DP3AP2KB Bermitra Dengan TP PKK Gelar Pelayanan KB

Bimantika,-

Upaya untuk meningkatkan cakupan kepesertaan Keluarga Berencana bagi pasangan usia subur melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) Selama dua hari, tanggal 19 dan 22 Juli 2019, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bima menggandeng TP PKK Kabupaten Bima melakukan terus gencar dilakukan
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati, S.Pd dalam sambutannya mengatakan, “program KB adalah bagian yang terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.
Dikatakan Hj. Rostiati, Gerakan Keluarga Berencana Nasional Indonesia telah dianggap masyarakat dunia sebagai program yang berhasil menurunkan angka kelahiran yang bermakna.
“Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan yaitu dengan penggunaan Obat dan alat-alat kontrasepsi atau penekanan angka kelahiran seperti IUD, implant, Suntik, Pil, Kondom, MOP (Medis Operasi Pria) dan MOW (Medis Operasi Wanita)”. Terangnya.
Kepala Bidang P2KB/PK DP3AP2KB Siti Marsinah, S.Kep, yang mendampingi ketua TP PKK Kabupaten Bima mengatakan, Tim melakukan penyuluhan dan pelayanan KB dan pemeriksaan IVA di sejumlah Kecamatan.
“Selama 2 hari tim melakukan pelayanan KB di Desa Mpili Kecamatan Donggo Jumat (19/7) dengan pelayanan KB MKJP pada 20 akseptor yang terdiri dari 1 IUD dan 19 Implant. Kegiatan yang sama juga berlangsung di desa Mpuri Kecamatan Madapangga Senin (22/7) pada 24 akseptor terdiri dari 4 IUD dan 20 Implant”. Jelasnya.

Dikatakan Marsinah, DP3AP2KB merancang program pemerintah untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk, maka dari itu program KB ini bertujuan untuk membentuk Normal Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada pertumbuhan yang seimbang.
Dirinya berharap, semua pasangan usia subur yang membutuhkan pelayanan KB bisa mendapatkan pelayanan dan Obat serta alat-alat Kontrasepsi yang tersedia pada fasilitas kesehatan, baik Puskesmas, Polindes maupun Bidan praktek dan tanpa dipungut biaya (gratis)”. Tandas Marsinah. (Diskominfostik)

NTB Peringkat Tertinggi Buta Aksara

Bima Bimantika,-

Tercatat ada 4 kabupaten kota di NTB masuk kategori penyandang buta aksara tertinggi di Indonesia salah satunya Kabupaten Bima, Sumbawa barat, Lombok utara dan Lombok tengah. Menariknya lagi- lagi kalah dengan Kabupaten dompu tidak termasuk dalam kategori nasional tertinggi, Demikian Ungkap Wakil Rektor Universitasa Attahariyah Jakarta, DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M. Si dalam siaran Persnya di jakarta.
Dosen Muda Asli Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima ini menggugah hati dan pikiran Buapti Bima sembari bertanya
Bagaimana IDP (Indah Dhamayanti Putri, SE Bupati Bima,red) mengatasi masalah ini dan peran wakil bupati karena wakil itu lama berkarir di Kemendikbud sampai pensiun.
menurutnya seharusnyalah
Gubernur NTB DR. Zoelkiflimansyah, M.Sc juga merasa malu dengan predikat provinsi tertinggi buta aksara maka diluncurkan Pergub Nomor 11 Tahun 2019 tentang literasi dan entah bagaimana pelaksanaannya begitu cepat Kabupaten bima kembali menjadi kabupaten literasi Nomor 1 di Indonesia hanya karena 1 atau 2 desa misalnya desa Teke merintis perpustakaan desa sementara desa – desa lain masih menjadi persoalan.
Selain itu, dibuat Gerakan literasi Daerah dan Gerakan literasi sekolah, sampai saat ini juga apakah efektif program ini dijalankan dalam menuntaskan buta aksara sampai dengan pelosok dusun di kabupaten Bima.
Ikhwan Memberikan penilaian bahwa
Kelihatannya wakil bupati mengambil peran maksimal untuk mengatasi masalah ini, walaupun efektifitas dan ketuntasnya perlu pembuktian lebih lanjut.
Soal kedua adalah kualitas pendidikan yang rendah, DIkbudpora kabupaten bima mencangkan 20 gerakan revolusi pendidikan dan ada juga program kerjasama dengan Uni Eropa dalam program Prakarsa masyarakat sipil untuk pendidikan ingklusive dan berkualitas. “Gagasan ini mudahan- mudahan membawa perbaikan pada sisi kualitas pendidikan di Bima” ungkapnya.
Lanjut Ikhwan,
Semestinya menjadi catatan penting pendidikan berkualitas tergantung input dan prosesnya. Input seperti SDM guru, Biaya, Sarana dan prasarana menjadi faktor penting disamping Kemampuan guru mengajar, Honor dan gaji guru yang rendah. Soal lain juga tatakelola sekolah yang belum memiliki standar baik sehingga mempengaruhi sistem, kebijakan dan proses ke arah kualitas lulusan.
“Soal lain seperti Alokasi dan penempatan guru yang tidak sesuai kebutuhan sekolah, terbatasnya kompetensi penguasan guru pada bidang studi eksakta dan bahasa asing ini menjadi kendala dalam proses pendidikan sehingga kebanyakan guru- guru yang mengajar diluar bidang keahlian pada mata pelajaran yang sulit sehingga syarat ketuntasan dan kecukupan dikesampingkan”Demikian Ungkap Ikhwan.
Masih Menurut Dosen Muda Berpredikat Doktor ini,
Selain itu, sertifikasi guru yang tidak terstandar ketat, pengaruh politik dalam penempatan guru dan kepala sekolah dan banyaknya guru honorer hang mengajar dibandingkan guru tetap dan masalah ini hampir seluruh sekolah di Kabupaten bima. Faktor kritis lain guru atau kepala sekolah tergiring kepada politik dukung mendukung calon bupati sehingga kalau menang kompensasinya promosi walupun tidak memiliki kompetensi dan hal ini melanggar asas kepatutan.
“Bupati perlu mengatur dan mengeluarkan kebijakan dalam bentuk Perda mestinya untuk melakukan monitoring dan evaluasi berkala. Buatkan peraturan standarisasi sekolah berkualitas dengan membuat cluster sekolah unggulan” demikian sarannya. Lanjut Doktor Ikhwan Sedangkan untuk pengembangan kapasistas guru dan kepala sekolah selain diikutkan dalam pelatihan di Kementrian perlu melakukan studi banding pada sekolah unggulan di Jawa.

Wakil bupati menggagas program inovasi pendidikan sebagai wadah para guru berkreativitas yang diharapkan ada inovasi sekolah dalam hal pengajaran dan pembelajaran layak di taggapi positif, walaupun dengan catatan implementasinya belum berjalan secara efektif dalam subtansi dan dampaknya pada perbaikan kualitas sekolah.

“Catatan paling penting ada sejumlah gagasan dan program yang sudah digulirkan, belum berdampak signifikan pada kualitas lulusan diamana salah satu indiaktornya meningkatnya siswa yang diterima di PTN di Jawa. Soal lain adalah pendidikan karakter yang belum tuntas. Lihat saja perilaku lulusan SMP dan SMA yang ada didesa – desa itu yang memprihatinkan jauh dari akhlaq yang semestinya sudah terbentuk disekolah” demikian beber Ikhwan.
Selanjutnya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Gunadarma ini bahwa
Muara dari pemikiran ini memberikan catatan penting bahwa capaian kinerja Pemkab Bima yang masih rendah dalam meningkatkan Mutu sekolah di Kabupaten bima. (Tim)

Mantan Sekda Desak Bupati Bima Rombak Management RSUD.

Bimantika,- News

terkait dengan menurunnya akreditasi RSUD Bima yang menurun dari akreditasi C jadi Akreditasi D, sebagaimana yang diberitakan Bimantika.net beberapa hari lalu, kini Mantan Sekda Bima, Ir. H. Muchlis HMA mendesak Bupati Bima segera merombak Management RSUD Bima.
“Benar benar keterlaluan, harusnya rumah sakit itu naik type B, karena rsud bima termasuk rsud yg paling tua di ntb, bukan malah turun. Rumah sakit harus di rombak management nya, dan jangan dijadikan obyek proyek. Dia bisa dibuat lebih hebat dari klinik krn dana pemerintah tdk kurang” Demikian Ujar Ir. H. Muchlis (//arif)

H. Suharto Bantah Turunnya Akreditasi RSUD

Bimantika,-News

adanya berita Bimantika.net adisi sebelumnya dengan Judul Mantan Sekda Kritisi Pemkab Bima Terkait dengan menurunnya Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bima, dibantah oleh Sekretaris RSUD Bima, H. Suharto, S. Kep.
Pada Tabloid Bimantika.net, Dae To Sapaan akrab Sekretaris RSUD menjelaskan bahwa tidak betul penurunan itu terjadi, justru yang terjadi adalah peningkatan klaster penilaian kemenkes pada seluruh RSUD se Indonesia. Karena disebabkan meningkatnya tuntutan dan sarat dalam rangka modernisasi dan peningkatan pelayanan rumah sakit.
Lanjut Dae To, bahwa saat ini Kemenkes memiliki regulasi yang sangat ketat terkait pelayanan di RSUD. “Diharuskan rumah sakit rumah sakit se Indonesia wajib canggih dengan adanya minimal dua dokter spesialis dalam satu bidang, nahh, kita di Kabupaten Bima jangankan dua orang dokter satu speasilisasi, justru kekurangan dokternya” Demkian Ujar Dae To.
Masih menurut putra asli kelahiran Madapangga ini bahwa sesungguhnya Rumah sakit Umum Daerah Kabupaten Bima kekurang dokter spesialis Radiologi dan Dokter spesialis THT.
“Oleh karena itulah saya datang ke Jakarta ini dalam rangka melakukan loby khusus di Kemenkes untuk memenuhi sarat sarat tersebut” Demikian Ujar Dae To lewat telpon selulernya pada Sabtu Malam (20/7/2019).
Dae to pun menyampaikan bahwa dirinya Insya Allah akan mendatangi langsung PPSDM Kementrian Kesehatan di jakarta sehingga terwujudlah semua apa yang menjadi kehendak bersama yakni pelayanan kesehatan secara tuntas. Sebelum mengakhiri komentarnya, Dae To mengungkapkan bahwa
Bukan akreditasi yang turun, melainkan penyesuaian klas RSUD dan ketersediaan dokter spesialis dasar sesuai dgn surat edaran dirjen yanmed Depkes.
“Respon akan edaran dirjen yanmed makanya saya ke PPSDM Depkes untuk konsultasi saat ini” demikian ujarnya. (//arif)

Dikes Kabupaten Bima Berprestasi Tingkat Pusat


11 Juli 2019 Bima Bimantika,-

Komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dengan menerbitkan Perbup.No.15/2018 Ttg KTR (Kawasan Tanpa Rokok) mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat melalui kemenkes RI. Pemerintah Pusat memberikan apresiasi itu pada hari Kamis, 11 Juli 2019 bertempat di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi Lantai 2 Kemenkes, Jl. HS.Rasuna Said Blok X-5 Kav 4-9 Jakarta.
Apresiasi tersebut adalah Atas keberhasilan menetapkan kebijakan KTR atau Kawasan Tanpa Asap Rokok yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bima. Dan atas regulasi itu pula, dinas Kesehatan Kabupaten Bima menerima penghargaan Paramesti yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Bima, Drs.H.Dahlan H.M.Noer, M. Pd di dampingi langaung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dr.H.Ganis Kristanto Prihadi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dr. H. Ganis melalui staffnya berharap Semoga penghargaan ini semakin meningkatkan kesadaran kita semua untuk ber-PHBS menuju masyarakat Bima yang Sehat. “Semoga penghargaan yang diterima Pihak Dikes bisa bermanfaat di kemudian hari” demikian ujar staf Dinas Kesehatan yang enggan di korankan namanya.
Masih menurutnya bahwa kesuksesan ini tidak terlepas dari terobosan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dalam melakukan restorasi di bidang regulasi kesehatan. “Kami bangga pada Bupati Bima Umi Dinda” Demikian ujarnya (Zul)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom