata Fundamental yang sungguh sangat luar bisa dan ini adalah karya nyata bukan janji” ungkap Salah Seorang Warga Desa Panda yang sehari harinya menjual Es Kelapa Muda di wilayah Taman Panda Kabupaten Bima.
Pembangunan GOR. panda kini secara porsentasenya sudah mencapai fisik sekitar 90 porsen. “Insya Allah per hari ini Kamis (27/2/2020) fisik pembangunannya sudah mencapai sembilan puluh porsen” ungkap Ikram salah satu Pelaksana Lapangan Proyek GOR Panda.
Pantauan langsung Bimantika.net, pekerjaan proyek GOR Panda sungguh sangat luar biasa kualitas dan Mutu baja yang digunakan serta bahan bangunan lainnya sehingga bangunan lebih kurang seluas 45×50 meter itu sungguh sangat kokoh.
Menurut Pekerja yang juga Asal Desa Bontokape Kecamatan Bolo, bahwa rancangan bangunan GOR Panda sungguh sangat luar bisa dengan tinggi lebih kurang 11,5 meter tersebut menggunakan kerangka baja yang tentunya akan tahan terhadap gempa bumi. “Saya yakin bangunan ini menang di rancang anti gempa sehingga bisa kita lihat sendiri kontruksi baja nya yang sungguh sangat bermutu” ujar Pekerja.
Masih menurut Pekerja bahwa Bangunan GOR Panda diyakininya mampu bertahan Lima puluhan sampai enam puluhan tahun. “Dari segi pondasi cakar ayam yang kedalamannya dua meteran lebih lalu lebarnya juga demikian tentu kekokohannya tidak bisa diragukan lagi dalam hal kontruksi dan ketahanannya”ujarnya. (BNN_01)

SEKNAS FITRA, SOLUD, BINA INSAN CENDEKIA, FGII DAN PESERTA SEPAKAT KAWAL ANGGARAN NEGARA

Bimantika.net_Perkumpulan Solidaritas untuk demokrasi (SOLUD), dan Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, yang didukung Sekretariat Nasional Forum untuk Transparani Anggaran (SEKNAS-FITRA) menggelar Budget Resources Centre (BRC) selama dua hari di kampus STKIP Tamsis yakni sabtu & minggu 15-16 februari 2020.
Dari kegiatan ini para peserta sekolah anggaran menyepakati penguatan peran mengawal proses perencanaan dan implementasi anggaran mulai dari tingkat desa, sekolah hingga daerah. Para peserta sekolah anggaran , mentor dari perkumpulan SOLUD dan SEKNAS FITRA menyepakati beberapa poin yang menjadi isu dan atensi bersama sebagai peserta.

Sekolah anggaran ( budget resources centre) yang didukung Ford Foundation with Bina Insan Cendekia Bima diikuti berbagai unsur seperti Pemda, Anggota DPRD, Pengurus Parpol, Perguruan Tinggi, Pemerintah Desa, BPD, NGO/LSM, Pers, Mahasiswa dan Umum. Perkumpulan SOLUD, Seknas Fitra dan juga STKIP Tamsis memandang penting menyediakan ruang bagi para pegiat advokasi anggaran di daerah yaitu lewat sekolah anggaran (BRC).
Sekjend SEKNAS FITRA Akhmad Misbah Hasan, mengatakan korupsi mulai terjadi dari tahap perencanaan mulai dari musrenbangdes, musrenbangcam hingga musrenbangda untuk itu dibutuhkan kemauan politik (political will).
“Lima tahun itu waktu yang cukup untuk membangun sistem dan yang pertama political will, kedua regulasi yang baik. Kata kuncinya adalah political will dan regulasi yang baik,” ujar pemerhati anggaran yang juga pernah membongkar kasus korupsi di DKI bahkan selalu nongkrong di channel mata najwa metro tv. Akhmad Misbah Hasan juga menjelaskan tentang bahaya laten korupsi itu sendiri bahkan beliau mengibaratkan korupsi melebihi aksi separatis dan terorisme negara.
Ahmad Misbah juga menjelaskan kepada peserta Sekolah Anggaran tentang struktur APBD yang terdiri dari tiga komponen yaitu pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Dalam komponen pendapatan terdiri dari kelompok pendapatan yaitu PAD, dana perimbangan, dan lain lain pendapatan yang sah.

Peserta juga mendapatkan penjelasan tentang kelompok belanja. Yaitu klasifikasi belanja menurut fungsi. Mislanya APBD Kabuapten Bima Rp1,8 triliun. Klasifikasi belanja menurut urusan, klasifikasi belanja menurut organisasi, klasifikasi belanja menurut program dan kegiatan, klasifikasi belanja menurut jenis belanja.

Dijelaskan, jenis pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan, sedangkan struktur pendapatan daerah meliputi PAD. Di antaranya pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain lain pendapatan asli daerah yang sah.

“Ada beberapa anggaran yang mandatoris untuk kabupaten atau daerah, yakni anggaran kesehatan 20 persen, anggaran pendidikan10 persen dikali dana perimbangan bagi dana DAK. Kemudian yang anggaran mandatoris lain yakni anggaran desa dan dana bagi hasil pajak,” katanya.

Ahmad Misbah juga menjelaskan, tentang sejumlah metode analisis APBD/ APBDesa seperti analisis makro meliputi pendapatan, belanja, pembiayaan, surplus-defisit, analisis trend minimal tiga tahun, analisis serapan anggaran, analisis konsistensi dan kepatuhan, analisis efisiensi dan efektifitas, dan analisis khusus seperti responsif gender dan inklusif.
Pengurus Seknas FITRA, Yenti Nurhidayat mengatakan, monitoring pasrtisipatif diperlukan untuk memastikan proses penyusunan anggaran sesuai alur dan ketentuan. Selain terlibat dalam proses perencanaan seperti Musrembang, yang tak kalah penting proses selanjutnya setelah penyusunan RKPD seperti pembahasan dan penetapan KUA/PPAS, penyusunan RKA-SKPD, pembahasan RAPBD hingga penetapan APBD. Adapun cara menyampaikan advokasi tak harus melalui aksi unjuk rasa. Namun jalan itu ditempuh setelah berbagai proses tidak tercapai.

“Cara-cara mengingatkan ini banyak, misalnya ikut menyampaikan atau diplomasi. Demo adalah cara terakhir. Kalau ada penyelewengan. Kalau salah cari tahu. Dalam pembangunan infrastruktur, biaya berapa, kualitas bagaiamana. Terus kita cari cara mengubah orang lain, mencari banyak informasi dan data,” katanya.

Yenti menjelaskan, melalui kegiatan Sekolah Anggaran, peserta diharapkan menjadi pegiat advokasi anggaran yang kemudian dapat merumuskan peta dan arah gerakan yang lebih baik dalam rangka mewujudkan anggaran yang bermakna dan tepat sasaran.

Hakekat anggaran negara/ daerah adalah untuk kesejahteraan rakyat.Anggaran bersumber dari rakyat harus dikembalikan kepada rakyat. “Mengapa perlu anggaran untuk menjamin eksistensi anggaran. Karena jika negara tidak memiliki anggaran, negara bisa bubar,” katanya.

Ia juga menyebut, setiap bayi baru lahir di Indonesia menanggung utang Rp5-8 juta. Sehingga pemerintah daerah maupun pemerintah pusat harus berhati-hati terhadap uang yang bersumber dari hutang.

“Terdapat beberapa fungsi anggaran dalam manajemen sektor publik, di antaranya anggaran sebagai alat perencanaan, anggaran sebagai alat pengendalian, alat kebijakan, alat politik, alat koordinasi dan komunikasi,alat motivasi dan penilaian kinerja,” katanya.

Berkaitan pengelolaan dana desa, pemerintah desa harus terbuka. Tidak hanya pada tahap perencanaan, melainkan setelah pelaksanaan anggaran. “Selama ini banyak desa yang hanya mengumumkan perencaan anggaran, tapi penggunaannya tidak dibuka,” katanya.

Sementara itu, aktivis Perkumpulan SOLUD, Muamar Khadafi menekankan mahasiswa agar menjaga eksistensi dan sisi kritis. Sebelum menyikapi sebuah persoalan anggaran, mahasiswa harus menguatkan pendapat melalui pengetahuan (knowledge).

Pada kegiatan Sekolah Anggaran, para peserta diberikan tugas menganalisis APBD Kabupaten Bima tahun 2019 dan APBD tahun 2020. Setelah itu, para peserta yang dibagi dalam tiga kelompok mempresentasikan hasil analisisi masing-masing

Salah seorang peserta dari unsur Organisasi Profesi (ORPROF) Federasi Guru Independen Indonesia Kabupaten/Kota Bima, Nukman, S.Pd.,M.Si. mengatakam kegiatan ini sangat positif dan berpendapat perencanaan dan penganggaran merupakan salah satu kunci yang mempengaruhi proses pembangunan di Indonesia mulai dari tingkat pusat hingga daerah dan harapan saya agar kegiatan ini punya manfaat dan outcomes seperti setiap alumni sekolah anggaran akan dilibatkan dalam rangkaian kegiatan pengembangan budget resource centre (BRC) dan alumni dapat dijadikan fasilitator serta para alumni segera action follow up hasil pelatihan dengan mengajak semua komponen elemen masyarakat untuk bahu membahu dan gotong royong samakan persepsi belajar tata kelola anggaran desa, sekolah dan daerah dari alumni ini, pungkas Ketua FGII Bima ini pada Media Bimantika.net (BNN_03).

Bakal Calon Bupati Bima Nimran Abdurrahman Jadi Nara Sumber Dialog Interaktif Mahasiswa Ngali-Malang

Bimantika.net

Republik Mahasiswa Ngali Malang (Reman – Malang) mengawali tahun 2020 dengan menyelenggarakan acara Dialog Interaktif Awal Tahun dengan tema Upaya Membangun Kesadaran SDM dalam Mengelola SDA Demi Kesejahteraan Daerah Bima, di Coffee Times Pasar Terpadu Dinoyo, Kamis (02/01).

Tiga orang narasumber dihadirkan dalam acara tersebut, yakni Nimran Abdurahman, SH., MH., Ilhamuddin Nukman, S. PSi., MA., dan Juardin Al-Sadra.

Ketua Umum Reman – Malang, Luluh Anggriani menyatakan bahwa acara ini memang didesain untuk menumbuhkan kesadaran berlingkungan terutama dalam pengelolaan sumber daya alam demi kesejahteraan bersama.

“Acara ini sebagai ajakan kepada semua orang untuk memiliki kesadaran dalam mengelola sumber daya alam. Dengan kesadaran yang sama, maka kita bisa menjadikan alam sebagai sumber kesejahteraan,” ungkapnya.

Sekaligus acara ini untuk mendengar dan mengetahui pemikiran para calon pemimpin Bima ke depan dalam membangun daerah berbasis lingkungan.

“Kami ketahui Bang Nimran Abdurahman ber ancang-ancang maju dalam suksesi Pilkada Bima 2020, karena itu kami ingin mengetahui konsepnya dalam membagun SDM dan juga SDA, sehingga kita semua memiliki referensi dalam menentukan pemimpin ke depan,” tutupnya.
Nimran Abdurrahman, SH, MH yang dikonfirmasi Bimantika.net menyebutkan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menjadikan referensi bagaimana memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. “Bila perlu dialog semacam ini harus dikedepankan oleh mahasiswa sebagai bentuk tanggung jawab nya intelektual muda untuk tanah kelahirannya” ungkap Nimran. (Bnn_01)

Beginilah Cara Bupati IDP Mengenang Almarhum Suaminya Dae Ferry

Bimantika.net

Ada banyak cara dan upaya seseorang mengenang orang yang paling di cintainya. Sebut saja Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE memiliki cara tersendiri dalam mengenang almarhum suami tercintanya yang juga mantan Bupati Bima dua Periode.
IDP Sapaan kebiasaannya, selalu mengenang Almarhum Suaminya yang selalu setia membimbing dan mengayominya selama hidupnya.
Usai Pencanangan BBGRM di Desa Boke, Kecamatan Sape, Minggu ( 22/12), Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Wakil Bupati Bima, H Dahlan M Noer berserta rombongan melanjutkan pencanangan di Kecamatan Lambu. Rombongan Bupati tiba di Kantor Camat sekitar Pukul 11:30 Wita.
Beda dengan di Kecamatan Sape, Bupati Umi Dinda dan Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer berbagi tugas, memenuhi permintaan masyarakat di Kecamatan tersebut.
Babe, sapaan akrab Wabup Dahlan, menyampaikan Sambutan pada Pencanangan BBGRM yang di Pusatkan di Kantor Kecamatan Lambu. Kemudian Bupati Umi Dinda, memenuhi permintaan warga untuk peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid As Sholihin di Desa Monta Baru.
Kabag Humas Setda Bima, M Chandra Kusuma, Ap, menyatakan, di Desa Monta Baru, Bupati berpesan diperlukan kebersamaan untuk membangun masjid. Kepada panitia, kata umi Dinda, harus amanah dan tidak semata-mata hanya menunggu bantuan Pemerintah.
‘’Mari kita contoh, semangat keluarga di Sape dan Lambu membangun Masjid dan Musholla,’’ujar Bupati ditirukan Chandra.
Bupati memuji semangat kebersamaan keluarga di Melayu dan Soro, yang membangun sedikit demi sedikit. Dan tanpa terasa, Masjid berlantai Tiga tidak lama lagi akan selesai dibangun dan dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.
Secara pribadi, Bupati Umi Dinda menyerahkan bantuan Rp 20 juta untuk pembangunan Masjid As Sholihin, diterima Kades Monta Baru, Syafruddin.
‘’Hari ini saya membantu secara pribadi Rp 20 juta. Alhamdulillah setiap akhir tahun saya bisa berbagi sedikit Rezeki,’’lanjutnya.
Dijelaskan Umi Dinda, 26 Desember ini, pas 6 tahun mendiang almarhum suami tercinta, H. Ferry Zulkarnaen ST berpulang kerahmatullah.
Dengan penuh haru, ia berharap, para Jama’ah, dapat mendoakan dan mengirimkan al-fatiha buat Almarhum. Di setiap kesempatan, usai shalat Fardu maupun shalat berjama’ah. Semoga dibukakan pintu maaf, dijauhkan dari Fitnah dunia dan Akhirat dan ditempatkan di Surganya Allah.
‘’Pahalanya saya sedekahkan buat Almarhum Dae Fery,’’ucap Bupati Umi Dinda, tak mampu menahan rasa harunya.
Di Kecamatan Sape, Bupati beserta rombongan, memantau Pembangunan Jembatan Desa Boke, dibangun dari Dana Desa senilai Rp. 303 juta. Kemudian Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mushalla di Lingkungan Koramil Sape, Desa Oi Maci dan membantu secara pribadi Lima juta Rupiah.
Ikut mendampingi Bupati yakni Muspika Sape, Camat Sape Kaharuddin, S.Sos, Koramil Sape Kap. Junaidin, Kepala Desa, BPD Desa Oi Maci. Bupati saat meletakan batu Pertama diiringi shalawat dari hadirin. (HMS//BNN_01)

Puting Beliung “Datang Kembali” Hantam Rumah Sentawo Kawasan Wisata Lawata

Bimantika.net

Hujan lebat ditandai tiupan angin kencang kembali menerpa Kota Bima pada hari Rabu (25/12/2019). Kali ini kembali menghantam sejumlah bangunan kebanggaan Walikota Bima di kawasan Wisata Pantai Lawata Kota Bima. Kini keberadaan rumah sentawo tersebut benar benar jadi sasaran hantaman tiupan angin kencang atau puting beliung yang terjadi di Kota Bima beberapa hari terakhir ini.
Pantauan langsung Bimantika.net di Kawasan Wisata Pantai Lawata menunjukkan bahwa ada beberapa bangunan sentawo yang dihantam angin kencang di hari natal ini Rabu 25/12/2019 sehingga menambah jumlah rumah sentawo yang menjadi icon yang dibanggakan tersebut oleh pemerintahan Kota Bima rusak total.
Salah seorang warga di tempat kejadian perkara menyebutkan bahwa sekitar jam satu siang ini terjadi hujan yang sangat lebat disertai angin yang begitu kencang sehingga dalam tempo yang singkat meluluhlantakkan bangunan tersebut. “Andaikan tidak ada angin kencang mungkin tidak roboh pak, tapi anginnya sangat kencang sekali sehingga kami pun merasa ketakutan” ujar Ibu Ros salah satu pengunjung Pantai Lawata di siang hari Rabu 25/12/2019.
Menurutnya sekuat apapun bangunan itu dengan kondisi angin yang begitu besar tentu bangunan akan roboh.
Pengunjung lainnya, Ibu Mariamah menyatakan bahwa kondisi angin kencang dan hujan lebay di pantai Lawata membuatnya panik dan tidak tenang. “Kami sangat panik pak baru beberapa menit angin kencang itu terjadi langsung merobohkan tempat yang kami duduki, untung saja kami saat itu cepat menepi di bagian lain” ujar ibu muda itu sambil memperlihatkan mimik ketakutannya. (BNN_01)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom