Anggota Dewan Golkar, PBB & Gerindra di Pawai Rimpu, Dewan Partai Lain Kemana ?

Bimantika.net _Festival Pawai Rimpu yang digelar sabtu 27 Agustus 2022 sungguh sangat meriah yang di ikuti oleh lebih kurangnya 40 ribu yang registrasi mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tak ketinggalan dalam kegiatan itu juga di hadiri oleh Anggota DPRD Kota Bima dari Berbagai Partai Politik di antaranya Partai Golkar yang menyumbangkan Doorprize 4 (Empat) Unit Motor dari 6 (Enam) Unit Motor yang disiapkan oleh Penggagas kegiatan.

Liputan Langsung Media Online Bimantika saat kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Pemkot Bima bahwa Anggota DPRD yang turut hadir antara lain Alfian indrawirawan, S. Adm Ketua DPRD Kota Bima (Partai Golkar), Hj. Rini (PBB), Khalid Bin Walid dan Sahbudin (Partai Gerindara).

Sehari sebelum acara berlangsung DPRD Kota Bima menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pelaksanaan Festival Pawai Rimpu.

Yang mengemuka dalam RDP Jum’at Sehari sebelum kegiatan itu adalah soal pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai sarat untuk tertibnya pembagian kupon doorprize dalam kegiatan yang melibatkan Puluhan Ribu warga Kota Bima tersebut.

Usai kegiatan festival Rimpu dan pengundian hadiah kupon, puluhan ribu foto copy KTP warga yang terkumpul di bakar pada Sabtu (27/08/22).

Turut serta dalam pemusnahan tersebut yakni Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indra Wirawan, Sekda Kota Bima Drs. H Mukhtar Landa, MH, Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Eliya Alwaini, perwakilan Panitia serta beberapa pejabat teras lainnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pengumpulan KTP warga tersebut bertujuan untuk validasi kupon hadiah utama motor.

Pedoman Teknis Penyiapan Kupon Undian sebagaimana telah dituangkan dalam Surat Edaran Sekda Kota Bima dengan Nomor : 007/464/VII/2022. Kupon lainnya tetap ada, untuk di luar hadiah utama sepeda motor. Sehingga, tidak terjadi dobel kupon.

Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indra Wirawan memaparkan bahwa kegiatan festival rimpu ini agenda tahunan, sekaligus memperingati semarak Dirgahayu RI ke 77. Ia juga mengapresiasi kepada seluruh warga Kota Bima yang begitu antusias dan turut menyemarakan kegiatan yang dimaksud.

“Ini kegiatan momentum peringatan HUT RI ke 77. Dan alhamdulilah warga begitu antusias, jika taksir 70 persen warga kota Bima turut serta dalam kegiatan ini,” kata Duta dari Fraksi Partai Golkar.

Menyoal kegiatan, pihaknya menegaskan bahwa festival rimpu tersebut merupakan agenda Pemerintah Kota Bima yang didukung oleh Dekranasda. Mengingat anggarannya ada pada Dekranasda.

Sementara kaitan dengan pemusnahan foto Copy KTP warga, dirinya mengatakan bahwa hal itu merupakan kesepakatan legislatif dengan eksekutif. Bahwa selesai kegiatan, KTP warga yang dikumpulkan Itu dibakar.

Tujuannya, agar menghindari adanya isu liar, tentang penyalahgunaan KTP warga untuk kepentingan politik.

“Itu sudah kesepakatan bersama dengan ekskutif. Bahwa selesai kegiatan KTP warga dibakar.

“Agar isu liar adanya penyalahgunaan foto Copy KTP warga untuk kepentingan politik bisa terbantahkan. Makanya kita bakar,” terangnya.

Dae Pawan Sapaan akrab Ketua DPRD Kota Bima berharap output dari terlaksananya kegiatan Pawai Rimpu memberikan dampak positif terhadap masyarakat terutama peningkatan ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM.

“Tujuan utamanya tentu lestarikan nilai budaya, namun kita berharap memiliki dampak Ekonomi terhadap perkembangan ekonomi bagi yang UMK. Terutama bagi penenun dan pengrajin lainnya” ungkap Dae Pawan.

Yang menjadi Pertanyaan Publik ketika Festival Pawai Rimpu tidak terlibatnya partai politik dan Anggota DPRD Kota Bima sebagai Wakil Rakyat secara utuh dalam kegiatan Pawai Rimpu sebagai bagian dari perayaaan HUT RI ke 77.

Ery Irawadin, S. Pd Warga Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima mempertanyakan ketidak hadiran Anggota DPRD Kota Bima dalam kegiatan HUT RI tersebut.

“Anggota DPRD yang turut hadir Alfian Indrawirawan Dari Golkar, Umi Rini dari PBB, Walid dan Sahbudin dari Gerindra, Pertanyaan saya kemana yang lainnya dengan Partainya” ujar Ery saat di Wawancara Media Online Bimantika. (***)

HML-Dae Pawan di Tengah Puluhan Ribu Pawai Rimpu, Berikut Nama Pemenang 6 Motor

Bimantika.net _Festival Pawai Rimpu yang di Prakarsai Dekranasda Kota Bima Sabtu 27 Agustus 2022 berhasil sukses dengan keterlibatan warga yang terdaftar secara registrasi kumpulkan KTP 40 Ribu dan Kenyataan Lapangan 50-60 Ribu.

Ajang yang sukses itu nampak ditengah Puluhan ribu massa Ketua DPRD Kota Bima yang juga sebagai Ketua DPD ll Partai Golkar Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, S. Adm.

Dae Pawan sapaan akrab Ketua DPRD Kota Bima nampak riang gembira saat berada di atas panggung bersama Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang juga sebagai Mantan Anggota DPR RI Dua Periode Fraksi Partai Golkar.

Pada Kegiatan Pawai Rimpu itu, DPD ll Partai Golkar Kota Bima ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan Doorprize Utama berupa Sepeda Motor.

Sekretaris DPD ll Partai Golkar Kota Bima, Tiswan Suryaningrat, SH membenarkan adanya sumbangan hadiah berupa beberap unit sepeda motor.

Menurutnya Warga Kota Bima sangat berbahagia dalam mengikuti festival Pawai Rimpu yang dilaksanakan oleh DEKRANASDA Kota Bima di bawah pimpinan Hj. Elly Alwaini Sabtu, 27 Agustus 2022.

“Rimpu adalah Budaya dana Mbojo “rimpu”wajib kita lestarikan sampai kapan pun jua. Ada door prize utama juga berupa 6 (enam) unit sepeda motor,. Tak ketinggalan kader terbaik Partai Golkar memberikan sumbangan 4 (empat) unit motor dr 6 yang disediakan oleh panitia” ungkap Tiswan.

Peserta Pawai Rimpu yang meraih Hadiah Utama 5 Unit Sepeda Motor Tingkat Kecamatan dan 1 unit Tingkat Umum diantaranya.

  1. Ainun Jariah; RT 04 RW 02 Kelurahan Lewirato (Kecamatan Mpunda Kota Bima)
  2. Wiwin; RT 07/RW 02 Kelurahan Lelamase (Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima)
  3. Sahril; RT 04/RW 02 Kelurahan Rite (Kecamatan Raba Kota Bima)
  4. Sri Rahmawati; RT 11/RW 005 Lingkungan Salama Kelurahan Nae Kecamatan (Rasanae Barat Kota Bima)
  5. Kalisom! RT 016/RW 06 Kelurahan Kolo (Kecamatan Asakota Kota Bima)
  6. Adelia; RT 010/RW 05 Kelurahan Rontu Kecamatan Raba – Kota Bima

Seluruh rangkaian kegiatan Festival Pawai Rimpu berjalan lancar, aman dan tertib. (***)

Tim Cobra Bravo Polres Bima Kota Sita Puluhan Botol Miras

Bimantika.net _Puluhan botol minuman keras (Miras) oplosan dan Miras dari berbagai jenis disita Tim Cobra Bravo Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (26/8/2022).

Miras jenis Sofi, Bir Bintang, Anggur Kolesom tersebut diamankan petugas disejumlah lokasi yang ada di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kasat Narkoba AKP Tamrin, S. Sos membenarkan adanya penyitaan Miras tersebut.

“Puluhan botol miras ini diamankan di beberapa TKP. Empat lokasi di Kecamatan Sape dan satu lokasi di Kecamatan Lambu,” kata Kasat Narkoba Polres Bima Kota,

Dijelaskan, operasi berantas miras ini merupakan langkah pencegahan dari berbagai tindakan kriminalitas di wilayah tersebut.

Sebab, dari sejumlah kasus yang terjadi seperti kasus perkelahian, kegaduhan, keributan serta munculnya kasus kejahatan lainnya banyak dipengaruhi oleh minuman beralkohol.

Pengungkapan ini juga berawal dari laporan masyarakat yang seringkali melihat adanya peredaran miras. Menindaklanjuti laporan itu, petugas pun diterjunkan ke lokasi.

“Di lokasi Tim opsnal Cobra Bravo juga telah menghimbau agar masyarakat tidak lagi menjual minuman beralkohol. Karena, tindakan kriminalitas berawal dari mengkonsumsi miras jika masyarakat sendiri mau situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” imbuhnya.

Usai menyita puluhan botol miras, Tim Cobra Bravo yang dipimpin Katim Aipda Awaluddin Syah Putra bergegas menuju Mako Polres Bima Kota. (***)

“Rimpu Fashion Week 2022” Event Dekranasda Kota Bima Sukses di Gelar

Bimantika.net Ada suasana yang tidak biasanya pagi ini Sabtu 27 Agustus 2022 di Kota Bima.

Sebuah pancaran kebahagiaan dan keceriaan massal yang bersinar di sepanjang jalan Soekarno Hatta dan Ir. Soetami. Puluhan ribu orang bergerak perlahan dengan yel-yel penuh semangat, menggempur Balai Kota.

Iya, kami sedang berunjuk rasa! Tanpa orasi, nihil caci maki, kami sedang mendemonstrasikan mahakarya kebudayaan Bima, yakni Rimpu dan Sambolo.

Belum lama kita direcoki oleh booming Citayam Fashion Week, event nir-etika yang menampilkan anak-anak jalanan CSBD, dengan penampilan yang katanya fashionable.

Di sini, di Kota Bima, kita perlihatkan bagaimana semestinya event-event fashion itu menjadi pesta tumpahnya kegembiraan masyarakat.

Bukan pesta biasa ! Karena ada legacy kebudayaan yang melekat di dalamnya, setiap kaum perempuan diwajibkan untuk mengenakan “Rimpu”, dan kaum pria bermahkotakan “Sambolo”.

Ada puluhan ribu “tembe nggoli” yang akhirnya keluar dari dalam lemari, juga mungkin ada ribuan sarung yang terbeli seminggu terakhir ini.

Dari sini, betapa moral para penenun tradisional kita terangkat karena keuletan dan kesabaran mereka selalu dihargai.

Fenomena ini tidak serta merta terjadi tanpa cetusan, Gagasan dan ide dari Hj. Ellya M. Lutfi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima.

Umi Elly berhasil berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata lalu mengajak serta kepala-kepala kelurahan, masyarakat pun antusias, berjubel memadati jalan.

Pagi tadi, Kota Bima adalah Kota yang paling berbahagia, karena masyarakatnya larut dalam sukacita pawai moral kebudayaan tahun 2022!

Festival Rimpu dan Sambolo ini adalah sebuah kerja kebudayaan yang harus diapresiasi sekaligus dilestarikan.

Sebab simbol-simbol peradaban Bima tidak boleh tergerus oleh gempuran fashion dan mode yang melalaikan generasi muda kita dari akar kebudayaan mereka sendiri.

Pesan-pesan moral dari pawai rimpu ini harus kita suarakan secara berrantai, agar setiap elemen masyarakat menjadikan adat dan budaya sebagai alas kepribadian mereka. Dan tugas para budayawan untuk mengelaborasikan makna dan nilai-nilai kegiatan ini agar selalu dikenang, dan dicatat agar bisa menjadi event tahunan.

Festival Rimpu ini sekaligus menjawab nyinyiran dan pertanyaan, apa yang dilakukan oleh Dekranasda? Iya. Umi Ellya tidak menggelar acara seremonial yang hanya melibatkan orang-orang terbatas, hura-hura tanpa makna, atau parade-parade yang gersang akan nilai.

Melainkan sebuah kerja kebudayaan yang melibatkan masyarakat luas di semua lapisan, yang memecut hati kita untuk terpanggil dan bangga atas keunggulan kerajinan daerah kita sendiri.

Luar biasa, angkat topi untuk keberanian dan keseriusan Umi Elly menggagas event ini. (***)

Nasir : Peserta Pawai Ribu 40 Ribu Terregistrasi, 50-60 Ribu Riil Lapangan

Bimantika.net _Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima di bawah kendali Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly Alwaini sukses menggelar Festival Pawai Rimpu Kota Bima 27 Agustus 2022.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

pelaksanaan Festival Pawai Budaya pesertanya Terdapat berbagai macan suku,ras dan agama.

Berbagai kalangan ikut pawai budaya bima dari berbagai Suku, Ras dan Agama melebur dalam sebuah kegiatan Pawai Rimpu tersebut

Ketua Dekranasda Kota Bima yang juga Istri Walikota HM Lutfi, Hj. Elly Alwaini berterimakasih pada seluruh jajaran panitia pelaksana dan Pemerintah Kota Bima yang mensupport kegiatan yang melibatkan puluhan Ribu warga Kota Bima.

“Dengan rangkaian acara ini, secara tidak langsung Dekranasda Kota Bima melalukan upaya dan ikhtiar pemulihan ekonomi rakyat Kota Bima” ujar Umi Elly saat di wawancara Media Online Bimantika 27 Agustus 2022.

Efek dari Festival Pawai Rimpu ini adalah laku kerasnya puluhan ribu hasil kerajinan para pengrajin di Kota Bima seperti sarung dan sejumlah aksesoris lainnya.

Kebiasaan warga bima yang terjadi selama ini setiap event dipastikan akan membeli pernak pernik yang baru sehingga geliat kerajinan seperti kerajinan kain tentu akan semakin meningkatkan income dan pendapatan bagi para pengrajin.

“Inilah sejatinya tujuan dari Dekranasda dalam menyelenggarakan Pawai Rimpu di Kota Bima, salah satunya adalah menggerakkan geliat ekonomi arus bawah” ujar Umi Elly.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Diakhir Wawancara Nasir mengemukakan sangking antusiasnya Warga, yang tercover dalam administrasi 40 ribu Peserta namun Kondisi Riil lapangan dengan keterlibatan para Siswa hingga menembus 50 ribuan hingga 60 ribuan peserta Festival Pawai Rimpu.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (//***)

Walid : Beragam Suku, Ras & Agama Meriahkan Pawai Budaya Kota Bima

Bimantika.net _Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bima Khalid Bin Walid ikut dalam Festival Pawai Rimpu yang digelar oleh Dekranasda Kota Bima Sabtu 27 Agustus 2022.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Ketua DPC Gerindra Kota Bima yang juga Anggota DPRD Kota Bima Dua Periode Khalid Bin Walid menyampaikan apresiasi yang mendalam pada Dekranasda Kota Bima yang memprakarsai Festival Pawai Rimpu.

Menurut Walid Sapaan Akrabnya Pawai tradisiona budaya rimpu dalam rangka memperingati hut ke 77 warga menenuhi jalan dari timur dan barat sepajang 5 kilo meter.

“Antusias masrakat sangat mengejutkan sekali menikmati pawai budaya, masyarakat sangat senang dan bahagia” ungkap nya.

Walid juga berkomentar bahwa pelaksanaan Festival Pawai Budaya pesertanya Terdapat berbagai macan suku,ras dan agama.

“Berbagai kalangan ikut pawai budaya bima dari berbagai Suku, Ras dan Agama melebur dalam sebuah kegiatan Pawai Budaya Bima” demikian Ungkap Walid. (***)

Walikota HML di Tengah 40 Ribu Peserta Pawai Rimpu Kota Bima

Bimantika.net _Festival Pawai Rimpu yang di Gelar pada Hari Sabtu 27 Agustus 2022 sungguh sangat menggembirakan warga sehingga pesertanya hingga tembus 40 Ribu.

Dan di antara puluhan ribu peserta itu Ada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan istrinya Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Ellya Alwaini selaku penggagas Kegiatan Festival Rimpu tersebut.

Liputan langsung Media Online Bimantika saat berlangsungnya Pawai Rimpu nampak Walikota HML mengenakan Sambolo diatas kepalanya dan Umi Elly mengenakan “Rimpu” semakin nampak cantik Aura Ketua Dekranasda mengenakan Pakaian Adat Bima.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Kota Bima menorehkan rekor sebanyak 20.165 orang peserta. Lebih banyak dari Kabupaten Dompu yang lebih dulu berhasil pecahkan rekor dunia dengan peserta 13 ribu orang pada tahun 2015 lalu. Dan langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pelaksanaan Festival Rimpu waktu itu berlangsung pada Sabtu (12/10/2019). Puluhan ribu masyarakat Kota Bima tumpah ruah mengikuti Festival Rimpu yang ditargetkan sebanyak 15 ribu. Jumlah itu membludak diluar dugaan hingga mencapai 20.165 ribu peserta.

Pagelaran yang sama digelar hari ini 27 Agustus 2022 Di masa Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menggelar kegiatan yang sama seperti di tahun 2019 silam.

Yang membedakan hanya Jumlah Peserta saja, di Tahun 2019 Festival Pawai Rimpu dengan Jumlah Peserta 20.165 ribu dengan Mendapatkan Rekor MURI, kini di Tahun 2022 peserta meningkat dua kali lipat yakni dengan Total kupon yang terregistrasi di Dinas Pariwisata Kota Bima sebanyak 40 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Nasir menyebutkan bahwa Titik star Peserta Festival Pawai Rimpu 2022 berada pada dua Lokasi yakni untuk peserta dari Kecamatan RasanaE Barat dan Kecamatan Asakota titik starnya dari Lapangan Serasuba, sedangkan untuk peserta Kecamatan Mpunda, Rasanae timur dan Raba titik starnya di Lapangan Pahlawan.

“Bagi peserta dari BUMN, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan serta Pihak lainnya yang ikut serta dalam pawai disesuaikan oleh Pihak Panitia” ungkap Nasir.

Menurutnya Momentum Pawai Rimpu 2022 warga Kota Bima memiliki antusias yang begitu tinggi sehingga pesertanya melebihi dari yang di targetkan.

“Kita targetkan peserta 30 ribu ternyata yang mengikuti lebih dari yang kita targetkan yakni 40 ribu” ujarnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Nasir mengemukakan bahwa Festival Pawai Rimpu adalah satu kesatuan dari Momentum perayaan dan memeriahkan HUT RI ke 77.

“Momentum ini sekaligus dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat arus bawah atau ekonomi rakyat, secara tidak langsung sektor perekonomian dengan sendirinya akan bergerak dalam kegiatan yang melibatkan puluhan ribu warga” demikian ungkap Nasir.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menurut Nasir sampai waktu batas pengurusan administrasi KTP masih banyak lagi yang belum mendapatkan Kupon dalam Festival Pawai Rimpu.

“Selesai kita melakukan Pawai Rimpu, kita akan membakar seluruh KTP warga yang terkumpul sekaligus untuk menjawab pertanyaan sebagian kecil warga yang mempertanyakan KTP peserta Pawai Rimpu” Ujar Nasir.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (//***)

Dekranasda Kota Bima Sukses Gelar Pawai Rimpu, Geliatkan Ekonomi Rakyat

Bimantika.net _Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima di bawah kendali Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly Alwaini sukses menggelar Festival Pawai Rimpu Kota Bima 27 Agustus 2022.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Ketua Dekranasda Kota Bima yang juga Istri Walikota HM Lutfi, Hj. Elly Alwaini berterimakasih pada seluruh jajaran panitia pelaksana dan Pemerintah Kota Bima yang mensupport kegiatan yang melibatkan puluhan Ribu warga Kota Bima.

“Dengan rangkaian acara ini, secara tidak langsung Dekranasda Kota Bima melalukan upaya dan ikhtiar pemulihan ekonomi rakyat Kota Bima” ujar Umi Elly saat di wawancara Media Online Bimantika 27 Agustus 2022.

Efek dari Festival Pawai Rimpu ini adalah laku kerasnya puluhan ribu hasil kerajinan para pengrajin di Kota Bima seperti sarung dan sejumlah aksesoris lainnya.

Kebiasaan warga bima yang terjadi selama ini setiap event dipastikan akan membeli pernak pernik yang baru sehingga geliat kerajinan seperti kerajinan kain tentu akan semakin meningkatkan income dan pendapatan bagi para pengrajin.

“Inilah sejatinya tujuan dari Dekranasda dalam menyelenggarakan Pawai Rimpu di Kota Bima, salah satunya adalah menggerakkan geliat ekonomi arus bawah” ujar Umi Elly.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Diakhir Wawancara Nasir mengemukakan sangking antusiasnya Warga, yang tercover dalam administrasi 40 ribu Peserta namun Kondisi Riil lapangan dengan keterlibatan para Siswa hingga menembus 50 ribuan peserta Festival Pawai Rimpu. (***)

40 Ribu Peserta Pawai Rimpu Kota Bima, Dandim & Wakapolres Bima Kota Ikut Pawai

Bimantika.net _Festival Pawai Rimpu yang di Gelar pada Hari Sabtu 27 Agustus 2022 sungguh sangat menggembirakan warga sehingga pesertanya hingga tembus 40 Ribu.

Festival Pawai Rimpu yang di Gelar pada Hari Sabtu 27 Agustus 2022 sungguh sangat menggembirakan warga sehingga pesertanya hingga tembus 40 Ribu. Dan di antara puluhan ribu peserta itu Ada Dandim Bima dan Wakapolres Bima Kota.

Liputan langsung Media Online Bimantika bahwa ikut dalam Festival Pawai Budaya Wakapolres Bima Kota Kompol Mujahiddin, S. Sos dan Dandim Bima Letkol Inf M. Zia Ulhaq, S. Sos.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Kota Bima menorehkan rekor sebanyak 20.165 orang peserta. Lebih banyak dari Kabupaten Dompu yang lebih dulu berhasil pecahkan rekor dunia dengan peserta 13 ribu orang pada tahun 2015 lalu. Dan langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pelaksanaan Festival Rimpu waktu itu berlangsung pada Sabtu (12/10/2019). Puluhan ribu masyarakat Kota Bima tumpah ruah mengikuti Festival Rimpu yang ditargetkan sebanyak 15 ribu. Jumlah itu membludak diluar dugaan hingga mencapai 20.165 ribu peserta.

Pagelaran yang sama digelar hari ini 27 Agustus 2022 Di masa Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menggelar kegiatan yang sama seperti di tahun 2019 silam.

Yang membedakan hanya Jumlah Peserta saja, di Tahun 2019 Festival Pawai Rimpu dengan Jumlah Peserta 20.165 ribu dengan Mendapatkan Rekor MURI, kini di Tahun 2022 peserta meningkat dua kali lipat yakni dengan Total kupon yang terregistrasi di Dinas Pariwisata Kota Bima sebanyak 40 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Nasir menyebutkan bahwa Titik star Peserta Festival Pawai Rimpu 2022 berada pada dua Lokasi yakni untuk peserta dari Kecamatan RasanaE Barat dan Kecamatan Asakota titik starnya dari Lapangan Serasuba, sedangkan untuk peserta Kecamatan Mpunda, Rasanae timur dan Raba titik starnya di Lapangan Pahlawan.

“Bagi peserta dari BUMN, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan serta Pihak lainnya yang ikut serta dalam pawai disesuaikan oleh Pihak Panitia” ungkap Nasir.

Menurutnya Momentum Pawai Rimpu 2022 warga Kota Bima memiliki antusias yang begitu tinggi sehingga pesertanya melebihi dari yang di targetkan.

“Kita targetkan peserta 30 ribu ternyata yang mengikuti lebih dari yang kita targetkan yakni 40 ribu” ujarnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Nasir mengemukakan bahwa Festival Pawai Rimpu adalah satu kesatuan dari Momentum perayaan dan memeriahkan HUT RI ke 77.

“Momentum ini sekaligus dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat arus bawah atau ekonomi rakyat, secara tidak langsung sektor perekonomian dengan sendirinya akan bergerak dalam kegiatan yang melibatkan puluhan ribu warga” demikian ungkap Nasir.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menurut Nasir sampai waktu batas pengurusan administrasi KTP masih banyak lagi yang belum mendapatkan Kupon dalam Festival Pawai Rimpu.

“Selesai kita melakukan Pawai Rimpu, kita akan membakar seluruh KTP warga yang terkumpul sekaligus untuk menjawab pertanyaan sebagian kecil warga yang mempertanyakan KTP peserta Pawai Rimpu” Ujar Nasir.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (//***)

40 Ribu Peserta Pawai Rimpu Kota Bima 2022 Lampaui Rekor MURI 2019, Walikota HML Ucapkan Terimakasih Pada Warga Kota Bima

Bimantika.net _Ditahun 2019 lalu, Kota Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta terbanyak dalam Festival Pawai Rimpu yang menggunakan busana adat Rimpu dengan jumlah peserta mencapai 20.165 orang.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Kota Bima menorehkan rekor sebanyak 20.165 orang peserta. Lebih banyak dari Kabupaten Dompu yang lebih dulu berhasil pecahkan rekor dunia dengan peserta 13 ribu orang pada tahun 2015 lalu. Dan langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pelaksanaan Festival Rimpu waktu itu berlangsung pada Sabtu (12/10/2019). Puluhan ribu masyarakat Kota Bima tumpah ruah mengikuti Festival Rimpu yang ditargetkan sebanyak 15 ribu. Jumlah itu membludak diluar dugaan hingga mencapai 20.165 ribu peserta.

Pagelaran yang sama digelar hari ini 27 Agustus 2022 Di masa Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menggelar kegiatan yang sama seperti di tahun 2019 silam.

Yang membedakan hanya Jumlah Peserta saja, di Tahun 2019 Festival Pawai Rimpu dengan Jumlah Peserta 20.165 ribu dengan Mendapatkan Rekor MURI, kini di Tahun 2022 peserta meningkat dua kali lipat yakni dengan Total kupon yang terregistrasi di Dinas Pariwisata Kota Bima sebanyak 40 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Nasir menyebutkan bahwa Titik star Peserta Festival Pawai Rimpu 2022 berada pada dua Lokasi yakni untuk peserta dari Kecamatan RasanaE Barat dan Kecamatan Asakota titik starnya dari Lapangan Serasuba, sedangkan untuk peserta Kecamatan Mpunda, Rasanae timur dan Raba titik starnya di Lapangan Pahlawan.

“Bagi peserta dari BUMN, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan serta Pihak lainnya yang ikut serta dalam pawai disesuaikan oleh Pihak Panitia” ungkap Nasir.

Menurutnya Momentum Pawai Rimpu 2022 warga Kota Bima memiliki antusias yang begitu tinggi sehingga pesertanya melebihi dari yang di targetkan.

“Kita targetkan peserta 30 ribu ternyata yang mengikuti lebih dari yang kita targetkan yakni 40 ribu” ujarnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Nasir mengemukakan bahwa Festival Pawai Rimpu adalah satu kesatuan dari Momentum perayaan dan memeriahkan HUT RI ke 77.

“Momentum ini sekaligus dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat arus bawah atau ekonomi rakyat, secara tidak langsung sektor perekonomian dengan sendirinya akan bergerak dalam kegiatan yang melibatkan puluhan ribu warga” demikian ungkap Nasir.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menurut Nasir sampai waktu batas pengurusan administrasi KTP masih banyak lagi yang belum mendapatkan Kupon dalam Festival Pawai Rimpu.

“Selesai kita melakukan Pawai Rimpu, kita akan membakar seluruh KTP warga yang terkumpul sekaligus untuk menjawab pertanyaan sebagian kecil warga yang mempertanyakan KTP peserta Pawai Rimpu” Ujar Nasir.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (//***)