Pimpin Apel Pagi, Bupati Ingatkan Tupoksi ASN.

Bimantika.net

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE pimpin apel pagi sekaligus Sidak Dinas Pemerintah Desa Kabupaten Bima yang dilangsungkan pada hari Senin (16/9). Apel pagi tersebut diikuti Kepala Dinas Pemdes, dan seluruh ASN yang mengabdi di Dinas Pemerintah Desa Kabupaten Bima.
Dalam amanatnya Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menekankan untuk memahami tugas pokok dan fungsi masing – masing sesuai Peraturan Perundang – Undangan Yang Berlaku.
Orang nomor satu mengatakan bahwa seorang Aparatur Sipil Negara ( ASN) sudah diberikan tanggung jawab sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, dirinya meminta ASN di lingkungan Dinas Pemerintah Desa harus memahami tugas pokok dan fungsinya masing – masing, sehingga ASN bisa bekerja memenuhi kewajibanya dengan efektif yang berpedoman pada PP 53 tahun 2010. Disamping itu, ASN juga diharapkan mampu memberikan dan meningkatkan pelayanan yang baik kepada masyarakat di kabupaten Bima.
Seorang Pegawai Negeri Sipil ( PNS) maupun ASN yang bertugas di dinas setempat harus meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja. Sebagai bukti meningkatkan kedisiplinan itu, saya selaku kepala daerah mengajak para pegawai untuk selalu mengikuti apel pagi setiap hari, agar selalu menyadari betapa pentingnya disiplin waktu dan disiplin dalam bekerja. Menghadiri apel pagi, merupakan bagian dari tugas kita sebagai aparatur sipil negara. Untuk itu, para pegawai harus dapat menyadari betapa pentingnya apel tersebut,” ucapnya.
Ditegaskannya, meningkatkan kedisiplinan yang signifikan, baik ketaatan terhadap jam kerja maupun pelayanan kerja, merupakan kebaikan. “Agar dapat diketahui, kebaikan itu tidak hanya berasal dari atas, namun dapat juga muncul dari bawah. Jangan ragu, mari tunjukkan kinerja dan prestasi kita untuk kepentingan masyarakat,” Harap Dae Dinda Begitu Sapaan Beliau. (Zen)

Pernyataan SER Pertamina NTB Tentang Kelangkaan BBM di Bima, Sangat Kontradiksi Dengan BPH Migas

Bimantika.net

Hampir saru bulan terakhir ini terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), itu terjadi di leruh wilayah NTB khususnya Wilayah Kota dan Kabupaten Bima . Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bima mengundang Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina NTB, Para pemilik SPBU kota dan Kabupaten Bima serta dinas terkait.

SER Pertamina NTB Sigit Wicaksono kepada sejumlah wartawan (16/9/2019) mengatakan, bahwa kelangkaan BBM di Wilayah NTB khususnya bima memang kuota BBMnya hampir habis, makanya pihak pertamina mengurangi kuota BBM tersebut di setiap SPBU.

Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk menanggulangi kelangkaan BBM tersebut.

“Dan dalam pertemuan tadi dengan Pemda dan seluruh Pemilik SPBU Kota dan Kabupaten Bima. Jatah BBM premium dari daerah lain yakni Lombok akan di alihkan ke Pulau Sumbawa. Dimana terjadi devisit atau over kuota,”janjinya

Diakuinya bahwa, dirinya bisa mengatur jatah BBM premium harian di masing-masing SPBU. Apabila SPBU mengikuti aturan mainya yaitu, SBPU harus mengikuti program Pasti Pas dan SPBU harus menyediakan tangki Pertamax.

“Kalau pun aturan tersebut, dipenuhi oleh masing-masing SPBU, berapapun permintaan BBM Premium oleh SPBU, akan saya salurkan,” janjinya

Disisi lain, lanjut Sigit, bahwa kuota BBM sepenuhnya diatur oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPH MIGAS).
Artinya kewenangan ini bisa juga di atur oleh pertamina sendiri.
Dan Ketika ditanya, bahwa Pak Sigit menganak emaskan SPBU tertentu, sehingga ada reaksi protes dari SPBU-SBPU lainya ? Sigit enggan memberikan komontar terkait hal tersebut, dan menyarankan wartawan untuk meminta data di Depot Pertamina Bima. Karena disana ada semua data alokasi penyaluran BBM di setiap SPBU.

Ditempat yang sama, pemilik SPBU Sape Sudirman, menuturkan bahwa, Sigit selaku SER PT.Pertamina NTB tidak proposional membangi kuota harian, bulanan BBM Premium selalu TIMPANG, ada SPBU yang di anak emaskan.

“Terbukti dari alokasi BBM Premium hariannya mendapatkan jatah harian yg jauh lebih banyak, dari SPBU lainya,”tudingnya.

Sudirman pun menduga, bahwa pak Sigit tidak objektif membagi jatah BBM Premium di setiap SPBU. Dasar dan tolak ukurnya darimana.

Ia pun berharap kelangkan BBM Premiun di Wilayah Kota dan Kabupaten Bima cepat teratasi. “Apabila pak Sigit tidak mampu mengatasi persoalan ini lebih baik pak Sigit mengundurkan diri dari SER Pertamina NTB,”harapnya. (//rrs)

Humas Kota: “Tidak ada niat walikota Ekspos Kegiatan Bagi Gajinya Untuk Rakyat”

Bimantika.net

Adanya berita tentang Walikota Bima yang bagi gajinya selama setahun di kelurahan rabadompu barat menjadi viral di sosial media. Kini Humas Kota Bima melalui Kasubag Pemberitaan, Dian saat dimintai keterangannya pada hari minggu (15/9/2019) menyebutkan bahwa sesungguhnya Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE tidak memiliki niat untuk mengekspose kegiatan pribadinya tersebut. “Tidak ada niat untuk viralkan atau diberitakan kegiatan tersebut, karna murni kegiatan hajatan pribadi nya Pak Wali” ujar Dian mengawali tanggapannya.
Lanjutnya bahwa kegiatan Pak Walikota di Kelurahan Rabadompu Barat itu
Tidak ada niat riya’ ini murni keinginan beliau sejak awal dilantik. Masih menurut Dian bahwa kemarin beliau niatnya tidak di ekspos sama sekali, tapi ada beberapa masyarakat yang melakukan siaran langsung melalui Facebook milik rakyat sehingga terjadilah kegiatan tersebut menjadi konsumsi publik. beliau memang berniat membagikan gajinya selama setahun sebagai bentuk syukur atas nikmat yang beliau dapatkan. “Itu niat beliau, bukan untuk di ekspos” kata Dian.
Lanjut Dian, bahwa crew Humas Kota Bima
Sangat menghargai niat beliau yang tidak ingin diekspose kegiatan pribadinya tersebut. “ada ajudan yang mendampingi sebagai representasi humas tapi kgiatan tidak kami Ekspose, namun kebahagiaan masyarakat gak bisa ditutupi sehingga banyak yang live sore kemarin” ungkap Dian. Diakhir komentarnya, Dian menyebutkan bahwa kegiatan pribadi pak Walikota tersebut sengaja tidak dieksposenya karena menyangkut amal ibadah pak wali secara persoanal. (//mam)

Sekjen API Sebut Pasang Badan untuk HML Walikota Bima

Bimantika.net
Sekjen Aliansi Pejuang Integritas (API) Nusa Tenggara Barat, Iwan pada Bimantika.net Jum’at (13/9/2019) menyebutkan siap pasang badan untuk Walikota Bima yang nota bene sebagai Bapak Reformis Kota Bima sekaligus Bapak Pembangunan Kota Bima.
Dirinya menyebutkan bahwa komentar dan kritikan terkait beberapa oknum akhir akhir ini yang menjurus pada pribadi Walikota Bima H. Muhammad Lutfi SE adalah kritikan yang tidak bermakna apapun. Bahkan dirinya menyebutkan
Berbicara isi kepala, tentu kita akan berbicara terkait ide dan gagasan, ide dan gagasan yg disampaikan tentu yang akan bermanfaat untuk kemashlahatan bersama.
Kalau kita berbicara kota bima, tentu isi kepala kita akan berbicara terkait ide dan gagasan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kota bima, bukan ide dan gagasan yang hanya berisi pandangan subyektif terkait walikota secara pribadi dan keluarganya tapi yang harus disampaikan adalah pandangan kritis terkait kebijakan dan obyektifitas dalam menilai kinerja beliau dalam memimpin pemerintahan kota bima.
Terkait pemberitaan Bimantika net beberapa waktu lalu yang memuat soal tantangan saudara isnaini, direktur eksekutif INDeP untuk melakukan debat terbuka untuk membahas isi kepala terkait kota bima, bagi saya bukanlah sebuah tantangan yang harus dilayani, kenapa ? Karena bagi saya, perdebatan seperti itu hanya sekedar memuaskan ego pribadi bukan untuk kemashlahatan bersama. “Bagi saya ukuran isi kepala seseorang itu adalah bagaimana isi kepala itu bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam pembangunan dan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat demi kemajuan bersama” ujar Iwan.
Lanjutnya Percuma kita koar koar diluar sistem kalau isi kepala itu hanya akan dibuang ke tong sampah.
Akan lebih bermanfaat bagi saya dan kita semua kalau bisa duduk bareng, berdiskusi sambil minum kopi, mengolaborasikan isi kepala dalam bentuk konsep road map ideal arah kebijakan yang akan kita usulkan kepada pemerintah. Bukan berdebat untuk mencari kesalahan seakan menunjukkan kenyinyiran yang tidak perlu yang justru malah membuat apatis pihak lain.
Sinergisitas antara politisi, akademisi, intelektual dan aktifis lainnya dalam membangun konsep bersama, akan lebih indah dan bermanfaat untuk kemajuan dan perkembangan daerah yang kita cintai bersama ini.
Diakhir Komentarnya Iwan menyebutkan siap pasang Badan untuk Pemimpin yang merakyat seperti Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (//mam)

Somat : Lutfi Sedang Membangun Kota, Jangan Gaduh.

Bimantika.net

Pertarungan antara oposisi dengan loyalis Wali Kota Bima terus berlanjut. Somad yang lebih dikenal dengan sebutan Bumi Nugroho lagi-lagi melontarkan pernyataan serius kepada para oposisi. Bumi Nugroho menduga gerakan yang dibangun oleh kelompok oposisi hanyalah gerakan burung pipit diantara burung garuda.

“Kekisruhan yang terjadi belakangan ini, ada indikasi sengaja diciptakan untuk mengganggu konsentrasi pemerintahan kota bima yang sedang fokus merancang pembangunan menuju perubahan” ujarnya.
Lanjut Somat Ada kerjaan tangan-tangan jahil yang sedang berkompromi bagaimana konflik itu terus dirawat. Tidak mungkin hal remeh temeh begitu masif bergelinding dipermukaan publik, jika tidak dikendalikan. Dalam politik kita mengenal dengan Invisible Hand atau tangan tersembunyi” tegasnya.

Lebih lanjut, Bumi Nugroho mengatakan jika oposisi benar-benar ingin pembangunan terjadi di kota bima maka maka berikan kritikan konstruktif bukan kritikan sangat tendesius serta mengarah ke soal pribadi dan politis. “Saya tidak melihat ada gerakan moral yang dibangun untuk menjadi wacana publik, melainkan hanyalah gerakan politik. Bullyng lebih kentara ketimbang pokok-pokok substansial. Isu-isu kecil yang sangat tidak populis dimunculkan kepermukaan untuk menutupi isu besar. Ini kejahilan besar menghadap-hadapkan rakyat dengan pemimpinnya” jelas pegiat medsos sekaligus aktivis hmi ini.

Menurutnya, kekuasaan wali kota bima bukan 1 (satu) tahun melainkan 5 (lima) tahun.
“1 tahun pemerintahan sangatlah prematur jika kita menuntut sesuatu yang terlalu besar dan kompleks dalam pemerintahan kota bima. Ada tahapan plening, rencana dan eksekusi. Untuk itu, jika ada keinginan rakyat agar pemerintah harus benar-benar berpihak pada rakyat maka jangan mericuhkan suasana dengan tujuan mengganggu pikiran pemerintah. Awal kekuasaan ini, ada agenda utama pemerintah kota bima untuk merancang kota ini menjadi kota yang religius. Kota peradaban islam sebagaimana wajah bima terdahulu” lanjutnya.

Ibarat membangun rumah, Bumi Nugroho mengatakan menjalankan kekuasaan itu juga tidak bisa membangun atap melainkan harus membangun dasarnya terlebih dahulu. “Dasar yang ingin diletakan oleh Wali Kota adalah peradaban islam berdasarkan populasi rakyat bima merupakan mayoritas muslim namun wajah Kota ini tidak mencerminkan wajah religiusitas itu. Hal ini dasar pikiran kenapa diawal pemerintahan nya, Wali Kota benar-benar fokus membangun peradaban Islam” urainya.

Hal inilah yang menurut Bumi Nugroho adalah jalan akhirat. “Apa wujud nyata dari peradaban Islam itu.? Harus ada fisik yang nampak. Fisik inilah yang nantinya menjadi pusat aktifitas rohani dan spiritual masyarakat. Masyarakat harus bersatu mendukung rencana pembangunan Masjid dengan dana puluhan Miliar ini” tegasnya lagi.

Pada intinya, Bumi Nugroho menjelaskan bahwa diawal kepemimpinan nya Wali Kota tidak peduli dengan jalan dunia. “Apa penting jalan dunia di bangun jika jalan akhirat tidak difasilitas oleh pemimpin untuk rakyat. Hidup di dunia sementara maka untuk kehidupan kekal nanti kita perlu jalan yang baik yaitu Masjid” tutupnya. (//mam)

AKTIVIS SEBUT DEWAN DILARANG ASAL BUNYI, WALIKOTA SEDANG MENATA KOTA BIMA

Bimanntika.net

Aktivis Muda, Usman pada Bimantika.net kamis (12/9/2019) menyatakan
Setelah membaca pernyataan salah satu anggota DPRD dari PDIP yang disapa Andang dimedia Bimantika.net yang menyatakan bahwa tidak ada perubahan yang sangat signifikan di bawah kepemimpinan Lutfi Feri.

Sontak dirinya jadi teringat logika Moa dlm tulisan bang Darus yang menyatakan orang seperti ini ibarat perempuan yang sedang marah, dijelaskan bolak balikpun tetap tidak akan pernah paham

Andang semestinya membandingkan apa item yang tengah disampaikannya, misal soal BANSOS untuk wirausaha, Andang lupa menyampaikan bahwa tidak pernah ada bansos sebesar sekarang pada pemerintahan yang lalu.

Demikian soal anggaran pembangunan masjid Raya, yang dipersoalkan oleh Andang adalah proses audit BPKP, tapi bukan soal keseriusan pemkot hari ini yang menggelontorkan anggaran 10 milyar untuk tahun ini, kemudian dilanjutkan juga dengan angka yang sama tahun tahun berikutnya hingga 30 milyar.

Pada pemerintahan sebelumnya tidak pernah serius menganggarkan anggaran yang relevan untuk pengelesaian pembangunan masjid raya. Sesungguhnya jika Andang cukup punya kecerdasan maka itulah perubahan dari tidak ada menjadi ada, dari yang tidak relevan menjadi relevan.

Demikian halnya soal peningkatan PAD Kota Bima sekarang, Andang bukannya mengapreseasi atas kinerja Pemkot yang mampu meningkatkan PAD puluhan milyar dibanding pemerintahan yang lalu. Karena salah satu ukuran keberhasilan kinerja pemerintahan daerah yaitu mampu meningkatkan PAD.

Rupanya Andang belum bisa move on dari kekalahan bertubi tubi yang dialaminya, sehingga sikapnya ibarat perempuan yang marah, yang tidak memiliki kecukupan kecerdasan meskipun dijelaskan bolak balik.
Hal senada disampaikan oleh Iwan, dirinya menyebutkan setelah membaca Bimantika.net pada tanggal 12/9/2019 menyatakan baha semestinya Anggota DPRD Kota Bima tidak wajar menyampaikan hal yang tidak mendasar karna dewan adalah mitra sejajar dengan Eksekutif. “Apa yang dilakukan oleh Andang selama menjadi Dewan satu Periode Utuh, sementara Walikota Bima H. Muhammad Lutfi baru setahun mengabdi sudah nampak aksi nyatanya membangun Kota Bima” ujar Iwan. (//arif)

Aktivis Nilai HML mulai Nampak kinerjanya

Bimantika.net

Aktivis Muda, Usman pada Bimantika.net pada hari Kamis (12/9/2019) menyebutkan bahwa baru saja setahun Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE menjadi Walikota Bima kini mulai nampak dan kelihatan upaya upaya yang sedang dilakukannya. Terlepas dari masih banyaknya juga janji janji politik yang belum terpenuhi. “Itu menyangkut waktu saja karna ini baru setahun” ujar Somat sapaan akrab Aktivis Muda Ini.
Dirinya menyatakan bahwa sudah ada pondasi awal menuju Kota Bima Bangkit Menuju Perubahan tinggal rentang waktu emoat tahun kemudian adalah untuk melakukan riil action. “Kita tunggu riil action pak Walikota ditahun kedua sampai tahun kelima” ujar nya.
Lanjutnya, baru baru ini Walikota Bima
Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE menandatangani Naskah Hibah dan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada Selasa 10 September 2019 di Ruang Pendopo Kementerian PUPR, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Kota Bima mendapatkan hibah sebesar
Rp. 5.572.143.000,- (lima milyar lima ratus tujuh puluh dua juta seratus empat puluh tiga ribu rupiah). Hibah ini berupa pembangunan drainase yang ada di Kota Bima.
Diakhir Komentarnya Somat pun menyatakan bahwa statement nya adalah sekaligus menjawab semua issu yang berkembang di Kota Bima yang menyatakan Walikota Bima HML sama sekali tidak berbuat apa-apa. “Ini sekaligus saya mau katakan pada pengkritik Walikota agar mereka juga melihat secara obyektif apa yang sedang dilakukan oleh Walikota Bima” demikian Tegas Somat (//arif)

BUPATI IDP AJAK RAKYAT UNTUK TINGKATKAN SEMANGAT PERSAUDARAAN

Bimantika.net

Lantunan Ayat Suci Al – Qur’an Membahana Di Bumi Sape.
Lantunan Ayat Suci Al – Qur’an yang dibawakan oleh Qori Internasional dari Medan Ustad. H. Darwin Hasibuan membahana di Bumi Kecamatan Sape, dimana pada saat melantunkan ayat suci Al – Qur’an tersebut, masyarakat Kecamatan Sape dan sekitarnya tak bergeming mendengarkan untaian kalimat Ayat Suci Al – Qur’an yang disampaikan Qori Internasional tersebut juga didampinggi Qori dan Qoriah terbaik yang dimiliki oleh Kabupaten Bima dalam me;antunkan ayat suci Al – Qur’an tersebut mewarnai peringatan Hari Besar Umat Islam 1 Muharram 1441 H yang dilangsungkan di lapangan semangka Naru Kecamatan Sape pada hari Rabu malam ( 11/9). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Bima, Anggota DPRD Kabupaten Bima, Sekda Kabupaten Bima, Para Asisten, Staf Ahli, Kabag Lingkup Setda Bima, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Ketua MUI, Bazda, LPTQ, camat Sape, Ketua PHBI Kecamatan Sape,unsure Muspika Kecamatan, Toga, Toma serta masyarakat.
Sebelumnya Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan bahwa pertama – tama saya sampaikan kepada Qori Internasional, Ustad H. Darwin Hasibuan yang telah berkenan hadir di tengah-tengah kita semua. Saya berharap, kehadiran beliau dapat memperkaya khasanah ilmu dan kemampuan para Qori – Qori’ah Kabupaten Bima dalam membaca dan menyelemai ayat – ayat Al-Quran. Seperti kita ketahui bersama, bahwa peringatan 1 Muharram 1441 H yang kita laksanakan ini merupakan momentum bersama, momentum berjama’ah untuk mengintrospeksi diri dan melakukan transformasi ke arah kondisi yang lebih baik, terlebih sebagai ummat islam, seharusnya mampu meneladani konsep hijrah Rasulullah SAW, yang bukan hanya sebagai perpindahan dari mekkah ke madinah, namun lebih dari itu adalah makna mentranformasi diri ke arah yang lebih bermakna, lebih baik dan lebih bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga Makna yang terkandung dalam peringatan tahun baru islam 1 muharram 1441 H ini memiliki makna yang mendalam bagi setiap muslim, hal ini dikarenakan makna tersebut lahir dan menegaskan kembali pentingnya menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan yang bersumber dari AL – Qur’an. Meskipun demikian, pemaknaan awal ialah peristiwa hijrah rasulullah dan para sahabatnya dari mekah ke madinah merupakan tonggak sejarah yang monumental dan memiliki makna yang sangat berarti bagi setiap muslim. Pasalnya, hijrah merupakan tonggak kebangkitan islam yang semula diliputi suasana dan situasi yang tidak kondusif di mekkah.
Dengan datangnya tahun baru islam 1 Muharram 1441 Hijriah, saya mengajak kepada seluruh umat islam di daerah ini agar dapat memperbaiki diri, bertekad untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, SWT, karena hingga hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan kehidupan. Kita harus bertekad lebih baik memasuki tahun baru Islam 1441 H ini dalam segalam aspek kehidupan, khususnya dalam hal keimanan dan ketaqwaan kepada sang khalig.
Saya berharap dengan momentum tahun baru islam 1 Muharram 1441 H ini sebagai momentum untuk berubah, meningkatkan kesadaran diri agar ukhuwah semakin kuat. Mari kita tinggalkan perbedaan – perbedaan yang tak mendasar. Mari kita tingkatkan ikatan semangat persaudaraan dan memperkuat jalinan ukhuwah. (Zen/humas)

Issu Bupati Bima Diperiksa KPK, Ternyata Datang Dijakarta Bawa Dana Hibah Untuk Dana Mbojo

Bimantika.net

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE Tandatangani Naskah dan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara di Dua Negara
Dalam rangka tertib administrasi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 dan menindaklanjuti persetujuan hibah yang telah diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Selasa (10/9) menghadiri acara penandatanganan naskah dan berita acara serah terima hibah barang milik Negara dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Gedung Cipta Karya Lantai 1, dihadiri oleh Bupati dan Walikota, Gubernur dan para pejabat lingkup Kementerian PUPR.
Kabupaten Bima menerima Hibah Pembangunan TPA Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Pembangunan TPA Wadu Wani Bima senilai Rp. 7,1 Milyar dan Pengembangan Kawasan Permukiman Peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Tente Kabupaten Bima senilai Rp. 3,1 Milyar
Terkait penandatanganan hibah ini, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyatakan bahwa Pembangunan TPA Wadu Wani yang sesuai dengan kebutuhan memiliki tujuan dan sasaran untuk mengelola timbunan sampah yang akhirnya diharapkan memiliki manfaat terciptanya Kabupaten Bima yang bersih dan bebas sampah. Pekerjaan yang dihibahkan dalam konteks ini antara lain Pekerjaan Landfil, Pemasangan Liner Blok Landfil, Pembuatan Kolam Lindi, Pemasangan Pipa Lindi, Pemasangan Pipa Gas, Pekerjaan Sumur Pantau, Box Joint Pipe Lindi Dengan Pipa Gas Serta Box Control.
Selanjutnya, penuntasan kawasan kumuh yang lebih sistematik, terencana dan terprogram diharapkan memberi dampak baik pada mobilitas, pemasaran hasil pertanian serta pengangkutan hasil yang lebih mudah. Pada ranah ini, pekerjaan yang dihibahkan antara lain, Pekerjaan Jalan Aspal (Hotmix), Pekerjaan Talud Jalan dan Pekerjaan Plat Deuker.
Bupati Bima juga berharap agar masyarakat senantiasa memberikan support terbaik baik berupa ide dan saran maupun turut mengawasi secara proporsional pada setiap ikhtiar pembangunan (zen//humas)

Wantimpres Bahas Percepatan Penanganan Stunting dengan Pemkab Bima

Bimantika.net

Tim Sekretariat Wakil Presiden dan World Bank melakukan kunjungan di Kabupaten Bima dalam rangka percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Bima. Tim melakukan pertemuan dan koordinasi bersama perangkat daerah terkait yang di inisiasi oleh Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima, Senin (9/9) di Ruang Rapat Bupati Bima.
Tim Sekretariat Wakil Presiden, dipimpin oleh Drs. H. Edi Suryana, MM sedangkan World Bank dipimpin dr. Elvina Karyadi, Ph.D mendapatkan informasi berkaitan penanganan stunting dari perangkat daerah terkait yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Dikbudpora dan camat yang menjadi fokus percepatan penanganan stunting yakni camat Bolo, Madapangga dan Camat Sape.
Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer yang didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Bima Drs. H. Muzakkir, M.Sc dalam arahannya mengatakan penanganan stunting memerlukan intervensi dan tindakan nyata program pemerintah baik dari pusat sampai daerah dalam penanganan stunting”. Urai Dahlan.
Ditambahkan Wabup pertemuan ini difokuskan untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan penanganan stunting di Kabupaten Bima, akselerasi program dan kebijakan terkait penanganan stunting.


Selaras dengan pemaparan Wabup, Drs. H. Edi Suryana, MM, Sekretariat Wakil Presiden RI dalam pemaparannya menyampaikan, “pemerintah sudah dan akan terus melakukan percepatan penanganan stunting sebagai program nasional”.
Diakuinya, meskipun angka stunting menunjukkan adanya prevalensi penurunan, akan tetapi hingga saat ini angka stunting masih diatas 30 persen.
Oleh karenanya, pemerintah telah menyusun Strategi Nasional Pencegahan Stunting tahun 2019 – 2024 yang akan menjadi acuan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota hingga tingkat Pemerintah Desa.
“Penanganan stunting melibatkan 23 Kementerian dan Lembaga Pemerintah, namun belum bersinergi dan selaras. untuk kepentingan percepatan penanganan inilah sehingga langsung dikoordinasikan langsung oleh Sekretariat Wakil Presiden melalui pola pendampingan langsung hingga tingkat desa”. Jelas Edy Suryana
Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Bappeda Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc yang mendampingi Tim me jelaskan, “sesuai agenda, Tim dan World Bank beserta seluruh komponen pemerintah daerah dibawah koordinasi Bappeda selanjutnya melakukan kunjungan lapangan.
Kunjungan dimulai Selasa (10/9) di Kecamatan Sape, Kecamatan bolo dan Madapangga dengan sasaran kunjungan diantaranya Puskesmas dan Posyandu. “Hasil yang ingin dicapai antara lain perubahan perilaku dan tingkat capaian percepatan penanganan stunting secara langsung di Kabupaten Bima”. Terang Raani.
(//tkpd)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom