Mengulas tulisanya Syamsuddin: Kepemimpinan Dinda-Dahlan Dinilai Tidak Layak dilanjutkan, Itu adalah Pernyataan Utopis.

Oleh : Dino Marahu

Bimantika.net

Demokrasi telah memberikan ruang kebebasan publik seluas-luasnya, baik untuk dipilih maupun memilih sesuai dengan keinginan dan pendapatnya, Demokrasi pula mengijinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung serta memungkinkan adanya praktik kebabasan politik secara bebas dan setara tentunya tetap dalam kaidah-kaidah norma dan nilai universalitas itu sendiri.

Sebuah pendapat, tentu saja akan hadir mewarnai diskursus dalam dinamika proses kepemimpinan, ruang dialektika itu harus selalu terbuka sebagai bagian dari bentuk partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap proses pembangunan Daerah, pendapat itu bisa datang kepada siapa saja, termasuk kepada seorang akademisi sekalipun, hanya saja sebuah pendapat itu akan berniali akademis jika pendapat tersebut didukung oleh riset dan penelitian sehingga bisa dipertanggung jawabkan adanya sebuah obyektifikasi dari sebuah penialain, apakah itu di anggap gagal atau tidak. Apalagi sebuah penilaian itu tertuju pada kepemimpinan secara menyeluruh dari sebuah kekuasaan yang sedang berjalan, sebuat saja kepemimpinan IDP-Dahlan dalam bingkai Visi Bima Ramah.

Menurut penulis, Fariabel penilaian itu masih bersifat parsial dan sangat tendensius bahkan dinilai sangat politis. Pemberian penilaian atau menjustifikasi kegagalan sebuah kepemimpinan IDP-Dahlan, menurut saya itu adalah sebuah opini bukan hasil penelitian. Sebuah opini, boleh-boleh saja sebagai-bagian dari relasi kekuasaan dengan rakyat. Karena sebuah opini itu mengandung pandangan atau pendapat pribadi seseorang untuk menjelaskan suatu peristiwa atau hal tertentu, baik yang belum terjadi maupun yang telah terjadi dan tidak mewakili sebuah institusi manapun.

Sebagai seorang akademisi, saudara syamsuddin harus mengedepankan sisi ilmiyahnya sebagai bagian dari cara etis dalam mengupas sisi-sisi kritis pembangunan daerah ini. Sehingga melahirkan adanya preferensi edukatif dan moraliti serta memungkinkan adanya kodifikasi Visi dan Misi oleh para pemangku kebijakan dalam mendorong semangat pembangunan daerah kabupaten Bima yang kita cintai bersama, bukan sekedar menghakimi atau memberikan label penilaian kegagalan semata.

Seorang politisi sudah tentu berbeda gayanya sebagai seorang akademisi. Para politisi tentu memberikan citarasa dan aroma yang berbeda dalam setiap statementnya, dia akan hadir sebagai bagian dari gelombang politik dengan narasi dan gagasan politik yang sudah barang tentu akan mewakili para kelompok kepentingan. Sementara seorang akademi, dia akan selalu mengedepankan riset atau penelitian serta pandangan akademik dalam memberikan sebuah gagasan dan penilaian terhadap suatu obyek, apalagi sebuah obyek tersebut masih bersifat utopis untuk dinilai dan dianggap gagal. Saya menyarankan untuk melakukan riset dan penelitian, sehingga tidak asal memberikan penilaian apalagi mengeluarkan statement yang kurang ilmiyah sebagai seorang akademisi. Wallahu’alam.

Penulis adalah Wakil Ketua Bidang Pemuda & Olah Raga DPD II KNPI Kabupaten Bima.

Bakal Calon Bupati Bima Ahmad Abbas Siap Gandeng Sulaiman MT

Bimantika.net

Bakal Calon Bupati Bima H. Ahmad Abbas, BSc, SE, MM insya Allah siap bertarung di Pilkada Kabupaten Bima dengan segala resiko dan konsekuensinya. Karena menurutnya Berbakti untuk daerah dan tanah kelahiran itu butuh pengorbanan. “Kita maju di pilkada semata mata tujuannya beribadah” ungkap Ahmad Abbas.
Ahmad Abbas selaku penyuplay solar seluruh kereta api se Jabodetabek inipun sudah mapan dalam hal ekonomi, sehingga dirinya dalam mengikuti kontestasi pilkada Ahmad Abbas sudah siap tempur dengan segala persiapannya.
Ahmad Abbas ingin wakafkan dirinya untuk daerah tanah kelahirannya sehingga dirinya akan berkorban segala galanya.
Melihat kondisi riil bima saat ini, Ahmad Abbas merasa prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakatnya yang saat ini kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan. “kabupaten Bima saat ini darurat lapangan pekerjaan sehingga itu yang membangkitkan semangat saya dalam hal memajukan Bima kedepan” ungkapnya.
Siapa Wakil yang melamar Ahmad Abbas ?, Dengan tegas Ahmad Abbas menyatakan bahwa wakil nya ada banyak alternatif termasuk kader partai Gerindra Sulaiman MT, SH.
Pada Bimantika.net Sulaiman, MT nyatakan bahwa dirinya akan lepas anggota dewan apabila diperintahkan oleh partai untuk ikut kontestasi Pilkada.
“Saya siap lahir batin apabila ada perintah partai” tegas Dae Eman sapaan akrab Sulaiman MT, SH. (BNN-01)

Syaifullah AR Desak Bupati Bima Rubah Pola Tangani Hutan dan Gunung Yang Gundul

Bimantika.net

Direktur Lembaga DUABANGA MOLLUCANA, Syaifullah AR Angkat bicara soal gundulnya beberapa gunung di Kabupaten Bima yang berpotensi mengakibatkan bahaya dan bencana banjir serta tanah longsor. Dirinya meminta maaf pada seluruh lapisan masyarakat terutama pada Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang sepertinya belum menemukan formulasi yang tepat dalam hal penanganan hutan dan gunung yang gundul di wilayah Kabupaten Bima.
“maaf kepada bapak ibu dan seluruh masyarakat kabupaten Bima, saya dukung kegiatan penanaman pohon oleh Bupati IRP, tapi dengan cara dan konsep yang di perbaharui” demikian ungkap Ipoel Sapan akrabnya

Ipoel Menyatakan bahwa kalu saja kegiatan prnanaman pohon yang sekarang dilakukan bupati IDP di maksudkan untuk penanganan hutan gundul dan rusak, tentu konsepsi ini adalah konsepsi yang keliru dan salah, sebab setelah hati ini di tanam, warga akan menebang lagi tahun depan saat musim tanam.
Dirinya mengharapkan pada Pemangku Jabatan agar kiranya menghentikan aksi aksi seremonial yang tidak disertai dengan strategy tindak lanjut dari semua yang di programkan.
“Dan mari memulai dengan konsep baru dalam hal konservasi dan reboisasi hutan yang melibatkan warga dalam segala hal, termasuk dalam merawat dan memeliharanya” demikian ungkap Ipul.
Dirinya sangat berharap pada Bupati IDP melakukan pola pembaharuan untuk menangani hutan dan gunung yang gundul akibat peladangan liar dan lainnya dan kemudian meminta pada Bupati IDP segera lakukan prosesi krmbalikan kondisi hutan dan gunung yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari perencanaan, pengawasan hingga kemudian manfaat nya bisa di nikmati warga dalam meningkatkan pendapaatanya sampai ratusan tahun kedepan.
“ayolah. tangani hutan dgn cara integrasi” tegas Ipul. (BNN_01)

“Komoditas Unik Dalam kopi”

Oleh: Muh. Fiqriawansyah

Bimantika.net
Secara historis kopi adalah komoditas yang memang unik. Pada awalnya kopi hanyalah minuman etnis lokal di Afrika, tapi kemudian bisa menyebar dan menjadi sajian global, dimulai dari Yaman, Turki hingga berkembang ke Eropa, Amerika dan negara_negara Asia.

Bahkan ada suatu masa ketika di negara_negara tertentu kopi dikonotasikan sebagai minuman anti kemapanan, memicu perlawanan, menjauhkan orang dari Tuhan dan lain sebagainya.

Hingga tidak heran kalau pada masa_masa itu kalangan elit sibuk membuat batasan_batasan siapa saja yang diperbolehkan mengonsumsi kopi.

Di Indonesia sendiri kisah sosial, ekonomi, politik dan budaya yang menyertai produksi kopi dari massa colonial hingga sekarang tidak kalah unik dan kaya. Di beberapa daerah kopi bahkan tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi.

Masyarakat lokal, akan tetapi juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi dan religi. Tidak heran kalau di Gayo misalnya, bisa kita jumpai sebuah Do’a yang oleh para petani kopi selalu di lafalkan ketika mereka akan memulai musim tanam.

Di mata mereka, kopi adalah tanaman yang disakralkan, karena menjadi penopang hampir seluruh sendi kehidupan sosial, ekonomi dan budaya orang_orang Gayo.

Kita juga bisa menelusuri bagaimana tradisi minum kopi di negeri ini sesungguhnya berada di bayang_bayang eksploitasi kolonialisme dan kapitalisme.

Akibatnya selama berabad_abad kita hanya meraba_raba bagaimana rasa kopi, kita hanya bisa beranggapan tentang nikmatnya kopi, kita hanya bisa membangun sebuah ilusi tentang kopi, melalui buih, aroma gurih dan lain sebagainya. (BNN_01)

Ketua Komisi 3 Minta Bupati dan OPD Tingkatkan Kinerja Pemerataan Pembangunan

Bimantika.net

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos Sebut Selama empat tahun Pemerintah Kabupaten Bima dibawah Kendali Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) belum maksimal menjawab secara tuntas harapan masyarakat Kabupaten Bima. Pemerataan pembangunan sama sekali tidak dirasakan di dusun dusun terpencil sehingga dirinyapun mengharapkan sisa masa jabatan setahun ini dimaksimalkan oleh Bupati IDP untuk melakukan pemerataan Pembangunan khususnya daerah daerah yang sulit dijangkau. “Saya lakukan reses ternyata masih banyak dusun dan desa yang belum merasakan adanya sentuhan pembangunan yang dilakukan oleh IDP, dan ini tentu menjadi Pekerjaan rumah bagi eksekutif disisa nasa jabatannya” ungkap Edy Muhlis.
Dirinya sangat mengharapkan adanya etos kerja yang tinggi dari eksekutif terutama organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya lebih giat lagi dalam memberikan pelayanan prima pada masyarakat. “OPD nya diharapkan lebih giat lagi menggali potensi potensi yang ada sehingga pembangunan yang diharapkan merata diseluruh desa dan dusun dapat terwujud” pungkasnya.
Masih menurut Politisi Nasdem ini bahwa rakyat meminta pada dirinya selaku Dewan khusus di daerah pemilihannya agar rakyat bisa merasakan apa yang dinamakan dengan pemerataan pembangunan. “Itu adalah harapan rakyat lapisan arus bawah” tegasnya.(BNN-01)

Diharapkan Bupati Bima maksimalkan Potensi Wisata

Bimantika.net

Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net Senin (1/10/2019) menyebutkan bahwa saatnya Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE melakukan upaya maksimal untuk memanfaatkan potensi destinasi Wisata di Wilayah Bima yang eksotik. Menurut Edy Bahwa
Wings south of destinations destination “Wisata sayap selatan” adalah merupakan potensi yang sangat bagus sekaligus mutiara yang terpendam puluhan tahun tidak pernah di lirik hingga sekarang pantai yang Luas Dan butiran pasir Putih yg bagus Serta gelombang yang Tinggi di selat langgudu yang berhadapan dengan wilayah Australia tersebut yakni pantai wane di desa tolotangga, sangat perlu diberdayakan.
“pantai Rontu di desa Tanggabaru Dan nangapria kec Monta. Pantai Nadi Dan Cefi Serta pantai Seranae desa Laju, pantai Wadu paju di desa Waduruka Serta sejumlah pantai diwilayah selatan hingga di desa Sarae Ruma Dan pusu yg merupakan pintu masuk yg dikenal sebagai Asa Kota sebagai Pintu masuk negara-negara lain seperti Australia yang merupakan destination Dan icon Wisata Kita yg tidak kalah Jauh dg Bali Dan Lombok Serta Wisata di nusa tenggara” ungkap Edy.
Lanjutnya, Ditambah lagi pulau pulau kecil seperti Nisa Sura, Nisa agenda, Nisa Bea, Nisa Lampa Dana Dan seluruh pulau-pulau Kecil ini menyimpan produksi Wisata unggulan yg terlengkap Dan satu-satunya ada di Bima bahkan NTB kaya dengan pasir putihnya diving, snorkeling mancing mangrove park, coral reef blue water air Biru, rumput laut, view empat spot Agro Wisata, Buah Asam jeruk laut Dan Buah sura merupakan kekayaan yg terkandung didalammnya . Setelah dianalisa Dari Toutist Quality Attractions Desa Laju Dan Langgudu selatan Serta Monta selatan mestinya menjadi Pusat perhatian pemerintah daerah untuk membuat terobosan agar menjadi daya Tarik investor Dan para wisatawan mancanegara dengan beberapa pertimbangan daya Tarik Wisata sgt lengkap Dan variatif akses Jalan Dan transportation sgt baik Dan mudah. Dari bandara Bima hanya 50 menit Serta Dari Pusat pemerintah 40 menit sampai pada pantai tersebut.
Masih menurut Edy muhlis bahwa potensi potensi tersebut perlu di maksimalkan oleh pemerintahan kabupaten bima sehingga berdamoak pada kesejahteraan masyarakat kabupaten bima secara utuh dan menyeluruh. (/mam)

Walid Politisi Cerdas dan Dermawan di mata Rakyat

Bimantika.net

Khalid Bin Walid, Politisi Santun Rendah hati, setiap orang yang menemuinya selalu nyaman duduk bareng bersamanya.
Saat Bimantika.net menyambangi kediamannya di depan SDN 43 Kota Bima Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota dirinya dengan senyuman khasnya menyambut kedatangan crew Bimantika.net penuh kekeluargaan. Baginya semua elemen adalah sahabat dan saudaranya.
Politisi yang punya karakter petarung ini sebelum menjadi anggota Dewan dari Partai Gerindra, sempat bertarung melawan H. M. Qurais H. Abidin untuk merebut Ketua DPC. Partai Demokrat Kota Bima. Saat itu H. Qurais sedang menjabat Walikota Bima. Walid sapaan akrab anggota Dewan Kota Bima dua periode inipun mengisahkan sedikit perhelatan saat itu, akibat kalah dalam pertarungan menjadi Ketua DPC Demokrat dirinya tidak mengindahkan penawaran rekonsliasi, justru Walid Banting stir mengambil Partai Gerindra untuk mengabdikan dirinya.

Ket. Foto Ketua DPC Gerindra Kota Bima Sekaligus Anggota DPRD Kota Bima 2 Periode Khalid Bin Walid pose bersama Pimpinan Redaksi Bimantika.net Muhammad Arifudin, S. Sos (baju Kuning)

Caleg lewat Partai Gerindra 2014 Alhamdulillah Walid sukses meraih suara terbanyak pada saat itu, lalu kembali bertarung di 2019 lagi lagi Walid mendapat suara terbanyak. Hal ini menurut Politisi Yang dermawan ini semata mata karna kesabarannya dekat dengan rakyat. “Apapun model pemilihannya, figur yang dekat dengan rakyat pasti di pilih oleh rakyat” ungkapnya.
Saat Bimantika.net menyambangi kediamannya pada hari Rabu (25/9/2019), Walid sedang menerima puluhan tamu rakyat Kelurahan Kolo sebagai konstituennya. Pada kesempatan itu warga yang sedang duduk menikmati Kopi Jahe suguhan khusus tersebut menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah lupa pada sosok Walid yang selalu menemani mereka disaat mereka membutuhkan. “Kami sama sekali tidak pernah kesulitan menemui aba Walid, karna periode pertama kami selalu bersama aba Walid” ujar Warga Kolo.
Rakyat menilai bahwa sesungguhnya pribadi Walid adalah sosok yang mereka banggakan karna kedermawanannya, dan juga Walid adalah Sosok yang mereka kagumi karena Walid menganggap rakyat adalah temannya. “Kami dianggap teman oleh pak Dewan sudah bahagia” ujar Warga.
Disisi lainnya, Walid adalah politisi yang sangat cerdas Keilmuannya karena mampu menguasai komunikasi publik secara menyeluruh. Sosok politisi yang seperti ini tentu akan menjadikan rakyat makin mencintainya. (//arif)

Ipa Suka Bagikan Gaji Untuk Fakir Miskin, DPRD Wanita Pertama Torehkan Sejarah Tinta Emas Di Kota Bima

Bimantika.net

Politisi Partai Perindo yang baru saja dilantik menjadi Anggota DPRD Kota Bima Periode 2019-2024, Hj. Ipa Suka, menggelar Konfrensi Pers di Kediamannya Seputar Karara Kelurahan Monggonao Kecamatan Mpunda Kota Bima pada hari selasa (24/9/2019).
Dalam konfrensi Pers, Politisi sekaligus salah satu pengusaha sukses di Kota Bima ini menyebutkan bahwa dirinya akan hibahkan seluruh gajinya untuk kaum fakir miskin kota bima. Ini tentu menjadikan masyarakat kota bima tidak salah memilih wakil rakyatnya.
Ipa suka dalam kesempatan itu menyebutkan agar rekan rekan wartawan tidak bosan bosan memberikan masukan pada dirinya sehingga dirinyapun maksimal dalam mengabdikan dirinya selama lima tahun menjadi Dewan.
“Saya mohon pada teman teman pers agar tetap memberikan kami masukan positif untuk pengabdian yang lebih baik lagi kedepannya” ujar Ipa suka didampingi suaminya.
Pada kesempatan itu pula, Ipa Suka berterimaksih pada masyarakat Dapil Bima 2 yakni Kecamatan Mpunda dan rasanaE barat yang telah memilihnya sehingga dirinya ditetapkan oleh KPUD Kota Bima sebagai Dewan terpikih dan dilantik pada hari selasa 24/9/2019.
“Terimaksih yang mendalam pada seluruh masyarakat yang telah memilih saya khususnya didapil Bima 2, semoga pengabdian ini berguna bagi saya dunia dan akhirat” ungkap Ipa Suka.
Politisi kaliber Ipa Suka jarang ditemukan disaat warga kota bima saat ini yang sedanf dilanda bencana kekeringan. Semoga Ipa Suka selalu dalam lindungan Allah SWT. Diakhir konfrensi Persnya Ipa Suka menyebutkan bahwa dirinya dilantik menjadi Anggota Dewan tentu harus dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun diakhirat kelak (//mam)

Rani : “Penanganan Stunting Perlu Kerjasama Lintas Sektoral”

Bimantika.net

Kondisi gagal tumbuh pada anak yang dikenal dengan istilah “stunting” merupakan satu situasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Karena itu, penanganannya memerlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektoral para pemangku kepentingan.
Untuk mendorong percepatan penanganan penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima bekerjasama dengan Bappeda dan perangkat daerah terkait lainnya menggelar Pertemuan Koordinasi Penguatan Intervensi Gizi Tingkat Kabupaten Bima Rabu (18/9) di Aula SMAN 2 Kota Bima.
Pada pertemuan yang diikuti para perwakilan Puskesmas dari 18 Kecamatan dan perangkat daerah terkait tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dr.H.Ganis Kristanto dalam sambutannya mengatakan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam penanganan stunting.


“Stunting dapat diatasi dengan mengubah perilaku masyarakat dan semua tenaga kesehatan yang ada mampu berperan sebagai penyuluh yang mampu memberikan pemahaman dengan baik kepada masyarakat”. Jelasnya.
Pada pertemuan tersebut Kepala Seksi Gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Tita Masitha M.Si dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Kabupaten Bima termasuk dalam 160 Kabupaten prioritas penanganan stunting oleh Bappenas 2019.
“Stunting sangat bisa diatasi apabila kita benar-benar dapat menjaga perkembangan kesehatan anak selama 1.000 hari pertama mulai dari masa hamil sampai usia anak 2 tahun”.
Kepala Bidang Perencanaan Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Bima Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc menekankan pentingnya kerjasama lintas sektoral dalam penanganan stunting.
Bagaimanapun kerja keras jajaran Dinas Kesehatan jika tidak ditopang oleh perangkat daerah terkait, maka tidak akan mampu mengurangi stunting. Sebab jika ditilik, prosentase cakupan tugas Dikes hanya 30 %, selanjutnya 70% merupakan tugas yang harus dilaksanakan secara bersama oleh perangkat daerah lainnya”. Jelas Raani.
Narasumber lainnya M.Johansah dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat memaparkan tentang analisis dan pemanfaatan data E-PPGBM.
e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) diharapkan dapat digunakan secara optimal untuk mencatat data sasaran individu dan penimbangan atau pengukurannya yang dapat memberikan umpan balik langsung status gizi sasaran.
“Para petugas kesehatan diharapkan agarselalu melakukan pemutakhiran (update) surveilans gizi. Dari data yang ada, per tanggal 28 Agustus 2019, terdapat 5.012 orang stunting di kabupaten Bima”. Jelasnya.
(//dk//tkpd//yan)

Pernyataan SER Pertamina NTB Tentang Kelangkaan BBM di Bima, Sangat Kontradiksi Dengan BPH Migas

Bimantika.net

Hampir saru bulan terakhir ini terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), itu terjadi di leruh wilayah NTB khususnya Wilayah Kota dan Kabupaten Bima . Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bima mengundang Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina NTB, Para pemilik SPBU kota dan Kabupaten Bima serta dinas terkait.

SER Pertamina NTB Sigit Wicaksono kepada sejumlah wartawan (16/9/2019) mengatakan, bahwa kelangkaan BBM di Wilayah NTB khususnya bima memang kuota BBMnya hampir habis, makanya pihak pertamina mengurangi kuota BBM tersebut di setiap SPBU.

Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk menanggulangi kelangkaan BBM tersebut.

“Dan dalam pertemuan tadi dengan Pemda dan seluruh Pemilik SPBU Kota dan Kabupaten Bima. Jatah BBM premium dari daerah lain yakni Lombok akan di alihkan ke Pulau Sumbawa. Dimana terjadi devisit atau over kuota,”janjinya

Diakuinya bahwa, dirinya bisa mengatur jatah BBM premium harian di masing-masing SPBU. Apabila SPBU mengikuti aturan mainya yaitu, SBPU harus mengikuti program Pasti Pas dan SPBU harus menyediakan tangki Pertamax.

“Kalau pun aturan tersebut, dipenuhi oleh masing-masing SPBU, berapapun permintaan BBM Premium oleh SPBU, akan saya salurkan,” janjinya

Disisi lain, lanjut Sigit, bahwa kuota BBM sepenuhnya diatur oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPH MIGAS).
Artinya kewenangan ini bisa juga di atur oleh pertamina sendiri.
Dan Ketika ditanya, bahwa Pak Sigit menganak emaskan SPBU tertentu, sehingga ada reaksi protes dari SPBU-SBPU lainya ? Sigit enggan memberikan komontar terkait hal tersebut, dan menyarankan wartawan untuk meminta data di Depot Pertamina Bima. Karena disana ada semua data alokasi penyaluran BBM di setiap SPBU.

Ditempat yang sama, pemilik SPBU Sape Sudirman, menuturkan bahwa, Sigit selaku SER PT.Pertamina NTB tidak proposional membangi kuota harian, bulanan BBM Premium selalu TIMPANG, ada SPBU yang di anak emaskan.

“Terbukti dari alokasi BBM Premium hariannya mendapatkan jatah harian yg jauh lebih banyak, dari SPBU lainya,”tudingnya.

Sudirman pun menduga, bahwa pak Sigit tidak objektif membagi jatah BBM Premium di setiap SPBU. Dasar dan tolak ukurnya darimana.

Ia pun berharap kelangkan BBM Premiun di Wilayah Kota dan Kabupaten Bima cepat teratasi. “Apabila pak Sigit tidak mampu mengatasi persoalan ini lebih baik pak Sigit mengundurkan diri dari SER Pertamina NTB,”harapnya. (//rrs)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom