Gus Miftah Ulama Muda NU Ceramah di Gereja, Banyak Yang Apresiasi

Bimantika.net Banyak Yang memberikan Apresiasi pada Kiyai Nahdatul Ulama (NU) yang baru-baru ini melakukan ceramah diatas Podium Gereja, Namun Tak sedikit yang mengecam Gus Miftah karena menganggap tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) itu sudah melakukan toleransi kebablasan.

Pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman lahir di Lampung, 5 Agustus 1981 adalah seorang ulama, da’i, dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.

Ia merupakan keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo. Gus Miftah merupakan da’i jebolan dari Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta oleh karena itu Gus Miftah juga dikenal sebagai ulama muda Nahdlatul ‘Ulama yang fokus berdakwah bagi kaum marjinal, baik melalui dakwah di dalam maupun di luar pesantren

Namanya mulai diperbincangkan publik ketika video dirinya viral saat memberikan pengajian di salah satu kelab malam di Bali.

Gus Miftah diserang oleh warganet yang berbeda pandangan dengan dituduh kafir dan sesat karena telah berani masuk ke rumah ibadah agama lain.

Untuk itu, Gus Miftah memberikan penjelasan dasar hukum terkait masuk Gereja, yang disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, Senin 3 Mei 2021.

Dalam keterangannya, Gus Miftah berterima kasih kepada warganet yang telah menghujat dirinya dengan sebutan kafir, sesat dan lain-lain.

Ia merendah dengan mengatakan bahwa yang menghujat dirinya merupakan orang-orang yang luar biasa, dan menurut Gus Miftah bisa saja warganet yang benar atau sebaliknya.

“Tentang hukum masuk gereja. Terima kasih yang menghujat saya, yang mengatakan saya kafir, sesat, bangsat, dan lain lain, kalian luar biasa. Bisa jadi anda benar saya salah, atau sebaliknya,” ujarnya, dikutip Galamedia, Senin 3 Mei 2021.

Lantas dari kecaman yang menuduh dirinya sebagai kafir dan sesat, Gus Miftah akhirnya buka suara dan memberikan penjelasannya soal dasar hukum memasuki Gereja.

Pendakwah yang kerap dijuluki presiden para pendosa itu, menyampaikan penjelasannya untuk dijadikan bahan diskusi. Tak hanya itu, Gus Miftah juga mengatakan bahwa dirinya siap dinasehati bahkan sampai dimaki-maki oleh siapapun.

“Berikut saya sampaikan dasar hukumnya, mohon disimak dan dijadikan bahan diskusi, saya siap di nasehati oleh siapapun dan belajar kepada siapapun, bahkan pisuhi atau dimaki oleh siapapun,” katanya.

Dasar hukum yang dipakai Gus Miftah, yaitu terkait orang kafir ketika 70 tahun membaca tahlil dan syahadat, sekali saja terbakar kekafirannya.

Kalimat tersebut menandakan bahwa Gus Miftah memberi penjelasan terkait dirinya masuk Gereja yang dituduh kafir dan sesat oleh warganet.

Bahkan Gus Miftah menegaskan usai dirinya menghadiri peresmian Gereja tersebut, masih tetap melakukan tahlilan setiap hari.

“Orang yang kafir 70 tahun membaca tahlil dan syahadat sekali saja terbakar kekafirannya, dan Alhamdulillah saya masih tahlilan kok setiap hari,” tuturnya.

Selain itu di balik dirinya diserang warganet atas tindakan nya yang menghadiri peresmian Gereja, Gus Miftah menekankan satu hal tentang pelajaran.

Gus Miftah menekankan bahwa orang yang niat belajar, dimanapun bisa dapat pelajaran.

Akan tetapi menurutnya orang yang tidak niat belajar maka tidak akan mendapatkan pelajaran.

“Orang yang niat belajar dimanapun bisa dapat pelajaran, tapi orang yang tidak niat belajar sedang belajar pun tidak akan mendapatkan pelajaran,” pungkasnya.(berbagai sumber***)

Walikota HML Sebut Sinergitas Adalah Kekuatan Daerah

Bimantika.net Dalam Apel Kebangsaan di Halaman Kantor Pokres Bima Kota (3/5) Walikota Bima, H Muhammad Lutfi SE (HML) menyebutkan arti penting sebuah sinergitas lembaga penyelenggara pemerintah di Daerah..

Sinergitas menumbuh kembangkan kebersamaan semua pihak, sehingga dalam melakukan aktifitas pemerintah tercipta kondisi yang kondusif

Itulah beberapa pointer penting Pidato Walikota HML saat menjadi Inspektue inspektur upacara apel kebangsaan integritas TNI-Polri dan Pemkot Bima di podium kehormatan di Mako Polres Bima Kota,

“Sinegritas harus dikuatkan dan dipertahankan dalam menjaga kekuatan daerah,” demikian ungkap Walikota HML.

Pada kesempatan itu, Walikota HML mengajar seluruh lapisan masyarakat Kota Bima untuk saling bahu membahu dan saling mentaati protokol pandemi Covid-19.

“TNI-Polri akan menjadi kunci terlaksananya meminimalisei pandemi Covid-19 ini,” ungkap Walikota HML.

Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah. Penjagaan mudik akan diperketat oleh pihak keamanan..

Apel Kebangsaan adalah Ikhtiar menjaga dan keamanan, ketertiban serta stabilitas daerah Kota Bima.

Apel digelar tiga komponen besar daerah, TNI-Polri dan pemerintah daerah. Saat itu HM Lutfi didampingi Kapolres Bima Kota dan Dandim 1608 Bima.

Sejumlah pajabat penting Kota Bima hadir dalam apel kebangsaan antara lain, Ketua Pengadilan Negeri Bima berikut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Bima, sejumlah Kepala OPD terkait serta Camat se-Kota Bima, PJU Polres Bima Kota.

Upacara Kebangsaan diawali pemeriksaan pasukan oleh Wali Kota Bima didampingi Ketua Pengadilan, Kapolres Bima Kota dan Dandim 1608 Bima. (***)

Polres Bima Bagi Ratusan Masker Cegah Penyebaran Covid-19

Bimantika.net Dalam mensukseskan Program Kampung Sehat II NTB, Kepolisian Resor Bima Polda NTB menggelar kegiatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Kegiatan yang dilakukan yaitu patroli sekaligus membagikan ratusan masker gratis untuk warga, Selasa (4/5/2021)

Dalam patroli, Polres Bima melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19. Saat dijumpai warga yang tidak menggunakan masker kemudian dibagikan masker gratis kepada mereka. Puluhan masker dibagikan untuk warga dalam patrolinya.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K melalui Paur Humas Iptu Adib Widayaka mengatakan dalam rangka mensukseskan program kampung sehat II NTB dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 kita melaksanakan patroli. Patroli dilakukan dengan pembagian masker gratis untuk warga.

“Dalam patroli warga yang dijumpai tidak memakai masker kita berikan masker gratis untuk dipakai. Tujuannya masyarakat bisa turut serta dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Paur Humas Iptu Adib Widayaka menambahkan, tidak hanya pembagian masker, dalam patroli terus disampaikan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19. Apabila ditemukan warga berkerumun kita berikan imbauan untuk membubarkan diri,” ucapnya.

Iptu Adib Widayaka berharap dengan sejumlah upaya yang sudah dilaksanakan mampu mendukung pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19. Semoga seluruh masyarakat bisa berperan dalam pencegahan sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tutur Iptu Adib Widayaka (**)

Wakil Bupati Babe
Terima Bantuan Dari IKBDM Papua

Bimantika.net Ikatan Keluarga Bima Dompu Mimika (IKBDM) Papua, menyerahkan bantuan bagi korban banjir bandang Bima. Diterima Wakil Bupati Bima Drs. H Dahlan HM Noer, M. Pd (Babe) di ruang kerja Wakil Bupati (3/5)

Bantuan hasil donasi warga Bima Dompu perantau tersebut diserahkan Sekretaris IKBDM Papua, Muhammad Fauzi, S.Pd mewakili Ketua IKBDM Aipda Muhammad Yani. Jenis bantuan yang diserahkan adalah uang Rp. 35 juta dan pakaian layak pakai satu (1) mobil pick up atau 15 karton besar.

Wabup Dahlan menyampaikan terima kasih atas rasa simpati dan kepedulian warga Bima Dompu di tanah rantauan. Semoga apa yang dilakukan akan tercatat sebagai amal ibadah kita dikemudian hari.

Kepada keluarga besar Bima Dompu Papua, Wakil Bupati berharap agar semakin solid dan membawa nama baik daerah di Papua.

‘’Terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk Kabupaten Bima tercinta. Semoga kedepan semakin solid dan berdedikasi menjaga nama baik Bima ditanah Papua,’’ujar Wakil Bupati.

Sementara itu Ketua IKBDM, melalui Sekretaris Muhammad Fauzi, S.Pd mengatakan, atas nama masyarakat Bima dan Dompu di Mimika Papua, berharap bantuan yang sedikit tersebut dapat meringankan beban keluarga korban banjir di Bima.

Dihadapan Wakil Bupati, Ia menyampaikan permohonan maaf karena bantuan yang akan diserahkan itu terlambat tiba di Bima. Karena harus menempuh perjalanan jauh dan dikirim via Kapal Pelni.

‘’Kami mohon maaf sedikit terlambat, karena butuh waktu untuk menghimpun dan mengirimnya via Kapal Pelni,’’ujar Muhammad Fauzi. (***)

Bupati IDP Sebut Pendidikan Islam Penting Bagi Generasi Anak Bangsa

Bimantika.net Kegiatan safari ramadhan oleh Pemerintah Kabupaten Bima akan berakhir beberapa hari lagi. Tidak ada Kecamatan yang tidak didatangi.

Memasuki hari ke dua puluh satu Puasa Ramadhan, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) dan Wakil Bupati Drs H Dahlan HM Noer, melaksanakan agenda tetap Pemerintahan Bima Ramah tersebut di Masjid Sabilul Muhtadin, Desa Palama, Kecamatana Donggo, Senin, 03 Mei 2021.

Selain dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Hj Rostiati Dahlan, S.Pd, juga hadir Asisten III Setda Bima Drs Arifudin HMY, Asisten I Setda Bima Drs H. Putarman. Serta sejumlah Pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima. Dan Penceramah Ustad Haryanto S.Pdi

Dihadapan para jama’ah Bupati Umi Dinda mengajak para orang tua dapat mendidik dan memberikan pendidikan Islam terhadap anak-anak. Tidak hanya berharap pada TPQ. Karena peran orang tua sangat penting untuk mendidik anak.

Bantuan al-quran yang diberikan Pemerintah pada setiap masjid, untuk membantu kita mengajarkan al-quran pada anak-anak. Dipelajari kandungan dan isinya.

Dijelaskan Umi Dinda, mengajari anak-anak mengaji dan mendidik mereka dengan pendidikan Islam, merupakan modal menghadapi kehidupan di masa datang.

‘’Sehingga anak-anak kita, menjadi generasi rabbany. Sepulang mereka sekolah, kita biasakan untuk mengajari agama. Agar lahir generasi yang berakhlakul qarimah,’’ujar Bupati.

Kenapa Desa Palama dipilih untuk safari Ramadhan? Orang nomor satu di Kabupaten Bima ini mengaku, karena Palama memiliki istimewaan tersendiri.

Bupati Umi Dinda menyampaikan terima kasih karena keluarga di Palama, selalu mengingatkan Pemerintah terhadap apa pun yang dibutuhkan keluarga di Donggo. Terutama yang berkaitan dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

‘’Isnya Allah, tetap kami bantu dalam setiap pembangunan,’’tambah Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah menyerahkan bantuan al-Quran. Diserahkan Asisten I Setda Bima Drs. H Putarman kepada Camat Donggo.

Kemudian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima, juga memberikan bantuan pada ASNAF Kecamatan Donggo. Untuk Tiga Puluh Satu (31) orang Fakir/Miskin, beras masing-masing 5 kilo gram. 11 orang Mu’allaf uang masing-masing Rp 300.000. 12 orang Fi Sabilillah uang masing-masing Rp 250.000. 12 orang Ibnu Sabil uang masing-masing Rp 250.000. Bantuan tersebut diserahkan asisten III Setda Bima Drs. H Arifuddin HMY diterima Camat Donggo, A. Dafid, S.Ag. (***)

Kadis Perkim Hadir di Rade, Bahas Solusi Air Bersih

Bimantika.net Desa Rade Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima adalah salah Desa yang setiap tahunnya mengalami kendala urusan penyediaan air bersih.

Menurut salah seorang Warga Desa Rade bahwa puluhan tahun kondisi kekurangan air bersih ini mereka rasakan.

“Kami alami kekurangan air bersih puluhan tahun lamanya sehingga kami sebenarnya sangat harapkan pada pemerintahan IDP agar bisa diatasi” ungkap Warga.

Atas kekurangan air bersih itu, Kadis Perkim Kabupaten Bima, Taufik, ST, MT hadir ditengah warga yang sedang resah atas kekeringan air bersih.

Kepala Desa Rade Atfah H. M. Tahir Fattah, S. PdI saat bersama Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bima menyebutkan bahwa kehadiran Kadis Perkim atas panggilan nurani dan kepercayaan pimpinan daerah.

“Pak Kadis Hadir semata-mata, memastikan solusi jangka pendek, menengah, panjang penanganan air bersih untuk kepentingan warga desa rade beberapa solusi diantaranya sumur bor canada di bulan Mei ini segera dilakukanya” ungkap Atfah.

Menurut Kades Super Aktif mengurus kemaslahatan rakyat ini untuk mengatasi sementara menyiapkan mobil tangki 3 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan saat ini sambil normalisasi teknik pompa sumur bor yang berlokasi di Alfalah rade yang sedang macet.

“Ini adalah bentuk loyalitas kadis Perkim Kabupaten bima kepada bupati bima sebagai pimpinannya membantu gejolak gejolak ditengah warga dapat meyakinkan warga desa Rade” Tegas Atfah.

Lanjut Atfah, menurutnya Kadis Perkim Kabupaten Bima mempunyai kemampuan yang humanis sehingga dapat berdiskusi dengan tenang dengan warga untuk berbagai macam solusi.

“Sangat beda dengan pejabat asal Kecamatan Madapangga yang tak memikirkan kondisi warga kecamatan madapangga dikala suka dan duka, pejabat asal madapangga hanya mikir, cari muka dan makan” ujarnya

Atfah mewakili Warga Warga Desa Rade Kecamatan Madapangga meminta Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) mengevaluasi kembali pejabat asal madapangga yang tidak mempunyai solidaritas dan yang mikirin cari muka. (Yadin)

Polisi Imbau Hati-Hati Berkendara, Kejahatan Jambret Sering Terjadi

Bimantika.net Muhlisah (15), seorang pelajar warga desa tangga kecamatan Monta kabupaten Bima jadi korban penjambretan di jalan lintas Tente-parado, disebalah tugu perbatasan antara desa Sakuru dengan desa tangga, Minggu 2/5/21 pukul 21.45 wita.

Atas kejadian itu, handphone milik korban yang posisinya sedang di genggam berhasil dibawa kabur oleh 2 kawanan jambret, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek Monta polres Bima Polda NTB

“Korban mengalami kerugian sekitar Rp 1.900.000 rupiah” ucap Kapolsek

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K melalui Kapolsek Monta Iptu Takim mengatakan, menurut pengakuan korban, pelaku jambret tersebut menggunakan sepeda motor Honda Vario 110 warna putih, pelaku yang mengendarai sepeda motor mengenakan baju lengan pendek warna putih dan celana jeans panjang, kemudian pelaku yang di bonceng mengenakan sweater warna hitam dengan menutup kepalanya menggunakan puncung sweateenya dan mengenakan celana jeans

“Saat kejadian korban bersama ibu dan adiknya mengenakan sepeda motor dalam perjalanan pulang dari pelabuhan Bima menuju desa tangga, sesampainya di TKP kedua pelaku mengikuti korban langsung mendekati korban dan secara tiba-tiba pelaku yang di bonceng langsung mengambil Hp korban Merk Oppo A3s”, terang kapolsek

Korban sempat berteriak maling, kemudian korban bersama warga berupaya mengejar pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri ke arah selatan / desa tangga

“Kita sedang melakukan penyelidikan tentang keberadaan pelaku, namun Demikian juga kita mengimbau masyarakat lainnya untuk lebih waspada dalam berkendara, terlebih terhadap barang bawaan”, tutur kapolsek. (**)

Dokter Agus Sebut Selangkah Lagi Terwujud BLUD Kota Bima

Bimantika.net
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, dr. Agus Dwi Pitono, M. Kes saat di wawancara oleh Wartawan Media Cetak dan Online Bimantika senin (3/5/2021) di ruang Prakteknya di Jalan Gajah Mada Kota Bima menjelaskan secara detail rencana Pemerintah Kota Bima BLUD kan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima

Dokter Asal Jember Jawa Timur ini mengungkapkan bahwa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memiliki tiga syarat mutlak yakni Sarat Substantif, Tehnis dan Administratif.

Persyaratan subtantif memuat tiga poin yaitu badan tersebut merupakan badan yang bergerak pada bidang layanan umum, mengelola wilayah tertentu dan melakukan pengelolaan dana khusus. Persyaratan teknis memuat dua poin yaitu terkait bagaimana kelayakan kinerja pelayanan yang diberikan dan sehat tidaknya kinerja keuangan badan tersebut. Adapun syarat terakhir yaitu syarat administratif yang memuat enam poin diantaranya pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerjanya, pola tata kelola, rencana strategi bisnis, standar pelayanan minimal, membuat laporan keuangan serta laporan audit terakhir atau kesediaan untuk diaudit.

Dokter Agus Alumni Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini mengungkapkan juga bahwa secara adminstratif BLUD kan RSUD harus ada dokumen tata kelola perusahaan, harus ada standar pelayanan publik, harus ada perencanaan strategis pelayanan lima tahun kedepan, laporan keuangan, peningkatan kinerja, dan audit.

“Nah empat point penting sudah dilewati oleh pemerintah Kota Bima dan sudah selesai urusannya” ungkap Dokter Agus.

Dokter Agus pun menegaskan bahwa dari 6 persyaratan Dokumen, sudah 4 dokumen yang terselesaikan sehingga syarat itupun berupa dokumen di turunkan menjadi Aturan Walikota Bima (Perwali,red).

“Sekarang tahapannya tinggal selangkah lagi yakni pencocokan modul dari pusat dengan dokumen Perwali, dan setelah itu ada bimbingan dari pihak BPKP” ujar Dokter Agus.

Dokter Agus diakhir wawancaranya menyebutkan bahwa sangat beda Keberadaan Rumah Sakit Konvensional denhan BLUD.

“Contoh saja ya, penetapan APBD setiap tahun bulan januari tapi baru bisa di realisasikan sekitar Maret, lalu rentang waktu dua bulan itu rumah sakit konvensional kesukitan urusan keuangan, tapi kalau BLUD tidak ada lagi hambatan, sehingga rakyat terlayani secara maksimal” ujarnya.(Riky)

BLUD Kan RSUD Langkah Maju Dunia Kesehatan Kota Bima

Bimantika.net Langkah maju yang dilakukan oleh Jajaran Dinas Kesehatan Kota Bima di bawah kendali Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs. H. Azhari semakin kongrit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs. H. Azhari yang dihubungi Media Cetak dan Online Bimantika pada hari Senin (3/5/2021) menyebutkan bahwa dirinya selama ini selalu melakukan rapor koordinasi jajaran Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bima bersama dengan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

“Selama ini rakor di ruang rapat walikota, dan setiap rapat pasti ada Kepala Dinkes dan kepala Rumah Sakit, begitu kira-kira adinda” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima.

Menurut Azhari, Bahwa hasil rapat koordinasi selama ini bahwa ada jadwal yang sudah disepakati bersama dengan Kepala RSUD untuk terwujudnya BLUD kan RSUD Kota Bima.

“Jadwal kami. Sampai bulan Agustus atau September kita upaya rampung sampai pembiayaan minimal kita kejar APBD Perubahan” Tegas Azhari.

Azhari pun menyampaikan apresiasi yang mendalam pada Pemerintahan Kota Bima di bawah kendali Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang begitu respek dalam sebuah perjuangan BLUD kan RSUD Kota Bima.

“Respon pemkot lampu hijau sudah pasti. Aji Walikota juga senang Dengan capaian tolak ukur keberhasilan” ungkap Azhari.

Istilah BLUD, Badan Layanan Umum Daerah, sudah sering terdengar terutama pada lingkungan Rumah Sakit maupun Puskesmas.

BLUD adalah solusi terbaik saat ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Adapun tujuan BLUD adalah pelayanan prima pada seluruh lapisan masyarakat dalam rangka memajukan kesehatan secara umum dan menyeluruh.

Dan dalam pengelolaan keuangannya tentu berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas dan penerapan praktik bisnis yang sehat dan dinamis.

Dalam hal kewenangan, BLUD kan RSUD tentu adalah Layanan Publik yang pengelolaannya berdasarkan kewenangan yang didelegasikan, tidak terpisah secara hukum dari Pemerintah Daerah sebagai instansi induknya.

Pejabat BLUD bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan layanan umum.

BLUD tidak mencari laba sehingga dalam Rencana kerja, anggaran dan laporan BLUD disusun serta disajikan sebagai bagian tidak terpisah dari SKPD/Pemerintah Daerah.

Dan Dalam Implementasi kesehariannya, BLUD mengelola penyelenggaraan sejalan dengan praktik bisnis yang sehat. (Dae)

RSUD Menuju BLUD Ikhtiar Nyata Walikota HML Urusan Kesehatan

Bimantika.net Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Bima lakukan Rapat Koordinasi dalam rangka Percepatan Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima di Ruang Rapat Sekda Kota Bima.

Rapat dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Ir. Hj. Rini Indriati.

Ini adalah Upaya dan ikhtiar keras Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dalam memberikan yang terbaik dalam urusan kesehatan di Kota Bima ini.

Rumah Sakit adalah salah satu lembaga layanan publik yang memberi jasa penting dalam urusan pelayanan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, setiap institusi rumah sakit perlu melakukan pemahaman terutama dalam fungsi manajerialnya.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah disusun dengan maksud agar lembaga-lembaga seperti rumah sakit daerah atau yang biasa disingkat RSUD dapat menjadi lembaga yang profesional dalam melayani masyarakat.

Ada esensi mendalam dari RSUD menjadi suatu BLUD yakni pihak rumah sakit dapat leluasa dalam mengelola keuangannya sehingga rumah sakit dapat melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara lebih baik dan efektif serta maksimal pada seluruh lapisan masyarakat.

Salam hal upaya dan ihtiar membangun kesiapan RSUD menjadi BLUD dapat dilakukan dengan melakukan telaah lingkungan internal sebagai langkah pengkajian awal. Kemudian dapat dilanjutkan dengan sosialisasi.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi Media Cetak dan Online Bimantika Senin (3/5/2021) menyebutkan bahwa sesungguhnya upaya dan ikhtiar BLUD kan RSUD Kora Bima dibutuhkan Membangun Kebersamaan dalam keragaman berpikir, membentuk tim work, menyusun Scheedulle, melakukan penganggaran yang transparansi, meningkatkan kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Untuk diketahui Publik bahwa sesungguhnya Ada Poin urgen dalam menyiapkan RSUD menjadi BLUD yakni komitmen, persyaratan subtantif, persyaratan teknis dan persyaratan administratif.

Persyaratan subtantif memuat tiga poin yaitu badan tersebut merupakan badan yang bergerak pada bidang layanan umum, mengelola wilayah tertentu dan melakukan pengelolaan dana khusus. Persyaratan teknis memuat dua poin yaitu terkait bagaimana kelayakan kinerja pelayanan yang diberikan dan sehat tidaknya kinerja keuangan badan tersebut. Adapun syarat terakhir yaitu syarat administratif yang memuat enam poin diantaranya pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerjanya, pola tata kelola, rencana strategi bisnis, standar pelayanan minimal, membuat laporan keuangan serta laporan audit terakhir atau kesediaan untuk diaudit.

Oleh karena RSUD sebagai Badan Layanan Umum tentunya diberikan hak utuh pengelolaan maka Badan Layanan Umum memiliki kewajiban untuk melakukan beberapa hal.

Hal urgen yang diatensi itu adalah meningkatkan mutu pelayanan, meningkatkan kinerja moneter dan meningkatkan kinerja manfaat bagi masyarakat secara luas dan menyeluruh.

Dalam rangka memenuhi kewajibannya mutlak tersebut, maka RSUD harus melakukan pembenahan berupa komitmen yang konsisten dalam meningkatkan kinerja, profesionalitas, sumber daya manusia dan meningkatkan tata kelola badan tersebut.

Dukungan positif dari Walikota HML sungguh sangat luar biasa dalam memperjuangkan status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah

Atas Support positif Walikota Bima H. Muhammad Lutfi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs. H. Azhari yang dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp nya mengarahkan Wartawan Bimantika langsung ke Direktur RSUD. (DAE)