Dampak Covic-19, Bupati IDP Rencana Bagi JPS Bima Ramah 100 KK Seluruh Desa

Bimantika.net, – Menanggulangi dampak sosial ekonom akibat Pandemi Covid -19,  Pemerintah Kabupaten Bima, di bawah  Kepemimpinan Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs.H. Dahlan HM Noer, berencana akan menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) ‘Bima Ramah’  bagi 100 KK  per  desa di 191 Desa se Kabupaten Bima, sebelum bulan Ramadhan.

Komitmen itu disampaikan Bupati Bima Saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Corona atau Covid – 19, Kegiatan Rapat Koordinasi terkait pada hari Kamis, 16 April 2020 di Aula Kantor Bupati Bima, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Bima dan Seluruh Jajaran OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, M Chandra Kusuma Ap, mengatakan, Bupati Bima telah  menginstruksikan seluruh OPD untuk bekerja keras, membantu pembagian Paket yang akan dibagikan secara serentak itu.

Karena, Kata Dia, jumlah penerima manfaat sebanyak 100 KK  per desa. Setiap KK akan menerima bantuan sembako senilai Rp 200 ribu rupiah,  terdiri 5 kg beras, 1 dus mie, 1 krat telur, 1 kilo gula, 1 liter minyak kelapa, deterjen dan garam.

“Nanti kita tambah garam, karena ini juga untuk membantu para petani garam kita,’’ kata Umi Dinda, dikutip Kabag Protokol.

Dijelaskan Bupati Umi Dinda, kata mantan Camat Woha ini, 100 KK penerima manfaat dari JPS Bima Ramah tersebut tidak termasuk Penerima PKH, tidak termasuk Penerima Bantuan Pangan Non Tunai dan tidak termasuk Penerima JPS Provinsi.

 “Saya minta dipastikan bahwa mereka adalah penduduk desa setempat yang dibuktikan dengan foto copy KTP masing-masing,’’terang Bupati.

Sumber Dana yang digunakan adalah dari reposisi dan refocusing dari APBD Kabupaten Bima tahun 2020 sebagai akibat dari Pandemi Corona. Reposisi dan Refocusing anggaran ini sesuai dengan arahan dan instruksi Presiden RI, Mendagri dan menteri sosial, yang mewajibkan Pemerintah Daerah (Pemda) mengarahkan APBD untuk menanggulangi Pandemi Corona.

“Hingga kini, Pemkab Bima sudah pada tahap  mengumpulkan dan memverifikasi data bakal calon penerima manfaat  kemudian akan di  SKkan. Pembagian JPS Bima Ramah ini, untuk tahap awal diarahkan selama 3 (tiga) bulan pertama,” imbuhnya.

Pemkab Bima tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, agar saat penyaluran tidak saling tumpang tindih.

 “Kita lakukan ini sebagai upaya kita bersama meringankan beban keluarga kita di Kabupaten Bima yang terpengaruh oleh Pandemi Corona,’’lanjutnya.

Bupati Bima Hj. Indah mengajak semua pihak untuk berbuat dan bekerja sama mengatasi Pandemi Corona, karena kerja keras kita semua tentu akan membantu keluar dari Pandemi Covid- 19. Kita berbuat bersama untuk daerah dan masyarakat, dengan segenap hati.

‘’Atas nama Pemerintah dan bentuk secara Pribadi, terima kasih untuk yang sudah membantu masyarakat Bima dalam mengatasi Covid -19,’’ucap Bupati Bima Pertama Perempuan di NTB ini. (BNN_03/yadin)

Gubernur-Wagub NTB Launching JPS Gemilang

Mataram, Bimantika.net,_
Bertempat di depan Kantor RRI Mataram, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. Didampingi Sekda Prov NTB, Drs. Lalu Gita Ariadi, M. Si, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD lingkup Pemrpov NTB, melakukan launching program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, Kamis (16/4)

Peluncuran perdana JPS Gemilang itu ditandai dengan pemberian secara simbolis paket JPS Gemilang yang berisi beras 10 Kg, telur 20 butir, minyak goreng 1 liter, Susu Kedelai, Minyak Kayu Putih, Sabun, Teh Kelor, dan Masker, oleh Gubernur-Wakil Gubernur NTB kepada Kepala Kelurahan Abian Tubuh Barat Kota Mataram dan Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) NTB.

“Paket JPS Gemilang ini, isinya hampir seluruhnya merupakan produk IKM dan UMKM kita sendiri di NTB. Harga-harganya jelas lebih mahal dibanding barang produksi pabrik-pabrik besar. Bukan karena kita Mark up harganya. Tapi karena diolah langsung dengan peralatan seadanya dan penuh ketelatenan. Tapi dari sinilah akan ada transfer knowledge dengan nilai intrinsik yang mahal,” terang Gubernur.

Zulkieflimansyah mencontohkan ada IKM di Sekotong, Kabupaten Lombok Timur, dimana produsen kelapa memeras dengan sangat sederhana, menggunakan tangan untuk menghasilkan minyak kelapa. Proses awal yang manual seperti itu, menurut Zulkieflimansyah terjadi di semua negara berkembang. Sehingga, produk yang dihasilkan harganya lebih mahal dengan kualitas masih kalah dengan barang pabrikan.

“Semua merupakan proses yang harus dilalui. Demi pembelajaran dan hal itu harus kita hargai. Di teori apapun tentang Industrialisasi semua akan mengalami hal yg sama..

Produk awal lebih mahal, kualitas kurang. Tapi seiring berjalannya waktu akan ada masukan, kritikan, dll. Sehingga lambat laun hasilnya akan lebih baik dan sempurna,” imbuh Zulkieflimansyah.

Gubernur berjanji kedepannya akan memberikan mesin untuk IKM dan UMKM di NTB. Sehingga diharapkan mampu memproduksi barang yang lebih berkualitas, yang bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat NTB, tapi dapat mensuplai sampai dunia global.

Lebih lanjut Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa paket bantuan JPS Gemilang diperuntukkan 105.000 KK di seluruh Provinsi NTB. Dimana 73.000 untuk KK Miskin yang belum terakomodir dalam program nasional (PKH dan BPNT). Sedangkan 32.000 KK untuk sektor formal dan informal yang terdampak Covid-19. Dalam satu paket bantuan sembako dan suplemen tersebut senilai Rp 250.000,- per KK per bulan, dan akan diberikan selama tiga bulan.

Sementara untuk jadwal pembagian bantuan JPS Gemilang untuk Kota Mataram direncakan mulai tanggal 16-18 April 2020. Kab. Lombok Barat dan Lombok Utara pada tanggal 19-24 April 2020. Sementara pada tanggal 22-27 April 2020 untuk Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Sedangkan tanggal 22-26 April 2020 untuk Kab Sumbawa dan Sumbawa Barat. Dan pada tanggal 22-28 April 2020 jadwal untuk Kab Bima, Dompu dan Kota Bima.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh Walikota/Bupati, serta Kepala Desa/Lurah, agar bantuan ini tepat sasaran. Baik untuk validasi data maupun distribusi bantuan, agar tidak terjadi double bantuan dengan Bantuan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten/Kota,” tandas Zulkieflimansyah (TA/gubNTB)

Bupati IDP Bagi Masker, Hand Sanitizes dan Sembako di Sape

Bimantika.net,_ Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) tetap melakukan pantau Wilayah untuk memastikan bahwa di kabupaten Bima sebagai daerah yang di pimpinnya aman dari penyebaran Pandemi Dunia Virus Corona.

Bupati IDP tidak pernah bosan memberikan anjuran pada seluruh lapisan masyarakat agar selalu jaga diri dan selalu waspada di saat Virus Corona saat ini, anjuran itu tentu diharapkan kepada masyarakat agar senantiasa tetap di rumah, jaga jarak, hindari kerumunan dan selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Dan jangan lupa cuci tangan memakai sabun setelah selesai bekerja atau aktivitas apapun dan pake selalu masker saat ada keperluan mendesak keluar rumah” demikian himbauan Bupati IDP.

Tidak hanya sekedar memberikan himbauan, Bupati IDP juga melakukan tindakan nyata dan riil dilapangan.
Terbukti pada hari kamis (16/4/2020) Bupati IDP membagikan Masker, Handsanitaizer, dan Sembako gratis di Pasar Oi Maci, Kecamatan Sape.

Kegiatan yang dilakukan oleh Bupati IDP tersebut didampingi oleh Kapolres Bima Kota, Dandim 1608 Bima dan sejumlah anggota DPRD Dapil Sape, Lambu. Juga unsur Muspika Kecamatan Sape.

Bupati bersama Tim Gugus dan pimpinan FKPD hadir untuk memastikan para pedagang di pasar setempat menggunakan masker saat berjualan di tengah pasar, karena sesungguhnya memakai masker adalah salah satu cara yang tentunya untuk memutus mata rantai Covic_19.
Bupati Bangga pada para pelaku pasar yang sebahagian besar menggunakan masker saat berjualan. (BNN_01)

Bupati IDP Berterimakasih atas Kepedulian Bakal Paslon Iman Yang Sumbang Hand Sanitizer dan Masker

Bimantika.net,_ Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE atau yang Biasa disapa oleh Para Pendukung dan Loyalisnya IDP merasa berterimkasih pada semua pihak yang melibatkan diri dalam mencegah Penyebaran Covic-19 atau Virus Corona.

Menurut IDP bahwa kerjasama semua pihak termasuk masyarakat secara luas dalam melakukan aksi nyata mencegah merebaknya Virus Corona adalah perlu diapresiasi karena itu adalah aktivitas untuk kemaslahatan bersama.

“Terimakasih kepada Bakal Pasangan Calon Bupati Bima Pak Dokter Irfan dan Pak Herman Edison yang sudah memberikan bantuan Hand Sanitizer pada Rumah sakit Sondosia dan beberapa Puskesmas” demikian Ujar Bupati IDP.

Sebelumnya Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan dan H. Herman Alfa Edison, atau Pasangan IMAN, kamis (16/4/2020) serahkan bantuan berupa hand sanitizer dan masker di Rumah sakit dan 7 Puskesmas se Kabupaten Bima.

Bantuan Hand sanitizer masing-masing 10 liter tersebut oleh Tim Pasangan IMAN diawali di Rumah Sakit Umum Daerah Bima Sondosia, selanjutnya di 7 Puskesmas, yakni Puskesmas Palibelio, Puskesmas Belo, Puskesmas Woha, Puskesmas Bolo Puskesmas Donggo, Puskesmas Soromandi, dan Puskesmas Madapangga.

Bupati IDP ditengah Hadapi Covic_19 ini, tidak bosan-bosannya memberikan himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat kabupaten Bima agar senantiasa mematuhi maklumat dan Himbauan dari pemerintah dalam segala hal untuk kebaikan bersama terutama Social Distance.

Dan Bupati IDP pun mengharapkan pada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bima agar tetap jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun selesai beraktifitas, selalu memakai masker apabila kepentingan mendadak untuk keluar rumah dan selalu terapkan Pola Hidup Sehat dan Bersih setiap saat.

“Mari kita terapkan semua itu untuk untuk menghindari sekaligus mencegah diri dari serangn Covic_19 dan tidak lupa kita Perbanyak Doa memohon pada Allah SWT agar Virus Corona cepat berlalu dan masyarakat Aman dalam Kondisi yang memprihatinkan ini, sekali lagi mari kita banyak berdo’a dan Berdzikir Pada Allah SWT agar Wabah Corona Menghilang di negeri ini” demikian ajak Bupati IDP (BNN_01)

Wakil Bupati Bima Lakukan Aksi Kemanusiaan

Bimantika.net,_ Rabu (15/4/2020) Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan H. M. Noer, M. Pd bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Camat Woha dan juga simpatisannya melakukan Aksi Kemanusiaan di Tengah Mewabahnya Covic19 atau Virus Corona.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan secara riil oleh Babe sapaan akrab WaKil Bupati Bima ini adalah membagikan masker pada enam Desa Di Kecamatan Woha Kabupaten Bima. 

Pada kesempatan itu, Babe mengukapkan bahwa Kecamatan Woha yang merupakan sentral ibu kota Kabupaten Bima akan segera bentuk desa siaga bencana mandiri. Hal tersebut diketuai oleh Kepala Desa setempat dan dibantu oleh Babinsa dan Babinkamtibmas yang ada di wilayah desa masing_masing.

“Kita tindaklanjuti dilapangan karena adanya surat edaran dari Gubernur NTB yang menetapkan Kabupaten Bima sebagai zona merah”, Ungkap Babe

Masih menurut Babe, bahwa Kabupaten Bima telah ditetapkan sebagi Redzone atau zona merah tentu ini membutuhkan kerja nyata ditingkat lapangan.

“Kontrol seluruh tamu yang datang di Desa, keluarga yang datang dari luar kota dan juga masyarakat kita agar kurangi berkumpul yang berlebihan, jika masih tidak diindahkan himbaun Muspika baik kades atau camat segera minta bantuan pihak TNI/POLRI melalui babinsa atau bhabimkamtibmas. Dimana kami selaku Pemerintah Daerah telah melakukan rapat bersama kedua institusi tersebut sudah menyepakati untuk bagaimana seluruh masyarakat bisa mentaatinya” Ungkap Babe. 

Babe Yang Juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima ini pun menyamoaikan walau upaya pemerintah telah membagikan APD pada setiap puskesmas rujukan, tetapi dirinya menghimbau agar selalu waspada akan bahaya penyebaran covid-19 yang sudah menjadi Pandemi Dunia ini.

Pembagian masker pelindung dirangkaian dengan sosialisasi rancangan pemerintah daerah terkait partisipasi pemerintah Desa dan Camat dalam upaya penanganan covid-19. 

“Mari kita mendukung dan kerjasana dalam memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 ini dengan terus mendukung upaya dan cara pemerintah. Dimana kami menghimbau agar Kades dan juga camat untuk segera berkoordinasi dengan pihak pihak terkait terutama Gugus Tugas Covic19” demikian ungkap Babe. (BNN_01)

Kades Dena Sebut Penjaringan Sekdes & Kadus Digelar Dalam Waktu Dekat

Bimantika.net,_ Mengingat akan berakhir masa jabatan Kepala Dusun 05 Desa Dena Kecamatan Madapangga pada Bulan Mei 2020 ini serta kekosongan jabatan Sekretaris Desa, yang hapir setahun di Plt, atas nama Amrin, H.M Saleh,selaku KASI Pemerintahan, Kepala Desa Dena, Abdul Haris H.M. Sadakah akan melakukan upaya rekruitmen dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Insya Allah Pelaksanaan penjaringan tersebut akan digelar pada anggaran ditahap pertama lewat Alokasi Dana Desa (ADD) ini terrealisasi,” ungkap Aba Ko’o Sapaan akrab Kades Dena Abdul Haris H.M. Sadakah pada Media ini Selasa, (14/4/ 2020).

Kata Kades, sesuai mekanisme dan prosedur, pemerintah desa akan membentuk Panitia Penjaringan untuk Jabatan Kadus 05 dan Sekdes melalui Tes.
“Bagi peserta yang ikut serta dalam rangka mengikuti proses dan tahapan seleksi atau penjaringan jabatan tersebut,” pungkasnya.

Ia pun berharap kedepannya semoga yang ikut penjaringan Sekdes tersebut adalah orang yang bermutu dan berpendidikan tinggi, karena dalam hal itu Pemerintah Desa sangatlah membutuhkan orang seperti itu, demi mencapai kemajuan Desa Dena.

“Karena keberadaan Sekdes memegang peran yang sangat penting, salah satunya paham akan Administrasi dalam menjalankan Roda Pemerintahan Desa,” imbuhnya. (BNN_03/yadin)

IDP-Dahlan Serahkan APD untuk Tenaga Medis RS Sondosia

Bimantika.net Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) bersama Wakil Bupati Bima Drs.H.Dahlan M.Noer, M.Pd (IDP_Dahlan) lagi lagi melakukan upaya melawan penyebaran Virus Covic_19.
Kali ini IDP Dahlan menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) serta bingkisan kepada para petugas medis khusus yang menangani corona di Rumah Sakit Sondosia (RSS) Selasa (14/4/2020).

Pantaun Langsung Bimantika.net di RSS bahwa IDP memberikan semangat penuh pada para tenaga medis untuk tidak pantang mundur dlam melawan penyebaran Covic_19. “Saya berharap para tenaga media untuk tidak gentar melawan penyebaran Covic_19 dan tidak panik menghadapi pasien semoga dalam tugasnya selalu dalam lindungan Allah SWT” demikian pesan Moral IDP pada tenaga medis RS Sondosia.

dalam kesempatan itu, IDP dan seluruh jajaran Pemkab Bima akan terus menerus melakukan upaya upaya lain dalam hal memutus mata rantai penyebaran Covic_19.

Dan tak lupa pula IDP menghimbau pada selurub lapisan masyarakat Kabupaten Bima agar selalu meneraokan pola hidup bersih, karena kalau penerapan pola hidup bersih dengan disiplin maka dengan sendirinya telah memutus mata rantai penyebaran Covic_19.

Dan tidak bosan bosan IDP mengharapkan pada warga agar sering seringlh mencuci tangan dengan sabun sehingga penularan lewat tangan akibat Covic_19 dapat diminimalisir.

“Jangan lupa cuci tangan pakai sabun sesering mungkin setelah melakukan aktifitas apapun karena itu cara mudah paling ampuh untuk menghindari terjangkitnya Covic_19” demikian ujar IDP. (BNN_01)

Bupati IDP : “Sebagai Bupati, Saya Pantang Menyerah Hadapi Covid – 19”

Bimantika.net,- Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) memimpin apel bersama pihak jajaran RSUD Bima di halaman rumas sakit setempat Senin (13/4/2020). Pada kesempatan itu IDP memberikan pesan moral pada seluruh jajaran RSUD agar tetap sabar dalam rangka penanganan permasalahan Covid – 19, sekaligus IDP berharap pada Tim pengendali Covic_19 agar tetap tenang serta tidak panik dalam memberikan pelayanan yang prima pada seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.

Saat Bupati IDP memimpin apel pagi, dihadiri Direktur RSUD Bima dan pejabat, para dokter spesialis dokter umum, para tenaga kesehatan khususnya yang tergabung dalam tim pengenalan Covic_19 di RSUD.

“Saya berharap petugas kesehatan dan Tim Covid – 19, dalam penangagan, supaya tidak terjadi kepanikan, ketika tenaga kesehatan terlihat panik, maka dengan sendirinya masyarakat yang mengharapkan perawatan akan lebih merasakan kepanikan tersebut,” jelas ibu dua anak ini.

Kata Umi Dinda sapaanya, walaupun semua masih dalam suasana siaga, dalam rangka penanganan permasalahan Covid – 19 di daerah, Alhamdulillah semua masih diberikan kesehatan dan belum ada yang positif. 

“Atas nama Pemerintah, saya pantang menyerah sebagai garda terdepan didalam penanganan ini,” katanya.

Umi Dinda menjelaskan, berkat kerja keras Tim dalam menangani beberapa pasien diduga Covid, sehingga sampai saat ini tidak berkembang dan berdasarkan hasio uji Lab, dinyatakan negatif. 

“Kita harus terus melakukan upaya pencegahan bagi seluruh masyarakat kita, baik itu melalui kegiatan sosialisasi kemudian upaya-upaya pencegahan dengan mengajarkan mengingatkan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Bupati Bima mengimbau semua jajaran supaya mengkampanyekan pola hidup bersih, hal-hal positif dari penanganan konflik yang sudah dilaksanakan terutama sekali update dari penanganan pasien yang berada di ruang isolasi, harapnya. (Yad/bnn_03)

Bupati IDP Suport Tenaga Medis Berupa APD & Bingkisan Dalam Rangka Lawan Covic-19

Bimantika.net
Langkah nyata nan sigap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, sE (IDP) pada seluruh Pahlawan Kesehatan yakni tenaga medis yang selam ini ada garda utama memerangi penyebaran Coviv_ 19 nampak nyata dan tidak diragukan lagi, terbukti pada hari Senin Pagi (13/4/2020) Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri, SE (IDP) menyampaikan langsung rasa bangga dan ucapan terima kasihnya di hadapan ratusan tenaga medis di RSUD Bima.

Sebagai bentuk supportnya, IDP meberikan bingkisan kepada 99 tenaga medis atas perjuanganya menangani dan mengantisipasi penyebaran virus Covid 19 di Bima.

“Patut kita bersyukur kepada Allah SWT yang masih melindungi kita semua, sampai hari ini daerah yang kita cintai ini masih bebas dari Corona. Ini tidak lepas dari perjuangan seluruh tenaga kesehatan, support Pemerintah Pusat dan Propinsi, para aktivis kesehatan, Tokoh Agama, Pemuda, tokoh masyarakat, TNI dan Polri yang senantiasa siaga dan lebih lebih lagi kita terus memberi pemahaman pada seluruh lapisan masyarakat” ungkap IDP.

IDP pun menyatakan bahwa semoga semangat ini terus dipertahankan sehingga tidak ada ruang penyebaran virus menjalar di Daerah yang kita cintai bersama ini.

“mari kita membentengi diri dengn Pola Hidup Sehat dan mari taati himbuan seperti menghindari berkumpul karna itu rentan dengan penularan Covic_19″ ujar IDP.

Masih menurut IDP bahwa dirinya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bima agar tetap di Rumah dan kalaupun ada kepentingan yang mendesak untuk harus keluar rumah biasakan menggunakan masker, selalu cuci tangan dengan sabun sepulang dari perjalanan agar terhindar dari penularan Covic_19.

Pada kesempatan itu pula Bupati IDP menyerahkan APD (Alat Pelindung Diri) untuk tenaga medis yang khusus menangani Covic_19 dan tentunya ini adalah sebuah komitmen Bupati IDP dalam mensupport aparaturnya dalam hal penanganan Virus Covic_19 di Wilayah Hukum kabupaten bima.(BNN_01)

Tim Terpadu Covic-19 Kabupaten Bima Screening 203 Pendatang Dalam Sehari

Bimantika.net,_Dalam Kurun waktu 24 jam terakhir dimulai Senin (6/4) Jam 08:00 Wita sampai dengan Selasa (7/4) Jam 06:40 Wita sebanyak 20 orang anggota Tim Terpadu Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bima di POS Batas wilayah Kabupaten Dompu ke Kabupaten Bima berhasil melakukan pemeriksaan (screening) 203 pendatang yang masuk ke wilayah Kabupaten Bima.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Aries Munandar, ST, MT Selasa (7/4) mengatakan, “tim terpadu melakukan pengamatan dari Pos Lapangan Screening Covid-19 desa Madawau kecamatan Madapangga untuk memeriksa pendatang dari jalur darat bagian barat seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Lombok, juga wilayah Sumbawa dan Dompu”. Terangnya.
“Mengacu pada hasil pemeriksaan, semua uji termal dengan thermal gun, berada dalam kategori suhu tubuh normal dibawah ambang batas 38°C. Imbuh Anton.
20 anggota Tim Terpadu merupakan personil gabungan dari gugus tugas yg terdiri dari 4 personil Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, 4 orang petugas Puskesmas, 4 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana), 2 personel TNI, 3 orang anggota 4anggota SatPol dan 2 orang Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bima. Jelas Kalak.
Kepala BPBD menjelaskan lebih lanjut bahwa operasional Posko sudah memasuki hari ke-9 sejak didirikan tanggal 29 Maret 2020 lalu. Disamping konsen dengan angkutan publik seperti bus yang datang dari Jakarta dan Surabaya dan mahasiswa yang memilih mudik, petugas juga banyak menemui pendatang dari pulau Bali yang melintas menuju NTT.
“Ada yang menggunakan kendaraan pribadi bersama keluarga, ada juga yang mengendarai motor secara beriringan, pelintas ini merupakan bagian dari dampak anjloknya sektor pariwisata di Bali sehingga banyak karyawan yang dirumahkan dan memilih pulang kampung”. Tutupnya.

(Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima didukung oleh Tim Komunikasi Publik Diskominfostik)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom